BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
3. Gambaran umum Desa Jorok
berusaha di bidang pertanian. Di Kecamatan Utan panjang jalan yang ada di mencapai 64 km, dimana sebagian besar jalan sudah diaspal/beton dan dapat dilalui kendaraan roda empat sepanjang tahun. Sementara itu pada tahun 2019 semua desa di Kecamatan Utan mengandalkan listrik dari pemerintah untuk penerangan jalan di desa.
8) Keungan dan harga
Untuk menunjang kegiatan ekonomi tedapat beberapa sarana dan prasarana ekonomi di Kecamatan Utan, di mana terdapat 1 pasar dengan bangunan permanen yang berada di Desa Motong, 4 mini market, 384 toko/warung kelontong, 8 restoran/rumah makan, 36 warung, serta 1 homestay yang ada di Desa Stowe Brang.
Selain beberapa sarana ekonomi di atas, di Kecamatan Utan juga terdapat beberapa jasa lembaga keuangan, yaitu 5 bank dan 9 koperasi Gambaran harga ternak di Kecamatan Utan selama tahun 2019 dapat dilihat dalam tabel 8.1. Hewan ternak yang tercakup sebanyak 9 jenis antara lain kerbau, sapi, kuda, kambing, domba, ayam kampung, ayam ras, bebek dan itik.
3. Gambaran umum Desa Jorok
hidup dan mampu mempertahankan diri sampai sekarang.
Sejak sama pemerintah hindia belanda kesatuan masyarakat yang ada di Desa Jorok sudah di akui keberadaannya dan yang menjabat kepala desa saat itu adalah Dea Intan Dewa, sebagai kepala Desa Jorok yang pertama kalinya.22
Pada saat terjadinya kebakaran besar yang melanda kecamatan utan sekitar pada tahun 1947, yang menganguskan seluruh desa yang ada di Kecamatan Utan, banyak warga yang lari menyelamatkan diri ke Karang Jorok yang saat itu masih banyak tanah kosong berupa semak belukar.
Setelah musibah kebaran terjadi masyarakat Karang Mako dan Karang Jorok kembali ke bekas rumah mereka masing – masing dan menata kembali kehidupan mereka, dengan bergotong royong, masyarakat membangun kantor desa di wilayah Karang Jorok yang menjabat sebagai kepala desa adalah Boya Kendi, menjabat sebagai kepala desa.
Penduduk di Desa Jorok mayoritas berasal dari Sumbawa dan Lombok, ada juga penduduk Makasar dan lain-lain. Warga Lombok adalah warga yang paling banyak membantu. Penduduk Lombok di Desa Jorok khususnya penduduk Lombok Timur merupakan akibat dari keberadaan masyarakat Lombok di Sumbawa. Migrasi terjadi, banyak menggunakan kapal untuk mengangkut
22 Profil Desa Jorok
rempah-rempah antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada waktu itu, dan karena letusan Gunung Renjani tersebut, banyak orang dari Lombok mulai bermigrasi ke Sumbawa untuk mencari pekerjaan. Selain menyebabkan kelaparan pada saat itu, Gunung Renjani juga mempengaruhi pekerjaan pertanian akibat penduduk Lombok meninggalkan pulau tersebut untuk mencari pekerjaan, khususnya di Sumbawa.
Di karena nyaman di Sumbawa maka memutuskan tinggal di Pulau Sumbawa dan sebagian orang Lombok tinggal di Desa Jorok. Populasi orang Lombok di Desa Jorok lumayan banyak sekitar 79% dan kebayakan orang Lombok yang tinggal di Desa Jorok yaitu Lombok Timur.
Berdirinya Desa Jorok tidak di ketahui tahun berapa persisnya desa itu berdiri, namun pada awal Desa Jorok di kenal dengan nama Karang Jorok. Di berinya nama Desa Jorok atau Karang Jorok karena letak atau wilayahnya Desa Jorok itu sendiri yang berada disudut yang paling dalam, untuk datang ke Desa Jorok kita harus melalui beberapa desa dan kampung.
2) Demografis
Berdasarkan data demografis Desa Jorok, penduduk Desa Jorok berjumlah 6238 jiwa yang terdiri dari laki – laki 3088 jiwa, perempuan 3150 jiwa dengan jumlah rumah tangga 1189, yang tersebar di 6 dusun dengan kepadatan penduduk 6,75 jiwa per Ha dan tingkat pertumbuhan penduduk 9,54% pertahun, di samping
pertumbuhan penduduk yang di sebabkan oleh adanya penduduk pendatang yang pindah dari menetap di desa jorok. Penduduk Desa Jorok sebagian besar beragama islam yaitu 99,04% di sampingkan juga ada yang beragama hindu 0,06%.
Tabel 2.1
Data Penduduk Desa Jorok
jumlah penduduk Desa Jorok
No Dusun
Jumlah
penduduk JML JML KK
LK PR
1 Jorok Dalam 496 532 1028 315
2 Jorok Tengah 1115 1165 2280 667
3 Jorok Luar 731 792 1523 479
4 Koda Permai 413 422 835 236
5 Sekokok 355 326 681 219
6 Koda Dalam 326 319 645 189
Jumlah 3436 3556 6992 2105
3) Geografis
Desa Jorok merupakan salah satu dari 9 desa yang ada di wilayah Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tengara Barat, yang terletak dipusat ibu kota Kecamatan Utan, dengan batas – batas sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan : Laut flores
Sebelah Timur berbatasan dengan : Desa Bale Brang
Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Motong
Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Orong Bawa Luas wilayah Desa Jorok adalah 453Ha, yang terdiri dari
Tanah sawah irigasi tekhnis 301 Ha Tanah sawah irigasi non PU/Tadah ujan 10,00 Ha
Tanah kering 142.00 Ha
Tripologi Desa Jorok merupakan dataran rendah dengan ketinggian 5 cm di atas permukaan laut, keadaan iklim adalah sedang dengan musim hujan jatuh pada bulan november – maret dan musim kemarau antara bulan april – oktober tahun berikutnya. Namun dengan adanya globalisasi dan perubahan iklim yang melanda dunia
keadaan ini juga berpengaruh pada keadaan cuaca dan iklim Desa Jorok.
4) Pembagian wilayah desa
Desa Jorok terbagi dalam 6 (Enam) wilayah dusun yaitu Dusun Jorok Dalam, Dusun Jorok Tengah, Dusun Jorok Tengah, Dusun Koda Permai, Dusun Sekokok, dan Dusun Koda dalam sebagai dusun pemekaran dari dusun dari Koda Permai, dengan 15 RW dan 39 RT pusat pemerintah berada di Dusun Jorok dalam. Jarak pusat pemerintah Desa Jorok ke pusat pemerintah Kecamatan Utan 0 km karena pusat pemeintah Kecamatan Utan berada di Desa Jorok, sedangkan ke ibu kota kabupaten adalah 41 km.
Tabel 2.2
Pembagian wilayah administrasi Desa Jorok
No Dusun Luas (Ha) Jumlah RW Jumlah RT
1 Dusun Jorok Dalam 9,63 3 9
2 Dusun Jorok Tengah 97,22 4 11
3 Dusun Jorok Luar 110,07 3 9
4 Dusun Koda Permai 87,52 1 3
5 Dusun Sekoko 79,03 2 5
6 Dusun Koda Dalam 69,63 2 4
5) Kedaan ekonomi
Desa Jorok terbentang memanjang dari barat ke timur, dan di lintasi oleh harus transportasi jalam negara, yang tentunya membawa pengaruh yang cukup baik terhadap perkembangan perekonomian masyarakat.
Seperti di ketahui bahwa sebagian besar penduduk Desa Jorok berkerja di sektor pertanian yang cukup luas dengan system irigasi yang lancar. Di samping itu penduduk berkerja di sektor lainnya, yang juga di dukung oleh persediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai.
Masyarakat Desa Jorok sebagian besar bekerja di dektor pertanian, yaitu sebesar 2619 yang termasuk buruh tani, hal ini di dukung oleh persedian lahan pertanian yang cukup luas yaitu, 294,31 Ha baik yang di alirin oleh irigrasi tekhnis maupun non tekhnis, dengan system pengairan yang cukup lancar.
6) Kebudayaan
Sebagian besar penduduk Desa Jorok (79%) adalah berasal dari suku Lombok, suku Sumbawa 20% dan 1%
suku lainnya, termasuk suku Jawa, dan Makasar. Dengan keragaman demikian mereka tetap menjujung tinggi nilai nilai dan norma yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Desa Jorok, sehingga masyarakat Desa Jorok dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling di menghormati.
7) Keagamaan
Seperti di sebutkan bahwa penduduk Desa Jorok sebagian besar beragama Islam (99,04%) tentunya di dukung dengan ketersediaan sarana peribadatan yang cukup memadai, seperti masjib: 66 masjib, Musollah: 4 buah yang tersebar di seluruh dusun yang ada di Desa Jorok, di samping itu juga terdapat 15 TPQ sebagai tempat anak – anak belajar membaca al qur‟an.
8) Keadaan sosial
Berdasarkan data ke pendudukan yang di keluarkan oleh BKBPP Kecamatan Utan dari hasil penduduk tahun 2009, tingkat kesejahteraan penduduk Desa Jorok yakni:
Jumlah keluarga sejahtera : 360 kk (22,21%)
Jumalah keluarga : K5 I. 477 kk (29,43%)
Jumalah keluarga : K5 II. 397 kk (24,49%)
Jumlah keluarga : K5 III. 387 kk (23,87%) Data ini mengambarkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Jorok dapat di katagorikan masih kurang sejahtera, terdapat sebanyak 857 kk yang masih tergolong miskin.
9) Pendidikan
Di bidang pendidikan, jumlah penduduk buta aksara di Desa Jorok sebanyak 997 jiwa, ini kebanyakan dari penduduk yang berusia di atas 40 tahun, anak putus sekolah 43 orang. Kondisi ini mengambarkan bahwa
masih banyak penduduk yang buta aksara dan masih ada penduduk yang putu sekolah di karenakn kondisi ekonomi dari masyarakat, meskinpun demikian masihbanyak penduduk yang memiliki pendidikan tamatan SLTP, SLTA, dan bahkan sampai pada jenjang pendidikan S2, hal ini menunjukan bahwa daya saing dari segi pendidikan masyarakat Desa Jorok cukup mampu. Di samping itu ketersedian sarana dan prasarana pendidikan juga cukup memadai dan dapat menampung anak usia sekolah, yaitu terdapat PAUD: 5 Unit, TK: 2 Unit, SD Negeri dan Swasta: 5 Unit, SLTPNegeri dan Swasta: 2 Unit, SLTA Swasta: 2 unit.
10) Program KB
Program Keluarga Berencana (KB) di Desa Jorok berjalan cukup sukses, hal ini terlihat dari jumlah akseptor KB sebanyak 840 dari pasangan usia subur sebanyak 1216. Keberhasilan pemerintah Desa dan masyarakat Desa Jorok dalam bidang kesehatan belum sepenunya berhasil, hal ini terlihat adanya kebersihan linkungan yang masih belum tertata rapi.
11) Misi dan Program Desa Jorok
Untuk melaksanakan visi Desa Jorok dilaksanakan misi dan program sebagai berikut:
a) Pembangunan Jangka Panjang
1. Melanjutkan pembangunan desa yang belum terlaksana.
2. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah desa dengan lembaga desa yang ada.
3. Meningkatkan kesejahtraan masyarakat desa dengan meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi warga.
b) Pembangunan Jangka Pendek
1. Mengembangkan dan Menjaga serta melestarikan ada istiadat desa terutama yang telah mengakar di Desa Jorok.
2. Meningkatkan pelayanan dalam bidang pemerintahan kepada warga masyarakat.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi warga desa dengan perbaikan prasarana dan sarana ekonomi.
4. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan guna peningkatan sumber daya manusia Desa Jorok.
12) Struktur Organisasi Desa
Gambar 1.2 Struktur Organisasi Desa Jorok Sumber Data: Kantor Desa jorok