• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

7. Keadaan sarana dan prasarana MI Maraqitta’limat Gelumpang Mamben Daya

Sarana dan prasarana merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Keadaan sarana dan perasarana MI Maraqitta’limat Mamben Daya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3

Keadaan Ruangan yang ada di MI Maraqitta’limat Gelumpang Mamben Daya Lombok Timur tahun pelajaran 2018/2019

No Jenis Barang Jumlah

Keadaan

Ket.

Baik Rusak Ringan

Rusak Berat

1 Ruang Belajar 6 6

2 Ruang

Perpustakaan 1 1

3 Kantin 1 1

4 Ruang Kepala

Sekolah 1 1

5 Ruang Guru 1 1

6 Ruang

Aula/Mushalla 1 1

7 WC 3 3

Sumber: Dokumen data siswa MI Maraqitta;limat Gelumpang Mamben

B. Hasil Penelitian

1) Menyusun rencana pembelajaran atau scenario pembelajaran.

2) Menyiapkan materi dan media pembelajaran

3) Menyiapkan lembar obervasi untuk melihat aktivitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

4) Menyiapkan lembar kerja siswa. Pada setiap siklus untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan hasil belajar siswa

5) Melaksanakan koordinasi dengan guru kelas mengenai pelaksanaan tindakan.

6) Selain itu juga, dibuat kelompok diskusi pada setiap pertemuan.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan 1) Pertemuan ke-1

Pelaksanaan tindakan ini dilaksankan pada hari senin 11 Maret 2019 yang berlangsung selama 2 X 35 menit di MI Maraqita’limat Mamben Daya Lombok Timur dan berpedoman pada RPP siklus 1.

Sebelum memulai pelajaran guru dan beberapa siswa membawa media peta dan peta berbentuk atlas ke dalam kelas lalu ditempelkannya Peta tersebut di dalam kelas tepatnya di depan kelas kalau peta yang berbentuk atlas guru membagikannya kepada siswa, masing-masing individu mendapatkan satu atlas. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yaitu guru mengucapkan salam, mengabsen siswa, melakukan apersepsi, memberikan motivasi.

Kemudian guru menjelaskan bahwa pembelajaran hari ini menggunakan media Peta, dimana siswa harus mengikuti arahan dan

bimbingan guru dalam memahami materi dan media Peta dengan melatih kemampuan siswa dengan membaca Peta dengan maju satu persatu serta dilakukankannya diskusi berkelompok untuk menyelesaikan tugas dari guru, dimana setiap kelompok terdiri dari 5 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 anggota.

Langkah selanjutnya guru menjelaskan materi kenampakan alam daratan dan perairan maupun macam-macamnya. Kemudian guru mengkaitkan materi dengan media Peta, guru memerintahkan agar siswa memperhatikan media peta yang telah ada di depan kelas lalu guru memberikan gambaran kepada siswa kenampakan alam baik di daratan maupun perairan dengan menunjuk dan menyebutkan macam macam maupun bentuk kenampakan alam daratan dan perairan yang ada di dalam peta.

Guru mengajukan pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa, selain itu guru juga melatih kemampuan siswa dalam membaca Peta mengenai kenampakan alam daratan maupun perairan di daerah Indonesia sesuai arahan guru, siswa disini masih ragu-ragu dan malu-malu sehingga guru harus menunjuk siswa yang maju menunjukkan kemampuannya dalam membaca. Selanjutnya siswa diminta untuk berdiskusi bersama dengan kelompoknya, guru mengarahkan kepada semua siswa dengan membagi kelompok setiap kelompok terdiri 5 anggota, setiap kelompok mendapatkan daerah

provinsi-provinsi yang berbeda untuk diidentifasikan kenampakan alam dan daratannya pada Atlas/Peta.

Usai diskusi kelompok, guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka dengan bantuan media Peta sebagai media dalam memperesentasikan hasil diskusi.

Sebelum menutup pembelajaran pada pertemuan pertama ini guru menyimpulkan hasil pembelajaran, memberikan motivasi dan penguatan kepada siswa, guru juga mengingatkan siswa untuk terus belajar tentang materi yang sudah diajarkan dan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu kenampakan alam buatan yang ada didalam buku paket serta mempelajari kenampakan alam buatan pada atlas karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakannya evaluasi atau tes pada pertemuan ke 2, guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa bersam-sama, lalu guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam.

2) Pertemuan ke-2

Proses pembelajaran pada pertemuan ke-2 ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 14 maret 2019 yang berlangsung selama 2X35 menit. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yaitu guru mengucap salam, memberikan apersepsi, memberikan motivasi, serta memberikan pertanyaan tentang materi yakni kenampakan alam buatan yang berkaitan dengan media Peta.

Kemudian guru menjelaskan kepada siswa materi kenampakan alam buatan yang ada di dalam peta negara Indonesia, guru mengajukan pertanyaan apakah ada yang diketahui siswa kenampakan alam buatan selain yang telah disebutkan oleh guru jika ada siswa diberiakan kesempatan menjawab. Selanjutnya guru melatih kemampuan atau pemahaman siswa untuk maju menunjukkan kemampuannya dalam membacakan peta yang berkaitan dengan kenampakan alam buatan yang ada didalam peta Indonesia sesuai intruksi guru, setelah itu guru memberikan instruksi untuk melakukan diskusi kelompok, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, langkah selanjutnya siswa diminta untuk berdiskusi bersama dengan kelompokya yang telah terbentuk pada pertemuan pertama. Guru menugaskan untuk mengidentifikasi kenampakan alam buatan yang ada di peta dengan mengidentifikasi kenampak alam buatan pada setiap provinsi yang ada dipeta Indonesia setiap kelompok medapatkan provinsi-provinsi yang berbeda-beda untuk diskusikan dengan tugas mengidentifikasi kenampakan alam buatan yan ada pada provinsi yang didapatkan oleh masing-masing kelompok dengan membaca/menunjukkan keberadaannya pada peta dengan memperesentasikan di depan kelas oleh perwakilan kelompok, guru membagikan atlas kepada siswa- siswi lalu siswa berdiskusi dengan masing-masing kelompok dengan serius dalam mengididentifikasi kenampakan alam buatan pada

provinsi-provinsi yang masing-masing kelompok dapatkan, setelah waktu dirasa cukup oleh guru, guru memerintahkan untuk maju memperentasikan hasil diskusi oleh setiap perwakilan-perwakilan masing-masing kelompok. Setiap kelompok dengan perwakilan- perwakilan dari kelompok masing-masing maju mempersentasikan hasil diskusi.

Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan, guru dan siswa menyimpulkan diskusi, guru membagikan soal evaluasi atau lembar kerja siswa kepada siswa setelah selesai dijawab oleh siswa, guru menutup pelajaran dengan memberikan pesan-pesan moral dan tidak lupa mengigatkan agar memepelajari materi selanjutnya. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama dipimpin oleh ketua kelas.

c. Tahap observasi dan pengamatan

Observasi dan pengamatan dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa pada saat pembelajaran IPS berlangsung dengan menggunakan media Peta dapat dilihat pada hasil pengamatan sebagai berikut:

1) Pengamatan aktivitas guru

Table 4.4

Data Hasil Observasi Aktifitas Guru Pada Siklus I

No Indikator Pertemuan

I

Pertemuan II

Rata- Rata

1. Tahap apersepsi 2 4 2,5

2. Tahap eskplorasi dan pemahaman dengan media peta

3 3 3

3. Tahap pengembangan pemahaman materi dengan menggunakan media peta

3 3 3

4. Tahap penerapan dan

pembinaan keterampilan 2 2 2

5. Tahap akhir/penutup 3 2 3,5

Jumlah 13 14% 15%

Persentase 65% 70% 75%

Kategori Kurang Cukup Cukup

Dari data hasil observasi aktivitas guru diatas selama dua kali pertemuan mengalami peningkatan dari pertemuan pertama kepertemuan ke dua. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil observasi yaitu 65% meningkat menjadi 70% dengan presentase siklus 1 75%. Peolehan nilai ini menunjukkan bahwa kemampuan guru menyampaikan materi dengan penggunaan media Peta menunjukkan adanya perbaikan. Namun demikian diharapkan proses pembelajaran seharusnya kategori sangat baik. Maka diperlukan adanya siklus II guna memperbaiki semua kekurangan yang terdapat pada siklus 1.

2) Pengamatan aktivitas siswa

Adapun hasil siswa dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 4.5

Data Hasil Observasi Aktifitas Siswa Pada Siklus I No Indikator Pertemuan

I

Pertemuan II

Rata- Rata 1 Kesiapan siswa

menerima materi pelajaran

4 4 4

2 Perhatian siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran

2 2 2

3 Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

1 2 1,5

4 Interaksi siswa dengan

guru 1 1 1

5 Penugasan 1 4 1,5

Jumlah 10 13 10

Persentase 50% 60% 50%

Kategori Kurang Kurang Kurang

Dari data yang telah dikemukakan diatas, data diketahui persentase keseluruhan aktivitas belajar siswa pada siklus 1 sebesar 50% menjadi 60%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil observasi aktivitas belajar siswa belum berhasil. Sehingga presentase rata-rata aktifitas siswa siklus 1 adalah 50% dengan mengacu pada tabel diatas aktivitas siswa dapat dikategorikan kurang, namun demikian aktivitas siswa diharapkan seharusnya berkategori sangat baik. Maka dibutuhkan adanya siklus II guna meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

3) Data Hasil Belajar Siswa

Tabel 4.6

Data Hasil Belajar Siswa MI Maraqitta’limat Gelumpang Mamben Daya Lombok Timur Siklus I

No Analisis Data Belajar Hasil Belajar

1 Jumlah siswa 25

2 Nilai tertinggi 90

3 Nilai terendah 30

4 Jumlah siswa yang ikut tes 25

5 Jumlah siswa yang tuntas 13

6 Jumlah siswa yang tidak tuntas 12

7 Jumlah nilai 1650

8 Nilai rata-rata 66%

9 Jumlah siswa yang tuntas secara klasikal 52%

Kategori ketuntasan Belum tuntas

Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media Peta, pada pertemuan 1 dan ke-2 pada pertemuan ke-2 ini juga sekaligus siswa diminta untuk mengerjakan soal post tes. Pada pelaksanaan tes formatif siklus 1 nilai rata-rata kelas mencapai 66%.

Sesuai indikator keberhasilan bahwa siswa dikatakan tuntas belajar, jika siswa memperoleh >70. Jika kurang dari 70<, maka siswa tersebut dikatakan belum tuntas. Maka dari itu nilai hasil belajar siswa dikatakan belum berhasil karena belum memenuhi indicator yang telah ditetapkan yaitu ketuntasan belajar siswa secara klasikal minimal 80% sehingga perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II

d. Tahap Evaluasi

Setiap siklus dalam penelitian ini dilakukan evaluasi pada akhir pertemuannya untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Adapun evaluasi hasil belajar kognitif siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.6 Data Tes hasil belajar siswa siklus I

Skor tertinggi 90

Skor terendah 30

Jumlas siswa ikut tes 25

Jumlah siswa yang tuntas 13

Jumlah siswa yang tidak tuntas 12

Jumlah ketuntasan klasikal 52%

Nilai rata-rata 66%

Tingkat pencapaian hasil belajar Belum tuntas

Berdasarkan tabel dapat dijelaskan bahwa tes evaluasi yang diberikan kepada siswa berupa soal pilihan ganda sebanyak 10 butir yang dilaksanakan dengan alokasi waktu 1x35 menit diperoleh data bahwa banyak siswa yang mengikuti tes adalah 25 siswa dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 30, siswa yang tuntas 13 oarang dan tidak tuntas 12 orang, nilai rata-rata 66 sehingga diperoleh ketuntasan klasikal mencapai 52%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa siklus 1 belum mencapai presentase ketuntasan klasikal yang telah ditentukan yaitu 85%. Sehingga perlu adanya perbaikan pada siklus berikutnya.

e. Refleksi

Pada siklus 1 telah digunakannya media peta pada pembelajaran IPS di kelas V MI-Maraqitta’limat Gelumpang Mamben Daya tahun ajaran 2018-2019 yang pada awalnya peneliti menemukan pada

observasi awal tidak digunakannya media peta pada materi yang berkaitan dengan peta pada pembelajaran menyebabkan nilai hasil belajar siswa rendah. Penggunaan media peta pada materi kenampakan alam pada pertemuan 1 dan kenampakan alam buatan pada pertemuan ke-2 pada siklus 1 belum menunjukkan adanya keberhasilan yang memuaskan bagi peneliti. Ketidak puasan tersebut disebabkan oleh perolehan hasil pengukuran terhadap performasi guru, aktifitas siswa dan hasil belajar siswa yang masih belum maksimal.

Penelitian yang dilakukan oleh setiap orang tidak selamanya mendapatkan hasil yang diinginkan, oleh sebab itu kekurangan- kekurangan tersebut perlu diperbaiki pada tindakan di siklus berikutnya agar kualitas pembelajaran lebih meningkat. Adapun kekurangan dalam siklus 1 adalah sebagai berikut

1) Guru

a) Guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran

b) Guru kurang menarik dalam menyampaikan materi dengan media c) Guru kurang berintraksi dengan siswa sehingga kurang adanya

umpan balik antar guru dan siswa d) Guru tidak bisa mengkondisikan kelas e) Guru tidak mengamati jalannya diskusi

f) Guru tidak membimbing siswa yang mengalami kesulitan mengerjakan soal evaluasi.

g) Guru tidak mengajak siswa menyimpulkan materi pelajaran.

Performasi guru masih belum maksimal, nilai hasil observasi guru yang diperoleh peneliti yaitu 65% pada pertemuan pertama dan 70% pada pertemuan kedua. Hasil perolehan tersebut belum mencapai indicator keberhasilan yakni 80% sehingga peneliti harus tetap meningkatkan performansinya guru dalam mengajar. Terutama dalam penggunaan media Peta dan keterampilan dalam mengajar supaya pembelajaran menjadi lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat memotivasi siswa belajar lebih aktif lagi. Dengan demikian kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan hasil belajarpun akan meningkat.

2) Siswa

a) Masih terdapat siswa yang sibuk sendiri dan kurang memperhatikan penjelasan guru.

b) Siswa masih ragu-ragu dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru

c) Siswa masih malu-malu maju menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca Peta sehingga terjadi saling tunjuk menunjuk d) Suasana yang gaduh ketika pembagian kelompok karna belum

terbiasa berdiskusi kelompok

e) Terdapat siswa yang kurang aktif dalam berdiskusi

f) Terdapat kelompok yang saling tunjuk menunjuk ketika presentasi didepan kelas karena malu

g) Terdapat diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya saling tunjuk-menunjuk untuk maju dikarenakan belum terbiasanya dalam mempresentasikan hasil belajar

Perolehan yang mengukur hasil aktivitas siswa selama pembelajaran menunjukkan persentase hasil observasi aktivitas siswa pada pertemuan 1 sebesar 50% dan pertemuan ke 2 sebesar 60%. Dari kedua pertemuan tersebut didapatkan persentase rata-rata sebesar 50%. Jika dilihat dari indicator keberhasilan yaitu 80% maka hasil aktivitas siswa dikatakan belum berhasil.. Dengan demikian, guru perlu mengali keberanian dan rasa percaya diri siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran dan hasil belajarpun dapat ditingkatkan oleh siswa.

3) Upaya perbaikan

Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1, perlu dilakukan perbaikan pada kegiatan pembelajaran disiklus berikutnya, supaya kegiatan pembelajaran pada siklus ke-2 memenuhi indicator keberhasilan performasi guru dan aktifitas siswa serta hasil belajar siswa meningkat. Rencana perbaikan tindakan pada siklus berikutnya sebagai berikut:

a) Guru harus menyampaikan tujuan pembelajaran

b) Guru masih perlu meningkatkan kembali aktifitas kegiatan belajar IPS dengan media supaya siswa tidak ribut, dan memperhatikan dengan baik.

c) Menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik menggunakan media peta dengan penyampaian yang menarik agar peserta didik tidak bosan.

d) Guru harus lebih mengkondisikan kelas lebih baik lagi.

e) Guru harus meningkatkan intraksi dengan siswa agar terjalin hubungan yang baik dengan siswa

f) Guru harus memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk bertanya maupun menjawab serta menanggapi

g) Mengamati serta membimbing siswa dalam berdiskusi kelompok h) Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menjawab

soal evaluasi

i) Guru dan siswa harus bersama-sama dalam menyimpulkan materi 2. Siklus II

a. Perencanaan Tindakan

Setelah adanya refleksi pada siklus 1, dilakukan perencanaan yang bersifat perbaikan atas rencana awal yang ada. Pada tahap ini, peneliti bersama guru membahas mengenai rincian pelaksanaan pemelajaran yang akan dilakukan dengan memperhatikan hasil refleksi siklus 1. Selain itu peneliti menekankan kepada guru agar mengikuti susunan RPP agar tidak seperti pada siklus 1 yang masih tidak menerapkan beberapa langkah-langkah susunan RPP.

Seperti halnya pada siklus 1, pelaksanaan pada pertemuan pertama siklus II ini berpedoman pada RPP siklus II. Pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan pada hari senen 25 Maret 2019.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh peneliti sebelum melaksanakan tindakan pada siklus II ini tidak jauh beda dengan

siklus I.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada siklus II ini proses belajar dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, dimana pada pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan media peta.

Berikut akan dijelaskan tahap pelaksanaan dari masing-masing pertemuan adalah sebagai berikut:

1) Petemuan ke-1

Seperti halnya pada siklus I, pelaksanaan pada pertemuan pertama pada siklus II ini berpedoman pada RPP siklus II.

Pelaksanaan tindakan ini dilakukan pada hari senen 25 Maret 2019 yang berlangsung selama 2 X 35 menit di MI Maraqitta’limat Gelumpang Mamben Daya Lombok Timur dengan materi pokok tentang “Pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta”.

Seperti pertemuan sebelumnya guru mengawali dengan pembukaan yaitu dengan mengucap salam, menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran, menanyakan kabar siswa, mengecek

kehadiran siswa, dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran, setelah itu guru memotivasi siswa agar bersemangat dalam belajar, mengikuti pembelajaran dengan baik, dan tidak takut untuk mengemukakan pendapat terkait dengan materi pelajaran. Setelah itu guru menyampaikan apersepsi berupa tanya jawab mengenai materi pelajaran. Pertanyaan tersebut dijawab oleh siswa sampai menghantarkan kepada materi yang akan dituju.

Seperti halnya pada pertemuan sebelumnya guru menjelaskan materi mengenai pembagian wilayah waktu Indonesia dengan menggunakan Peta dan menunjukkan provinsi-provinsi yang termasuk WIB, WITA dan WIT serta selisih waktunya, guru memberikan arahan agar siswa benar-benar mengamati Peta serta mendengarkan dan mencatat penjelasan guru, guru melakukan Tanya jawab dengan siswa selain itu guru memberikan kesempatan kepada siswa maju mengamati Peta sesuai arahan dan bimbingan guru, siswa maju satu persatu maju menunjukkan daerah-daerah provinsi yang termasuk WIB, WIT, WITA setelah itu, guru meminta siswa membuat kelompok diskusi setiap anggota kelompok untuk mendiskusikan provinsi-provinsi yag termasuk WIB, WIT dan WITA dan selisih waktunya, setelah waktu untuk berdiskusi dan menyelesaikan tugas sudah dilaksanakan oleh siswa guru meminta setiap anggota kelompok untuk mempresentasikan

hasil diskusi sesuai arahan dan bimbingan guru, setelah diskusi selesai guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil dari diskusi secara keseluruhan.

Sebelum menutup pembelajaran pada pertemuan pertama ini guru menyimpulkan hasil pembelajaran, guru juga mengigatkan siswa untuk terus belajar tentang materi yang sudah diajarkan dan memberitahukan materi selanjutnya untuk dipelajari terlebih dahulu dibuku paket dan dalam media Peta yang berbentuk atlas yang telah dibagikan oleh guru mengenai persebaran flora dan fauna yang terdapat diwilayah Indonesia, karena pada petemuan selanjutnya akan diadakan evaluasi atau tes, lalu guru mempersilahkan ketua kelas memimpin doa bersama-sama.

2) Pertemuan ke-2

Proses pembelajaran pada pertemuan ke-2 ini dilakukan pada hari kamis tanggal 26 Maret 2019 yang berlangsung selama 2 x 35 menit. Pembelajaran ini berpedoman pada RPP siklus II yang akan digunakan untuk evaluasi mengerjakan soal pos tes siklus II guna untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah memahami materi yang telah diajarkan pada pertemuan pertama

Sebelum memulai pelajaran peneliti membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan materi sebelumnya, menyampaikan indicator dan tujuan pembelajaran, menyakan kabar siswa, mengecek khadiran siswa, dan menunjuk ketua kelas untuk

memimpin doa sebelum memulai pelajaran, setelah itu guru memmotivasi siswa agar tetap bersemangat dalam belajar, selalu mengikuti pembelajaran dengan baik, dan tidak takut untuk mengemukakan pendapat terkait dengan materi pelajaran. Setelah itu guru menyampaikan apersepsi berupa pertanyaan. Pertanyyan tersebut dijawab oleh siswa sampai menghantarkan kepada materi yang akan dituju.

Seperti pertemuan sebelumnya pada pertemuan ke-2 ini media peta tetap berlanjut digunakan dalam pembelajaran hanya saja materinya berlanjut dengan materi persebaran flora dan fauna di Indonesia selanjutnya guru mengajak siswa mengamati dan menjelaskan peta persebaran flora dan fauna di Indonesia, setelah itu guru dan siswa melakukan Tanya jawab perihal materi yang sudahdijelaskan dengan peta untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman siswa, siswa mengamati peta Indonesia dengan baik dan mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian serta mencatat penjelasan guru, untuk melatih kemampuan siswa guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya dalam membaca peta persebaran flora dan fauna dengan arahan dan bimingan guru.

Seperti pada pertemuan sebelum-sebelumnya guru membentuk kelompok diskusi dengan kelompok yang sudah terbentuk pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, siswa berkumpul

berdiskusi dengan kelompok masing-masing dengan arahan dan bimbingan guru, mendikusikan yang telah ditugaskan oleh guru, guru berkeliling mengawasi dan membimbing jalannya diskusi setelah selesai berdiskusi barulah dapat siswa mempersentasikan hasil diskusinya dengan perwakilan masing-masing kelompok, membahas bersama-sama tentang hasil yang disampaikan oleh kelompok yang maju, setelah semua kelompok sudah mendapatkan kesempatan memperesentasikan hasil diskusinya dan guru dan sudah selesai menyimpulkan hasil diskusi serta menyimpulkan materi.

Kemudian peneliti membagikan soal pos tes kepada setiap individu, tak lupa peneliti membacakan tata tertib mengerjakan soal.

Proses mengerjakan soal berlangsung selama 30 menit, dalam mengerjakan soal siswa dilarang untuk mencontek ataupun membuka buku. Usai siswa paham dengan penjelasan tersebut, siswa diperbolehkan mengerjakan soal post tes siklus II.

Peneliti dan guru berkeliling melihat pekerjaan siswa. Siswa terlihat tertib. Waktu mengerjakan soal telah usai, semua siswa diminta untuk segera mengumpulkan hasil pekerjaan masing- masing. Sisa waktu 30 menit peneliti mengoreksi hasil pekerjaan mereka dan membagikan hasilnya kepada masing-masing siswa.

Guru memberikan penghargaan dalam bentuk pujian terhadap siswa

yang kinerjanya baik dan memberikan motivasi pada siswa yang belum maksimal untuk terus belajar.

Ketika waktu telah menunjukan pelajaran selesai peneliti mengakhiri pembelajaran dengan membaca alhamdallah, tidak lupa peneliti juga memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu terus belajar karena sebentar lagi ujian.

c. Tahap Observasi

Observasi yang dilaksanakan pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan yang dilaksanakan pada siklus I. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan pada siklus II terlihat bahwa pembelajaran menggunakan media Peta disiklus II ini berjalan degan baik.

Observasi dilakukan untuk mengamati seluruh kegiatan selama proses pembelajaran yang berlangsung didalam kelas, dengan menggunakan media Peta dan berpedoman pada lembar observasi yang telah disiapkan. Observasi pada penelitian ini dilakukan oleh guru dan teman sejawat, guru sebagai pengamat I yang mengamati aktivitas peneliti dan teman sejawat sebagai pengamat II yang mengamati aktivitas siswa. Dari pengamatan yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut :

Dokumen terkait