BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Tabel 4.12
Hasil Uji koefisien Determinasi (R2) Model summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 0,408a 0,167 0,071 3,845
Predictors: Kesesuaian kompensasi (X1), Sistem pengendalian internal (X2), Budaya etis manajemen (X3).
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,071 (7,1%). Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen memiliki tingkat hubungan terhadap variabel dependen yaitu korupsi sebesar 7,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.
57
kompensasi atau imbalan yang diterima oleh pegawai maka akan mengurangi keinginan individu untuk melakukan tindakan korupsi.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori Fraud Triangle namun sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Firdaus, 2018) yang menyatakan bahwa kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh pada kecurangan atau korupsi. Hal yang mendasari karna sebagian besar pegawai memiliki sikap dan prinsip bahwa kompensasi tidak begitu penting dan tetap meningkatkan kinerja kerja yang baik karna selama kinerja kerja baik maka kompensasi pun akan ikut sesuai dengan usaha yang dilakukan.
2. Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap tindakan korupsi
Dari hasil uji regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 4.11 bahwa secara linier variabel Sistem pengendalian internal menunjukkan nilai signifikan lebih besar dari nilai probabilitas dan nilai t hitung yang diperoleh lebih kecil dari t tabel maka dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini yaitu tidak terdapat pengaruh antara kesesuaian kompensasi terhadap tindakan korupsi atau H2 ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa walaupun sistem pengendalian internal telah efektif dan efisien, tidak akan memengaruhi individu untuk tidak tetap melakukan tindakan korupsi.
Namun jika dilihat dari hasil nilai yang diperoleh variabel sistem pengendalian internal yaitu -1,139 maka dapat dilihat bahwa secara sign atau tanda yaitu bernilai negatif atau berlawanan arah yang artinya jika pelaksanaan pengendalian internal, baik itu berupa pemantauan aktivitas operasional maupun yang lain sebagainya semakin baik dan
efektif maka akan meminimalisir dan mengindari individu dari keinginan untuk melakukan tindakan korupsi.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori Fraud Triangle namun sejalan dengan penelitian (Maulana, 2020) dan juga penelitian (Arsyad, 2018) yang menyatakan bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap tindakan korupsi. dapat disimpulkan bahwa ada atau tidaknya pengawasan, pemantauan aktivitas operasional dan lain sebagainya pada kantor DPRD Kota Makassar tidak memengaruhi pegawai untuk tidak melakukan tindakan korupsi.
3. Pengaruh Budaya Etis Manajemen Terhadap Tindakan Korupsi
Dari hasil uji regresi linier dapat dilihat bahwa hasil perolehan nilai koefisien regresi budaya etis manajemen bernilai postifi namun tidak signifikan atau tidak terdapat pengaruh antara budaya etis manajemen terhadap tindakan korupsi atau dengan kata lain H3 ditolak.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa sikap, perilaku, dan moral seorang pegawai atau individu tidak menjamin untuk tidak melakukan korupsi, karna walaupun sikap individu baik dalam ruang lingkup kerja dan menyadari bahwa tindakan korupsi adalah kesalahan namun belum tentu itu akan diterapkan untuk tidak melakukannya.
Dilihat dari hasil perolehan nilai pada tabel 4.11 0,227 secara sign atau tanda adalah positif, yang berarti pada dasarnya budaya etis manajemen memiliki pengaruh positif, dimana dapat diartikan bahwa walaupun sikap dan perilku pegawai sesuai dengan etika dan norma akan tetapi jika atasan atau pimpinannya yang memberikan cerminan
59
tidak baik , maka hal tersebut akan dijadikan sebagai suatu pembenaran nantinya atas sikap atau perilaku pegawai yang melakukan hal menyimpang atau korupsi.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori Fraud Triangle namun sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Kurrohman dan Widyayanti, 2018) yang menyatakan bahwa budaya etis manajemen tidak berpengaruh terhadap kecurangan atau tindakan korupsi. Hasil penelitian (Mudhofir, 2020) juga menyatakan bahwa banyak landasan terkait budaya etis yang membuat sesorang melakukan korupsi, pengalaman hidup, teman dan orang terdekat bisa menjadi pengaruh bagi individu untuk melakukan tindakan korupsi karna mengambil contoh dari sikap dan perilaku orang sekitarnya. Dalam suatu instansi pemerintahan juga belum adanya standar dan ukuran untuk mengatur sistem tata nilai yang dijadikan acuan.
60 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat dapat disimpulkan bahwa kesesuaian kompensasi, sistem pengendalian internal, dan budaya etis manajemen tidak berpengaruh terhadap tindakan korupsi yang dapat dilihat dari nilai signifikan dari setiap variabel lebih besar dari nilai probabilitasnya, namun ketika dilihat dari sign atau tanda yang diperoleh, kesesuaian kompensasi dan sistem pengendalian internal terdapat kemungkinan berpengaruh negatif dan budaya etis manajemen yang berpengaruh positif.
B. Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan kesimpulan diatas, adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;
1. Kurangnya jawaban responden dari hasil penyebaran kuesioner. Dari total 67 populasi hanya 30 yang dapat dijadikan sebagai sampel yang memenuhi kriteria sampel yang ditentukan, dan tidak cukup untuk dijadikan sebagai alat ukur, sehingga data yang diperoleh dari hasil penelitian ini, belum pasti kebenarannya.
2. Kemungkinan variabel independen lain yang dapat memengaruhi tindakan korupsi yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini seperti asimetri informasi, penegakan peraturan, dan lainnya.
3. Penggunaan metode survei secara kuesioner yang tidak dilengkapi dengan wawancara dan observasi secara mendetail, sehingga data
61
yang diperoleh dari responden belum tentu jawaban atau pendapat yang sebenarnya dari responden.
C. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan dalam penelitian ini, maka peneliti menjabarkan beberapa saran diantaranya;
1. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan dalam pengambilan sampel penelitian atau memperluas wilayah penelitian, tidak hanya pada Kantor DPRD saja atau hanya satu instansi saja agar dapat memudahkan dalam memperoleh responden yang dibutuhkan.
2. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan menggunakan variabel lain atau penambahan variabel penelitian yang kiranya dapat menyebabkan terjadinya tindakan korupsi
3. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode pengumpulan data yang lebih komprehensif, tidak hanya penyebaran kuesioner saja, tapi juga melakukan wawancara dan observasi secara detail.
62
DAFTAR PUSTAKA
ACFE. 2016. Report to The Nations on Occupational Fraud and Abuse.
https://www.acfe.com/rttn2016/docs/2016-report-to-the-nations.pdf. [Di akses pada 17 September 2021].
Afsari, F.S. 2016. Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan kecurangan (fraud) di sektor pemerintahan: persepsi pegawai pemerintahan (Studi pada SKPD di Kabupaten Jember). Universitas Jember.
Ahrianti, D., Basuki Y., dan Widiastuti E. 2015. Analisis Pengaruh Sistem Pengendalian Internal, Asimetri Infromasi, Perilaku Tidak Etis Dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Timur. Jurnal InFestasi, Vol.11 No. 1 Hal. 41-55.
Anthonius, H., dan Wijaya C. 2020. Persepsi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan korupsi anggaran pendapatan belanja daerah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah. Vol. 15 No. 1. 57-66 Apriadi, N.R. 2013. Determinan Terjadinya Fraud di institusi pemerintahan.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Malang.
Arsad, I.K. 2018. Analisis Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kecurangan Akuntansi (Fraud) di Pemerintahan Kota Jayapura. Jurnal Akuntansi & Keuangan Daerah, Vol.13 No. 2.
Ardwiwandini, A.E. 2019. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kecenderungan Kecurangan Akuntansi di Sektor Pemerintah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Firdaus, Z.H.M. 2018. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan Pegawai Melakukan Kecurangan/Fraud Pada Sektor Pemerintahan. Universitas Islam Indonesia.
Hall, James. 2007. Accounting Information System. Jakarta: Salemba Empat.
Hakim, Eka. 2020. Vonis E Tahun untuk Eks Camat Terdakwa Korupsi Fee 30 Persen di Makassar. Liputan6.com
IAI. 2001. Standart Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Indonesia Coruption Watch (ICW). 2020.
Https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/02/18/16532131/catatan- icw-tren-penindakan-korupsi-turun-jadi-271-kasus. [Di akses pada 17 September 2021].
Kurrohman, Taufik dan Widyayanti P. 2018. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecurangan (Fraud) di Perguruan Tinggi Keagamaan
63
Islam Negeri. Journal Of Applied Managerial Accounting. Vol. 2, No. 2.
245-254.
Maulana, R. 2020. Analisis Faktor-faktor Yang Memengaruhi Kecenderungan Pegawai Melakukan Kecurangan Pada Sektor Pemerintahan Desa Di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Universitas Islam Indonesia.
Mudhofir, S.H.M., dan Setiawan H. 2020. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kecenderungan Kecurangan (fraud): Persepsi Pegawai Pemerintahan Daerah Kabupaten Ponorogo. Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unisulla (KIMU). Universitas Islam Sultan Agung.
Mustikasari, P.D. 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi fraud di sektor pemerintahan kabupaten batang. Accounting Analysis Journal.
Semarang.
Padhilah, N.F.S., dan Burhany I.D. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fraud (Studi Kasus Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat).
Prosiding The 11th Industrial Research Workshop and National Seminar, Bandung.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah.
Ruspina, O.D. 2013. Pengaruh Kinerja aparatur pemerintah daerah, pengelolaan keuangan daerah, dan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP) terhadap penerapan Good Governance. Universitas Negeri Padang.
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung:
Alfabeta.
Sujarwenni V dan Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi, Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Syahrina, D., Irianto G., dan Prhihatiningtyas Y. 2017. Budaya cari untung sebagai pemicu terjadinya fraud : Sebuah studi etnografi. Jurnal akuntansi dan pendidikan, 6(1), 73-84.
Swara. P.S., Saragih K., dan Sinaga S. 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan kecurangan akuntansi PT. BANK DKI. Fundamental management journal. Vol. 2 online no. 1.
Syahadat, F.E. 2018. Analisi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan (fraud). Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat, Vol.8 No. 1.
________, dan Damayanti A.R.M. 2017. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecenderungan Fraud. Universitas Hasanuddin Makassar.
Transparency International. 2020. Https://www.kpk.go.id/id/berita-kpk/2040- corruption-perception-index-cpi-2020-skor-indonesia-menurun. [Di akses pada 17 September 2021].
Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 B Ayat 1 tentang gratifikasi.
________ No.31 Tahun 1999 Jo UU No.20 Tahun 2001.
Wijaya, A.H.C. 2020. Persepsi Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan Korupsi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.
Jurnal Akuntansi & Keuangan Daerah. Vol 15, No 1 57-66.
Wilopo. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi: Studi pada Perusahaan Publik dan Badan Usaha Milik Negara di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.
Wulandari, Y., dan Sri W. 2020. Faktor-faktor yang mempengaruhi fraud: Studi pada pemerintah desa di Kabupaten Bantul Journal of Business and Information Systems, Vol. 2, No. 1.
65
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
KUESIONER PENELITIAN
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Pegawai Instansi DPRD Kota Makassar Di Tempat
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama : Sutrayanti
Nim : 105731106517
Prodi : Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Memohon kesediaan dari Bapak/Ibu untuk kiranya dapat berpartisipasi dalam mengisi kuesioner penelitian berikut, berkaitan dengan penyusunan skripsi yang saya lakukan dalam rangka menyelesaikan Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dengan judul
“Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Korupsi (Studi pada Kantor DPRD Kota Makassar)”
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat. Oleh karena itu, dimohon kesediaannya untuk mengisi/menjawab kuesioner ini dengan sejujur-jujurnya. Kuesioner ini hanya untuk keperluan skripsi, tidak untuk dipublikasikan secara luas, sehingga kerahasiaan data yang diisi dapat dijaga. Atas kerjasama yang baik dan kesungguhan Bapak/Ibu dalam mengisi Kuesioner ini, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Sutrayanti
67
IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama :
2. Usia :
3. Jabatan :
4. Jenis kelamin : 5. Lama jabatan : 6. Pendidikan terakhir :
Petunjuk Pengisian Kuesioner
Berikut ini merupakan pernyataan-pernyataan yang mewakili pendapat- pendapat umum mengenai kondisi di dalam instansi Bapak/ibu. Tidak ada pernyataan benar atau salah, Bapak/ibu mungkin saja setuju atau tidak setuju dengan pernyataan-pernyataan tersebut. Kami ingin mengetahui seberapa jauh Bapak/ibu setuju atau tidak setuju terhaap pernyataan tersebut, dengan hanya memberi tanda checklist ( √ ) pada pilihan yang tersedia sebagai berikut:
Penilaian:
SS : Sangat Setuju S : Setuju
CS : Cukup Setuju TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
Kesesuaian Kompensasi SS S CS TS STS
1 Instansi ini dikelola oleh manajemen dengan baik sehingga para pegawainya mengawali serta menyelesaikan tugas pekerjaan dengan
baik
2 Kompensasi keuangan yang instansi berikan diukur sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah saya lakukan
3 Di instansi ini, saya dapat memaksimalkan kemampuan, pengetahuan, dan keahlian di bidangnya
4 Pekerjaan saya di instansi ini merupakan tugas yang menantang yang harus dicapai dalam waktu tertentu
5 Promosi di instansi ini diberikan atas dasar prestasi kerja yang telah dicapai oleh para pegawai
6 Instansi ini menciptakan kondisi sehingga diakui bahwa semua pegawainya memang menguasai pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing
Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan SS S CS TS STS 7 Di instansi tempat saya bekerja, sudah ada
pembagian tugas wewenang dan tanggungjawab yang jelas
8 Di instansi tempat saya bekerja, telah memiliki dewan komisaris atau komite audit atau yang setara dewan komisaris atau komite audit
9 Di instansi tempat saya bekerja, terdapat penilaian terhadap risiko
10 Di instansi tempat saya bekerja, terdapat upaya untuk mengidentifikasi, menaksir, menganalisis dan mengendalikan risiko internal maupun eksternal
11 Di instansi tempat saya bekerja, telah
69
ditetapkan peraturan untuk pemeriksaan fisik atas kekayaan instansi (kas, persediaan, dan lain-lain
12 Di instansi tempat saya bekerja, pemisahan kewajiban telah diterapkan secara memada 13 Di instansi tempat saya bekerja, seluruh
informasi kegiatan operasional instansi harus dicatat dalam sistem akuntansi
14 Di instansi tempat saya bekerja, sistem informasi telah berfungsi dengan baik.
15 Di instansi tempat saya bekerja, diterapkan peraturan untuk dilakukannya pemantauan dan evaluasi atas aktivitas operasional untuk menilai pelaksanaan pengendalian internal (misalnya derajat keamanan persediaan, dsb)
16 penilaian terhadap risiko Di instansi tempat saya bekerja, pemantauan dilakukan secara periodik
Budaya Etis Manajemen SS S CS TS STS
17 Di instansi tempat saya bekerja, perilaku pimpinan dijadikan panutan bagi pegawai 18 Di instansi tempat saya bekerja, lingkungan
pemeriksaan yang dilakukan inspektorat meliputi masalah perlindungan etika 19 Di instansi tempat saya bekerja, pernah
diadakan seminar dan pelatihan etis mengenai standar tuntutan organisasi, yang menjelaskan praktik-praktik yang tidak diperbolehkan dan menangani dilema aetika yang mungkin muncul
20 Di instansi tempat saya bekerja, segala perilaku tidak etis yang dilakukan diberi Sanksi
21 Di instansi tempat saya bekerja, telah diterapkan kode etik yang menyatakan nilai- nilai organisasi dan berbagai aturan etis yang dipatuhi oleh pegawai
Korupsi SS S CS TS STS
22 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja, apabila pegawai yang menangani suatu anggaran mengambil sebagian biaya tersebut untuk kepentingan sendiri
23 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja, apabila sisa anggaran diberikan kepada pegawai sebagai bonus 24 Suatu hal yang wajar di instansi tempat
saya bekerja, apabila pegawai menerima komisi dari pihak lain untuk melakukan sesuatu hal yang berlawanan dengan tugasnya
25 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja apabila menerima hadiah baik itu berupa barang atau uang tunai yang berhubungan dengan jabatan yang ia miliki 26 Suatu hal yang wajar di instansi tempat
saya bekerja apabila pihak yang berwenang melakukan suatu perbuatan yang melanggar hukum namun memberikan keuntungan beberapa pihak
27 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja apabila pihak yang berwenang
71
mengambil keputusan untuk membantu pihak luar namun dapat merugikan instansi.
28 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja, apabila pihak yang memiliki wewenang mengangkat atau menaikkan jabatan seseorang karna ia adalah saudara atau atau orang terdekatnya bukan karna kompetensi yang ia miliki.
29 Suatu hal yang wajar di instansi tempat saya bekerja apabila ditemukan adanya pengeluaran tanpa dokumen pendukung 30 Suatu hal yang wajar di instansi tempat
saya bekerja apabila menerima berupa uang tunai untuk membantu pihak luar dalam menyelesaikan atau mempermudah urusan yang akan dilakukannya
LAMPIRAN 2
TABULASI JAWABAN RESPONDEN
1. Tabulasi Jawaban Variabel Kesesuaian Kompensasi
Responden X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 TOTAL
1 5 5 4 3 4 4 25
2 5 5 4 4 2 3 23
3 4 4 4 4 4 4 24
4 5 5 5 5 5 4 29
5 3 2 3 4 3 2 17
6 4 4 3 4 2 3 20
7 3 4 4 4 2 2 19
8 4 4 4 5 5 4 26
9 5 5 4 5 4 4 27
10 5 5 4 4 5 5 28
11 4 4 3 4 2 3 20
12 5 5 5 5 5 5 30
13 4 4 5 5 5 4 27
14 5 4 4 4 5 5 27
15 5 5 4 4 3 5 26
16 5 5 4 4 5 5 28
17 4 4 4 4 4 4 24
18 4 5 4 3 5 5 26
19 5 5 5 5 5 5 30
20 5 5 4 4 3 4 25
21 4 3 3 3 2 3 18
22 5 4 4 4 5 4 26
23 5 4 4 5 5 5 28
24 5 5 5 5 5 5 30
25 4 4 4 4 4 4 24
26 4 4 4 4 4 5 25
27 5 5 5 5 5 5 30
28 5 5 4 5 4 5 28
29 5 5 5 4 5 5 29
30 5 5 5 4 5 4 28
73
2. Tabulasi Jawaban Variabel Sistem pengendalian Internal
Responden X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 X2.9 X2.10 TOTAL
1 5 5 4 3 5 4 3 5 4 4 42
2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 2 35
3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 39
4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 45
5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 3 46
6 3 2 2 2 4 3 4 4 3 2 29
7 4 2 2 3 4 3 4 4 4 3 33
8 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 39
9 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 47
10 5 4 4 3 3 4 3 4 5 4 39
11 5 2 3 3 4 4 3 3 3 3 33
12 5 4 4 5 5 5 4 4 5 3 44
13 5 2 3 4 5 4 4 4 4 4 39
14 5 2 4 4 4 4 3 4 4 4 38
15 5 5 3 5 5 4 4 5 5 5 46
16 5 2 3 4 5 5 4 5 5 5 43
17 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 38
18 5 2 2 3 4 3 4 2 2 2 29
19 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 40
20 4 4 4 3 5 4 5 4 3 3 39
21 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 31
22 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 49
23 5 5 4 3 5 5 4 5 5 4 45
24 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 46
25 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 38
26 5 2 3 4 4 4 4 4 4 3 37
27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
28 5 2 3 5 5 5 5 3 4 4 41
29 4 4 4 4 4 4 3 5 4 5 41
30 4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 41
3. Tabulasi Jawaban Variabel Budaya Etis Manajemen
Responden X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 TOTAL
1 5 4 4 4 4 21
2 4 4 4 4 4 20
3 3 4 4 3 4 18
4 4 3 4 4 4 19
5 5 3 4 5 4 21
6 3 4 4 3 4 18
7 4 3 4 3 3 17
8 1 3 4 4 4 16
9 5 5 5 5 5 25
10 5 4 4 5 5 23
11 4 2 4 2 4 16
12 5 5 5 5 5 25
13 5 4 4 4 4 21
14 5 4 4 4 4 21
15 5 4 5 4 5 23
16 5 4 5 3 5 22
17 4 4 4 4 4 20
18 5 4 4 4 5 22
19 3 4 4 5 3 19
20 5 5 4 4 5 23
21 2 2 3 2 3 12
22 5 4 4 5 5 23
23 4 5 4 5 4 22
24 5 5 5 5 5 25
25 4 4 4 4 4 20
26 4 4 4 4 4 20
27 5 5 5 5 5 25
28 5 5 5 4 5 24
29 5 5 5 5 5 25
30 5 5 4 5 5 24
4. Tabulasi Jawaban Variabel Korupsi
Responden Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y1.5 Y1.6 Y1.7 Y1.8 Y1.9 TOTAL
1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 10
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 18
4 1 2 1 1 1 1 1 1 1 10
5 1 1 2 3 1 1 2 1 2 14
6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 18
7 3 1 2 3 2 1 3 1 2 18
8 2 2 1 1 1 1 1 1 1 11
9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
75
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
12 1 2 2 1 1 1 2 1 1 12
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
15 1 1 1 1 1 1 2 1 1 10
16 1 1 1 1 1 1 2 1 1 10
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
18 2 2 1 3 1 1 1 1 1 13
19 1 1 1 2 2 1 1 2 2 13
20 1 2 1 3 2 3 3 3 4 22
21 2 2 2 2 2 3 2 2 2 19
22 1 1 1 1 2 1 2 2 1 12
23 1 1 3 1 1 1 2 1 1 12
24 1 1 2 1 1 1 2 1 1 11
25 2 2 2 2 2 2 2 2 2 18
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
28 1 2 1 3 2 1 1 1 3 15
29 5 2 1 4 2 2 2 1 1 20
30 1 1 1 3 1 1 1 1 1 11
LAMPIRAN 3
UJI KUALITAS DATA
A. Uji Validasi
1. Uji Validasi Variabel X1
Correlations
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1
X1.1 Pearson Correlation
1 ,758** ,512** ,286 ,477** ,681** ,777**
Sig. (2-tailed) ,000 ,004 ,125 ,008 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
X1.2 Pearson Correlation
,758** 1 ,623** ,224 ,379* ,614** ,745**
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,233 ,039 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
X1.3 Pearson Correlation
,512** ,623** 1 ,531** ,707** ,561** ,834**
Sig. (2-tailed) ,004 ,000 ,003 ,000 ,001 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
X1.4 Pearson Correlation
,286 ,224 ,531** 1 ,411* ,292 ,557**
Sig. (2-tailed) ,125 ,233 ,003 ,024 ,118 ,001
N 30 30 30 30 30 30 30
X1.5 Pearson Correlation
,477** ,379* ,707** ,411* 1 ,749** ,847**
Sig. (2-tailed) ,008 ,039 ,000 ,024 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
X1.6 Pearson Correlation
,681** ,614** ,561** ,292 ,749** 1 ,868**
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,118 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
X1 Pearson Correlation
,777** ,745** ,834** ,557** ,847** ,868** 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,001 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
2. Uji Validasi Variabel X2
Correlations
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 X2.9 X2.10 X2 X2.1 Pearson
Correlation
1 ,216 ,221 ,452* ,507*
*
,592*
*
,129 ,164 ,441* ,378* ,567**
Sig. (2- tailed)
,251 ,241 ,012 ,004 ,001 ,496 ,386 ,015 ,039 ,001
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.2 Pearson Correlation
,216 1 ,669*
*
,379* ,373* ,270 ,156 ,548*
*
,524*
*
,356 ,704**
Sig. (2- tailed)
,251 ,000 ,039 ,042 ,149 ,410 ,002 ,003 ,053 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
77
X2.3 Pearson Correlation
,221 ,669** 1 ,560*
*
,263 ,459* ,177 ,516*
*
,597*
*
,466** ,749**
Sig. (2- tailed)
,241 ,000 ,001 ,160 ,011 ,349 ,003 ,001 ,009 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.4 Pearson Correlation
,452* ,379* ,560*
*
1 ,483*
*
,575*
*
,459* ,291 ,634*
*
,510** ,768**
Sig. (2- tailed)
,012 ,039 ,001 ,007 ,001 ,011 ,119 ,000 ,004 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.5 Pearson Correlation
,507*
*
,373* ,263 ,483*
*
1 ,608*
*
,487*
*
,374* ,386* ,403* ,672**
Sig. (2- tailed)
,004 ,042 ,160 ,007 ,000 ,006 ,042 ,035 ,027 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.6 Pearson Correlation
,592*
*
,270 ,459* ,575*
*
,608*
*
1 ,323 ,388* ,599*
*
,502** ,741**
Sig. (2- tailed)
,001 ,149 ,011 ,001 ,000 ,082 ,034 ,000 ,005 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.7 Pearson Correlation
,129 ,156 ,177 ,459* ,487*
*
,323 1 ,087 ,226 ,106 ,415*
Sig. (2- tailed)
,496 ,410 ,349 ,011 ,006 ,082 ,649 ,229 ,577 ,022
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.8 Pearson Correlation
,164 ,548** ,516*
*
,291 ,374* ,388* ,087 1 ,724*
*
,554** ,688**
Sig. (2- tailed)
,386 ,002 ,003 ,119 ,042 ,034 ,649 ,000 ,001 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.9 Pearson Correlation
,441* ,524** ,597*
*
,634*
*
,386* ,599*
*
,226 ,724*
*
1 ,614** ,839**
Sig. (2- tailed)
,015 ,003 ,001 ,000 ,035 ,000 ,229 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2.10 Pearson Correlation
,378* ,356 ,466*
*
,510*
*
,403* ,502*
*
,106 ,554*
*
,614*
*
1 ,721**
Sig. (2- tailed)
,039 ,053 ,009 ,004 ,027 ,005 ,577 ,001 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
X2 Pearson
Correlation ,567*
*
,704** ,749*
*
,768*
*
,672*
*
,741*
*
,415* ,688*
*
,839*
*
,721** 1
Sig. (2- tailed)
,001 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,022 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
3. Uji Validasi Variabel X3
Correlations
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3
X3.1 Pearson Correlation 1 ,544** ,529** ,461* ,664** ,816**
Sig. (2-tailed) ,002 ,003 ,010 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30
X3.2 Pearson Correlation ,544** 1 ,625** ,683** ,655** ,866**
Sig. (2-tailed) ,002 ,000 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30
X3.3 Pearson Correlation ,529** ,625** 1 ,410* ,690** ,752**
Sig. (2-tailed) ,003 ,000 ,024 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30
X3.4 Pearson Correlation ,461* ,683** ,410* 1 ,472** ,771**
Sig. (2-tailed) ,010 ,000 ,024 ,008 ,000
N 30 30 30 30 30 30
X3.5 Pearson Correlation ,664** ,655** ,690** ,472** 1 ,836**
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,008 ,000
N 30 30 30 30 30 30
X3 Pearson Correlation ,816** ,866** ,752** ,771** ,836** 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
79
4. Uji Validasi Variabel Y
Correlations
Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y1.5 Y1.6 Y1.7 Y1.8 Y1.9 Y Y1.1 Pearson
Correlation
1 ,421* ,148 ,612*
*
,505*
*
,401* ,359 ,062 ,067 ,625**
Sig. (2-tailed) ,021 ,437 ,000 ,004 ,028 ,051 ,745 ,726 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.2 Pearson Correlation
,421* 1 ,127 ,375* ,433* ,569*
*
,176 ,372* ,401* ,604**
Sig. (2-tailed) ,021 ,505 ,041 ,017 ,001 ,352 ,043 ,028 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.3 Pearson Correlation
,148 ,127 1 ,091 ,219 ,252 ,568*
*
,161 ,174 ,411*
Sig. (2-tailed) ,437 ,505 ,632 ,244 ,179 ,001 ,394 ,357 ,024
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.4 Pearson Correlation
,612*
*
,375* ,091 1 ,572*
*
,427* ,377* ,263 ,568*
*
,750**
Sig. (2-tailed) ,000 ,041 ,632 ,001 ,019 ,040 ,160 ,001 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.5 Pearson Correlation
,505*
*
,433* ,219 ,572*
*
1 ,658*
*
,534*
*
,736*
*
,695*
*
,848**
Sig. (2-tailed) ,004 ,017 ,244 ,001 ,000 ,002 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.6 Pearson Correlation
,401* ,569*
*
,252 ,427* ,658*
*
1 ,539*
*
,779*
*
,637*
*
,818**
Sig. (2-tailed) ,028 ,001 ,179 ,019 ,000 ,002 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.7 Pearson Correlation
,359 ,176 ,568*
*
,377* ,534*
*
,539*
*
1 ,498*
*
,500*
*
,721**
Sig. (2-tailed) ,051 ,352 ,001 ,040 ,002 ,002 ,005 ,005 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.8 Pearson Correlation
,062 ,372* ,161 ,263 ,736*
*
,779*
*
,498*
*
1 ,713*
*
,684**
Sig. (2-tailed) ,745 ,043 ,394 ,160 ,000 ,000 ,005 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y1.9 Pearson Correlation
,067 ,401* ,174 ,568*
*
,695*
*
,637*
*
,500*
*
,713*
*
1 ,750**
Sig. (2-tailed) ,726 ,028 ,357 ,001 ,000 ,000 ,005 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Y Pearson
Correlation
,625*
*
,604*
*
,411* ,750*
*
,848*
*
,818*
*
,721*
*
,684*
*
,750*
*
1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,024 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
B. Uji Reliabilitas
1. Uji Reliabilitas Variabel X1
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
,856 ,867 6
2. Uji Reliabilitas Variabel X2
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
81
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
,871 ,877 10
3. Uji Reliabilitas Variabel X3
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
,850 ,870 5
4. Uji Reliabilitas Variabel Y
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 69,8
Excludeda 13 30,2
Total 43 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
,850 ,865 9
5. Uji Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 24,735 5,839 4,236 ,000
kesesuaian Kompensasi (X1)
-,356 ,271 -,327 -1,312 ,201
Sistem Pengendalian Internal (X2)
-,195 ,171 -,271 -1,139 ,265
Budaya Etis Manajemen (X3)
,227 ,340 ,181 ,668 ,510
a. Dependent Variable: Korupsi (Y)
6. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,408a ,167 ,071 3,84469
a. Predictors: (Constant), Budaya Etis Manajemen (X3), Sistem Pengendalian Internal (X2), kesesuaian Kompensasi (X1)
83
7. Uji Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 24,735 5,839 4,236 ,000
kesesuaian Kompensasi (X1)
-,356 ,271 -,327 -1,312 ,201
Sistem Pengendalian Internal (X2)
-,195 ,171 -,271 -1,139 ,265
Budaya Etis Manajemen (X3)
,227 ,340 ,181 ,668 ,510
a. Dependent Variable: Korupsi (Y)
LAMPIRAN 4
SURAT PENELITIAN
85