BAB III Metode Penelitian
A. Hasil Penelitian
3. Hasil Analisis Aspek Finansial
Analisis aspek finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan suatu usaha berdasarkan perhitungan pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh dalam menjalankan suatu usaha. Analisis aspek finansial berkaitan dengan perhitungan keuangan terperinci untuk mengetahui apakah secara finansial usaha tani Tembakau di Desa Setanggor layak untuk dijalankan atau tidak. Hal yang akan dikaji dalam aspek finansial adalah aliran arus kas (cash flow), dan laporan laba rugi berdasarkan kriteria investasi yaitu PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), PI (Probability Indeks) dan ARR (Average Rate of Return).
a. Aliran / Arus Kas (Cashflow)
Laporan aliran kas bertujuan untuk melihat efek kas dari kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Tujuan pokok laporan aliran kas adalah untuk mengisi gap informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu. Suatu aliran kas disusun berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan bisnis. Unsur-unsur dalam cashflow diantaranya inflow (aliran kas masuk) dan outflow (aliran kas keluar).
1) Arus kas masuk (Inflow)
Arus kas masuk merupakan segala sesuatu yang dapat meningkatkan pendapatan usaha. Pada usaha tani Tembakau itu sendiri penerimaan berasal dari penjualan hasil Tembakau itu sendiri. Pada usaha tani Tembakau ini dijual dalam satuan Kg. Harga jual hasil Tembakau berkisar berdasarkan kelas seperti yang telah dipaparkan sebelumnya pada pembahasan harga produk dimana kelas tersebut terbagi menjadi kelas A, B, C dan D. Dimana harga berkisar dari Rp. -10.000 sampai dengan Rp. 45.000 per Kg dengan penentuan harga ditentukan berdasarkan kualitas produk. Dalam satu kali periode pengovenan menghabiskan waktu selama 6 bulan ( 4 bulan pemeliharaan di lapangan ditambah 2 bulan untuk proses pengovenan). Untuk 2 bulan proses pengovenan terdiri dari 8 kali pemetikan tembakau dimana satu kali pemetikan untuk satu minggu.
Penerimaan penjualan hasil Tembakau dalam satu periode untuk satu hektar dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.a.1). Perkiraan pendapatan usaha tani Tembakau dalam satu periode / Hektar
Kelompok Daun Volume Satuan Rata-rata Jumlah Harga satuan (Rp)
Daun bawah (1,2) 500 Kg 20.000 10.000.000
Daun tengah (3,4) 600 Kg 30.000 18.000.000
Daun setengah
atas (5,6) 600 Kg 35.000 21.000.000
Daun atas final
(7,8) 700 Kg 40.000 28.000.000
Total Pendapatan / satu hektar 77.000.000 Sumber: Hasil penyebaran angket (diolah)
Penerimaan lain dapat didapatkan dari nilai sisa (salvage value). Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis dipakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir. Barang-barang modal usaha tani Tembakau yang memiliki nilai sisa antara lain tanah, oven, serubung (saluran api) dan gelantang.
Lahan memiliki nilai Rp. 80.000. Per m2. Lahan yang digunakan dalam melakukan usaha pengelolaan tani Tembakau memiliki luas 100 m2. Lahan yang tidak dibuatkan bangunan (oven) diguanakan sebagai tempat pengelolaan usaha tani Tembakau. Jadi untuk nilai lahan mencapai Rp.8.000.000. per 100 m2. Serubung (saluran panas) memiliki nilai Rp. 3.000.000. dengan umur ekonomis 5 tahun. sedangkan gelantang memiliki nilai Rp. 2.000.
per buah dengan jumlah 500 buah, jadi total nilai gelantang Rp.
1.000.000. Sedangkan oven memiliki nilai Rp. 25.000.000. dengan umur ekonomis 10 tahun.
Total nilai sisa adalah sebesar Rp. 8.004.000. Dikarenakan lahan tidak mengalami penyusutan maka nilainya tetap pada harga semula yaitu Rp. 8.000.000. Untuk nilai sisa bangunan oven sebesar Rp.4.000. dalam jangka waktu 12 tahun. Dan untuk nilai sisa serubung (saluran panas) dan nilai sisa gelantang sebesar Rp. 0.
dikarenakan nilai sisa keduanya tidak memiliki nilai pada saat habis umur ekonomisnya. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan pada lampiran 3.
2) Arus kas keluar (outflow)
Pada tahap ini aktivitas operasi yang sering dimasukkan dalam operasi ini adalah pembayaran ke pemasok (suppelier) atau karyawan, pembayaran bunga, pembayaran pajak pendapatan dan lain-lain yang termasuk biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melakukakn operasi usaha.66
Arus pengeluaran dalam usaha tani Tembakau ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. Sedangkan biaya operasioanal merupakan biaya yang dikeluarkan secara berkala selama umur usaha berlangsung.
Tabel 3.a.2). Biaya investasi usaha tani Tembakau di Desa Setanggor
Jenis Investasi Jumlah/ Satuan Harga Satuan Biaya Investasi
(Rp) (Rp)
Lahan 100 m2 80.000 8.000.000
66 Mahmud M Hanafi dan Abdul Halim, Analisis Laporan Keuangan Edisi Keempat (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2012)., hlm.58.
Bangunan oven 1 m2 25.000.000 25.000.000
Serubung 1 stel 3.000.000 3.000.000
Gelantang 500 buah 2.000 1.000.000
Total biaya investasi Rp. 37.000.000.
Sedangkan biaya operasional pada usaha tani Tembakau di Desa Setanggor dengan menggunakan bahan bakar kayu bakar dalam satu hektar dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.a.2. Biaya Operasional Bahan Bakar Kayu
No Biaya Operasional
Harga / Jumlah / Volume
/ Jumlah Satuan
(Rp) Orang satuan
A PEMBIBITAN 955.000
1 Pembuatan 8 bedengan
65.000 3 1 hari 195.000
Benih
2 Pemupukan tanah 65.000 2 1 hari 130.000
3 Penaburan benih 65.000 2 1 hari 130.000
4 pemeliharaan benih 500.000 1 orang 500.000
B PERSIAPAN LAHAN
TANAM 4.825.000
1 Pengolahan tanah tahap 1 1.500.000 1 hektar 1.500.000
2 cangkul pinggir TKL 65.000 15 orang 975.000
3 Pembuatan bedengan
65.000 30 orang 1.950.000
sawah TKL
4 Pengairan 1 400.000 1 hektar 400.000
C PENANAMAN &
9.550.000
PEMEIHARAAN
1 Pencabutan bibit +
50.000 30 1 hari 1.500.000
penanaman TKW
2 Pemupukan 1 TKW 50.000 30 1 hari 1.500.000
3 Penggemburan tanah TKL 65.000 50 1 hari 3.250.000
4 Pemupukan 2 50.000 20 1 hari 1.000.000
5 Pemupukan 3 (5l+5w) 65.000 5
1 hari 575.000
50.000 5
6 Pengairan 2 400.000 1 hektar 400.000
7 penyemprotan pestisida 65.000 5 1 hari 325.000
8 Perol TKW 50.000 20 1 hari 1.000.000
D PEMETIKAN 3.500.000
1 Pemetikan daun tembakau 3.500.000 1 hektar 3.500.000
(sistem borongan)
E PENGOVENAN &
8.800.000
SORTIR
1 Pengikatan tembakau
30.000 10 8 x petik 2.400.000 digelantang TKW
2 Menaikkan tembakau
50.000 5 8 x petik 2.000.000 ke oven TKL
3 Turunkan dari oven TKL 50.000 3 8 x petik 1.200.000 4 Pembukaan tembakau
30.000 10 8 x petik 2.400.000 kering + sortir TKL
5 Press/ Pengebilan TKL 50.000 4 4 x press 800.000 TOTAL BIAYA OPERASIONAL TK (ABCDE) 27.630.000 No Biaya Sarana Produksi Harga/ Jumlah / volume / Jumlah
& Angkutan Satuan
(Rp) orang satuan
A BIAYA SARANA
PROSUKSI 22.015.000
1 Benih Temabaku
50.000 2 bungkus 100.000
(4 gram)
2 Pelastik penutup benih 400.000 1 pis 400.000
3 Bambu 10.000 5 batang 50.000
4 Pupuk Anorganik:
a) TS /SP 250.000 5 kwintal 1.250.000
b) ZA 170.000 5 kwintal 850.000
c) OREA 230.000 2 kwintal 460.000
d) VERTILA 600.000 0,5 kwintal 300.000
5 Obatobatan:
a) Durusban untuk bibit 90.000 0,5 liter 45.000
b) Prepaton 140.000 3 botol 420.000
c) Metindo 140.000 1 Kg 140.000
6 Bahan Bakar Kayu:
Mente 1.500.000 6 truck 9.000.000
7 sewa lahan 11.000.000 1 hektar 9.000.000
B BIAYA ANGKUTAN 800.000
Biaya angkutan dari lokasi
200.000 4 kali
800.000
ke perusahaan angkut
TOTAL BIAYA SARANA & ANGKUTAN 22.815.000 TOTAL BIAYA KESELURUHAN : Rp. 50.445.000 per Satu Hektar lahan tanam
Dari pemaparan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah biaya operasional yang dikeluarkan dalam usaha tani
tembakau di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur dalam satu hektar adalah sebesar Rp. 50.445.000.
Hal tersebut terdiri dari biaya operasional tenaga kerja ABCDE (Pembibitan, persiapan lahan tanam, penanaman dan pemeliharaan, pemetikan serta pengovenan dan sortir sebesar Rp. 27.630.000.
Sedangkan untuk biaya sarana dan angkutan sebanyak Rp.
22.815.000.
Pada dasarnya usaha ini menggunakan dua jenis bahan bakar pengeringan yaitu bahan bakar kayu dan cangkang sawit.
Berdasarkan hal tersebut tentu dapat dilihat ada perbedaan antara kedua hal tersebut, akan tetapi perbedaannya tidak terlalu jauh, yang membedakan hanya pada bagian bahan bakar yang digunakan serta harga, untuk total biaya tidak terdapat perbedaan yang terlalu jauh antara bahan bakar kayu dengan cangkang sawit itu sendiri.
b. Analisis Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memperlihat pendapatan, beban dan laba bersih perusahaan sepanjang satu periode waktu.67 Laba bersih merupakan hasil dari penerimaan dikurangi dengan biaya operasional (biaya tetap dan biaya variabel). Selain itu, terdapat komponen yang dapat mengurangi laba bersih yaitu penyusutan dan pajak penghasilan.
67 Brealey, Myers dan Marcus, Dasar-dasar Manajemen Keuangan Perusahaan Edisi Kelima Penerjemah Bob Sabran MM (Jakarta: Erlangga, 2008)., hlm. 72.
Hasil perhitungan analisis laba rugi juga akan digunakan untuk perhitungan cashflow yaitu hasil perhitungan pajak yang diperoleh dari hasil analisis laporan laba rugi. Hasil perhitungan pajak ini tentunya akan mengurangi penerimaan yang akan diperoleh pada usaha Tani Tembakau di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia. Pajak penghasilan (PPh) merupakan biaya yang dikeluarkan setiap tahun selam umur usaha dengan jumlahnya tergantung dari besarnya laba usaha yang diperoleh dari usaha tani Tembakau itu sendiri. Perhitungan PPh usaha tani Tembakau di Desa Setanggor ditentukan berdasarkan Undang- undang Nomor 36 tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh), Pasal 17 ayat 1 (a) adalah βPenghasilan sampai dengan Rp. 50.000.000.
dikenakan tarif pajak sebesar 5%. Sedangkan untuk penetapan bunga pinjaman dikenakan tarif 10% karena sebagian besar masyarakat melakukan peminjaman modal sebagai modal awal investasi dan modal tersebut dipinjam pada kereabat dekat disekitar masyarakat. Berkenaan dengan penentuan tarif 10% pada dasarnya bukan termasuk ke dalam perjanjian akan tetapi sebagai rasa syukur si peminjam terhadap orang yang telah memberikan pinjaman tanpa ada jangka waktu (sampai selesai usaha tani Tembakau).
Laba bersih yang diperoleh petani dari usaha tani Tembakau pada tahun pertama dan ke dua berkisar antara Rp. 14.357.160. untuk tahun pertama dan Rp. 27.524,160. untuk tahun ke dua. Untuk proyeksi laba rugi yang lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 5.
c. Analisis Finansial Usaha Tani Tembakau di Desa Setanggor
Kelayakan finansial usaha Tani Tembakau di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur ini dapat dilihat dari kriteria investasi antara lain Payback Period, Net Present Value, Probability Indeks dan Average Rate of Return.
1) Payback Period
Dikarenakan arus kas bersih (proced) pertahunnya berbeda maka rumus yang digunakan sedikit berbeda dari yang sebelumnya yaitu :
PP = n + (a - b) / (c β b) x 1 tahun.
Dimana :
n : tahun terakhir saat jumlah besaran kas masih belum dapat menutup besaran investasi semula.
a : jumlah besaran investasi semula.
b : besaran total kumulatif dari arus kas pada periode tahun ke-n.
c : besaran total kumulatif dari arus kas pada periode tahun ke-n.
Dik: a: Rp. 37.000.000.
b: Rp. 16.742.160.
c : Rp. 29.891.160.
PP = 1 + (37.000.000 - 16.742.160) / (29.891.160 β 16.742.160) x 1 thn
= 1 + (20.257.840) / (13.149.000) x 1 thn = 1 + 1,5 x 1 thn
= 1 + 1,5 thn = 2 tahun 5 bulan.
2) Net Present Value
Dik: CFt1 : Rp. 16.724.160.
CFt2 : Rp. 29.891.160.
I0 : Rp. 37.000.000.
k : Rp. 10% (0,1).
CFt
NPV = βππ‘ =1 β―β―β― β 10 (1+ k)t
16.724.160. 29.891.160.
= β―β―β―β―β― + β―β―β―β―β― β 37.000.000.
(1 + 0,1)1 (1 + 0,1)2 16.724.160. 29.891.160.
= β―β―β―β―β― + β―β―β―β―β― β 37.000.000.
1,1 1,01
= 15.203.782 + 29.595.208 β 37.000.000 = 44.798.992 β 37.000.000
= 7.798.992.
3) Probability Indeks
Dik: οPV Kas Bersih t1 : 16.724.160 οPV Kas Bersih t2 : 29.891.160.
οPV Investasi : 37.000.000 ο PV Kas Bersih
PI = β―β―β―β―β―β―β―β― x 100%
ο PV Investasi 16.724.160
= β―β―β―β―β― x 100%
37.000.000
= 0,45.
4) Average Rate of Return Rata-rata EAT
ARR = β―β―β―β―β―β―β―β―β―
Rata-rata Investasi
Rata-rata EAT = Total EAT / Umur Ekonomis (n) Rata-rata Investasi = Investasi / 2
Dik: Total EATt1 = Rp. 14. 357.160 Total EATt2 = Rp. 27.524.160
Rata-rata EAT = (14.357.160 + 27.524.160) / 1 2 = 3.490.110.
Rata-rata Investasi = 37.000.000 / 2 = 18.500.000.
ARR = Rata-rata EAT / Rata-rata Investasi = 3.490.110 /18.500.000.
= 0,19.
= 19%.
Hasil analisis kelayakan usaha tani Tembakau di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur, secara keseluruhan dilihat dari aspek finansial dikatakan layak untuk dijalankan, meskipun pada kriteria kelayakan untuk PI tidak layak akan tetapi dari PP, NPV dan ARR layak untuk dijalankan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian kriteria investasi usaha tani Tembakau
di Desa Setanggor sesuai dengan syarat kelayakan berdasarkan kriteria investasi.
Nilai Payback Period sebesar 2,5 atau lebih tepatnya tahun ke 2 bulan ke 5. Dengan syarat kelayakan, nilai PP β€ 12. Nilai Net Present Value pada kriteria kelayakan investasi memiliki nilai sebesar Rp.
7.798.992. Dengan syarat kelayakan, nilai NPV β₯ Rp. 0. Nilai Probabilitiy Indeks sebesar 0,45. Dengan syarat kelayakan niali PI β₯ 1. Dan yang terakhir adalah nilai Average Rate of Return, berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh nilai ARR sebesar 19%. Dengan syarat kelayakan, nilai ARR β₯ return. Untuk lebih jelasnya mengenai kelayakan ushaha berdasarkan aspek finansial dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.d Hasil Analisis Aspek Finansial Usaha Tani Tembakau Kriteria Kelayakan Syarat
Kelayakan Nilai Layak/Tidak Payback Period β€ 12 2 tahun 5 bulan Layak Net Present Value β₯ Rp 0 Rp. 7.798.992. Layak Probability Indeks β₯ 1 0,45 Tidak Layak Average Rate of
Return β₯ return 19% Layak