BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
43
persidangan dan risalah rapat, sub bagian hukum dan dokumentasi, dan sub bagian perpustakkaan.
d) Bagian Keuangan
Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan menyusun rencana anggaran serta mengoordinasikan penatausahaan dan laporan keuangan DPRD dan Sekretariat DPRD. Bagian keuangan terdiri dari tiga sub bagian diantaranya; sub bagian anggaran, sub bagian perbendaharaan, dan sub bagian ferifikasi dan akuntansi.
e) Bagian Perlengkapan
Bagian Perlengkapan yang mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan kebutuhan DPRD dan sekretariat DPRD serta pemeliharaan/pengawasan gedung/kantor, rumah jabatan Pimpinan DPRD, kendaraan dinas dan barang inventaris lainnya. Bagian perlengkapan terdiri dari tiga sub bagian diantaranya; sub bagian perencanaan dan analisa kebutuhan, sub bagian pengadaan dan penyimpanan, sub bagian inventarisasi dan pemeliharaan
B. Hasil Penelitian (Penyajian Data)
dengan kata lain gambaran yang bertujuan untuk mengenal ciri-ciri responen terkait dengan jenis kelamin, usia, jabatan, lama jabatan, dan tingkat pendidikan responden.
a. Karakteristik responden menurut usia
Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel sebagai berikut;
Tabel 4.1
Karakteristik Responden menurut usia
NO Kategori (Usia)
Jumlah (Responden)
Persentase (%)
1 25-30 Tahun 2 6,7%
2 31-40 Tahun 4 13,3%
3 41-50 Tahun 14 46,7%
4 > 50 10 33,3%
TOTAL 30 100%
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan uraian pada tabel 4.1 yang tertera diatas maka dapat dilihat tabel tersebut menunjukkan bahwa total keseluruhan pegawai atau responden yaitu 30. Usia responden yang terbesar yakni 41-50 Tahun sebanyak 14 responden atau 46,7% dan yang paling sedikit yaitu usia 25-30 Tahun atau 6,7%. Hal yang dapat disimpulkan bahwa rata-rata usia pegawai tetap yang ada di Kantor DPRD kota Makassar 41-50 Tahun.
b. Karakteristik responden menurut jenis kelamin
Dari hasil penyebaran kuesioner dapat diketahui karakteristik responden menurut jenis kelamin yang disajikan pada tabel sebagai berikut;
45
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
No Kategori (Jenis Kelamin)
Jumlah (Responden)
Persentase (%)
1 Laki-Laki 11 36,7%
2 Perempuan 19 63,3%
Total 30 100%
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari jumlah 30 responden yang diteliti, maka responden terbanyak adalah yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 18 atau 63,3%
sedangkan jumlah responden laki-laki yaitu sebanyak 11 atau 36,7%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pegawai tetap yang bekerja di kantor DPRD Kota Makassar sebagian besar adalah perempuan.
c. Karakteristik Responden Menurut Jabatan
Dari hasil penyebaran kuesioner pada pegawai tetap DPRD Kota Makassar, karakteristik responden berdasarkan jabatan yang disajikan pada tabel 4.4 sebagai berikut;
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Menurut Jabatan
No Kategori (Jabatan)
Jumlah (Responden)
Persentase (%)
1 Staf umum 6 20,0
2 Staf keuangan 6 20,0
3 Staf persidangan 8 26,7
4 Staf perlengkapan 10 33,3
Total 30 100%
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar pegawai tetap atau responden adalah yang menjabat sebagai
staf perlengkapan yaitu sebanyak 10 responden atau 33,3%
kemudian staf persidangan 8 responden atau 26,7% disusul staf keuangan 6 responden dan staf umum sebanyak 20,0%
d. Karakteristik responden menurut lama jabatan
Karakteristik responden berdasarkan lama jabatan yang disajikan pada tabel 4.5 sebagai berikut;
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Menurut Lama Jabatan
No Kategori (Lama Jabatan)
Jumlah (Responden)
Persentase (%)
1 1-10 Tahun 12 40,0
2 11-20 Tahun 11 36,7
3 21-30 Tahun 6 20,0
4 > 30 Tahun 1 3,3
Total 30 100%
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil tabel 4.4 diatas menujukkan bahwa dari total 30 responden, sebagian besar responden bekerja atau lama jabatan yaitu antara 1 Tahun sampai dengan 10 Tahun dengan jumlah sebanyak 12 responden atau 40,0%, kemudian disusul dengan lama jabatan responden antara 11 Tahun sampai dengan 20 Tahun dengan jumlah 11 responden atau 36,7%, dan lama jabatan antara 21 Tahun sampai dengan 30 Tahun dengan jumlah 6 responden atau 20,0%, serta lama jabatan lebih dari 30 Tahun dengan jumlah 1 responden atau 3,3%. Dari hasil uraian dapat disimpulkan bawha sebagian besar responden dengan lama jabatan yaitu antara 1 Tahun sampai dengan 10 Tahun.
e. Karakteristik responden menurut tingkat pendidikan
47
Dari hasil penyebaran kuesioner dapat diketahui karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan yang disajikan pada tabel 4.6 adalah sebagai berikut;
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan
No Kategori
(Tingkat Pendidikan)
Jumlah (Responden)
Persentase (%)
1 SMA/SLTA 5 16,7
2 Sarjana/S1 17 56,7
3 Magister/S2 8 26,7
Total 30 100%
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.5 menujukkan bahwa dari total 30 responden, jumlah responden dilihat dari tingkat pendidikan SMA/SLTA adalah 5 responden atau 16,7%, dan tingkat pendidikan Sarjana/S1 sebanyak 17 responden atau 56,7%, sedangkan yang tingkat pendidikan Magister/S2 yaitu sebanyak 8 responden atau 26,7%. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa responden di Kantor DPRD Kota Makassar sebagian besar tingkat pendidikan adalah Sarjana/S1.
2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan setiap skor item dengan skor total variabel. Kriteria pengujian jika nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel maka item kuesioner dinyatakan valid dan dinyatakan sah atau layaknya suatu item yang digunakan maka dapat di uji kesignifikannya.
Banyaknya jumlah sampel yang digunakan yaitu n = 30 dengan
taraf signifikansi yaitu (a = 0,05). Diketahui nilai r tabel yaitu = 0,361. Adapun hasil pengujian sebagaimana output dari program yang digunakan yaitu SPSS IBM 25 for windows dapat dilihat pada tabel sebagai berikut;
1) Uji Validitas Kesesuaian Kompensasi
Tabel 4.6
Hasil Uji Validasi Variabel X1
Variabel Item Nilai r hitung
Nilai r tabel (n
= 30 ; = 5%) Keterangan
Kesesuaian Kompensasi
(X1)
X1.1 0,777 0,361 Valid X1.2 0,745 0,361 Valid
X1.3 0,834 0,361 Valid
X1.4 0,557 0,361 Valid X1.5 0,847 0,361 Valid X1.6 0,868 0,361 Valid Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.6 diatas, menunjukkan bahwa diperoleh nilai r hitung pada indikator X1.1
sebesar 0,777, X1.2 sebesar 0,745, X1.3 sebesar 0,834, X1.4 sebesar 0,557, X1.5 sebesar 0,847, dan X1.6 sebesar 0,868.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa semua indikator pertanyaan dikatakan valid karena memenuhi syarat uji validasi dimana nilai r hitung > nilai r tabel yaitu 0,361 sehingga bisa digunakan sebagai alat pengumpulan data pada penelitian ini.
2) Uji Validasi Variabel X2
49
Tabel 4.7
Hasil Uji Validasi Variabel X2
Variabel Item Nilai r hitung
Nilai r tabel (n
= 30 ; = 5%) Keterangan
Sistem Pengendalian
Internal (X2)
X2.1 0,567 0,361 Valid
X2.2 0,704 0,361 Valid
X2.3 0,749 0,361 Valid
X2.4 0,768 0,361 Valid
X2.5 0,672 0,361 Valid
X2.6 0,741 0,361 Valid
X2.7 0,415 0,361 Valid
X2.8 0,688 0,361 Valid
X2.9 0,893 0,361 Valid
X2.10 0,721 0,361 Valid
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.7 diatas, menunjukkan bahwa diperoleh nilai r hitung pada indikator X2.1
sebesar 0,567, X2.2 sebesar 0,704, X2.3 sebesar 0,749, X2.3 sebesar 0,768, X2.5 sebesar 0,672, X2.6 sebesar 0,41, X2.7 sebesar 0,415, X2.8
sebesar 0,688, X2.9 sebesar 0,893, X2.10 sebesar 0,721.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa semua indikator pertanyaan dikatakan valid karena memenuhi syarat uji validasi dimana nilai r hitung > nilai r tabel yaitu 0,361 sehingga bisa digunakan sebagai alat pengumpulan data pada penelitian ini.
3) Uji Validasi Variabel X3
Tabel 4.8
Hasil Uji validasi Variabel X3
Variabel Item Nilai rhitung
Nilai rtabel (n
= 30 ; = 5%) Keterangan
Budaya Etis Manajemen
(X3)
X3.1 0,618 0,361 Valid
X3.2 0,688 0,361 Valid
X3.3 0,752 0,361 Valid
X3.4 0,771 0,361 Valid
X3.5 0,836 0,361 Valid
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.8 diatas, menunjukkan bahwa diperoleh nilai r hitung pada indikator X3.2 sebesar 0,618, X3.2 sebesar 0,688, X3.3 sebesar 0,752, X3.4 sebesar 0,771, X3.5 sebesar 0,836. Dapat disimpulkan bahwa semua indikator pertanyaan dikatakan valid karena memenuhi syarat uji validasi dimana nilai r hitung > nilai r tabel yaitu 0,361.
4) Uji Validitas Variabel Y
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitass Variabel Y
Variabel Item Nilai rhitung
Nilai rtabel (n
= 30 ; = 5%) Keterangan
Korupsi (Y)
Y1.1 0, 625 0,361 Valid
Y1.2 0,604 0,361 Valid
Y1.3 0,411 0,361 Valid
Y1.4 0,750 0,361 Valid
Y1.5 0,848 0,361 Valid
Y1.6 0,818 0,361 Valid
Y1.7 0,721 0,361 Valid
Y1.8 0,684 0,361 Valid
Y1.9 0,750 0,361 Valid
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.9 diatas,
51
menunjukkan bahwa diperoleh nilai r hitung pada indikator Y1.1 yaitu sebesar 0,625, Y1.2 yaitu sebesar 0,604, Y1.3 adalah sebesar 0,411, pada Y1.4 yaitu sebesar 0,750, Y1.5 yaitu sebesar 0,848, Y1.6 adalah sebesar 0,818, Y1.7 sebesar 0,721, Y1.8 adalah sebesar 0,684, dan pada Y1.9 adalah sebesar 0,750.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua indikator pertanyaan dikatakan valid karena memenuhi syarat uji validasi dimana nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel yaitu sebesar 0,361 sehingga bisa digunakan sebagai alat pengumpulan data pada penelitian ini.
b. Uji Reliabilitas
Pengujian Reliabilitas digunakan untuk mengetahui kuesioner reliabel atau konsisten dengan pengukuran ulang menggunakan rumus Alpha Cronbach. Instrumen dapat dikatakan reliable apabila nilai Alpha Cronbach > nilai r tabel, dimana nilai Alpha Cronbach adalah 0,60. Adapun rangkuman hasil pengujian reliabilatas sebagaimana output dari program yang digunakan yaitu SPSS IBM 25 for windows dapat dilihat pada tabel sebagai berikut;
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha
Nilai
Koefisien Keterangan Kesesuaian
Kompensasi 0,856 0,60 Reliabel
Sistem
Pengendalian Internal
0,871 0,60 Reliabel
Budaya Etis
Manajemen 0,850 0,60 Reliabel
Korupsi 0,850 0,60 Reliabel
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil olah data SPSS, menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha pada variabel (X1)kesesuaian kompensasi adalah 0,856, (X2) Sistem pengendalian internal sebesar 0,871, (X3) Budaya etis manajemen sebesar 0,850 dan variabel (Y) Korupsi sebesar 0,850. Berdasarkan teori Ghozali (2018), dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Kesesuaian kompensasi, sistem pengendalian internal, budaya etis manajemen, dan korupsi dikatakan reliabel karna telah memenuhi syarat yaitu Cronbach’s Alpha > 0,60.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Uji analisis linier berganda yaitu digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Kesesuaian kompensasi, Sistem pengendaian internal, dan budaya etis manajemen terhadap variabel dependen yaitu korupsi. Hasi uji analisis linier berganda berdasarkan tabel adalah sebagai berikut;
Tabel 4.11
Hasil Uji regresi linier berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 24,735 5,839 4,236 000
Kesesuaian
kompensasi (X1) -0,356 0,271 -0,327 -1,312 0,201 Sistem
pengendalian Internal (X2)
-0,195 0,171 -0,271 -1,139 0,265 Budaya Etis
Manajemen (X3) 0,227 0,340 0,181 ,668 0,510 Sumber: Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.11 diatas, maka persamaan regresi adalah sebagai berikut;
53
Y = 24,735 - 0,356 X1 - 0,195 X2 + 0,227 X3
Dari persamaan regresi linier berganda diatas, diketahui bahwa;
a. Nilai konstanta (a) memiliki nilai positif sebesar 24,735. Hal ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen meliputi kesesuaian kompensasi (X1), Sistem pengendalian internal (X2), dan Budaya etis manajemen (X3) bernilai 0 (nol) persen atau tidak mengalami perubahan, maka nilai korupsi (Y) adalah 24,735.
b. Nilai koefisien regresi untuk variabel Kesesuaian kompensasi dapat dilihat secara sain bahwa terdapat hasil yang negatif terhadap variabel kesesuaian kompensasi yaitu sebesar -0,356 yang artinya apabila variabel kesesuaian kompensasi mengalami kenaikan sebesar 1% maka sebaliknya, variabel korupsi akan mengalami penurunan yaitu sebesar -0,356, akan tetapi dilihat dari hasil signifikansinya adalah kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap variabel depen yaitu korupsi.
c. Nilai koefisien regresi untuk variabel sistem pengendalian internal (X2) yaitu sebesar -0,195. Nilai tersebut menunjukkan hasil yang negatif atau berlawanan arah antara variabel sistem pengendalian internal dengan korupsi, yang artinya apabila variabel sistem pengendalian internal mengalami kenaikan 1%
maka sebaliknya, variabel korupsi akan mengalami penurunan sebesar -0,195.
d. Nilai koefisien regresi untuk variabel Budaya etis manajemen (X3) memiliki nilai positif yaitu sebesar 0,227. Hal ini
menunjukkan bahwa jika budaya etis manajemen mengalami kenaikan sebesar 1% maka korupsi akan meningkat sebesar 0,227. Dimana terdapat tanda positif yang artinya menunjukkan tanda searah antara variabel independen dengan variabel dependen.
4. Hasil Pengujian Hipotesis a. Uji parsial (Uji T )
Uji parsial digunakan dengan menguji koefisien regresi untuk mengetahui pengaruh secara parsial antara variabel dependen dan independen dengan melihat nilai t tabel pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 4.11, dapat dijelaskan sebagai berikut;
1) Variabel kesesuaian kompensasi (X1) menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,201 > 0,05 dan nilai t hitung yaitu -1,312
< t tabel 2,056, yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel X1 terhadap variabel Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak atau dengan penjelasan bahwa tidak terdapat pengaruh negatif maupun positif atau tidak berpengaruh signifikan antara variabel Kesesuaian kompensasi (X1) terhadap tindakan korupsi (Y).
2) Variabel Sistem pengendalian internal (X2) menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,265 > dari 0,05 dan nilai t hitung yaitu - 1,139 < t tabel 2,056 yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel X2 terhadap variabel Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak atau dengan penjelasan bahwa tidak terdapat pengaruh negatif atau tidak
55
berpengaruh signifikan antara variabel sistem pengendalian internal (X2) terhadap tindakan korupsi (Y).
3) Variabel budaya etis manajemen (X3) menunjukkan bahwa hasil nilai signifikansi adalah 0,510 lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung yaitu 668 < t tabel 2,065 yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel X3 terhadap variabel Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak atau dengan penjelasan bahwa tidak terdapat pengaruh negatif maupun positif atau tidak berpengaruh signifikan antara variabel sistem pengendalian internal (X3) terhadap tindakan korupsi (Y).
b. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan seberapa besar pengaruh atau kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang dapat diindikasikan oleh nilai adjusted R – Squared.
Nilai koefisien determinasi yang kecil yang berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas, sebaliknya jika nilai 1 (satu) dan menjauhi 0 (nol) yang berarti bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variabel dependen. Berikut adalah hasil uji determinasi (R2);
Tabel 4.12
Hasil Uji koefisien Determinasi (R2) Model summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 0,408a 0,167 0,071 3,845
Predictors: Kesesuaian kompensasi (X1), Sistem pengendalian internal (X2), Budaya etis manajemen (X3).
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,071 (7,1%). Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen memiliki tingkat hubungan terhadap variabel dependen yaitu korupsi sebesar 7,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.