BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Hasil Wawancara
a. Pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1
1) Menyediakan Fasilitas Belajar
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan beberapa wawancara untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Adapun hasil wawancara mengenai penyediaan fasilitas belajar selama di rumah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, terkait penyediaan fasilitas belajar dengan informan (Muhammad Azhar Hasnawaty dan Adiya Maulana) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan saat pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah orang tua menyediakan handphone serta kuota internet karena membantu pelajaran online anak-anak di rumah. Dalam hal ini juga sebagai sarana penunjang pembelajaran anak selama proses pembelajaran di rumah (Wawancara, 10 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait penyediaan fasilitas belajar dengan informan (Rabasia) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan saat pembelajaran daring , mengatakan bahwa:
Sebagai pendamping anak, mau tidak mau orang tua harus menyediakan kuota internet dan handphone yang menjadi sarana dalam pembelajaran di rumah (Wawancara, 04 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara mengenai ketersediaan fasilitas belajar yang dilakukan kepada informan (Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan pada saat pembelajaran daring, mengatakan bahwa:
Selama anak belajar di rumah, orang tua yang menyediakan segala hal kebutuhan anak dalam proses pembelajaran daring yakni fasilitas belajar seperti handphone, kuota, buku dan alat tulis lainnya (Wawancara, 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara mengenai ketersediaan fasilitas belajar yang dilakukan kepada informan (Asbul, S.Pd.I, Andriyatih, S.Pd dan Syamsul Alam, S.Pd) sebagai guru yang pernah mengajar secara daring, mengatakan bahwa:
Dalam pendampingan, orang tua dapat menyediakan handphone pada saat pembelajaran di rumah karena pasti setiap orang tua memiliki handphone. Tidak mungkin orang tua tidak memiliki fasilitas tersebut. (Wawancara, 03 Agustus-06 September 2022).
Kemudian terkait penyediaan fasilitas belajar menurut informan (Suhartini, S.Pd dan Nur Fajar, S.Pd) sebagai guru yang pernah mengajar secara daring, mengatakan bahwa:
Dalam pendampingan belajar di rumah orang tua di tuntut untuk dapat mendampingi anaknya belajar. Pada saat melakukan pendampingan, orang tua menyediakan fasilitas belajar daring yakni handphone, sebab handphone hal yang paling utama yang harus disiapkan orang tua selama pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 (Wawancara, 03 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait penyediaan fasilitas belajar dengan informan (Arika Talita Syakib, Muhammad Arifin dan Nur
Fadilatul Azkiah) sebagai siswa yang pernah belajar daring, mengatakan bahwa:
Pada saat melakukan proses pembelajaran di rumah, orang tua menyediakan fasilitas belajar, yakni handphone, kuota internet, buku tulis dan lain sebagainya selama proses pembelajaran di rumah. Karena jika tidak ada fasilitas tersebut dapat menjadi penghambat selama proses pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 (Wawancara, 10 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait penyediaan fasilitas belajar dengan informan (Andi Afika dan Natasyah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring, mengatakan bahwa:
Selama pembelajaran daring orang tua yang menyediakan fasilitas belajar, karena fasilitas seperti handphone sangat dibutuhkan ketika proses pembelajaran daring yang dilakukan di rumah (06 September 2022).
2) Meluangkan waktu
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua meluangkan waktu selama proses pembelajaran daring dengan informan (Muhammad Azhar Hasnawaty) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan saat pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Pada saat belajar tidak semua orang tua dapat mendampingi anaknya belajar dengan alasan misalnya orang tua ada yang bekerja dan lain-lain. Tetapi masa pembelajaran daring sangat dibutuhkan partisipasi orang tua sebab orang tua merupakan rekan kerja guru dalam mengajar anak-anak di rumah (Wawancara, 04 Agustus 2022).
Kemudian berdasarkan hasil wawancara mengenai meluangkan waktu selama proses pembelajaran di rumah dengan informan (Adiya Maulana) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan saat pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua harus senantiasa meluangkan waktu untuk pelaksanaan proses pembelajaran anak di rumah. Sebab selama pembelajaran di rumah sebagai orang tua harus memang menjadi pendamping anak-anaknya belajar untuk mengetahui perkembangan belajarnya (Wawancara, 10 Agustus 2022).
Berdasarkan wawancara terkait meluangkan waktu selama proses pembelajaran di rumah dengan informan (Rabasia, Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan saat pembelajaran daring, mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua, saya meluangkan waktu selama proses belajar daring. Saya harus membagi waktu untuk mendampingi anak belajar selama di rumah (04 Agustus- 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara mengenai orang tua meluangkan waktu pada saat proses pembelajaran daring dengan informan (Arika Talita Syakib, Muhammad Arifin dan Nur Fadilatul Azkiah) sebagai siswa yang pernah melaksanakan proses pembelajaran secara daring, mengatakan bahwa:
Pada saat melakukan proses pembelajaran di rumah, orang tua meluangkan waktu dan mendampingi proses pembelajaran daring (Wawancara, 10 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara mengenai orang tua yang meluangkan waktu pada saat proses pembelajaran daring dengan informan (Andi Afika dan Natasyiah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring mengatakan bahwa:
Orang tua senantiasa meluangkan waktu pada saat proses pembelajaran daring, sebab selama proses pembelajaran daring orang tua harus dapat membagi waktu untuk mendampingi anak belajar di rumah (Wawancara 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua yang meluangkan waktu selama proses pembelajaran di rumah dengan informan (Asbul,
S.Pd.I dan Nur Fajar, S.Pd) sebagai guru yang pernah mengajar secara daring mengatakan bahwa:
Selama pembelajaran di rumah pada saat pembelajaran anak cukup disiplin, karena kadang kalau belajar lewat google meet ada anak yang selesai materi pembelajaran baru mau masuk dan kadang juga anak main-main dan tidak memperhatikan pelajaran.
Sehingga dalam hal ini sangat diperlukan orang tua yang dapat membagi waktu untuk mengontrol anaknya dalam pembelajaran daring (03 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua yang meluangkan waktu selama proses pembelajaran di tumah dengan informan (Syamsul Alam, S.Pd dan Andriyatih, S.Pd) sebagai guru yang pernah mengajar daring mengatakan bahwa:
Orang tua harus dapat membagi atau meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya belajar di rumah. Karena dalam hal ini sangat diperlukan pendampingan oleh orang tua untuk perkembangan proses belajar anaknya selama daring (Wawancara 06 September 2022).
3) Membantu kesulitan belajar
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan mengenai orang tua yang membantu kesulitan belajar anak dalam daring menurut informan (Muhammad Azhar Hasnawaty, Adiya Maulana dan Rabasia) sebagai orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan proses pembelajaran secara daring, mengatakan bahwa:
Selama pembelajaran di rumah orang tua memberikan pemahaman dan membantu memecahkan masalah jika anak mengalamai kesulitan atau belum tahu mengenai materi yang diajarkan oleh gurunya (Wawancara, 04-10 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait orang tua yang membantu kesulitan belajar anak dengan informan (Nurlinda dan Siti
Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan selama proses pembelajaran di rumah mengatakan bahwa:
Pada saat anak belajar di rumah, orang tua yang memberi bantuan atau membantu memecahkan kesulitan belajar anaknya yang mengalami kendala dalam belajar atau mengerjakan tugas. Orang tua berperan penting untuk memberi bantuan selama proses pembelajaran daring (Wawancara 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua yang membantu kesulitan belajar anak dengan informan (Nur Fajar, S.Pd, Suhartini, S.Pd, Hasbul, S.Pd.I, Syamsul Alam, S.Pd dan Andriyatih, S.Pd) sebagai guru yang pernah mengajar secara daring, mengatakan bahwa:
Orang tua dapat mendampingi anaknya selama di rumah, dimana dalam hal pendampingan orang tua dapat membantu memecahkan masalah belajarnya ketika di rumah. Karena keterbatasan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran selama proses pembelajaran daring. Orang tua membantu mengerjakan tugas selama melakukan pendampingan proses pembelajaran daring (Wawancara, 03 Agustus- 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua yang membantu kesulitan belajar dengan informan (Arika Talita Syakib, Muhammad Arifin, Nur Fadilatul Azkiah, Andi Afika dan Natasyiah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring, mengatakan bahwa:
Ketika mengalami kesulitan atau kurang paham mengenai materi yang diberikan oleh guru, orang tua yang membantu memberikan penjelasan pada saat belajar. Kadang mencari di internet terkait tugas yang belum saya pahami dan penjelasan materi yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Sehingga selama pembelajaran saya tidak kesulitan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru (Wawancara 10 Agustus- 06 September 2022).
4) Memberi motivasi
Berdasarkan wawancara terkait motivasi belajar dengan informan (Adiya Maulan, Rabasia, Muhammmad Azhar Hasnawaty, Nurlinda dan
Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua harus senantiasa memberi motivasi belajar selama di rumah agar anak tetap semangat mengikuti proses pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 (Wawancara 04- 10 Agustus- 06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara terkait orang tua memberi motivasi belajar dengan informan (Arika Talita Syakib, Muhammad Arifin, Nur Fadilatul Azkiah, Andi Afika dan Natasyah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring, mengatakan bahwa:
Orang tua memberikan dukungan serta motivasi belajar dalam proses pembelajaran di rumah selama pandemi covid-19.
(Wawancara 10 Agustus-06 September 2022).
Berdasarkan hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 yaitu orang tua dapat menyediakan fasilitas pembelajaran selama di rumah, memberikan motivasi belajar anak, meluangkan waktu dan membantu kesulitan serta memberikan pemahaman kepada anak.
Berdasarkan hasil observasi oleh peneliti yang berhubungan dengan pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkei 1, mendapatkan bahwa:
Selama covid-19 pembelajaran dialihkan secara daring, dimana siswa dituntut untuk belajar di rumah. Sehingga dalam hal ini sangat diperlukan pendampingan orang tua untuk ikut serta membantu mengawasi anak-anaknya belajar di rumah. Orang tua berperan penting dalam memberikan semangat dan motivasi belajar kepada anak-anaknya serta menyediakan fasilitas belajar (Observasi, 01 Agustus 2022).
Selanjutnya dari hasil observasi peneliti menjelaskan bahwa dalam pola pendampingan orang tua selama proses pembelajaran anak di rumah, orang tua menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, meluangkan waktu serta membantu kesulitan belajar anak selama proses pembelajaran di rumah pada masa pandemi covid-19. Dan kemudian data disimpulkan dari hasil angket yang telah disebarkan kepada orang tua siswa lalu dibuat dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik deksripsi prosentase. Tujuannya agar pengolahan data yang di dapat mampu memberikan arti dan penjelasan.
Untuk memudahkan menganalisis data hasil penelitian tersebut, maka setiap item pertanyaan dibuat suatu tabulasi yang disesuaikan dengan teknik analisis data, sehingga dapat ditarik kesimpulan dari masalah yang diteliti oleh peneliti di SD Inpres Mallengkeri 1.
Adapun hasil dari penelitian mengenai pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel. 4.1 Pola Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Pembelajaran Di Rumah Di Masa Pandemi Covid-19
No. Kategori Frekuensi Presentase%
1. Sering Sekali 18 81,81%
2. Tidak Pernah 4 18,18%
Total 22 100%
Sumber: Hasil kuantitatif
Melalui tabel diatas, bahwa 81,81% orang tua sering sekali melakukan pola pendampingan terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa
pandemi covid-19. Kemudian 18,18% tidak pernah melakukan pola pendampingan terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan angket yang dibagikan kepada responden maka dapat disimpulkan bahwa pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 terlihat sering mendampingi, dapat dilihat dari presentase orang tua yang menjawab sering sekali berjumlah 81,81%, dibandingkan dengan presentase orang tua yang menjawab tidak pernah mendampingi berjumlah 18,18%. Hal ini menyatakan bahwa pola pendampingan terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Malengkeri 1 sangat efektif karena sering sekali mendampingi selama pembelajaran di rumah.
b. Hambatan dalam pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 1) Kesabaran
Berdasarkan hasil wawancara mengenai kesabaran yang dilakukan kepada informan (Adiya Maulana, dan Rabasia) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua hambatan yang saya hadapi selama mendampingi anak saya terkait masalah kesabaran selama proses pembelajaran. Karena kesabaran sangat di butuhkan dalam menetapkan tujuan dan kegiatan selama belajar (Wawancara, 04-10 Agustus 2022).
Hasil wawancara terkait kesabaran yang dilakukan kepada informan (Muhammad Azhar Hasnawaty) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Kesabaran dalam mendampingi anak selama belajar di rumah yang menguji saya sebagai orang tua dalam proses pendampingan, hal tersebut menjadi penghambat pembelajaran di rumah (Wawancara, 04 Agustus 2022).
Hasil wawancara terkait kesabaran yang dilakukan kepada informan (Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Orang tua yang mendampingi anaknya belajar kadang terhambat dengan sikap sabar yang dimiliki oleh orang tua. Sebab orang tua tidak sabar mendampingi anak dan juga emosian untuk menuntun anak yang berkali-kali harus diberi pemahaman dalam belajar (Wawancara 06 September 2022).
2) Suasana belajar
Menurut wawancara yang dilakukan terkait suasana belajar kepada informan (Muhammad Arifin, Arika Talita Syakib dan Nur Fadilatul Azkiah) sebagai siswa yang pernah belajar daring mengatakan bahwa:
Hambatan yang saya hadapi adalah selama belajar di rumah yaitu suasana belajar ketika di rumah karena kadang kalau di rumah ada saja gangguan atau ribut (Wawancara, 10 Agustus 2022).
Menurut wawancara yang dilakukan terkait suasana belajar kepada informan (Andi Afika dan Natasyah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring mengatakan bahwa:
Sering sekali saya mengalami hambatan terkait suasana belajar di rumah, karena ketika saya belajar banyak gangguan dari luar
seperti suara-suara bising yang membuat konsentrasi belajar saya terganggu (Wawancara 06 September 2022).
3) Tidak memiliki fasilitas penunjang selama pembelajaran daring
Hasil wawancara yang dilakukan terkait hambatan tidak memiliki fasilitas penunjang selama pembelajaran daring, kepada informan (Muhammad Azhar Hasnawaty, Adiya Maulana, Rabasia, Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan pada saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Tidak semua orang tua memiliki handphone untuk belajar daring.
Tanpa adanya akses tersebut menjadi penghambat pembelajaran di rumah dan kemungkinan bakal tertinggal dalam mengirim tugas belajar yang diberikan oleh guru. (Wawancara, 04-10 Agustus- 06 September 2022).
4) Terbatasnya pemahaman materi
Hasil wawancara yang dilakukan tentang terbatasnya pemahaman materi orang tua kepada informan (Muhammad Azhar Hasnawaty, Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan belajar daring mengatakan bahwa:
Tidak menutup kemungkinan pendidikan dan terbatasnya pemahaman materi orang tua berdampak pada prestasi belajar anak, namun tergantung dari motivasi dan peran serta orang tua dalam mendidik dan membimbing belajar (Wawancara, 04 Agustus-06 September 2022).
Hasil wawancara terkait terbatasnya pemahaman materi dengan informan (Adiya Maulana dan Rabasia) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan saat belajar daring mengatakan bahwa:
Kadang saya sebagai orang tua tidak paham akan materi yang diberikan saat belajar anak saya di rumah, sehingga saya tidak bisa menjelaskan kembali materi tersebut kepada anak saya untuk membantunya dalam belajar (Wawancara 04-10 Agustus 2022).
Wawancara yang dilakukan kepada informan (Arika Talita Syakib, Muhammad Arifin, Nur Fadilatul Azkiah, Andi Afika dan Natasyiah Azzahrah) sebagai siswa yang pernah belajar daring, mengenai orang tua yang kurang paham mengenai materi pembelajaran anak selama daring mengatakan bahwa:
Selama belajar di rumah orang tua saya biasa memberi penjelasan mengenai tugas yang diberikan oleh guru ketika saya tidak mengerti, kadang juga tidak membantu ketika ada tugas (Wawancara, 10 Agustus- 06 September 2022).
5) Partisipasi anak
Berdasarkan hasil wawancara terkait partisipasi anak yang dilakukan kepada orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan proses pembelajaran daring (Adiya Maulana, dan Rabasia) mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua hambatan yang saya hadapi selama mendampingi anak saya terkait masalah partisipasi anak yang sangat di butuhkan dalam proses pembelajaran di rumah (Wawancara, 04 Agustus 2022).
Hasil wawancara terkait partisipsi anak yang dilakukan kepada orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan pada saat pembelajaran daring (Muhammad Azhar Hasnawaty) mengatakan bahwa:
Partisipasi anak selama pembelajaran berlangsung sangat perlu, karena kadang anak malas untuk mengikuti pembelajaran selama pembelajaran daring (Wawancara, 04 Agustus 2022).
Hasil wawancara terkait partisipasi anak yang dilakukan kepada orang tua siswa yang pernah melakukan pendampingan pada saat pembelajaran daring (Nurlinda dan Siti Rahmatiah) mengatakan bahwa:
Orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah biasa terkendala dengan anak yang kurang berpartisipsi atau malas
mengikuti pembelajaran di rumah selama pandemi covid-19 (Wawancara 06 September 2022).
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa hambatan dalam pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 yakni kesabaran yang dimiliki orang tua dalam mendampingi anaknya,suasana belajar, pengetahuan orang tua terkait memecahkan masalah belajar anaknya.
Berdasarkan hasil observasi tentang hambatan dalam pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1, peneliti menemukan bahwa:
Selama pembelajaran di rumah terdapat kendala orang tua dalam melakukan pendampingan yakni kesabaran, tidak memiliki fasilitas penunjang dalam mendampingi anak-anaknya belajar,suasana belajar, partisipasi anak dan pemahaman orang tua dalam mendampingi anaknya (Wawancara, 01 Agustus 2022).
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti menjelaskan bahwa kendala dalam pola pendampingan yang dilakukan orang tua selama anak belajar di rumah yaitu kesabaran mendampingi anaknya, suasana belajar di rumah, pemahaman atau pengetahuan orang tua yang terbatas. Kemudian data yang telah dikumpulkan dari hasil angket yang disebarkan kepada orang tua kemudian diolah dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik deskripsi prosentase. Tujuan pengolahan tersebut agar data yang diperoleh dapat memberikan arti dan penjelasan. Untuk memudahkan menganalisis data hasil penelitian tersebut, maka setiap item pertanyaan dibuat suatu tabulasi yang disesuaikan dengan teknik analisis data. Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari masalah yang diteliti.
Adapun hasil dari hambatan dalam pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 sebagai berikut:
Tabel.4.2 Hambatan Dalam Pola Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Pembelajaran Di Rumah Dimasa Pandemi Covid-19.
No. Kategori Frekuensi Presentase%
1. Sering Sekali 20 90,90%
2. Tidak Pernah 2 9,09%
Total 22 100%
Sumber: Hasil Kuantitatif
Berdasarkan tabel diatas, 90,90% orang tua siswa sering sekali mengalami hambatan mengenai pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19. Dan 9,09% tidak pernah mengalami hambatan pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19.
Dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan angket yang dibagikan kepada responden dapat disimpulkan bahwa sering terdapat hambatan mengenai pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19. Dapat dilihat dari presentase orang tua yang menjawab antara sering sekali yang berjumlah 90,90% dan tidak pernah mendapat hambatan berjumlah 9,09%. Ini menyatakan bahwa pola pendampingan yang dilakukan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran
di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1 terdapat hambatan dalam mendampingi pembelajaran selama di rumah.
c. Solusi mengatasi hambatan pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam pembelajaran di rumah di masa pandemi covid-19 di SD Inpres Mallengkeri 1
1) Solusi mengatasi kesabaran selama pendampingan yaitu orang tua harus dapat mengontrol emosi saat melakukan pendampingan
Adapun hasil wawancara terkait solusi untuk mengatasi hambatan mengenai kesabaran menurut informan (Adiya Maulana, Muhammad Azhar Hasnawaty dan rabasia) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan pada saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Sebagai orang tua harus selalu sabar dan dapat mengontrol emosi serta ikut berpartisipasi dalam belajar anak, karena tanpa dukungan belajar bagaimana anak dapat memahami suatu pembelajaran.
(Wawancara, 04-10Agustus 2022).
Wawancara yang dilakukan untuk mengatasi hambatan mengenai kesabaran menurut informan (Nurlinda dan Siti Rahmatiah) sebagai orang tua yang pernah melakukan pendampingan pada saat proses pembelajaran daring mengatakan bahwa:
Hal yang harus dilakukan orang tua dalam mengatasi kesabaran mendampingi anak yakni dapat mengontrol emosi yang dimiliki orang tua agar dalam mendidik dan menuntun proses pembelajaran anak dapat berjalan dengan baik (Wawancara 06 September 2022).
2) Solusi mengatasi suasana atau lingkungan belajar bagi anak, dengan menciptakan suasana nyaman agar anak dapat berkonsentrasi saat belajar
Kemudian hasil wawancara yang dilakukan kepada informan (Muhammad Arifin, Arika Talita Syakib dan Nur Fadilatul Azkiah)