BAB 5 PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN
5.3. Stasiun Pompa
5.3.1. Fungsi
akan mengambil lebih banyak pekerjaan dan kebutuhan harus dilakukan secara teratur.
Ketika rumput rusak atau hilang di beberapa tempat pada langkah-langkah tanggul perlu diambil. Pertama kambing perlu menghilang di tempat-tempat yang rusak pada tanggul karena mereka akan merusak tanggul lagi. Setelah rumput yang dapat diunggulkan di tempat-tempat yang rusak.
Tanah di tanggul dapat dengan mudah tersapu oleh hujan atau saat orang berjalan di tanggul. Untuk itu rumput di tanggul penting karena menyatukan tanah, sehingga memperkuat tanggul.
Setelah dilakukan pemeriksaan, terlihat jelas apakah rumput tersebut masih dalam kondisi baik atau rusak dan seberapa banyak pemeliharaan yang dibutuhkan. Penahan rumput harus dipertahankan. Rerumputan ini akan dibuat pendek penggunaan yang alami misal kambing. Jika itu tidak berhasil, mesin pemotong rumput perlu digunakan. Hal ini akan membutuhkan banyak pekerjaan dan perlu dilakukan secara teratur. Jika rumput rusak atau hilang di beberapa tempat di tanggul, tindakan perbaikan perlu dilakukan. Setelah itu rumput bisa disemai di tempat yang rusak.
5.3. Stasiun Pompa
polder. Ini berarti bahwa stasiun pemompaan tidak menjamin polder bebas banjir, tanpa komponen lain berfungsi.
Fungsi dari stasiun pemompaan berjalan dengan baik ketika: Memiliki kapasitas pemompaan yang memadai. Cukup bebas dari penghalang yang dapat menghambat arus air masuk dan keluar dari pompa.
Stasiun pompa juga memiliki fungsi untuk membantu area polder dari banjir dari luar, misal ada luapan sungai.namun dalam batas tertentu.
5.3.2.
Komponen rumah pompaStasiun pompa (gambar 5.4) terdiri dari sub-komponen berikut:
a. Pompa baling-baling;
b. Inlet dan memompa Kolam;
c. Pipa pembuangan dan stop kontak;
d. Genset dan bahan bakar tank;
e. Crane overhead;
f. Ruang kontrol;
g. Rumah jaga;
h. Struktur tumpukan lembar;
i. Struktur tanah (tanggul);
j. Trotoar.
Sub-komponen yang paling penting dijelaskan lebih rinci di bawah.
Gambar 5.4. Denah stasiun pompa, contoh di Polder banger (Bos, Detail desain laporan, 2009)
5.3.2.1. Pompa
Lima pompa submersiible aksial dipasang, yang satu adalah pompa cadangan. Setiap pompa memiliki kapasitas 2,0 m3/s, sehingga total kapasitas 10 m3/s. Motor dan baling-baling ditempatkan di poros kolom.
A. Inlet dan memompa kolam
Air masuk ke inlet pompa yang dilindungi dengan beton bertulang.
Sampah dicegah mengalir ke inlet pompa dengan menggunakan filter (trash rack).
B. Pipa pembuangan dan outlet
Air dipompa terhubung ke pipa pembuangan horizontal, yang terletak di tanggul. Katup penutup dipasang di mulut pipa pembuangan untuk mencegah air dari sungai mengalir masuk ke pompa. Saluran keluar menatur air dibuang ke sungai (BKT) dan menumpu konstruksi dari beton bertulang dan dipasang di lereng tanggul Sugai.
C. Generator set dan bahan bakar tangki
Tiga generator yang digunakan, yang satu merupakan cadangan. Satu generator memfasilitasi dua pompa. Kekuatan masing-masing generator 450 kVA. Generator ditempatkan dalam satu ruang tersendiri. Ruang Generator memiliki sistem aliran sendiri. Dua tangki digunakan untuk menampung bahan bakar. Satu di dalam rumah pompa (untuk penggunaan sehari-hari) dan satu di luar (untuk penggunaan mingguan). Tanki-tanki tersebut dihubungkan oleh pipa.
D. Crane overhead
Overhead crane untuk pemeliharaan ditempatkan di atas filter sampah di inlet, kemudian juga di ruang generator dan pompa.
E. Struktur lembaran pile
Sheet pile beton digunakan untuk melindungi stasiun pemompaan untuk alasan stabilitas. Sheet pile yang digunakan
adalah 18 m panjang. Sheet pile merupakan bagian dari tanggul timur.
5.3.2.2. Pedoman Pengoperasian Stasiun Pompa
Pengoperasian stasiun pompa merupakan kegiatan sehari- hari yang diperlukan, kegiatan yang dilakukan sebagai berikut:
a. Memeriksa secara otomatis On/Off switch generator dan pompa (atau switch On/Off secara manual).
b. Pendaftaran jam operasional.
c. Mengatur level air di sistem Polder berdasar level air di inlet pompa.
d. Mengatur level air di musim hujan dan kemarau berdasar rumusan yang disepakati.
e. Tangki bahan bakar selalu siap untuk pengisian bahan bakar.
f. Menjaga kebersihan dan keamanan wilayah stasiun pemompaan.
5.3.2.3. Beralih generator dan pompa On/Off
Pada prinsipnya, pompa dan generator akan menghidupkan dan mematikan secara otomatis pada level tertentu air di Kali Banger. Jika saklar disfungsi otomatis, pompa harus diaktifkan On/Off secara manual. Sebuah alat ukur ketinggian air harus dipasang untuk mengukur tingkat air di Kali Banger akurat relatif terhadap MSL. Hasil kegiatan inspeksi DI1 dan DI2 dapat digunakan untuk kalibrasi alat ukur ketinggian air.
5.3.2.4. Pendaftaran jam operasional
Jam operasional selama operasional pompa harus didata untuk memantau jumlah air dipompa dari area sistem Polder ke Sungai / Laut.
5.3.2.5. Sesuaikan ketinggian air di Kali Banger
Tinggi air di sistem Polder harus mengikuti penurunan tanah yang sebenarnya (9 cm / tahun) untuk memastikan kapasitas penyimpanan yang cukup dan menjamin perbedaan tinggi air yang cukup untuk mengalirkan air dari saluran sekunder ke Kali Banger.
Saklar On / Off operasional pompa dapat disesuaikan seperti pada tabel 5.6. Tinggi air dapat diperiksa di inlet dimana pengukuran dekat dengan stasiun pemompaan. Pengaturan tinggi mungkin harus dikalibrasi ulang setelah beberapa saat (misal setiap 5 tahun), karena penurunan tanah di area polder dan penurunan tanah di rumah pemompaan yang didukung pondasi pancang yang dalam sekitar 50 meter.
5.3.2.6. Penyesuaian ketinggian air pada musim kemarau dan musim hujan
Pada musim kemarau, permukaan air harus dikendalikan adalah 0,5 m lebih tinggi (1,50 m di bawah permukaan permukaan) .
Tabel 5.6. Kontrol tabel tingkat 3,6 Air (stasiun pompa)
Operation Pumping Station Switch on level(dry season) - 1.30 m MSL
Switch off level(dry season) - 1.60 m MSL
Switch on level(wet season) - 2.00 m MSL Switch off level(wet season) - 2.10 m MSL
5.4. Sistem Saluran dan Struktur