A. Kajian Teori
7. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang agar dapat memperoleh suatu perubahan tingkah laku dari hasil pengalaman dalam proses interaksi terhadap lingkungannya. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa belajar merupakan salah satu proses, dan bukan merupakan hasil ataupun suatu tujuan. Belajar bukan hanya sekedar mengingat tetapi mengalami, dimana hasil belajar pada anak atau peserta didik dapat dilihat dengan adanya perubahan yang terjadi pada perilakunya (Sumarsono dkk, 2020).
Pengertian hasil belajar secara sederhana yaitu kulminasi yang telah dilakukan dalam proses belajar, dimana kulminasi tersebut diiringi dengan perbaikan. Adapun indikator tercapainya suatu hasil belajar yaitu adanya perubahan tingkah laku (Prastiyo,2019).
Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai peserta didik selama proses pembelajaran yang dinilai dari beberapa aspek seperti kognitif, psikomotorik, dan afektif. Aspek tersebut dilakukan selama beberapa waktu tertentu sehingga siswa nantinya memperoleh hasil sesuai yang di inginkan. Proses pembelajaran dapat diukur dengan menggunakan beberapa cara, salah satunya dengan menggunakan tes. Dimana tes hasil belajar dilakukan apabila siswa telah melakukan proses belajar mengajar dikelas (Wahyuningsih, 2020).
15
Menurut Prastiyo (2019), Hasil belajar peserta didik dapat diketahui apabila telah melakukan evaluasi. Adanya peningkatan hasil belajar menandakan bahwa terdapat selisih antara hasil belajar awal dengan hasil belajar akhir, dimana jika hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar di awal berarti peserta didik tersebut mengalami peningkatan hasil belajar dan sebaliknya apabila hasil belajar akhir lebih rendah dari pada hasil belajar awal maka peserta didik tersebut mengalami penurunan hasil belajar. Apabila terjadi peningkatan hasil belajar berarti dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berjalan secara efektif, dimana pembelajaran yang efektif yaitu apabila nilai yang dicapai peserta didik memenuhi batas kompetensi yang telah ditentukan.
b. Karakteristik Hasil Belajar
Menurut Rosyid dkk (2019), karakteristik hasil belajar menjadi bagian interaksi belajar yang edukatif serta bercirikan sebagai berikut : 1) Preastasi belajar yang memiliki tujuan
2) Memiliki prosedur
3) Terdapat penentuan materi 4) Adanya aktivitas peserta didik 5) Peran guru yang dioptimalkan 6) Disiplin
7) Adanya Evaluasi
c. Jenis-Jenis Hasil Belajar
Menurut Aminah (2018), Hasil belajar terbagi atas tiga ranah yakni :
1) Hasil Belajar Kognitif
Dimana bidang kognitif mencakup hasil belajar mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi.
2) Hasil Belajar Afektif
Pada bidang hasil belajar afektif mencakup nilai. Yaitu penerimaan, responding, penilaian organisasi dan karakteristik nilai.
3) Hasil Belajar Psikomotorik
Hasil belajar psikomotorik merupakan gerakan refleks (ketrampilan gerakan tidak sadar), keterampilan gerakan dasar, keterampilan perseptual, seperti membedakan visual, audit motoric dan sebagainya, kemampuan bidang fisik misalnya kekuatan keharmonisan serta ketepatan, skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai keterampilan kompleks, kemampuan yang berkenan dengan non-decurcive seperti gerakan ekspresif dan interpretative.
Menurut Susanto (2013), macam-macam hasil belajar yakni sebagai berikut :
17
a) Pemahaman Konsep
Pemahaman merupakan salah satu proses yang terdiri dari tujuh tahapan dengan kriteria pemahaman yang merupakan kemampuan menerangkan sesuatu, memberikan gambaran, mampu memberikan penjelasan yang kreatif, dan proses yang bertahap. Adapun pengukuran hasil belajar siswa dilakukan dengan pemahaman konsep yakni dengan melakukan evaluasi seperti tes secara lisan maupun tertulis.
b) Keterampilan Proses
Keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah pada kemampuan mental, fisik serta sosial yang mendasar sebagai penggerak dalam mengembangkan sikap kreatif, bertanggung jawab, disiplin dan kerja sama. Terdapat enam aspek yaitu observasi, klasifikasi, pengukuhan, mengomunisasikan, penjelasan dan melakukan eksperimen.
c) Sikap
Sikap dapat diartikan sebagai kemampuan melakukan sesuatu dengan cara, metode, pola dan teknik tertentu.
Terdapat tiga komponen sikap yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif atau kecendrungan berperilaku sesuai dengan sikap yang dimiliki setiap individu.
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Chania (2020), Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut :
1) Faktor-faktor yang bersumber dari dalam diri manusia, seperti faktor biologis meliputi usia dan faktor psikologis meliputi suasana hati, motivasi, minat serta kebiasaan belajar.
2) Faktor-faktor yang bersumber dari luar diri manusia seperti alam, benda, hewan dan lingkungan fisik.
Hasil belajar peserta didik baru dapat dilihat diakhir setelah dilakukannya evaluasi. Adapun peningkatan hasil belajar siswa menandakan bahwa ada selisih antara hasil belajar awal dan hasil belajar akhir. Apabila hasil akhir belajar peserta didik lebih tinggi dari hasil belajar awal berarti dapat dikatakan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan sedangkan jika hasil belajar akhir peserta didik lebih rendah dari perolehan hasil belajar awal maka hasil belajar dikatakan menurun atau tidak mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan hasil belajar yang diaalami oleh peserta didik hal tersebut menandakan bahwa pembelajaran berlangsung secara efektif (Prastiyo, 2019).
Menurut Subur (2015) menyatakan bahwa yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu:
a. Faktor Guru ; Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan proses pembelajaran karena memiliki kemampuan sebagai
19
pemberi motivasi, menginspirasi dan memberi keteladanan pada peserta didik.
b. Jumlah siswa ; banyak atau tidaknya jumlah siswa sangat berpengaruh seperti diketahui semakin sedikit jumlah siswa dalam kelas maka pembelajaran akan semakin berkualitas dan sebaliknya. Hal itu karena guru akan kesulitan dalam melakukan pengembangan pembelajaran apabila siswa terlalu banyak karena terlalu banyak karakter yang perlu dipahami.
c. Suasana kelas ; terciptanya kondisi belajar yang kondusif yang bersifat demokratis akan menghasilkan suasana belajar yang efektif serta optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, dari pada kelas terlalu sangat disiplin sehingga siswanya terasa kaku dan takut pada guru. Selain itu komunikasi juga akan berjalan dengan baik apabila suasana kelas baik.