BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Lokasi Penelitian
Kabupaten Sinjai terletak di Jazirah Selatan bagian Timur Propinsi Sulawesi Selatan dengan Ibukotanya Sinjai. Berada pada posisi 50 19' 30" sampai 50 36' 47" Lintang Selatan dan 1190 48' 30"
sampai 1200 0' 0" Bujur Timur.Disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bone, di sebelah Timur dengan Teluk Bone, di sebelah Selatan dengan Kabupaten Bulukumba, dan sebelah Barat dengan Kabupaten Gowa. Luas wilayah yang dimililki oleh Kabupaten sinjai adalah 819, 96 km2. Luas Wilayah Pesisir Kabupaten Sinjai memiliki garis pantai sepanjang 28 km yang terdiri atas wilayah pantai daratan panjang 17 km dan wilayah kepulauan dengan panjang garis pantai 11 km. Wilayah administratif terbagi atas 8 Kecamatan, 13 kelurahan, 55 desa, dan 259 lingkungan/dusun dengan luas wilayah 819,96 Km2, atau 1,29 persen dari luas wilayah daratan Propinsi Sulawesi Selatan.
Diantaranya yaitu Kecamatan Sinjai Utara, Kecamatan Sinjai Timur, Kecamatan Sinjai Tengah, Kecamatan Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Selatan, kemudian ditambah dua buah persiapan Kecamatan yaitu : Perwakilan Kecamatan Sinjai Utara dan Perwakilan Kecamatan Sinjai Barat. Kabupaten Sinjai merupakan kabupaten pesisir yang terletak di pesisir timur bagian selatan daratan Sulawesi Selatan yang berhadapan langsung dengan perairan Teluk Bone. Kabupaten Sinjai terletak antara
67
502’56” sampai 5021’16” Lintang Selatan dan antara 119056’30”` sampai 120025’33” Bujur Timur. Batas-batas wilayah Kabupaten Sinjai adalah:
Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bone;
Sebelah timur berbatasan dengan Teluk Bone
Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba, dan Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gowa.
Kabupaten Sinjai yang memiliki luas 819,96 km2 (81996 Ha) terdiri dari 9 Kecamatan defenitif dengan jumlah Desa sebanyak 67 dan 13 kelurahan.Wilayah Kabupaten Sinjai terbagi dua yakni berada di daratan Sulawesi Selatan dan Pulau-Pulau yang dikenal dengan Pulau- Pulau Sembilan. Pada wilayah daratan memiliki panjang garis pantai sekitar 23 km, dan terdapat lima sungai besar yang bermuara di sepanjang pantai yakni Sungai Tangka, Sungai Mangottong, Sungai Panaikang, Sungai Bua dan Sungai Pattongko. Selain itu, juga terdapat dua sungai kecil yakni Sungai Donga dan Sungai Balampangi.
Keberadaan sungai-sungai tersebut juga merupakan batas wilayah administrasi baik desa, kecamatan, maupun antar kabupaten. Sungai Tangka menandai batas antara Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bone, Sungai Mangottong sebagai batas Kecamatan Sinjai Utara dengan Sinjai Timur, Sungai Panaikang menandai batas antara Desa Samataring dengan Desa Panaikang Sinjai Timur, Sungai Bua merupakan batas antara Kecamatan Sinjai Timur dengan Kecamatan Tellu Limpoe, dan Sungai Pattongko (Sungai Lolisang) menandai batas
68
Kabupaten Sinjai dengan Kabupaten Bulukumba.
Pada wilayah pulau terdiri atas sembilan pulau kecil dan beberapa gosong karang. Dari sembilan pulau hanya satu pulau yang tidak berpenghuni, yaitu Pulau Larearea. Pulau yang berpenghuni bila diurutkan dari utara adalah Kanalo 2, Kanalo 1, Batang Lampe, Kodingare, Katindoang, Kambuno, Liangliang dan Burung Loe. Secara Administratif Kabupaten Sinjai terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, dan terdiri dari 9 (sembilan), yaitu: Kecamatan Sinjai Utara, Kecamatan Sinjai Borong, Kecamatan Sinjai Selatan, Kecamatan Tellu Limpoe, Kecamatan Sinjai Timur, Kecamatan Sinjai Tengah, Kecamatan Sinjai Utara, Kecamatan Bulupoddo, dan Kecamatan Pulau Sembilan.
3 (tiga) diantaranya termasuk daerah pesisir yakni Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai timur, dan Tellu Limpoe dan 1 (satu) kecamatan merupakan kecamatan pulau yakni kecamatan Pulau Sembilan.
Kecamatan Pulau Sembilan terdiri atas sembilan pulau kecil dan beberapa gosong karang (patch reef) yang tenggelam pada saat air pasang. Delapan pulau yang berpenghuni bila diurut dari Selatan adalah: Burungloe, Liang-liang, Kambuno, Kodingare, Katindoang, Batanglampe, Kanalo I, dan Kanalo II serta satu pulau tak berpenghuni, yaitu Larea-rea yang terletak di sebelah Selatan Pulau Katindoang.
Sebuah gosong yang telah ditumbuhi sebatang pohon adalah Gosong Lapoipoi yang terletak antara P. Katindoang dan P. Batanglampe.
Ibukota Pemerintahan Kabupaten Sinjai terletak di Kecamatan Sinjai Utara. Berdasarkan letaknya terhadap ibukota Kabupaten Sinjai,
69
ibu kota Kecamatan Sinjai Barat yang berada di Manipi merupakan kecamatan yang terjauh dari Ibukota kabupaten yakni 48 km yang berada di sebelah barat. Adapun nama ibukota setiap kecamatan beserta jaraknya terhadap ibukota kabupaten disajikan dalam tabel 2.1.
Tabel 2. Nama Ibukota Kecamatan dan Jaraknya terhadap Ibukota Kabupaten
No Kecamatan Ibu Kota Jarak terhadap Ibukota Kabupaten (km)
(I) (2) (3) (4)
1 Sinjai Barat Manipi 48
2 Sinjai Borong Borong 43
3 Sinjai Selatan Bikeru 27
4 Tellu Limpoe Mananti 38
5 Sinjai Timur Mangarobombang 4
6 Sinjai Tengah Lappadata 12
7 Sinjai Utara Sinjai 0
8 Bulupoddo Bulupoddo 18
9 Pulau Sembilan
Kambuno 13
Sumber: Data Sekunder Kecamatan Sinjai Timur
Sepanjang tahun, daerah ini termasuk beriklim sub tropis, yang mengenal 2 (dua) musim, yaitu musim penghujan pada periode April - Oktober , dan musim kemarau yang berlangsung pada periode Oktober-April. Selain itu ada 3 (tiga) type iklim (menurut Schmidt &
Fergusson) yang terjadi dan berlangsung di wilayah ini, yaitu iklim type B2, C2, D2 & type D3.
Area/zona dengan iklim type B2 dimana bulan basah berlangsung selama 7 - 9 bulan berturut - turut , sedangkan bulan kering berlangsung 2-4 bulan sepanjang tahun. Penyebarannya
70
meliputi sebagian besar wilayah Kecamatan. Sinjai Timur & Sinjai Selatan .
Zona dengan iklim type C2, dicirikan dengan adanya bulan basah yang berlangsung antara 5- 6 bulan, sedangkan bulan keringnya berlangsung selama 3-5 bulan sepanjang tahun. Penyebarannya meliputi sebagian kecil wilayah Kecamatan. Sinjai Timur, Sinjai Selatan,
& Sinjai Tengah.
Zona dengan iklim type D2, mengalami bulan basah selama 3-4 bulan, & bulan keringnya berlangsung selama 2-3 bulan.
Penyebarannya meliputi wilayah bag. Tengah Kabupaten Sinjai, yaitu sebagian kecil wilayah Kecamatan. Sinjai Tengah, Sinjai Selatan, &
Sinjai Barat.
Zona dengan iklim type D3, bercirikan dengan berlangsungnya bulan basah antara 3 - 4 bulan , & bulan kering berlangsung antara 3 - 5 bulan . Penyebarannya meliputi sebagian wilayah Kecamatan. Sinjai Barat, Sinjai Tengah & Sinjai Selatan
Dari keseluruhan type iklim yang ada tersebut, Kabupaten Sinjai mempunyai curah hujan berkisar antara 2.000 - 4.000 mm / tahun, dengan hari hujan yang bervariasi antara 100 - 160 hari hujan/tahun kelembaban udara rata-rata, tercatat berkisar antara 64- 87%, dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 21,1oC - 32,4o.
Sedangkan secara morfologi, kondisi topografi wilayah kabupaten sangat bervariasi, yaitu dari area rata hingga area yang bergunung/jurang. Sekitar 13,85% atau seluas 11.356 Ha merupakan
71
area rata sampai hampir rata, landai sampai berombak 19.598 Ha atau 23,90%, bergelombang sampai bergunung 25.655 Ha atau 31,29%, dan 24.217 Ha atau 29,53% merupakan area yang bergunung sampai jurang.
Tabel 3. Luas Dan Persentase Menurut Kemiringan Tanah Dirinci Per Kecamatan Di Kabupaten Sinjai Tahun 2009
No. Kecamatan
Kemiringan Tanah LUAS Rata - hampir
rata
Landai - berombak
Bergelombang - Bergunung
Bergunung- jurang
(Ha) (Ha) % (Ha) % (Ha) % (Ha) %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Sinjai Barat 13 553 106 0,78 1 407 10,38 5 047 37,24 6 993 51,60 2
Sinjai
Borong 6 697 49 0,73 1 296 19,35 1 941 28,98 3 411 50,93 3
Sinjai
Selatan 13 199 2 689 20,37 4 597 34,83 3 620 27,43 2 293 17,37 4
Tellu
Limpoe 14 730 3 707 25,17 4 632 31,45 4 714 32,00 1 677 11,38 5 Sinjai Timur 7 188 2 681 37,30 2 624 36,51 1 378 19,17 505 7,03 6
Sinjai
Tengah 12 970 348 2,68 1 403 10,82 4 612 35,56 6 607 50,94 7 Sinjai Utara 2 957 516 17,45 958 32,40 307 10,38 6 0,20 8 Bulupoddo 9 947 505 5,08 2 681 26,95 4 036 40,58 2 725 27,40 9
Pulau
Sembilan 755 755 100,00 - - - -
Kabupaten Sinjai 81 996 11
356 13,85
19
598 23,90
25
655 31,29 24
217 29,53 Sumber : Sinjai dalam Angka Tahun 2010
Berdasarkan klasifikasi menurut ketinggian diatas permukaan laut (dpl), wilayah kabupaten terbagi ke dalam 5 (lima) klasifikasi ketinggian, dengan luasan sebagai berikut:
Area dengan ketinggian 0 - 25 meter dpl, seluas 4.541 ha Area dengan ketinggian 25 - 100 meter dpl, seluas 7.983 ha Area dengan ketinggian 100 - 500 meter dpl, seluas 45.535 h
72
Area dengan ketinggian 500 - 1000 meter dpl, seluas 17.368 ha Area dengan ketinggian > 1000 meter dpl, seluas 6.569 ha
Berdasarkan data terakhir tahun 2010 kepadatan penduduk di dapat dari hasil bagi antara luas lahan per jumlah penduduk yang menempatinya. Jumlah penduduk di Kabupaten Sinjai tahun 2009 sebanyak 228304 jiwa dengan luas wilayah 819,96 Km2, berarti rata- rata kepadatan penduduk sekitar 278 jiwa/ Km2. Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Sinjai Utara yang merupakan Ibukota Kabupaten Sinjai. Untuk lebih jelasnya mengenai kepadatan penduduk di Kabupaten Sinjai sebagaimana pada tabel berikut.
Tabel 4. Kepadatan Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan di Kabupaten Sinjai Tahun 2010
No Kecamatan
Banyaknya
Kepadatan Per Km2 Luas
(Km2)
Kepala
Keluarga Penduduk
(I) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Sinjai Barat 135,53 5796 23597 174
2 Sinjai Borong 66,97 4454 16934 253
3 Sinjai Selatan 131,99 9135 37485 284
4 Tellu Limpoe 147,30 7758 32829 223
5 Sinjai Timur 71,88 7302 29768 414
6 Sinjai Tengah 129,70 6551 27038 208
7 Sinjai Utara 29,57 8910 37586 1271
8 Bulupoddo 99,47 4565 15418 155
9 Pulau Sembilan 7,55 1840 7649 1013
Jumlah 819,96 56311 228304 278
Sumber : Sinjai Dalam Angka Tahun 2010
73
Adapun pemanfaatan lahan kabupaten sinjai Kategori tanah terkait dengan pemanfaatan lahan, secara umum terbagi atas dua yakni tanah sawah dan tanah kering. Tanah kering terbagi atas beberapa penggunaan yakni bangunan dan halaman sekitar, tegal/kebun, ladang huma, penggembalaan padang rumput, sementara tidak diusahakan, hutan rakyat, rawa-rawa, tambak, hutan negara, perkebunan, kolam/empang/tebat, dan tanah untuk pemanfaatan lainnya.
Kabupaten Sinjai yang memiliki area seluas 81.996 Ha, yang pemanfaatan lahan untuk sawah seluas 13598 Ha atau 16,58%, sedangkan lahan kering 68.398 Ha atau 83,42%. Dari ke 9 Kecamatan yang berada di Kabupaten Sinjai, peneliti memilih melakukan penelitian tepatnya di Kecamatan Sinjai Timur. Dimana Kecamatan Sinjai Timur terbagi menjadi 13 Desa diantaranya yaitu:
Tabel 5. Tabel Kelurahan/Desa di Kecamatan Sinjai Timur
NO Nama Desa
1 KEL. SAMATARING 2 SANJAI
3 PATTALASSANG 4 PANAIKANG 5 SAUKANG 6 KAMPALA 7 LASIAI 8 BIRORO 9 KALOLING 10 PASIMARANNU 11 TONGKE-TONGKE 12 SALOHE
13 BONGKI LENGKESE
Sumber : Sinjai Dalam Angka Tahun 2010
74
Adapun Penduduk Kecamatan Sinjai Timur yang masih tergolong usia sekolah adalah sebanyak 77948 orang atau sebanyak 34,14% dari penduduk sinjai, yang terdiri dari 33627 orang berumur 6- 12 tahun, 12731 orang berumur 12-15 tahun, 11617 orang berumur 15- 18 tahun, dan 19973 orang dalam usia 18-24 tahun.
Dari komposisi penduduk menurut usia pendidikan tersebut, sebanyak 54236 orang yang masih mengenyam pendidikan, sedang yang tidak sekolah sebanyak 988 orang dan tidak sekolah lagi sebanyak 22725 orang. Berikut data lebih rinci mengenai komposisi penduduk menurut usia pendidikan sebagai berikut:
Tabel 6. Komposisi Penduduk menurut Golongan Umur dan Status Pendidikan di Kabupaten Sinjai tahun 20190
Gol Umur
Tidak Sekolah
Masih Sekolah
Tidak Sekolah
Lagi Jumlah
7-12 185 32978 464 33627
13-15 162 10865 1705 12731
16-18 92 7321 4204 11617
19-24 549 3072 16352 19973
Jumlah 988 54236 22725 77948
Sumber : Sinjai Dalam Angka Tahun 2010
Mayoritas penduduk Kabupaten Sinjai adalah beragama islam yakni 99,97% dari penduduk sinjai atau sebanyak 228224 jiwa, dan hanya 0,3% merupakan penduduk non muslim (kristen, hindu, dan budha). Sedangkan berdasarkan etnis, masyarakat Kabupaten Sinjai didominasi etnis bugis. Sedangkan suku lainnya adalah makassar, bajoe, dan suku lainnya. Untuk masyarakat suku bajoe umumnya
75
dijumpai dan menetap di pulau-pulau sembilan. Hal ini terkait dengan mata pencaharian utama mereka di laut.
Tabel 7. Jumlah Penduduk menurut Agama dan Kecamatan di Kabupaten Sinjai tahun 2010
No Kecamatan Islam Kristen Hindu Budha Katolik
(I) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 KEL.
SAMATARING 23596 1 - - -
2 SANJAI 16934 - - - -
3 PATTALASSANG 37485 - - - -
4 PANAIKANG 32825 4 - - -
5 SAUKANG 29768 - - - -
6 KAMPALA 27038 - - - -
7 LASIAI 37511 68 1 6 -
8 BIRORO 15418 - - - -
9 KALOLING 7649 - - - -
10 PASIMARANNU 8694 -
11 TONGKE-
TONGKE 7321 4
12 SALOHE 3072 -
13 BONGKI
LENGKESE 8986 -
Kabupaten Sinjai 256297 107 1 6 -
Sumber : Sinjai Dalam Angka Tahun 2010
Mayoritas penduduk Kabupaten Sinjai adalah beragama islam yakni 99,97% dari penduduk sinjai atau sebanyak 228224 jiwa, dan hanya 0,3% merupakan penduduk non muslim (kristen, hindu, dan budha). Sedangkan berdasarkan etnis, masyarakat Kabupaten Sinjai didominasi etnis bugis. Sedangkan suku lainnya adalah makassar, bajoe, dan suku lainnya. Untuk masyarakat suku bajoe umumnya
76
dijumpai dan menetap di pulau-pulau sembilan. Hal ini terkait dengan mata pencaharian utama mereka di laut.
Secara umum, kehidupan masyarakat di Kabupaten Sinjai tidak jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat pesisir pada umumnya di Sulawesi Selatan. Daerah Sinjai yang memanjang, mencakup daerah pegunungan dan pantai memberi arti tersendiri bagi masyarakat Sinjai.
Karena itu pula kehidupan masyarakatnya selain sebagai petani sawah dan kebun, juga sebagai nelayan dan petani tambak. Tani dan nelayan menjadi sumber penghasilan utama penduduk Barru. Aktivitas mencari ikan yang dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar pantai dan pulau-pulau di wilayah rencana pada umumnya adalah sebagai nelayan tangkap. Hanya sebagian kecil masyarakat melakukan aktivitas budidaya.awn.dpuf
B. Implementasi kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai
Tujuan pelaksanaan PNPM-PISEW adalah mempercepat pembangunan sosial ekonomi masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal, mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan daerah perdesaan, memperbaiki pengelolaan pemerintahan (local governance) dan penguatan institusi di perdesaan Indonesia.
Kesemuanya ini diharapkan bisa dilakukan melalui:
1. Peningkatan pelayanan dasar dalam bidang infrastruktur sosial dan ekonomi di wilayah perdesaan.
77
2. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dan masyarakat dalam melaksanakan pengembangan sosial ekonomi di wilayahnya.
Sasaran Sasaran pelaksanaan PNPM-PISEW mencakup sebagai berikut:
1. Terbangunnya infrastruktur perdesaan yang meliputi pembangunan sarana dan infrastruktur: transportasi, produksi pertanian, pemasaran pertanian, air bersih dan sanitasi, pendidikan dan kesehatan.
2. Meningkatnya usaha ekonomi masyarakat.
3. Terbentuknya Kawasan Strategis Kabupaten, Kelompok Usaha Masyarakat, dan institusi Kelompok Diskusi Sektor (KDS) serta menguatnya fungsi KDS di lokasi yang telah memilikinya.
4. Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam berperan sebagai fasilitator dalam melaksanakan pembangunan.
5. Meningkatnya kapasitas masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
Sinkronisasi dalam Program pembangunan daerah dilaksanakan pada tahap perencanaan yang terwujud dalam kesepakatan prioritas kebijakan pada bidang sosial ekonomi terutama di tingkat Kecamatan sesuai Rencana pembangunan jangka menengah daerah, Kecamatan Sinjai Timur sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Strategis Kecamatan dalam bentuk Partisipatif dan aspiratif terhadap kebutuhan masyarakat, pengurangan kesenjangan antar wilayah pedesaan dan kelurahan, penguatan kapasitas pemerintah Kecamatan dalam melaksanakan pembangunan, pengawasan,
78
pemeliharaan sampai dengan tahap evaluasi, penguatan kebijakan dilakukan dengan pendekatan kemitraan yang melibatkan seluruh pelaku pembangunan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan.
Penguatan Jaringan antara pelaku pembangunan dalam arah kebijakan pembangunan dilakukan dengan membangun kepedulian dan pelibatan aktif dari masyarakat pelaku pembangunan melalui serangkaian kegiatan pembangunan yang berbasis PSE Kecamatan, Perencanaan Pembangunan Wilyah dengan Kebijakan PSE Kecamatan yang terintraksi dimana berbagai kepentingan dari berbagai sektor dapat dengan optimal terakomendasi melalui arah Kebijakan PSE Kecamatan. Kecamatan Sinjai Timur adalah salah satu dari 9 Kecamatan dalam Wilayah Kabupaten Sinjai yang terletak di Bagian Timur Kabupaten Sinjai yang berbatasan dengan Teluk Bone, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sinjai Utara, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tellu Limpoe dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah.
Kecamatan Sinjai Timur terdiri dari 1 Kelurahan dan 12 desa ini memiliki luas sekitar 71,88 Km2 atau 8,766% dari luas wilayah Kabupaten Sinjai dengan ketinggian 0 - 500 Meter dari Permukaan Laut, serta jumlah penduduk 28.848 jiwa pada tahun 2008, dengan rincian 13.405 jiwa laki- laki dan 15.443 jiwa perempuan.
Kecamatan Sinjai Timur yang memiliki Luas ± 71,88 Km2, yang terdiri dari 1 (Satu Kelurahan) dan 12 (Dua belas Desa), antara lain:
79
Tabel 8. Luas Wilayah Kecamatan Sinjai Timur
NO KELURAHAN/DESA JARAK DARI (Km) KETINGGIAN DARI LUAS IBUKOTA IBUKOTA
KAB
PERMUKAAN AIR LAUT (METER)
(Km2) KECAMATAN
i 2 3 4 5 6
1 Kel. Samataring 4,50 0 3 0-500
2 Desa Biroro 5,97 13 15 ±400
3 Desa Lasiai 7,14 11 16 ±300
4 Desa Sanjai 8,20 9 15 0-500
5 Desa Pasirmarannu 3,40 4 7 0-500
6 Desa Pattalassang 7,50 9 12 ±500
7 Desa Panaikang 4,72 3 6 0-500
8 Desa Kaloling 5,09 10 13 500
9 Desa Kampala 6,09 8 10 700
10 Desa Tongke- Tongke
4,75 3 5 0-500
11 Desa Saukang 6,00 3 3 500
12 Desa Salohe 3,22 10 12 700
13 Desa Bongki Lengkese
5,30 8 10 700
Jumlah 5.97 *** *** ***
Sumber: Data PNPM Kecamatan Sinjai Timur
Secara geografis Kecamatan Sinjai Timur terletak/ dengan batas Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Tengah, Sinjai Seiatan, dan Tellu Limpoe. Dan secara morfologi daerah ini lebih besar wilayahnya adalah daratan/pegunungan. Dengan sumber daya alam yang paling menonjol di Kecamatan Sinjai Timur adalah Pertanian, Perkebunan serta budidaya hasil laut/perikanan.
Luas sawah yang ada di Sinjai Timur adalah 2.362 Ha (BPS 2009). Untuk luas lahan perdesa (terlampir). Dari luas lahan produksi pertanian memungkinkan Sinjai timur termasuk penghasil padi yang
80
cukup banyak di Kabupaten Sinjai. Untuk akhir tahun 2008, Sinjai Timur memproduksi padi 157.501,50 Ton.
Untuk hasil komoditi lainnya, bisa dilihat pada data terlampir.
Rada hasil perkebunan luas areal produksi yang dipergunakan hampir mencapai 4000 Ha. Jenis tanaman yang ada adalah kelapa dalam, kelapa hibrida, jambu mente dll (terlampir). Dari berbagai macam jenis perkebunan semua bisa dikembangkan atau dengan kata lain bahwa hasil bumi sangat memungkinkan untuk bisa di tingkatkan.
Melalui program PNPM PISEW dalam pembangunan sarana dan prasarana bisa meningkatkan sumber daya alam yang ada guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Misal pada Kondisi Ekonomi dibidang Pertanian (Jenis, Produksi, Pemasaran, Nilai Tambah, Daya Saing Masyarakat, Daya Beli Masyarakat, Akses Permodalan, Sarana Prasarana Pendukung, Kelembagaan, Upaya dan Kebutuhan di masa mendatang).
a. Jenis:
Padi (jenis ini persentasenya paling banyak di Kecamatan Sinjai Timur)
b. Produksi:
Akhir tahun 2008, produksi padi 157.501,50 Ton. Dan menurut survey dilakukan di lapangan pada para petani, padi yang dihasilkan mengalami peningkatan berkat adanya program PNPM PISEW dalam perbaikan, peningkatan dan pembangunan sarana serta
81
prasarana guna peningkatan produksi pertanian. Misalnya pembangunan sarana pengairan dll.
c. Sarana Prasarana Pendukung
Pembangunan Saran dan prasaran oleh Program PNPM PISEW seperti Pembentukan Jalan Tani, Peningkatan jalan ke areal hamparan sawah seperti perkerasan sirtu atau rabat beton. Petani merasa terbantu dengan adanya program ini karena mempermudah dalam pengangkutan hasil bumi dan Iain-lain.
Arahan kebijakan pembangunan infrastruktur social ekonomi wilayah Kabupaten untuk memberikan kontribusi/pandangan kepada pembangunan yang dilakukan kecamatan. Arahan Kabupaten yang mencakup antar daerah dan sektor yang akan memberikan pertimbangan kepada Kecamatan, agar pembangunan yang dilakukan oleh Kecamatan Sinjai Timur lebih berintegrasi dengan Pembangunan Kecamatan/wilayah lainnya atau ada ruang yang lebih luas.
Penilaian awal bagi tinjauan dan analisis kebutuhan dan potensi masyarakat (lokal) yang bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut Profil setiap desa dari perspektif masyarakat, yang meliputi aspek- aspek sosial-ekonomi masyarakat, kondisi fisik, serta hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian. Dengan mengetahui kondisi awal serta lokal Knowledge maka akan dapat diketahui karakter desa tersebut, yang selanjutnya dapat memudahkan dalam menangani apabila ada permasalahan yang timbul. Pada kegiatan penilaian awal kebutuhan masyarakat dan desa, diharapkan teridentifikasinya issue pokok desa
82
dan tergambarnya kondjsi awal desa sehingga dalam penklasteran hamparan KDS dapat terbentuk sesuai dengan potensi kecamatan.
Adapun pelaksanaan PNPM PISEW di Kecamatan Sinjai Timur dilaksanakan ke 13 Desa/Kelurahan. Berikut implementasi PNPM PISEW pada tiap Desa/Kelurahan di Kecamatan Sinjai Timur. Realisasi usulan KDS pada masing-masing desa memperhatikan jumlah dan jenis KDS yang telah direalisasikan pada pelaksanaan tahun pertama sampai tahun direalisasikan pada pelaksanaan tahun pertama sampai tahun ketiga, dimana jumlah keseluruhan usulan KDS yang terealisasikan yaitu sebanyak 72 jenis usulan dari 108. Sebaran dan lokasinya yaitu berada pada 12 desa dan 1 kelurahan di kecamatan sinjai masing masing desa tersebut adalah:
1. Kelurahan Samataring 2. Desa Tongke-tongke 3. Desa Panaikang 4. Desa Pasimarannu 5. Desa Sanjai
6. Desa Saukang 7. Desa Kaloling 8. Desa Salohe 9. Desa Kampala 10. Desa Patalassang 11. Desa Biroro
12. Desa Lasiai
83
13. Desa Bongki Lengkese
Sedangkan sumber pendanaannya adalah berasal dari bantuan luar negeri/BLN atau JBIC dan alokasi dana dari anggaran dan pendapatan belanja daerah/APBD. Dari sejumlah usulan kegiatan yang terdapat dalam daftar pajang (long list) yang telah disusun dan dirumuskan pada tahun anggaran 2009 yang lalu, dimana jumlah mencapai 720 jenis usulan kegiatan. Pada tahun petama sampai ketiga ini program nasional pemberdayaan masyarakat PNPM PISEW di Kecamatan SinjaiTImur telah direlalisasikan sebanyak 107 jenis usulan kegiatan atau sekitar 14,86%. Pencapaian realisasi tersebut merupakan implemenasi program yang telah dituangkan dalam dokumen RESTRA Kecamatan. Adapun kategorinya yaitu:
Kategori I Infrastruktur Transportasi
Kategori II Infrastruktur Peningkatan Produksi Pertanian Kategori III Infrastruktur
Kategori IV Peningkatan Pemasaran Pertanian
Kategori V Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi Infrastruktur Kategori VI Pendidikan Infrastruktur Kesehatan
Pengukuran RENSTRA dan PIK tahun 2010, menggambarkan realisasi pelaksanaan daftar panjang/Long List dari RENSTRA Kecamatan Sinjai Timur pada tahun 2010, dan sekaligus merupakan gambaran penilaian efektifitas Renstra kecamatan yang di perlihatkan pada tabel berikut:
84
Tabel 9. Rekapitulasi pelaksanaan Restra dan PIK 2010 REALISASI
KEGIATAN
Kecamatan Sinjai Timur Total Kabupaten
Realisasi % Realisasi %
Kegiatan Long
List 36 29.508
Kegiatan Short
List 36 29.508
Jenis Kegiatan
Daftar PIK Non PIK
36 12.245
27 9.184
Non Fisik 0
Sumber Dana Realisasi 2010 (Rp. Juta)
Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah Lembaga Donor JBIC-KSK JIBC-Kec.
1,500,000,000.00
Non Long List 27 22.131
Realisasi
Kegiatan yang berasal dari :
Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah Lembaga
Donor JBIC-KSK JIBC-Kec.
Swasta
Masyarakat
Sumber: Buku Laporan PNPM PISEW Kecamatan
Pada tabel diatas ini telah diperlihatkan pencapaian realisasi pelaksanaan kegiatan, sebagaimana pada poin 1.3 diatas yaitu sebanyak 36 jumlah jenis usulan kegiatan. Sedangkan pada poin 1.6 yaitu realisasi kegiatan diluar daftar panjang/Non Long List di Kecamatan Sinjai Timur realisasi kegiatannya mencapai 27 jenis kegiatan yang dikerjakan oleh Dinas/lnstransi/Pemerintah Daerah.
85
Dimana Efektifitas Renstra Kecamatan dinyatakan sebagai : 1. Positif jika; a/LL > NLL/LL ( dalam % )
2. Negatif jika; a/LL < NLL/LL ( dalam %)
Perbandingan antara realisasi kegiatan pada daftar panjang atau Long List dengan realisasi kegiatan Non Long List untuk Kecamatan Sinjai Timur mencapai 29,508 % > 22,131 %. Ini berarti bahwa kegiatan yang ada di daftar long list lebih besar dari kegiatan non long list atau masuk daiam kategori positif (terlampir), maka hal ini menunjukkan bahwa RENSTRA yang telah disusun pada tahun anggaran 2010 yang lalu mempunyai ratio 0,750 (terlampir).
Sebelum pelaksanaan program PNPM PISEW maka setiap desa/kelurahan dalam 1 kecamatan mengusulkan kegiatan yang dibutuhkan oleh desa tersebut. Selanjutnya PJOK Kecamatan akan mengadakan survey ke tiap-tiap desa yang kemudian mengadakan perengkinan terhadap usulan kegiatan.
Penyebaran/Persebaran Lokasi Usulan Kegiatan Tahun 2010 Kegiatan Pelaksanaan Fisik tahun 2010 Tersebar di 1 Kelurahan dan 12 Desa dalam Wilayah Kecamatan Sinjai Timur yang merupakan Program Investasi Kecamatan Tahunan yang antara lain seperti: Rabat Beton, Perkerasan Telvord, Pembangunan Pos yandu, saluran Irigasi dan Pasangan Talud. Berikut usulan kegiatan secara garis besarnya yang masuk dalam daftar rangking teratas tiap desa/kelurahan beserta dengan tim pelaksana dijelaskan pada tabel berikut: