BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
BANK SYARIAH BUKOPIN
1. Profil perusahaan
PT BANK SYARIAH BUKOPIN (selanjutnya disebut Perseroan) sebagai bank yang beroperasi dengan prinsip syariah yang bermula masuknya konsorsium PT Bank Bukopin, Tbk diakuisisinya PT Bank Persyarikatan Indonesia (sebuah bank konvensional) oleh PT Bank Bukopin, Tbk., proses akuisisi tersebut berlangsung secara bertahap sejak 2005 hingga 2008, dimana PT Bank Persyarikatan Indonesia yang sebelumnya bernama PT Bank Swansarindo Internasional didirikan di Samarinda, Kalimantan Timur berdasarkan Akta Nomor 102 tanggal 29 Juli 1990 merupakan bank umum yang memperolah Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor 1.659/ KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 tentang Pemberian Izin Peleburan Usaha 2 (dua) Bank Pasar dan Peningkatan Status Menjadi Bank Umum dengan nama PT Bank Swansarindo Internasional yang memperoleh kegiatan operasi berdasarkan surat Bank Indonesia (BI) nomor 24/1/UPBD/PBD2/Smr tanggal 1 Mei 1991 tentang Pemberian Izin Usaha Bank Umum dan Pemindahan Kantor Bank. Pada tahun 2001 sampai akhir 2002 proses akuisisi oleh Organisasi Muhammadiyah dan sekaligus perubahan nama PT Bank Swansarindo Internasional menjadi PT Bank Persyarikatan Indonesia yang memperoleh persetujuan dari (BI) nomor 5/4/KEP.
DGS/2003 tanggal 24 Januari 2003 yang dituangkan ke dalam akta nomor 109 Tanggal 31 Januari 2003.
Perkembangannya PT Bank Persyarikatan Indonesia melalui tambahan modal dan asistensi oleh PT Bank Bukopin, Tbk., maka pada tahun 2008 setelah memperolah izin kegiatan usaha bank umum yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 10/69/KEP.GBI/DpG/2008 tanggal 27 Oktober 2008 tentang Pemberian Izin Perubahan Kegiatan Usaha Bank Konvensional Menjadi Bank Syariah, dan Perubahan Nama PT Bank Persyarikatan Indonesia Menjadi PT Bank Syariah Bukopin dimana secara resmi mulai efektif beroperasi tanggal 9 Desember 2008, kegiatan operasional Perseroan secara resmi dibuka oleh Bapak M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004 -2009. Sampai dengan akhir Desember 2014 Perseroan memiliki jaringan kantor yaitu 1 (satu) Kantor Pusat dan Operasional, 11 (sebelas) Kantor Cabang, 7 (tujuh) Kantor Cabang Pembantu, 4 (empat) Kantor Kas, 6 (enam) unit mobil kas keliling, dan 96 (sembilan puluh enam) Kantor Layanan Syariah, serta 33 (tiga puluh tiga) mesin ATM BSB dengan jaringan Prima dan ATM Bank Bukopin.
2. Visi, Misi Dan Nilai Perusahaan Visi
“Menjadi Bank Syariah Pilihan yang Terus Tumbuh dan Kuat”
Misi
Menyediakan Produk dan Layanan terbaik sesuai dengan Prinsip Syariah
Meningkatkan Nilai Tambah kepada Stakeholder
Menghasilkan Sumber Daya Insani yang Memiliki Value yang Amanah dan Profesional
Nilai-nilai Perusahaan
Bersama Allah Kita B.I.S.A
o BAROKAH – Bertambah dan Langgengnya Kebaikan, o IHSAN – Improvement/Perbaikan,
o SHIDDIQ – Pintar dan Benar, dan o Amanah – Jujur dan Teladan
BANK TABUNGAN NEGARA SYARIAH 1. Profil Perusahaan
PT. Bank Tabungan Negara Syariah merupakan Unit Usaha Syariah ( UUS ) dari Bank Tabungan Negara Konvesional yang merupakan BUMN, yang menjalankan bisnis berdasarkan prinsip syariah.
BTN Syariah mulai beroperasi pada tanggal 14 Februari 2005 bertepatan dengan 5 Muharram 1426 H dengan Kantor Cabang Syariah yang pertama di Jakarta.Selanjutnya pembukaan BTN Kantor Cabang Syariah yang kedua di Bandung tanggal 28 Februari 2005, dan ketiga di Surabaya tanggal 17 Maret 2005, keempat di Yogyakarta tanggal 4 April 2005, kelima di Makasar pada tanggal 11 April 2005, hingga Agustus 2009
dibuka 20 Kantor di beberapa kota di Indonesia, dengan 119 Kantor Layanan Syariah.
Tujuan pendirian UUS Bank Tabungan Negara adalah untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan produk dan layanan perbankan sesuai dengan prinsip syariah, dan memberi manfaat yang setara, seimbang dalam pemenuhan kebutuhan kepentingan nasabah dan Bank.
PT. Bank Tabungan Negara Syariah yang merupakan bagian dari Bank Bank Tabungan Negara Konvensional yang merupakan Bank BUMN, BTN Syariah menjalankan fungsi intermediasi dengan menghimpun dana dari masyarakat melalui produk – produk giro, tabungan dan deposito serta menyalurkannya kembali melalui sektor Riil melalui berbagai produk pembiayaan KPR, Multiguna, Investasi dan modal kerja. Sesuai dengan Mottonya “ Maju dan Sejahtera Bersama “, maka Bank Tabungan Negara Syariah mengutamakan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam penerapan imbalan bagi hasil antara nasabah dan bank.
2. Visi Dan Misi Perusahaan
Mendukung visi PT. Bank Tabungan Negara Konvensional, yakni menjadi “ Strategic Business Unit ( SBU ) ” BTN yang sehat, terkemuka dan menguntungkan dalam penyediaan jasa keuangan Syariah dan mengutamakan kemaslahatan bersama.
Misi PT. Bank Tabungan Negara Syariah menunjang misi Bank Tabungan Negara Konvensional, yakni :
1) Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait, pembiayaan konsumsi, usaha kecil menengah.
2) Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk, jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi tertinggi.
3) Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas, profesional dan memiliki integritas tinggi.
4) Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati – hatian dan Good Coorporate Governance untuk meningkatkan Shareholder value.
5) Memperdulikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
BANK SULSELBAR SYARIAH 1. profil perusahaan
Berdiri dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara, berkedudukan di Makassar, berdasarkan Akte Notaris Raden Kalimantan di Jakarta No 95 tanggal 23 Januari 1961. Setelah mengalami beberapa kali perubahan anggaran dasar dan penambahan modal disetor dan setelah perubahan status dari Perubahan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) lahirlah Perda No.13 tahun 2003 tanggal 20 Agustus tentang Perubahan Bentuk Badan Hukumm Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Saerah Sulawesi Selatan, dengan modal dasar Rp 690 Miliar. Akta pendirian PT berdasarkan Akta Notaris Mestrianie Habis, SH No.19 tanggal 27 Mei tahun 2004 dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (PT Bank Sulsel), memeroleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.13 tertanggal 15 februari 2005.
Bank Sulsel memiliki satu kantor pusat, tiga kantor cabang utama, 24 kantor cabang, dua kantor cabang pembantu, dan tiga kantor cabang syariah, diantaranya:
1. Cabang Syariah Sengkang yang berdiri April 2006 2. Cabang Syariah Maros berdiri pada 27 November 2007 3. Cabang Syariah Makassar 30 Desember 2008
Office chanelling Syariah pada PT Bank Sulsel Cabang Utama Bone, PT. Bank Sulsel Cabang Bulukumba, dan PT Bank Cabang Palopo berdiri pada awal 2010 26 Mei 2011, Bank Sulsel resmi berganti nama menjadi Bank Sulselbar sehingga Bank Sulsel Cabang Syariah Makassar ikut berganti nama menjadi Bank Sulselbar Cab Syariah Makassar.
Perubahan nama ini melalui keputusan Kementrian Hukum dan HAM persetujuan perubahan Anggaran Dasar (AD) ditandatangani Dirjen Administrasi Umum Aidir Amin Daud, tertuang dalam surat bernomor AHU-11765. A.A.01.02 tahun 2011 pada 8 Maret 2011. Dengan terbitnya SK tersebut, bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel resmi menjadi Sulselbar dengan masuknya Pemprov Sulbar sebagai pemilik saham.
2. Visi dan Misi Visi
“Mengikuti bank yangg terbaik di kawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen yang profesional serta memberikan nilai tambah kepada Pemda dan masyarakat.”
Misi
a. Penggerak dan pendorong laju pembangunan ekonomi daerah
b. Pemegang Kas Daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah
c. Salah satu sumber pendapatan asli daerah