• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Kemampuan Motorik Halus Sebelum Melakukan Kegiatan Finger painting kelas B Di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar

Peneliti melakukan pengamatan langsung menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi perkembangan motorik halus anak sebelum melakukan kegiatan finger painting kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan.

Penilaian pre-test pada anak usia dini kelompok B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Terdiri atas 9 butir kriteria pengamatan dari 7 indikator capaian yang di amati yaitu Menggambar sesuai gagasannya; Meniru bentuk; Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan; Menggunakan alat tulis dengan baik dan benar; Menggunting sesuai dengan pola; Menempel gambar dengan tepat; Mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci. Lembar instrument penelitian tersebut dinilai dengan menggunakan empat skala penilaian yang terdiri dari belum berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB).

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-22 Maret 2023 berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 4 anak perempuan di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Berikut nilai pre-test perkembangan motorik kasar anak sebelum melakukan sebelum melakukan kegiatan finger painting yaitu sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Hasil Penilaian Pre-test Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan

Finger Painting

No. Nama Anak Nilai Pre-Test

1 A 10

2 M 20

3 MP 13

4 MAA 10

5 MAI 17

6 NZ 16

Jumlah 86

Rata-rata 14,3

Tabel hasil penilaian pre-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan, menunjukkan nilai dari hasil observasi yang dilakukan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebelum memberikan perlakuan kepada anak melalui kegiatan finger painting dengan menggunakan instrument penelitian perkembangan motorik halus anak.

Tabel 4. 2 Data Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan Finger

Painting (Pre-test).

Kelas

Perkembangan Motorik Halus Kelas B Terendah Tertinggi Rata-Rata Standar

Deviasi Pre-test

Kegiatan Finger Painting

10 20 14,3 4,031

Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebelum diberikan perlakuan melalui kegiatan finger painting dimana nilai tertinggi adalah 20 dan nilai terendah adalah 10, sedangkan untuk nilai rata-ratanya sendiri sebesar 14,3 dengan standar deviasi 4,031.

Tabel 4. 3 Perolehan Nilai Pre-Test Setiap Anak Pada Masing-Masing Indikator capaian yang diukur

No Nama Anak

No Butir Pengamatan

Jumlah

1 2 3 4 5 6 7

1.1 2.1 3.1 3.2 4.1 4.2 5.1 6.1 7.1

1 A 1 1 1 1 1 1 1 2 1 10

2 M 2 3 3 3 2 2 2 2 1 20

3 MP 1 1 2 1 1 2 2 2 1 13

4 MAA 1 1 1 1 1 1 1 2 1 10

5 MAI 1 3 2 2 2 2 2 2 1 17

6 NZ 1 2 2 2 2 2 2 2 1 16

Hasil penilaian pre-test 6 anak untuk indikator capaian pertama yang diukur yaitu Perolehan data pre-test diatas menunjukkan nilai sebelum diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting pada masing-masing indikator capaian yang diperoleh setiap anak. Pada indikator pertama, yaitu menggambar sesuai dengan gagasannya dengan 1 capaian yang diamati: Satu orang anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB dan lima orang anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB. Indikator kedua, yaitu meniru bentuk dengan 1 capaian yang diamati: Dua anak memperoleh skor 3 dengan nilai BSH, satu anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB dan tiga anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB.

Indikator ketiga, yaitu melakukan ekplorasi dengan berbagai media dan kegiatan dengan 2 capaian yang diamati: 1) satu anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH, tiga anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB, dan dua anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB; 2) Dua anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH, dua anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB dan dua anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB.

Indikator keempat, yaitu menggunakan alat tulis dengan baik dan benar dengan 2 capaian yang diamati: 1) Empat orang anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB, dan dua anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB; 2) Empat

orang anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB, dan dua anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB. Indikator kelima, yaitu menggunting sesuai dengan pola dengan 1 capaian yang diamati: Empat orang anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB, dan dua anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB.

Indikator keenam, yaitu menempel gambar dengan tepat dengan 1 capaian yang diamati: Keenam anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB. Dan Indikator ketujuh, yaitu terampil mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci dengan 1 capaian yang diamati: Keenam anak memperoleh skor 1 dengan penilaian BB.

Berikut hasil analisis deskriptif pada perkembangan motorik halus anak usia dini Kelas B di Kelompok Bermain sebelum diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting:

a. Menghitung rentangan atau daerah jangkauan (Range) J = Xmax-Xmin

J = 20-10 J = 10

b. Rata-Rata Hitung (Mean) ̅ ∑ i

n

= 10 20 13 10 17 16 6

= 86

6

= 14,3

Tabel 4. 4 Nilai Statistik Pre-Test Perkembangan Motorik Halus Anak Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan

No Nilai (Xi) Rata-rata ( ̅) (Xi - ̅) (Xi - ̅)2

1 10 14,3 4,3 18,49

2 20 14,3 5,7 32,49

3 13 14,3 1,3 1,69

4 10 14,3 4,3 18,46

5 17 14,3 2,7 7,29

6 16 14,3 1,7 2,89

Jumlah 86 - 14 81,28

c. Standar Deviasi

S √∑( i ̅)2

= √81,286-1

= √81,28

5

= √16,256

= 4,031

= 4 d. Varians

S2 ∑( ̅)2 n 1

= 81,28

6-1

= 81,28

5

= 16,256 e. Kategorisasi

Berdasarkan data hasil pre-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatam Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Diperoleh nilai terendah 10, nilai tertinggi 20, nilai rata-rata 14,3 dan standar deviasi 4,031. Data pre-test

perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan, dapat diketahui dengan mengkategorikan skor tiap anak. Adapun interval pre-test perkembangan motorik halus digolongkan ke dalam 3 (tiga) kategori, dengan penghitungan sebagai berikut:

Rendah : x < ( (σ)) x < (14,3 (4)) x <14,3 4

x < 10,3

x < 10 (dibulatkan)

Sedang : ( (σ)) < x <( + 1,0 (σ)) 14,3 1,0 (4)) < x < 14,3 + 1,0 (4)) 14,3 4) < x < 14,3 + 4

10,3 < x < 18,3

10 < x < 18 (dibulatkan) Tinggi : x > ( + 1,0 (σ))

x > 14,3 + 1,0 (4)) x > 14,3 + 4

x > 18,3

x > 18 (dibulatkan)

Tabel 4. 5 Kategorisasi Persentase (Pre-test) Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan

Batas kategori Interval fi Kategori Persentase x < ( 1,0 (σ)) X < 10 2 Rendah 33 % ( 1,0 (σ)) < x < ( + 1,0 (σ)) 10< x < 18 3 Sedang 50 % x > ( + 1,0 (σ)) X > 18 1 Tinggi 17 %

Jumlah - 6 - 100%

Gambar 4. 1 Diagram Kategori Persentase Dari Hasil Pre-test

Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dibuktikan bahwa kemampuan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Sebelum diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting terdapat 33% bagi anak yang berada pada kategori rendah yang berjumlah 2 orang, 50% bagi anak yang berada pada kategori sedang yang berjumlah 3 orang dan 17% bagi anak yang berada pada kategori tinggi berjumlah 1 orang.

Berikut rumus menghitung mean hipotetik untuk menentukan nilai standar kemampuan motorik halus:

µ ½ (imax imin) Ʃk

= ½ (4+1) 9

= ½ (5) 9

= ½ (45)

= 22,5

Berdasarkan pada penjelasan di atas, diketahui nilai rata-rata yang diperoleh sebelum diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting (pre-test) sebesar 14,3 dan nilai mean hipotetik sebesar 22,5 yang dilakukan di Kelompok Bermain Pahlawan Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten

33%

50%

17%

Rendah sedang Tinggi

Polewali Mandar dengan menggunakan instrument penelitian berdasarkan pada hasil penjumlahan dari 7 indikator dan 9 butir capaian yang diamati. Sesuai dengan pemaparan tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test lebih rendah dibandingkan dengan nilai mean hipotetik yang berarti kemampuan motorik halus anak belum mencapai kemampuan motorik halusnya.

2. Gambaran Kemampuan Motorik Halus Setelah Melakukan Kegiatan Finger painting Di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 11-21 Maret 2023, menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak setelah melaksanakan kegiatan finger painting mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan peneliti dengan menggunakan instrument penelitian yang terdiri dari 9 butir dari 7 indikator yang diamati berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 tahun 2014. Hasil penelitian pada anak terdiri dari empat skala penilaian yakni, BB (Belum Berkembang) 1 skor, MB (Mulai Berkembang) 2 skor, BSH (Berkembang Sesui Harapan) 3 skor, dan BSB (Berkembang Sangat Baik) 4 skor.

Hasil post-test pada pengamatan tersebut setelah melakukan kegiatan finger painting Anak Usia Dini kelas B di Kelompok Bermain di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 6 Hasil Penilaian Post-test Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan

Finger Painting

No. Nama Anak Nilai Post-Test

1 A 26

2 M 35

3 MP 27

4 MAA 25

5 MAI 26

6 NZ 30

Jumlah 169

Rata-rata 28,16

Tabel hasil penilaian post-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan, menunjukkan nilai dari hasil observasi yang dilakukan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebelum memberikan perlakuan kepada anak melalui kegiatan finger painting dengan menggunakan instrument penelitian perkembangan motorik halus anak.

Tabel 4. 7 Data Hasil Observasi Kemampuan Motorik Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Setelah Melakukan Kegiatan Finger Painting

(Post-test).

Kelas

Perkembangan Motorik Halus Kelas B Terendah Tertinggi Rata-Rata Standar

Deviasi Post-test

Kegiatan Finger Painting

25 35 28,16 3,762

Berdasarkan pada hasil post-test pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar memperoleh nilai rata-rata yang hasilnya meningkat setelah diberikan perlakuan, yaitu nilai rata-rata pre-test adalah 14,3 sedangkan nilai rata- rata post-test adalah 28,16 dengan selisih sebanyak 13,86 Dari selisih tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik halus pada anak usia dini

kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan melalui kegiatan finger painting.

Tabel 4. 8 Perolehan Nilai Post-Test Setiap Anak Pada Masing-Masing Indikator

No Nama Anak

No Butir Pengamatan

Jumlah

1 2 3 4 5 6 7

1.1 2.1 3.1 3.2 4.1 4.2 5.1 6.1 7.1

1 A 3 3 3 3 3 3 3 2 3 26

2 M 4 4 4 4 4 4 4 4 3 35

3 MP 3 4 3 4 3 2 3 3 2 27

4 MAA 3 4 4 3 2 2 3 2 2 25

5 MAI 2 4 4 3 2 2 4 3 2 26

6 NZ 3 4 4 3 3 3 3 4 3 30

Perolehan data post-test di atas menunjukkan nilai setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting pada masing-masing indikator capaian yang diperoleh setiap anak. Pada indikator pertama, yaitu menggambar sesuai dengan gagasannya dengan 1 capaian yang diamati: satu orang anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB, empat orang anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH dan satu lainnya dengan penilaian MB. Indikator kedua, yaitu meniru bentuk dengan 1 capaian yang diamati: keenam anak memperoleh skor 4 dengan nilai BSB. Indikator ketiga, yaitu melakukan ekplorasi dengan berbagai media dan kegiatan dengan 2 capaian yang diamati: 1) Dua orang anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB dan empat anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH; dan 2) Dua orang anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB dan empat anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH.

Indikator keempat, yaitu menggunakan alat tulis dengan baik dan benar dengan 2 capaian yang diamati: 1) satu anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB, tiga anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH, dan satu anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB; 2) satu anak memperoleh skor 4 dengan

penilaian BSB, dua orang anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH, dan tiga orang anak memperoleh skor 2 dengan penilaian BB. Indikator kelima, yaitu menggunting sesuai dengan pola dengan 1 capaian yang diamati: Tiga orang anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB, dan tiga orang anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH.

Indikator keenam, yaitu menempel gambar dengan tepat dengan 1 capaian yang diamati: Empat orang anak memperoleh skor 4 dengan penilaian BSB dan dua orang anak yang memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH. Dan Indikator ketujuh, yaitu terampil mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci dengan 1 capaian yang diamati: tiga orang anak memperoleh skor 3 dengan penilaian BSH, dan tiga anak memperoleh skor 2 dengan penilaian MB.

Berikut hasil analisis deskriptif pada perkembangan motorik halus anak usia dini Kelas B di Kelompok Bermain setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting:

a. Menghitung rentangan atau daerah jangkauan (Range) J = Xmax-Xmin

J = 35 - 25 J = 10

b. Rata-Rata Hitung (Mean) ̅ ∑ i

n

= 26 35 27 25 26 30 6

= 169

= 28,16

Tabel 4. 9 Nilai Statistik Post-Test Perkembangan Motorik Halus Anak No Nilai (Xi) Rata-rata ( ̅) (Xi - ̅) (Xi - ̅)2

1 26 28,16 2,16 4,66

2 35 28,16 6,84 46,78

3 27 28,16 1,16 1,74

4 25 28,16 3,16 9,98

5 26 28,16 2,16 4,66

6 30 28,16 1,84 3,38

Jumlah 169 - 17,32 70,8

c. Standar Deviasi

S √∑( i ̅)2

= √70,86-1

= √70,8

5

= √14,16

= 3,762

= 4 d. Varians

S2 ∑( ̅)2 n 1

= 70,8

6-1

= 70,8

5

= 14,16 e. Kategorisasi

Berdasarkan data hasil post-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatam Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Diperoleh nilai terendah 25,

nilai tertinggi 35, nilai rata-rata 28,16 dan standar deviasi 3,762. Data post-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan, dapat diketahui dengan mengkategorikan skor tiap anak. Adapun interval post-test perkembangan motorik halus digolongkan ke dalam 3 (tiga) kategori, dengan penghitungan sebagai berikut:

Rendah : x < ( (σ)) x < (28,16 (4)) x <28,16 4

x < 24,16

x < 24 (dibulatkan)

Sedang : ( (σ)) < x <( + 1,0 (σ))

28,16 1,0 (4)) < x < 22,16 + 1,0 (4)) 28,16 4) < x < 28,16 + 3

24,16 < x < 32,16 24 < x < 32 (dibulatkan) Tinggi : x > ( + 1,0 (σ))

x > 28,16 + 1,0 (4)) x > 28,16 + 5

x > 32,16

x > 32 (dibulatkan)

Tabel 4. 10 Kategorisasi Persentase (Post-test) Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan

Batas kategori Interval fi Kategori Persentase x < ( 1,0 (σ)) X < 24 1 Rendah 17 % ( 1,0 (σ)) < x < ( + 1,0 (σ)) 24< x < 32 4 Sedang 66 % x > ( + 1,0 (σ)) X > 32 1 Tinggi 17 %

Jumlah - 6 - 100%

Gambar 4. 2 Diagram Kategori Persentase Dari Hasil Post-test

Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dibuktikan bahwa kemampuan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatam Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting terdapat 17% bagi anak yang berada pada kategori rendah yang berjumlah 1 orang, 66% bagi anak yang berada pada kategori sedang yang berjumlah 4 orang dan 17% bagi anak yang berada pada kategori tinggi berjumlah 1 orang.

Berikut rumus menghitung mean hipotetik untuk menentukan nilai standar kemampuan motorik halus:

µ ½ (imax imin) Ʃk

= ½ (4+1) 9

= ½ (5) 9

= ½ (45)

= 22,5

Berdasarkan pada penjelasan di atas, diketahui nilai rata-rata yang diperoleh setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting (post-test) sebesar 28,16 dan nilai mean hipotetik sebesar 22,5 yang dilakukan di Kelompok Bermain Pahlawan Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar dengan menggunakan instrument penelitian berdasarkan pada

17%

66%

17%

Rendah Sedang Tinggi

hasil penjumlahan dari 7 indikator dan 9 butir capaian yang diamati. Sesuai dengan pemaparan tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test lebih rendah dibandingkan dengan nilai mean hipotetik yang berarti kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan.

3. Perbedaan Rata-Rata Kemampuan Motorik Halus di kelas B Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Dan Setelah Melakukan Kegiatan Finger Painting Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar

Peningkatan kemampuan motorik halus pada anak dapat dilihat dari melalui perbandingan nilai dari hasil sebelum diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting (pre-test) dan setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting (post-test) pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar penilaian pada perbandingan perlakuan tersebut menggunakan satu instrument penelitian yang terbagi menjadi 7 (tujuh), yaitu: 1) Menggambar sesuai dengan gagasannya; 2) Meniru bentuk; 3) Melakukan ekplorasi dengan berbagai media dan kegiatan; 4) Menggunakan alat tulis dengan baik dan benar;

5) Menggunting sesuai dengan pola; 6) Menempel gambar dengan tepat; dan 7) Mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci. Berikut perbandingan Perolehan nilai Pre-test dan Post-test kemampuan motorik halus anak di kelas B Kelompok Bermain Pahlawan:

Tabel 4. 11 Perbandingan Perolehan Nilai Pre-Test Dan Post-Test Kemampuan Motorik Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan

No. Nama Anak Nilai Pre-Test Nilai Post-Test

1 A 10 26

2 M 20 35

3 MP 13 27

4 MAA 10 25

5 MAI 17 26

6 NZ 16 30

Jumlah 86 169

Rata-rata 14,3 28,16

0 5 10 15 20 25 30 35

Pre-test

Post test

Gambar 4. 3 Perbandingan Nilai Pre-Test Dan Post-Test Kemampuan Motorik Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan

Diagram grafik di atas, menunjukkan perolehan nilai setiap anak di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting. Berdasarkan dari hasil data tersebut sangat jelas bahwa terdapat peningkatan terhadap kemampuan motorik halus pada anak. Adapun perbedaan hasil rata-rata pre-test dan post-test, sebagai berikut:

Tabel 4. 12 Data Hasil Rata-Rata Pretest-Posttest Kemampuan Motorik Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan

Kelas

Perkembangan Motorik Halus Anak Kelas B Pahlawan

Pre-test Post-test

Terendah Tertinggi Rata-

Rata Terendah Tertinggi Rata- Rata Pretest-

Posttest Kegiatan

Finger Painting

10 20 14,3 25 35 28,16

Perbedaan nilai dari hasil peningkatan menggunakan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak dapat dilihat secara jelas melalui grafik berikut ini:

Gambar 4. 4 Perbandingan Pre-test-Post-test Kemampuan Motorik Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan

Pada gambar grafik di atas, dapat dilihat bahwa perolehan nilai dengan menggunakan finger painting ini menghasilkan perbandingan yang signifikan antara sebelum dan setelah menggunakan kegiatan finger painting. Perbandingan pada pre-test di mana nilai terendah adalah 10 dan pada post-test adalah 25.

Sedangkan untuk nilai tertinggi pada pre-test adalah 20 dan pada post-test adalah 35. Berdasarkan pada hal tersebut, dapat membuktikan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan dari sebelum melakukan finger painting dan pada saat menggunakan finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak.

Untuk mengetahui lebih jelas dari nilai perbandingan dari nilai sebelum dan setelah melakukan kegiatan finger painting yang berdasarkan pada masing- masing dalam instrument penilaian dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Terendah Tertinggi Rata-Rata

Pre-test Post-test

Tabel 4. 13 Perbandingan Nilai Rata-Rata Dari Masing-Masing Aspek Kemampuan Motorik Halus Anak Kelas B Di Kelompok Bermain Pahlawan

Variabel Indikator Capaian Yang Diukur

Nilai Rata-Rata Nasing-Masing

Indikator Selisih Pre-test Post-test

Kemampuan Motorik Halus Anak

Usia 5-6 Tahun

1. Menggambar sesuai dengan gagasannya

7 18 11

2. Meniru bentuk 11 23 12

3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan

21 42 21

2. Mengggunakan alat tulis dengan baik dan benar

19 33 14

3. Menggunting sesuai dengan pola

10 20 10

4. Menempel gambar dengan tepat

12 18 6

5. Mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci

6 15 9

Dari tabel di atas, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap aspek perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain.

Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan dari nilai rata-rata masing-masing indikator yang mengalami peningkatan setelah anak usia diberikan perlakuan melalui kegiatan Finger Painting. Nilai pre-test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain sebelum melakukan kegiatan Finger Painting pada masing-masing indikator, yaitu: (1) Menggambar sesuai dengan gagasannya dengan nilai rata-rata 7; (2) Meniru bentuk dengan nilai rata-rata 11;

(3) Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan dengan nilai rata- rata 21; (4) Mengggunakan alat tulis dengan baik dan benar dengan nilai rata-rata 42; (5) Menggunting sesuai dengan pola rata-rata dengan nilai 10; (6) Menempel gambar dengan tepat dengan nilai rata-rata 12; dan (7) Mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci dengan nilai 6. Sedangkan, untuk nilai post-

test perkembangan motorik halus pada anak usia dini kelas B di Kelompok Bermain setelah melakukan kegiatan finger painting pada masing-masing indikator, yaitu: (1) Menggambar sesuai dengan gagasannya dengan nilai rata-rata 18; (2) Meniru bentuk dengan nilai rata-rata 23; (3) Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan dengan nilai rata-rata 19; (4) Mengggunakan alat tulis dengan baik dan benar dengan nilai rata-rata 33; (5) Menggunting sesuai dengan pola rata-rata dengan nilai 20; (6) Menempel gambar dengan tepat dengan nilai rata-rata 18; dan (7) Mengekspresikan diri melalui gerakan gambar secara rinci dengan nilai 15.

Dokumen terkait