• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui kegiatan Finger Painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui kegiatan Finger Painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN FINGER PAINTING DI KELOMPOK BERMAIN

PAHLAWAN DI DESA GALUNG LOMBOK KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana (S.Pd) Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Oleh:

NUR ATIKA ADAM NIM: 20900119028

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2023

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : Nur Atika Adam

Nim : 20900119028

Tempat/Tgl. Lahir : Polman, 10 Maret 2001

Jurusan : Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Alamat : Jl. Makam Pahlawan 40.000 Jiwa, Desa Galung Lombok, Kec. Tinambung Kab. Polewali Mandar

Judul : Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini benar merupakan hasil karya sendiri. Jika dikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini merupakan hasil diplikat, plagiat, tiruan, atau dibuat oleh orang lain. Maka gelar yang diperoleh akan batal demi hukum.

Samata, 25 Juli 2023 Peneliti,

Nur Atika Adam NIM. 20900119006

(3)

PENGESAHAN SKRIPSI

(4)

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt atas berkah rahmat, hidayah, dan taufik-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

Salawat serta salam kepada baginda alam yakni Nabi Muhammad saw. Nabi yang senantiasa mengantarkan umatnya dari zaman gelap gulita menuju zaman terang menderang.

Alhamdulillah berkat Ridha-Nya serta doa dan usaha yang maksimal sehingga penyusunan skripsi yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar”. Skripsi ini ditujukan untuk memenuhi salah satu persyaratan ujian guna memperoleh gelar sarjana Sarjana Pendidikan (S.Pd) di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis selalu mendapatkan bimbingan, dorongan, serta semangat dari banyak pihak. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang tercinta yakni Muh Adam Saeni dan Sitti Aminah yang tak henti-hentinya memberikan saya banyak dukungan baik berupa materi maupun non materi dalam menyelesaikan pendidikan saya. Penulis juga mengucapkan terima kasih penulis kepada Bapak/ibu:

1. Prof. H. Hamdan Juhanis, M.A., Ph.D., selaku Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag., selaku Wakil Rektor I, Dr.

Wahyuddin Naro, M.Hum., selaku Wakil Rektor II, Prof. Dr.

(5)

Darussalam, Syamsuddin, M.Ag., selaku Wakil Rektor III, dan Dr. H.

Kamaluddin Abunawas, M.Ag., selaku Wakil Rektor IV, yang telah membina dan memimpin UIN Alauddin Makassar sebagai tempat penulis menuntut ilmu.

2. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Dr. M. Shabir U, M.Ag., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. M. Rusdi, M.Ag., selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi umum, perencanaan dan keuangan. Dr. Ilyas, M.Pd., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, yang telah membina penulis selama proses penyelesaian studi.

3. Dr. Ulfiani Rahman, M.Si., dan Wahyuni Ismail, M.Si., Ph.D., selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Alauddin Makassar, yang telah memberikan petunjuk dan arahannya selama penyelesaian studi.

4. Wahyuni Ismail, M.Si., Ph.D. dan Dr. Andi Maulana, M.Si., selaku Pembimbing I dan Pembimbing II, yang telah memberikan arahan dan pengetahuan baru dalam penyusunan skripsi ini, serta membimbing penulis sampai tahap penyelesaian.

5. Drs. Muhammad Yusuf Hidayat, M.Pd. dan Ade Agusriani, S.Psi., M.Pd., selaku Penguji I dan Penguji II yang telah memberikan banyak masukan, saran dan kritikan untuk perbaikan skripsi ini.

6. Bapak dan ibu dosen yang telah memberikan pengajaran dalam menyelesaikan pendidikan di kampus tercinta UIN Alauddin Makassar.

7. Kepada Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar beserta segenap staf yang telah menyiapkan berbagai literature dan memberikan kemudahan untuk memanfaatkan perpustakaan secara

(6)

maksimal demi penyelesaian skripsi ini.

8. Kepada para guru yang ada di KB Pahlawan yang sudah banyak membantu dalam penelitian ini.

9. Teman-teman seperjuangan kelas PIAUD A, yang telah banyak membantu dan memberikan pengalaman dan kenangan yang tidak terlupakan kepada peneliti selama menjalani Pendidikan di UIN Alauddin Makassar.

10. Kepada sahabat-sahabat saya dan partner tercinta 4 sehat 6 sempurna yaitu (Musda, Ru‟yal, Irghy, Bunga, dan Ainun) yang selalu membersamai dari mahasiswa baru hingga penyelesaian skripsi ini.

11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh peneliti yang mendukung serta banyak membantu peneliti mengumpulkan data dan informasi untuk penyusunan skripsi ini.

Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu, peneliti sangat mengharapkan kritikan dan saran untuk perbaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih peneliti sampaikan, semoga amal kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah swt dan peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semuanya, juga kepada Allah penulis sandarkan sebaik-baik pengabdian, semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yag membutuhkan.

Wassalamu‟alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Samata, 18 Agustus 2023 Penyusun

Nur Atika Adam NIM: 20900119028

(7)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... i

PENGESAHAN SKRIPSI ... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... xi

ABSTRAK ... xviii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Definisi Operasional Variabel ... 10

D. Tujuan Penelitian ... 11

E. Kegunaan Penulisan ... 12

F. Kajian Penelitian Yang Relevan ... 12

BAB II KAJIAN TEORITIS ... 17

A. Perkembangan Motorik Halus ... 17

B. Finger Painting ... 25

C. Kegiatan Finger Painting ... 28

BAB III METODE PENELITIAN ... 32

A. Jenis dan Desain Penelitian ... 32

B. Variabel Penelitian ... 33

C. Populasi dan Sampel ... 34

(8)

D. Teknik Pengumpulan Data ... 35

E. Instrument Penelitian ... 36

F. Teknik Analisis Data ... 38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 41

A. Hasil Penelitian ... 41

B. Pembahasan ... 59

BAB V PENUTUP ... 68

A. Kesimpulan ... 68

B. Implikasi Penelitian ... 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70

LAMPIRAN ... 74

RIWAYAT HIDUP ... 92

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Desain Penelitian ... 33 Tabel 3. 2 Populasi Penelitian ... 34 Tabel 3. 3 Sampel penelitian ... 35 Tabel 3. 4 Lembar Observasi Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia

Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan ... 37 Tabel 4. 1 Hasil Penilaian Pre-test Kemampuan Motorik Halus Anak Usia

Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan Finger Painting ... 42 Tabel 4. 2 Data Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Usia Dini

Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan Finger Painting (Pre-test). ... 42 Tabel 4. 3 Perolehan Nilai Pre-Test Setiap Anak Pada Masing-Masing

Indikator capaian yang diukur ... 43 Tabel 4. 4 Nilai Statistik Pre-Test Perkembangan Motorik Halus Anak Kelas

B di Kelompok Bermain Pahlawan ... 45 Tabel 4. 5 Kategorisasi Persentase (Pre-test) Perkembangan Motorik Halus

Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan ... 46 Tabel 4. 6 Hasil Penilaian Post-test Kemampuan Motorik Halus Anak Usia

Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan Sebelum Melakukan Kegiatan Finger Painting ... 49 Tabel 4. 7 Data Hasil Observasi Kemampuan Motorik Usia Dini Kelas B di

Kelompok Bermain Pahlawan Setelah Melakukan Kegiatan Finger Painting (Post-test)... 49 Tabel 4. 8 Perolehan Nilai Post-Test Setiap Anak ... 50 Tabel 4. 9 Nilai Statistik Post-Test Perkembangan Motorik Halus Anak ... 52

(10)

Tabel 4. 10 Kategorisasi Persentase (Post-test) Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan .... 53 Tabel 4. 11 Perbandingan Perolehan Nilai Pre-Test Dan Post-Test

Kemampuan Motorik Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan ... 55 Tabel 4. 12 Data Hasil Rata-Rata Pretest-Posttest Kemampuan Motorik

Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan ... 56 Tabel 4. 13 Perbandingan Nilai Rata-Rata Dari Masing-Masing Aspek

Kemampuan Motorik Halus Anak Kelas B Di Kelompok Bermain Pahlawan ... 58

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Bentuk Finger Painting ... 28 Gambar 4. 1 Diagram Kategori Persentase Dari Hasil Pre-test ... 47 Gambar 4. 2 Diagram Kategori Persentase Dari Hasil Post-test ... 54 Gambar 4. 3 Perbandingan Nilai Pre-Test Dan Post-Test Kemampuan Motorik

Halus Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan ... 56 Gambar 4. 4 Perbandingan Pre-test-Post-test Kemampuan Motorik Halus

Anak kelas B Kelompok Bermain Pahlawan ... 57

(12)

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN A. Transliterasi Arab-Latin

Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasi ke dalam huruf Latin dapat dilihat pada tabel berikut:

1. Konsonan Huruf

Arab

Nama Huruf Latin Nama

ا Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan

ب Ba B Be

ت Ta T Te

ث Sa S es (dengan titik diatas)

ج Jim J Je

ح Ha H ha (dengan titik di bawah)

ر Kha Kh Ka dan ha

د Dal D De

ذ Zal Z zet (dengan titik di atas)

ز Ra R Er

ش Zai Z Zet

ض Sin S Es

ش Syin Sy es dan ye

ص Sad Ws es (dengan titik di bawah)

ض Dad D de (dengan titik di bawah)

ط Ta T te (dengan titik di bawah)

ظ Za Z zet (dengan titik di bawah)

ع „ain „ apostrof terbaik

(13)

غ Gain G Ge

ف Fa F Ef

ق Qaf Q Qi

ك Kaf K Ka

ل Lam L El

و Mim M Em

ٌ Nun N En

ٔ Wau W We

ِ Ha H Ha

ء Hamzah ‟ Apostrof

٘ Ya Y Ye

Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apa pun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (‟).

2. Vokal

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasi sebagai berikut:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

َ ا Fathah A A

ا Kasrah I I

َ ا Dammah U U

(14)

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

َ ٖ Fathah Ai a dan i

َ ٔ Kasrah Au a dan u

Contoh:

فْٛ ك :kaifa

َ ل ْٕ ْ :haula 3. Maddah

Maddah atau vocal panjang yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dengan tanda, yaitu:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

ٖ...َ|َا... fathah dan alif atau ya Ā a dan garis di atas

ٖ kasrah dan ya Ī i dan garis di atas

َ ٔ dammah dan wau Ū u dan garis di atas

Contoh:

ََا ي:māta

ٗ ي ز:ramā

َََ مِْٛق

َََََََ

ََ :qīla

4. Tā’ marbūtah

Transliterasi untuk tā‟ marbūtahada dua, yaitu: tā‟ marbūtahyang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah, yang transliterasinya adalah [t]. Sedangkantā‟ marbūtahyang mati atau mendapat harkat sukun transliterasinya adalah [h].Kalau pada kata yang berakhir dengan tā‟ marbūtahdiikuti oleh kata

(15)

yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka tā‟

marbūtahitu transliterasinya dengan [h].

Contoh:

َِلا فْطَ لأَاَ ّ ضَْٔ ز : raudah al-atfāl

َ ّ هِضَا فْناَ ّ َُِْٚد ًْنا : al-madīnah al-fādilah 5. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydid (َ ّ) dalam transliterasinya ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.

Contoh:

ا َُّت ز : rabbanā ا َُّْٛج َ : najjainā

َ ىِّع َ : al-haqq

Jika huruf ٖber-tasydiddi akhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah ٘maka ia ditransliterasikan seperti huruf maddah(ī).

Contoh:

َِِّٙه ع :‟Alī (bukan „Aliyy atau „Aly)

َِِّٙت س ع :‟Arabī (bukan „Arabiyy atau „Araby) 6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf لا (alif lam ma‟arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi seperti biasa, al-, baik ketika ia di ikuti oleh huruf syamsiah Maupun huruf qamariah. Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang

(16)

mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-).

Contoh:

َ طًَّْشن ا : al-syamsu (bukan asy-syamsu)

َ ّ ن صْنََّصن ا : al-zalzalah (al-zalzalah)

َ فْن ا

َ ّ ف سْه : al-falsafah 7. Hamzah

Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrop (,) hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletak di awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.

َ ٌ ْٔ س يْأ ج :ta‟muruna

َ ع َُّْٕن ا :al-nau„

َ ء ْٙ ش :syai‟un

8. Penulisan Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat yang belum dilakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia, atau sudah sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, atau lazim digunakan dalam dunia akademik tertentu, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas.

Misalnya kata al-Qur‟an (darial-Qur‟an), Alhamdulillah dan munaqasyah.

Namun, bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka mereka harus ditransliterasi secara utuh.

Contoh:

(17)

Fī Ẓilāl al-Qur‟ān

Al-Sunnah qabl al-tadwīn 9. Lafz al-Jalālah )ُ هاللَّ

Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau berkedudukan sebagai mudāf ilaih (frase nominal), ditransliterasi tanpa huruf hamzah.

Contoh:

ََِ َّاللََّ ٍِْٚدdīnullāh billāhََِّللّاِت

Adapun tā marbūtah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al-Jalālah ditransliterasi dengan huruf [t].

Contoh:

ََِّاللََِّّ ًْد زَِْٙفَْى َْhum fī rahmatillāh

10. Huruf Kapital

Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All caps), dalam transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenai ketentuan tentang penggunaan huruf kapital berdasarkan pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan huruf awal nama dari (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital (AL-). Ketentuan yang sama juga berlaku untuk huruf awal dari judul

(18)

referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks maupun dalam catatan rujukan (CK, DP, CDK, dan DR).

Contoh:

Wa mā Muhammadun illā rasūl

Inna awwala baitin Wudi‟a linnāsi bi Bakkata mubārakan Syahru Ramadān al-lazī unzila fih al-Qur‟ān

Nasīr al-Dīn al-Tūsī Abū Nasr al-Farābī Al-Gazrālī

Al-Munqiz min al-Dalāl B. Daftar Singkatan

Beberapa singkatan yang dibakukan adalah:

swt. = subhānahū Wa ta„ālā saw. = sallallāhu „alaihi Wa sallam a.s. = „alaihi al-salām

H = Hijrah

M = Masehi

I. = Sebelum Masehi

W = Lahir tahun (untuk orang yang masih hidup saja) QS…/…:4 = QS al-Baqarah/2:4 atau QS Ali-„Imrān/3:4

HR = Hadis Riwayat

(19)

ABSTRAK Nama : Nur Atika Adam

NIM : 20900119028

Jurusan : Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Judul Skripsi :Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui kegiatan Finger painting Di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar”

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan motorik halus sebelum melakukan kegiatan finger painting melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar; (2) Untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan motorik halus setelah melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar; dan (3) Untuk menganalisis perbedaan rata-rata kemampuan motorik halus sebelum dan setelah melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen ini memakai one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposive sampling. populasi yang digunakan berjumlah 6 orang anak di Kelompok Bermain Pahlawan yang bertempat tinggal di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Instrument penelitian yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan motorik halus sebelum melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar memperoleh nilai terendah sebesar 10, nilai tertinggi sebesar 20, dan nilai rata- ratanya sebesar 14,3; (2) Kemampuan motorik halus setelah melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar memperoleh nilai terendah sebesar 25, nilai tertinggi sebesar 35, dan nilai rata-rata sebesar 28,16; dan (3) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan motorik halus Kemampuan motorik halus sebelum dan setelah melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kabupaten Polewali Mandar.

Implikasi penelitian berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan finger Painting dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak. Oleh karena itu penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dan referensi khususnya orang tua dan pendidik di PAUD untuk menerapkan kegiatan finger painting guna mengembangkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, bervariasi,menyenangkan dan sangat bermanfaat bagi aspek-aspek perkembangan anak.

Kata Kunci: Kemampuan Motorik Halus, Finger Painting.

(20)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu upaya untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, nilai-nilai ataupun keterampilan untuk menjadikan manusia jadi lebih baik dari generasi ke generasi. Pendidikan memiliki peran penting untuk manusia agar mereka mampu untuk menyelesaikan masalah yang ada pada masa kini atau masa yang akan datang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu aktivitas selama hidup yang berkelanjutan dalam rangka menambah wawasan, merubah tingkah laku, dan mengembangkan kepribadian yang berlangsung secara formal ataupun non formal. Yang pembelajaran dan pengajarannya terkontrol dan terstruktur sesuai dengan ruang lingkup yang ada pada suatu lembaga.1 MenurutsUndang-undang Nomor 20sTahuns2003 mengenaisSistem sPendidikansNasionalsmenyatakan :

Pendidikan merupakan sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan dan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsaxdan negara.2

Pendidikan menjadikan anak untuk mampu memiliki sifat selalu aktif, dinamis, berpikir kritis, antusias, dan rasa ingin tahu yang tinggi yang diperoleh lewat proses mengamati terhadap apa saja yang dilihat serta didengarnya, hingga sampai pada mengkomunikasikan hasil pikirnya. Pendidikan diharapkan bisa menjadikan anak sebagai sumber daya manusia yang merupakan aset penerus

1 Desi Pristiwanti, Bai Badariah, Sholeh Hidayat, Ratna Sari Dewi, “Pengertian Pendidikan,” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. 2 (2022): 7912.

2 Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003.

(21)

bangsa yang berharga pada masa yang akan datang. Untuk mendukung hal tersebut, maka pendidikan baiknya diberikan sejak usia dini.

Salah satu program pendidikan yang dilaksanakan adalah Pendidikan Anak Usia Dini. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 pasal I Ayat 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi :

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.3

Pendidikan usia dini memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan anak karena merupakan pondasi dasar dalam kepribadian anak.

Anak yang berumur 5-6 tahun mempunyai masa perkembangan kecerdasan yang sangat pesat sehingga masa ini disebut golden age (masa emas). Masa ini ialah masa dasar pertama dalam meningkatkan berbagai macam kegiatan dalam rangka pengembangan kemampuan anak sejak usia dini. Pemberian stimulus yang tepat dapat meningkatkan kreatifitas pada anak, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bermain, karena dengan bermain anak hendak mendapatkan pengalaman dan pemahaman.4

Pendidikan Anak Usia Dini menyebutkan bahwa standar PAUD bertujuan untuk menjamin kualitas pembelajaran Anak Usia Dini dalam rangka memberikan landasan untuk melakukan stimulan pendidikan dalam menolong perkembangan serta pertumbuhan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak, memaksimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif serta mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keahlian

3 PERMENDIKBUD, Undang-Undang Republik Indonesian No. 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, 2009.

4 Sri Sukarini, “Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggambar Dengan Teknik Finger Painting Pada Anak Kelompok B2 Di TK Negri Pembina Sentul,” Jurnal Pendidikan Anak 9, no. 2 (2022): 2579.

(22)

anak. Tujuan pendidikan inilah yang dapat mengembangkan potensi anak agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, berperasaan, berkemauan, dan mampu berkarya, mampu memenuhi kebutuhan secara wajar, mampu mengendalikan hawa nafsunya, berkepribadian, bermasyarakat, dan berbudaya.5 Untuk mencapai hal tersebut, maka pendidikan perlu dilakukan pada usia sejak dini. Pada Q.S. Al-Mujadalah/28 : 11 tercantum penjelasan mengenai pendidikan, yaitu :

َِا َٔ ْْۚى ك نَ ٰ اللََِّخ سْف َٚإْ ذ سْفا فَِطِه ٰج ًْناَِٗفَإْ ذَّس ف جَ ْى ك نَ مِْٛقَا ذِاَإْٰٓ ُ يٰاَ ٍِْٚرَّناَا ُّٓٚ آٰٰٚ

َ مِْٛقَا ذ

َ ٰ اللَّ َٔ ٍۗ ث ٰج ز دَ ىْهِعْناَ إ جْٔ اَ ٍِْٚرَّنا َٔ ْْۙى كُِْيَ إْ ُ يٰاَ ٍِْٚرَّناَ ٰ اللََّ ِع فْس َٚ أْ ص شَْا فَ أْ ص شَْا

َا ًِتَ

َ سِْٛث خَ ٌْٕ ه ًْع ج

Terjemahan:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu berikanlah kelapangan didalam majelis maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”6

Dalam Tafsir Jalalain karangan Jalaluddin As-Syuyuti ayat di atas memaparkan ada dua perintah dari Allah Swt. untuk hamba-Nya. Yang pertama, memberikan kelapangan saat diperlukan dalam suatu majelis. Kedua, berdirilah saat keadaan mengharuskan berdiri. Kemudian Kelapangan yang dimaksud sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Dari lafadz “tawassa‟u“, yaitu luaskanlah. Lapang atau luas ini berlaku di majelis mana saja. Maksudnya bukan berarti kita harus membuat majelis yang luas, akan tetapi selalu memberikan kesempatan dan keluasan tempat bagi yang baru datang.

5 I Wayan Cong Sujana, “Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Indonesia,” Jurnal Pendidikan Dasar: ADI WIDYA 4, no. 1 (2019): 31.

6 Kementrian Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahannya, n.d.

(23)

Selanjutnya, dalam kitab Lubanul Nuqul Fi Asbabun Nuzul Karangan As- Suyuti, bahwa surat al-mujadilah ayat 11 memiliki sabab nuzul yakni dari Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Muqotil bahwa ayat ini turun pada hari Jumat.

Peristiwa tersebut terjadi ketika melihat beberapa sahabat yang dulunya mengikuti perang badar dari kalangan muhajirin maupun anshor, diantaranya Tsabit ibn Qais mereka telah didahului orang dalam hal tempat duduk dekat dengan Rasulullah.

Lalu merekapun berdiri dihadapan Rasulullah saw, kemudian mereka mengucapkan salam dan Rasullullah menjawab salam mereka.

Ayat diatas menjelaskan bahwa kewajiban menuntut ilmu merupakan perintah langsung dari sang pencipta, dimana seorang manusia yang menuntut ilmu akan Allah tinggikan derajatnya. Derajat yang tinggi akan diberikan kepada manusia yang memiliki ilmu yang baik didunia maupun di akhirat. Dalam Islam, ilmu akan membawa seseorang kepada hal yang baik seperti mampu membedakan mana yang haq dan batil, mana yang petunjuk dan kesesatan. Kewajiban dalam menuntut ilmu bagi setiap umat Islam ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yaitu:

َ ة ه ط

َِىْهِعْنا َ

َ ة ضِْٚس ف َ

ٗ ه ع َ

َِّم ك َ

َ ىِهْس ي َ

Terjemahan :

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Muslim)

Kewajiban menuntut ilmu dalam hadits di atas adalah ilmu agama yang hukumnya fardhu „ain (wajib) dalam hal aqidah, tentang beribadah kepada Allah, halal haram, serta akhlak dan muamalah. Di samping itu, menuntut ilmu memiliki keutamaan yang begitu istimewa, salah satunya Allah akan memudahkan baginya dalam mempelajari ibadah yang benar dan berakhlak baik di tengah masyarakat.

(24)

Kemudian Allah SWT akan memudahkan ia dalam mengamalkan dan menyampaikan ilmu tersebut.

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah jenjang pendidikan sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun. Berdasarkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pada pasal 5 yang dinyatakan, bahwa aspek-aspek perkembangan dalam kurikulum PAUD terdiri dari nilai agama, nilai moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.7 Dari keenam aspek perkembangan anak tersebut, terdapat aspek yang paling penting yaitu aspek perkembangan motorik anak.

Perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui aktivitas pusat syaraf, urat syaraf, serta otot yang terkoordinasi.

Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi serta aktivitas yang terdapat pada waktu lahir. Perkembangan fisik motorik adalah aspek perkembangan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol, gerakan tubuh dan koordinasi, serta, meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil.

PerkembanganxMotorikxadalahxperkembanganxdarixunsur xpengembanganxdan pengendalianxgerakxtubuh. Perkembanganxmotorikxmeliputixmotorikxhalusxdan motorikxkasar.

Motorik halus ialah gerakan yang menggunakan otot-otot halus ataupun sebagian anggotaxtubuhxtertentu, sedangkanxmotorikxkasar ialah gerakan yang

7 Dahlia Patiung, Ismawati, Herawati, Suci Ramadani, “Deteksi Dini Pencapaian Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini,”

Indonesian Journal Of Early Childhood Education: NANAEKE 2, no. 1 (2019): 27.

(25)

menggunakan otot besar, yang dipengaruhi oleh kesempatanxuntukxbelajarxdan berlatih. Aspekxperkembanganxanakxkhususnyaxperkembanganxfisik motorik sangatxpentingxuntukxmelatihxkoordinasixgerakanxyang melibatkan bagian- bagianxtubuh. Aspek perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar menekankan pada koordinasi tubuh pada gerakan otot-otot besar seperti melompat, berlari dan berguling, Sedangkan motorik halus menekankan koordinasi otot tangan atau kelenturan tangan contohnya memindahkan benda dari tangan, menyusun balok, menulis,menggambar dan sebagainya.8

Tabel 1.1

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Usia Kemampuan Motorik Kasar Kemampuan Motorik Halus 3-4 Tahun Naik dan turun tangga Menggunakan krayon

Meloncat dengan dua kaki Menggunakan benda atau alat

Melempar bola Meniru bentuk

5-6 Tahun Melompat Menggunakan pensil

Mengendarai Sepeda Memotong dengan gunting Mengikat tali sepatu Menulis huruf cetak

Bermain Olahraga Menggambar

Sumber : Yusuf Syamsu LN., 2001 :123 dalam Susanto, 2012 : 34

Salahxsatuxaspekxperkembanganxadalahxperkembanganxmotorik halus yangxmelibatkanxototxhalusbsertaxkoordinasixmata, tanganxdanxjari-jari tangan,

8 Rizki Wahyuni, dan Erdiyanti, “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Finger Painting Menggunakan Tepung Singkong,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2020): 29.

(26)

keterampilanxinixmembutuhkanxkecermatanxyang tinggi. Dengan kata lain, motorikxhalusxinixgerakannyaxlebihxspesifik dibanding motorik kasar.9 Keterampilanxgerakanxmotorikxhalusxpadaxanak usia prasekolah mulai berkembangxdimanaxanakxmulaixdapatxmenggambarxdan menulis, mewarnai, melukis, danxmengancingkanxbaju.

Seorangxanakxdapatxmengalamixketerlambatanxperkembanganxhanya di satuxranahxperkembangan saja, ataupun lebih. Sekitar 5 sampai 10% anak diperkirakanxmengalamixketerlambatanxperkembanganxdiperkirakan sekitar 1 - 3% anakxdixbawahxusiax5 tahun mengalamixketerlambatan perkembangan umum. Anak yang memiliki keterlambatan motorik halus akan mengalami kesulitan dalam mengeksplorasi lingkungan. Menyebabkan Anak dapat mengalamixhambatanxbelajar, malas menulis, kurangnyaxkreativitas, dampaknya anakxmerasaxrendah diri, peragu serta sering was-was menghadapi lingkungan.

Lebihxlanjutxanakxdapatxmengalamixgangguanxkonsentrasi saat anakxtelah duduk dixsekolahxdasar.

Beberapaxaktifitasxbermainxsekaligusxbelajarxyang dapat dilakukan pada anakxdixrentangxusiaxprasekolah untukxmeningkatkanxketerampilan motorik halusxsepertixbermain puzzle, memotong, menggunting, tempel-menempel gambar, menjahit, melipat kertas, mewarnai, menggambar dengan jari (Finger Painting), dan bermain lilin mainan atau plastisin.10 Orangtuaxbisaxmemberikan stimulusxyangxmenyenangkanxbagixanak, salah satunyaxmewarnai, kegiatan mewarnai sangat menarik untuk anak. Karena finger painting ialah teknik

9 Kadek Sri Wuri Handayani, Ida Bagus Surya Manuaba, dan Luh Ayu Tirtayani,

“Pengaruh Finger Painting Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B2 Di Tk Ganesha,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 3 (2018): 354.

10 Harsismanto J, Fredrika L, Padila P, dan Andri J, “Pengaruh Intervensi Finger Painting Terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah,” Jurnal Keperawatan Silampari 1, no. 1 (2020): 474.

(27)

melukisxsecaraxlangsungxtanpaxmenggunakanxbantuanxalat, anak bisa mengganti dengan jari-jari tangannya secara langsung. Dixdalamxkegiatan finger painting, anakxdenganxbebas menuangkanximajinasi yang akan diwujudkannya.

Dalam Depdiknas menuliskan bahwa “Motorik halus merupakan gerakan yang melibatkanxbagian-bagianxtubuhxtertentuxyang dilakukan oleh otot-otot kecil seperti menggunting, meremas, menggenggam, menggambar, menyusun balok, membuka dan menutup objek dengan mudah, menuangkan air kegelas tanpa berceceran, menggunakan kuas, krayon, melipat”.11 Finger painting ialah sebuah metode melukis yang khususnyaxdiperuntukkanxbagi anak-anak, dimanaxkebebasanxmengekspresikanxapaxyang terdapat dalam benak perasaannya menjadi poin utama. Peranxtangan beserta jari-jarinya bahkan anggotaxtubuhxlainnyaxsepertixkakixsangatxmendukungxketerlibatan emosi pada saatxanakxberhadapanxdenganxkertasxatauxmediaxlukisnyaxtersebut.12

Melalui kegiatan finger painting ataupun melukis dengan jari, dapat melatih keahlian motorik halus anak karena jari-jari anak akan bergerak serta bergesekan dengan cat dan media lukisnya, meningkatkan dan mengenalkan berbagai warna dan bentuk, meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, melatih konsentrasi, dan dapat dijadikan sebagai media mengekspresikan emosi anak.13

Observasi pra survei yang telah peneliti lakukan pada tanggal 18 november 2022 Perkembangan motorik halus anak di Kelompok Bermain Pahlawan Desa Galung Lombok Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar, masih kurang

11 Departemen Pendidikan Nasional, Pengembangan Fisik Motorik Di Taman Kanak- Kanak (Jakarta: Dirgen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2007).

12 Maria Evivani, dan Renti Oktaria, “Permainan Finger Painting Untuk Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini,” Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini 5, no. 1 (2020): 26–27.

13 Miratul Hayati, “Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting,” Jurnal Education 10, no. 1 (2018): 390–391.

(28)

berkembang terutama dalam kegiatan menggerakan jari maupun kemampuan untuk menggengam. hal tersebut dikarenakan dalam pembelajaran motorik halus anak hanya diberi kegiatan mewarnai gambar bebas menggunakan krayon, menempel kolase dengan daun bahan alam seperti daun kering, dan kegiatan menjiplak jari tangan menggunakan pensil. Cara mengajar guru kurang bervariasi dan kurang menarik bagi anak sehingga anak lebih memilih diam tidak melakukan kegiatan. Alasan pemilihan media menggunakan finger painting ialah karna di Kelompok Bermain Pahlawan di Galung Lombok jarang diterapkan Olehxkarenaxituxpeneliti tertarikxuntukxmelakukanxpenelitian mengenai peningkatan keterampilan motorik halus melalui kegiatan finger painting. Dengan adanya kegiatan yang menarik ini diharapkan anak bisa belajar denganxsenangxdanxdapat meningkatkanxketerampilan motorik halus, anak juga bisa mengasa imajinasi, kreativitasnya, dan bisa meningkatkan kecerdasan kognitifnya sepertixmengenal nama-namaxjari,berbagaixbentukxdanxwarnaxpada Anak Usia 5-6 Tahun di Kelompok Bermain PahlawanxDesa Galung Lombok.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkanxdarixlatarxbelakang di atas, makaxpeneliti merumuskan masalahxsebagaixberikut :

1. Bagaimanaxmendeskripsikanxperkembangan motorik halus sebelum melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar?

(29)

2. Bagaimanaxmendeskripsikanxperkembangan motorik halus setelah melakukan kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar?

3. Apakahxterdapatxpeningkatan terhadap perkembangan motorik halus melalui kegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar?

C. Definisi Operasional Variabel

Memperjelas pembahasan dan penafsiran judul maka penulis mengemukakan pengertian yang sesuai dengan judul diatas agar tidak menafsirkan kesalahpahaman pembahasan:

1. Kegiatan Finger Painting (Variabel X)

Kegiatan finger painting adalah permainan yang dilakukan dengan cara melukis secara langsung dengan jari tangan di atas bidang gambar menggunakan cat warna. Anakxdapatxmengekspresikanxidexdanxpikirannyaxmelaluixgambar, anak akan melatih motorik halusnya terutama jari, anak xakan mengenalxberbagai warna, danxanakxakanxterlatihxdayaxkreativitasnya. Dalam melakukan finger painting, anak dapat merasakan sensasi pada jari karena kegiatan ini langsung menggunakan jari-jari tangan. Pada dasarnya kegiatan finger painting sangat mudah dilakukan oleh anak. Kegiatanxini jugaxmelatihxmotorikxhalus anak khususnyaxjari-jarixanakxsupayaxlebihxlentur. Anak memakai otot-otot jarinya untukxberkreasixsehinggaxkemampuan motoriknyaxberkembang. Biasanya untuk melatih anak menulis, terlebih dahulu anak-anak dilatih untuk menggambar. Hal ituxsecaraxtidakxlangsungxakanxmelatih otot-ototzhaluszanak padaxtangan dan jari yangxsangatxbergunaxsebagai bekal berlatihxmenulis. Dengan kegiatan finger paintingxdapatxmelatihxanakxuntukxmenggunakanxindranyaxyaituxindra

(30)

perabaxkarena kegiatan finger painting inixmengharuskan anak untuk bersentuhanxlangsungxdenganxcat pewarnaxuntuk bahan melukis dengan menggunakanxjari-jarixmereka. Kegiatan mereka yang bersentuhan langsung denganxcatxdapatxmelatihxanakxuntukxmenggunakanxindra perabanya. Kegiatan inixjugaxdapatxmembantuxanakxuntukxmengenal warna dan pencampuran warna karenaxdidalamxkegiatan finger painting ini anak dapat leluasa memilihxdan mencampur catxwarna yangxakanxdipakaixuntukxkegiatanxmelukisnya.

2. Kemampuan Motorik Halus (Variabel Y)

Motorik halus merupakan kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin, seperti bermain puzzle, memotong,xmenggunting, tempel-menempelxgambar, menjahit, melipat kertas,xmewarnai,xmenggambar dengan jari (finger painting), dan bermainxlilinxmainanxatauxplastisin.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkanxrumusanxmasalahxtersebutxmakaxtujuanxdari penelitianxini yaitu:

1. Untukxmendeskripsikanxgambaranxperkembangan motorik halus sebelum melakukanxkegiatanxfinger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung LombokxKecamatan TinambungxKabupaten Polewali Mandar.

2. Untukxmendeskripsikanxgambaranxperkembangan motorik halus setelah melakukanxkegiatanxfinger painting di Kelompok Bermain Pahlawan di Desa Galung LombokxKecamatan TinambungxKabupaten Polewali Mandar.

(31)

3. Untukxmenganalisisxada atau tidaknya peningkatan perkembangan motorik halusxsetelahxmelakukanxkegiatan finger painting di Kelompok Bermain Pahlawan dixDesa Galung LombokxKecamatan Tinambung, KabupatenxPolewali Mandar.

E. Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah:

1. Kegunaan teoritis

a. Memberikan sumbangan ilmiah dalam ilmu pendidikan terutama pendidikan anak usia dini sebagai hal yang dapat membantuxmeningkatkanxaspek perkembanganxhalus padaxanak.

b. Sebagaixreferensixpadaxpenelitian-penelitianxselanjutnya yang berhubungan dengan meningkatkan aspek perkembanganxmotorikxpadaxanak.

2. KegunaanxPraktis a. Bagixguru

Membantuxguru dalam menerapkan metode dan media pembelajaran dalam memberikan stimulus terhadap perkembanganxmotorikxhalusxpadaxanak.

b. Bagixanak/siswa

Melatihxkemampuan motorikxhalus terhadapxanak melaluixpermainan modern Finger painting.

c. Bagixpeneliti

Hasilxpenelitianxinixdiharapkan dapat memberikan informasi baru sebagai awalxbagixpenelitixyangxakan mengkaji tentangxperkembanganxfisik motorik padaxanak.

F. Kajian Penelitian Yang Relevan

(32)

Adapun beberapa penelitian yangxpalingxrelevan denganxpermainan modernxFingerxPainting terhadap perkembangan motorik halus pada anak, yaitu:

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Rizki Wahyuni dan Erdiyanti meneliti tentang “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Finger painting Menggunakan Tepung Singkong”. Pendekatan yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B KB Nurr‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi yang berjumlah 13 orang anak, terdiri dari 6 anak laki laki dan 7 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti bahwa kegiatan finger painting menggunakan tepung singkong untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelas B KB Nur‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi pada empat indikator perkembangannya yaitu Anak mampu menggunakan jari tangan kanan dan kiri dapat dapat mengambil cat tepung singkong dan menggoreskannya di atas kertas, Anak melihat ketika sedang mengambil cat air, Anak mampu menggerakkan ujung jari-jari dan telapak tangan kanan/kiri kedepan, kebelakang dan mendekatkan kelima jari tangan kanan/kiri sehingga dapat menyatu, Anak dapat memutar telapak tangan kanan dan kiri, memiliki capaian perkembangan pada penilaian yaitu berkembang sangat baik (BSB) dengan ketuntasan kemampuan perkembangan baik (90%, 85%, 80%) dan cukup (70%). Jadi kesimpulannya melalui kegiatan finger painting menggunakan tepung singkong dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelas B KB Nur‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi. Hal ini dapat dilihat hasil observasi yang menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak mengalami perubahan yang sangat baik. Pada pra siklus atau sebelum dilakukan tindakan penelitian anak yang dikatakan tuntas mencapai 23,07%, pada siklus I

(33)

anak yang tuntas mencapai 61,53% dan pada siklus II anak yang tuntas mencapai 84,61%.14

Relevansi antara denganxpenelitianxyang sedang dikajixmemiliki kesamaanxyaituxkeduanyaxsama-samaxmenelitixtentang finger painting, motorik halus padaxanakxdanxkelompokxusianya. Adapunxperbedaannya terletak pada jenis penelitian, lokasi penelitian, jumlah subjek, tahunxdilakukannyaxpenelitian danxteknikxanalisisxdatanya.

Kedua, Jumilah,xSeanxMarta Efastri, &xSitixFadilahxmenelitixtentang

"UpayaxMeningkatkanxKreativitasxAnakxMelaluixPermainanxFinger painting Usiax5-6 Tahun di TKxHarapanxBundaxPekanbaru" Penelitianxdilaksanakan padaxagustusx2018xpenelitianxtindakanxkelas (PTK). Sukardixmenyebutkan bahwaxpenelitianxtindakanxkelasxadalahxcaraxsatu kelompok atau seseorang dalamxmengorganisasixsuatu kondisi sehinggaxmerekaxdapat mempelajari pengalamanxmerekaxdanxmembuatxpengalamanxmereka dapat diakses oleh orangxlain. Populasixpadaxpenelitianxinixmengambil populasi siswa-siswi kelas B1 TKxHarapanxBundaxdenganxjumlahxsiswax15 anak, 7 siswa perempuan dan 8.Berdasarkanxdataxawalxanakxdapatxdijelaskanxbahwaikemampuanxkreatifitas anakxTK Harapan Bunda sebelum di berikan permainan finger painting 55% dari 15 orang anak. Kretifitas anak mengalami peningkatan ini dapat di lihat pada tabel IV dari 55% menjadi 84% ini berkembang sesuai harapan.

Darixfaktaxdiatasxdapatxdijelaskanxbahwaxperkembanganxkreatifitas

anakxdipengaruhi oleh stimulusxyangxberupa rangsangan, doronganxdan kesempatanxuntukxmenggerakanxanggotaxbadannya yang ditunjukkan oleh

14 Rizki Wahyuni dan Erdiyanti, “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Finger Painting Menggunakan Tepung Singkong,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2020): 39, https://journal.student.uny.ac.id/index.php/pgpaud/article/view/581 ((Diakses online 5 Februari 2023).

(34)

kemampuanxanakxuntukxdapatxmelakukanxkegiatan yang menggunakan motorik halusxsesuaisdengansusianya.15

Relevansi antara denganxpenelitianxyang sedang dikaji memiliki kesamaan yaituxkeduanya sama-sama meneliti tentang finger painting, kemampuan motorik halus padaxanak dan kelompok usianya. Adapun perbedaannya terletak pada jenis penelitian, jumlah sampel, lokasi penelitian, tahun dilakukannya penelitian dan tehnik pengumpulan datanya.

Ketiga, Sumardi, Sima Mulyadi, dan Anisa Rosidah Sopa meneliti tentang

“Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Aktivitas Finger painting”. Pendekatan yang digunakan penelitian menggunakan pendekatan eksperimen. Teknikxpengumpulanxdataxpadaipenelitian ini yaitu denganimemberikanxtes perbuatanxdanistudiidokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pengukuranxpersentase. Bedasarkan hasil penelitian, penulisxmembuatxkesimpulanxbahwaxfinger paintingxsangatxefektif digunakanxuntukcmeningkatkanckemampuan pekembangan motorik halus anak.

Dataxhasil penelitian menunjukanibahwaxketerampilan motorik halus anak meningkatxsetelah diberikancintervensivdenganbhasilvyangvdiperolehvsebesar 85.3%.16

Relevansi antara denganbpenelitianbyang sedang dikajibmemiliki kesamaanbyaituvkeduanyavsama-samabmenelitibtentang finger painting, motorik halus pada anak, jenis pendekatan danikelompokiusianya. Adapuniperbedaannya

15 Jumilah, Sean Marta Efastri, dan Siti Fadilah, “Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Permainan Finger Painting Usia 5-6 Tahun Di TK Harapan Bunda Pekanbaru,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2, no. 1 (2018): 34–36, http://journal.unilak.ac.id/index.php/paud- lectura/article/view/1989 (Diakses online 4 Desember 2022).

16 Sumardi, Sima Mulyadi, dan dan Anisa Rosidah Sopa, “Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Aktivitas Finger Painting,” Jurnal Pendidikan Dan

Konseling 4, no. 4 (2022): 2304,

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/5776 (Diakses online 4 Desember 2022).

(35)

terletakipada lokasi penelitian, tahun dilakukannyaipenelitian, tehnik pengumpulanidataidaniteknikipengolahanidata.

Keempat, Anita Octaviana, Basri dan Uswatun Hasanah yang menggunakan penelitian tindakan kelas dengan judul “UpayaiMeningkatkan KeterampilaniMotorikiHalusiMelaluiiKegiataniFinger paintingiDi KoberiRofa SukadanaiLampungiTimur”, Penelitianiini menggunakanimetodeiPenelitian TindakaniKelas (PTK) dilakukan di Kober Rofa Sukadana Lampung, dimana subjek penelitiannyaiterdiriidarii17 anak, yakni 10 anakiperempuanidani7ianak laki-laki. Berdasarkan hasil Penelitian menunjukan adanyaipeningkatan keterampilanimotorikihalusianakidenganiindikatorihasil penilaian berkembang sesuaiiharapan. Dariihasilipenelitianijuga terdapat beberapaiperubahaniyang timbulipadaisaatikegiataniberlangsungiyaitu: 1) DalamikegiataniFinger painting dapatimenimbulkan semangatibaruibagi anak dalam berkarya seni; dan 2) Membantu anak dalam mengembangkan motorik halusnya, seperti mengkoordinasikanigerakanijari tanganidan mata. Perkembanganiiniidilihatidari kegiatanianakidalamimelaksanakanikegiatanimelukisijari.17

Relevansi antara denganipenelitianiyang sedang dikajiimemilikiikesamaan yaituikeduanyaisama-samaimenelitiitentang Finger painting, kemampuan motorik halus pada anakidanikelompokiusianya. Adapuniperbedaannya terletak padaijenis penelitian, lokasiipenelitian, jumlahisampel, tahun dilakukannya penelitian dan tehnik pengumpulanidatanya.

Kelima, penelitian yang dilakukaniTendri Hanafi yang berjudul

“PenerapaniFingeriPaintingiDalamiMeningkatkaniMotorik HalusiAnakiUsia 5-6 Tahun”. Penelitianiiniimenggunakanipendekatanikualitatif dengan teknik

17 Anita Octaviana, “Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Di Kober Rofa Sukadana Lampung Timur,” Jurnal Edukasi AUD 6, no. 2 (2020): 82–83, https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/jurnalaud/article/view/3811 (Diakses online 4 Desember 2022).

(36)

pengumpulanidataiObservasi, WawancaraidaniDokumentasi. Berdasarkan pada PenerapaniFingeriPainting dalamiMeningkatkaniMotorikiHalusiAnak Usia 5-6 TahunidiiTamaniKanak-kanakiTunas HarapaniDesaiSerdang JayaiKabupaten TanjungiJabung Barat, menunjukkanibahwaikemampuanimotorikihalusianak setelahimelakukanikegiatan iFinger paintingidapatimeningkatisecaraibaik. Pada saatikondisiiawalibelum berkembang secara optimal sesuai yang diharapkan.

DapatidiketahuiimotorikihalusianakiBelumiBerkembang (BB) sebanyaki6 anak denganipersentase 6%, Mulai Berkembang (MB) ada 11 anakidenganipersentase sekitar 55%, BerkembangiSesuaiiHarapan 3 anak dengan perolehan persentase 15% sementaraiyangiBerkembangiSangatibaik 0. Pada tahapiselanjutnyaisetelah dilakukanikegiataniFinger painting kemampuanimotorikihalus anak usia 5-6 tahunidiiTamaniKanak-kanakiTunas HarapanoSerdang Jaya Kabupaten Tanjung JabungiBarat berkembangisecaraioptimalisesuai yang diharapkan. Dapat diketahui motorikihalusianak Belum Berkembang (BB) sebanyak 0 anak Mulai Berkembang (MB) ada 4 anakidengan BerkembangiSesuai Harapan 8 anak sementaraiyangiBerkembang Sangat Baik. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan, kemampuanimotorikihalus anak usia 5-6 tahunidapat meningkat melaluiipenerapan Finger painting di Taman Kanak-kanakiTunasiHarapan SerdangxJaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat.18

Relevansi antara dengan penelitian yang sedang dikaji memiliki kesamaan yaitu keduanya sama-sama meneliti tentang Finger painting, motorikihalusipada anakidanikelompokiusianya. Adapuniperbedaannyaiterletakipadaijenisipenelitian, lokasiipenelitian, tahun dilakukannya penelitian, dan teknik pengumpulan datanya.

18 Tendri Hanafi, “Penerapan Finger Painting Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun,” Al-Miskawaih: Journal OfiScience Education 1, no. 1 (2022): 170–171, https://journal.centrism.or.id/index.php/mijose/article/view/113 (Diakses online 4 Desember 2022).

(37)

BAB II

KAJIAN TEORITIS A. Perkembangan Motorik Halus

1. Pengertian Perkembangan Motorik Halus

Perkembangan dalam bahasa inggris yaitu development. Perkembangan merupakan suatu struktur dengan berfungsinya semua anggota-anggota badan yang lebih kompleks secara sistematis dan juga dapat disebut sebagai hasil proses kematanganiseseorang. Perkembangan ini mengacu pada berbagai proses jaringan tubuh, sel tubuh, organ, dan sistem organ tubuh yang berkembang dengan fungsinya.1

MenurutiSuyadiimenyatakan bahwaiperkembanganimotorik halus adalah peningkatan koordinasi gerak tubuh yang melibatkan otot dan saraf yang sangat kecil dan detail. Bagianiinilahiyangidapatimengembangkaniketerampilan motorik halus, seperti kegiatanimeremasikertas, menyobek, menempel, menggunting menulis dan melukisidenganijariiatauifinger painting.2 Keterampilan Motorik halus adalah gerakan yang ringan seperti gerakan sederhana yang tidak berpindah tempat atau tidak membutuhkan banyak tenaga karena hanya melibatkan otot-otot kecil.3 Keterampilan motorik halus akan dapat berkembang secara optimal apabila terus dilatih dengan kegiatan yang dapat merangsang perkembangan motoriknya, agar tetap berkembang walaupun dalam berkembang dengan jarak yangiditempuhilamaikarenaiadanya hambatanidalamipergerakan.

1 Masganti Sitorus, Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: Prenada Media Grop, 2017).

2 Suyadi, Peran Kemampuan Motorik Untuk Perkembangan (Bandung: Erlangga, 2014).

3 Evivani Maria dan Renti Oktaria, “Permainan Finger Painting Untuk Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini,” Jurnal Warna: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini 5, no. 1 (2020): 26.

(38)

Keterampilan motorik halus adalah kegiataniyangimenggunakaniototihalus padaitangan. Gerakan ini membutuhkan kecepatan, ketelitian dan keterampilan menggerakan. Keterampilanimotorikihalusibiasanyaidigunakanidalam kegiatan belajar di dalam ruangan. Keterampilan Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, sehingga tidak terlalu memerlukan tenaga atau energi. Gerakan halus ini membutuhkan koordinasi yang cermat. Contoh gerakan halus seperti: gerakan mengambil sesuatu hanya menggunakan ibu jari atau jari telunjuk, gerakan memasukan benda kecil ke dalam lubang, membuat prakarya (menempel, melipat, menggunting, meremas), menggerakan lengan, siku, sampai bahu dan lain-lain. Dengan latihan yang tepat, gerakan kasar dan halus ini dapat ditingkatkan dalam hal kecepatan dan kecermatan. Sehingga anak lambat laun menjadi terampil dan mampu melakukan gerakan-gerakan yang diperlukanigunaipenyesuaianidirinya.

Perkembangan motorik halus menurut Hurlock adalah perkembangan pengendalian gerakan fisik melalui kegiatan pusatisaraf,saraf, dan otot yang terkoordinasi.4Haliiniiberartiiterdapatitigaiunsuripentingiyaitu otak, saraf dan otot yang menggambarkan bahwa masing-masing unsur menjadi satu kesatuan, saling berkaitan saling menunjang dan juga melengkapi satu sama lain, sepertiikegiatan menggenggam, melempar, menggambar, menangkap bola, dan menggunting.

MenurutiSlametiSuyantoibahwaidenganiadanya kemampuan motorik yang baik, makaitentunyaikemampuaniketerampilan dapat menumbuhkan kemandirian anak sejak dini, seperti halnya berpakaian dan merawat diri akan semakin baik juga. Kegiatan finger painting ini dapat membantu anak untuk melatih gerakan anggota tubuh, kemampuan mengendalikan gerakan tubuh sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan.5 Misalnya pada aktivitas makan, minum, berlari,

4 Elizabeth Hurlock, Perkembangan Anak (Jakarta: Erlangga, 1998).

5 Slamet Suyanto, Penilaian Pengembangan Fisik Motorik (Bandung: Mizan, 2009).

(39)

meloncat, melemper, melambungkan, mengocok, menekuk, meregangkan otot- otot, mengendarai sepeda dan menyetir mobil membutuhkan koordinasi anggota tubuh yang berbeda. Melaluiikegiatan finger painting ini diharapkan anak dapat belajar tahapikognitifimelaluiipengetahuan.

Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang terorganisir dengan baik, seperti menggengam mainan, mengancingkanibaju, atau melakukan sesuatu yang membutuhkan keterampilan tanganimenunjukaniketerampilanimotorik halus sesuai yangidikemukakan oleh Santrock.6 Dalam pembelajaran yang akan dilakukan di sekolah sepertiibelajar menggerakan jari denganimenggunakan cat untuk mendapatkan lukisan yang diinginkan, belajar mengenai warna yang digunakan dalam finger painting, dan belajar mengendalikan jari-jari untukimenggambar. Selain itu, anak jugaidiharapkan dapat belajar tentang kegiatan finger painting seperti fungsi dan manfaat gerakan jari saat melukis.

Anak juga diharapkan mampu mengkoordinasinasikan dan menggunakan jari- jarinya dalam kegiatan lain seperti memakai sepatu, mengancingkan baju, dan menggunakan alat tulis seperti menulis dengan membuat berbagai bentuk coretan yang bermakna, menulis dan membuat gambar.7

Desmita menyatakan bahwa motorik halus adalah gerakan-gerakan tubuhiatau bagian-bagianitubuhiyang disengaja, otomatis, cepatidaniakurat. Saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan motorik halus, maka perkembangan otot-otot halus juga berfungsi untuk melakukan gerakan.

Keterampilanimotorik adalah keterampilan alami yang akan digunakan seumur hidup namun demikian anak dalam masa perkembangan harus difasilitasi untuk

6 Ahmad Rudiyanto, Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini (Lampung: Darussalam Press Lampung, 2016).

7 Tendri Hanafi, “Penerapan Finger Painting Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun,” Al-Miskawaih: Journal Of Science Education 1, no. 1 (2022): 161.

(40)

mengembangkan keterampilanimotoriknya. Anakidenganiketerampilanimotorik halus yangibaik akan mudah mempelajariihal-hal baru dengan mudah yang sangat berguna dalam menjalaniipendidikan.8

Perkembangan motorikihalus padaianak dapat dilihat dari tingkatan kelompok usianya. Aspek perkembangan motorik kasar memiliki standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA) yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 tahun 2014. Berikut tingkat pencapaian perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun :

1. Menggambar sesuai gagasannya 2. Meniru bentuk

3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan 4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar 5. Menggunting sesuai dengan pola

6. Menempel gambar dengan tepat

7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci9

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa motorik halus adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu saja yang dikendalikan oleh otot-otot kecil pada tubuh seperti pergelanganitangan, jari-jari untuk melatih ketangkasan, ketelitian dan koordinasi mata-tanganiberfungsiidenganibaik.

8 Melinda, “Pengaruh Melukis Menggunakan Tehnik Finger Painting Terhadap Keterampilan Motorik Halus Pada Taman Kanak-Kanak” (Universitas pendidikan Indonesia, 2013).

9 Permendikbud, “Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 Tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA).,” .

(41)

2. Tujuan dan Manfaat Motorik Halus

Pada Anak Usia dini keterampilan motorik halus dapat dikembangkan melalui latihan manual yang menggunakan alat/media seperti kuas, pensil, kertas gunting, tanah liat, dan lain-lain.10 Tujuan motorik halus usia 5-6 tahun bertujuan supaya anak mampu menggerakkan yang berhubungan dengan jari jemari seperti kesiapan menulis, menggambar, dan memanipulasi benda-benda. Menurut Sumantri tujuan keterampilan motorik halus di usia 4-6 tahun yaitu:

1. Anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halus yang berhubungan denganiketerampilanigerakikeduaitangan

b. Anak dapat mengkoordinasikan indra mataidaniaktivitasitangan

c. Anak dapat menggerakkan anggota tubuh yangiberhubunganidengan gerakan jari seperti kesiapan menulis, menggambar dan memanipulasi benda-benda.

d. Anak mampu mengendalikan emosi dengan beraktivitas.11

MenurutiSaputra dan Rudyanto menjelaskan perkembangan motorik halus anak yaitu:

a. Dapat menggunakaniotot keciliseperti jari.

b. Mampu mengkoordinasikan kecepatan tangan-mata.

c. Mampu mengendalikan emosi.12

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan keterampilan motorik halus adalah untuk mengembangkan keterampilannya agar anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halusnya melalui penggunaan jari tangan dan koordinasi mata yang optimal lagi seperti kegiatan finger painting

10 John W.Santrock, Ibid, h 127

11 Hatia Gay, Bahran Taib, dan Haryati, “Penerapan Kegiatan Meronce Berbahan Alam Untuk Meningkatkan Motorik Halus Pada Anak Usia 5-6 Tahun,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, no. 1 (2020): 35.

12 Samsuddin, Pembelajaran Motorik Di Taman Kanak-Kanak (Jakarta: Prenada Media Grop, 2013).

(42)

untuk mengekspresikaniemosiidanipotensiidiriidalamiberbagaiikegiatan yang memerlukan ototihalus. Sedangkan manfaatidariiketerampilanimotorik halus adalahisebagai pendukungiaspekiperkembanganiyang lainnya, karena satu aspek saling berkaitan dengan aspek lainnya, selainijugaimenjadikanianak lebih terampil dalam mengkoordinasikan mata dan tangan untuk menyelesaikan tugas dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak sebagai bekal anak kelak di masa yang akan datang.

Perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan melalui kegiatan finger painting atau melukis dengan jari. Melalui kegiatan finger painting anakidapatibermainisekaligusibelajar. Kegiatan finger painting akan membantuianakiuntuk belajarimenggunakanijarinya untuk melukis. Anak akan antusias dalam menerima kegiatanipengembanganiapabilaikegiatan yang diberikan disukaiiolehianakidanisesuai dengan tingkat usia perkembangannya.

3. Karakteristik Keterampilan Motorik Halus Anak

Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Menurut Hurlock (1996) melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya sendiri dan memperoleh perasaan senang.13 Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang dilakukan dengan otot halus yang membantu anak untuk belajar dan berlatih.

Kedua keterampilan itu berpengaruhisupayaianakidapatiberkembangisecara optimal. Nurani mengatakan terdapat beberapa karakteristik motorik halus pada Anak Usia Dini: i

a. Meningkatkan perkembangan otot otot kecil, koordinasi antara mata dan tangan berkembang dengan baik.

13 Fitri andriani, Psikologi Perkembangan Dan Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta : PT Fajar Interpratama Mandiri, 2016).

(43)

b. Peningkatan penguasaan keterampilan motorik halus, meliputi kemampuan menggunakan pensil, gunting dan lain lain.

c. Mampu menjiplak gambar geometri.

d. Memotong pada garis14

Menurut sumantri, pada usia 5 tahun kemampuan motorik halus anak sudah dapat berkembang secara maksimal karena tangan, lengan dan tubuh bergerak di bawah koordinasi visual. Anak dapat menjadi kreatif dan melakukan aktivitas yang lebih beragam. Dan pada akhir usia 6 tahun anak telah belajar menggunakan jari-jari tangannyaiuntukimenggerakkaniujungipensil.15

4. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus

Keterampilan Motorik halusimaupunikasaritidakidapat dikembangkan hanya melaluiikematangan fungsi organ saja, melainkaniketerampilaniituiharus dipelajari. Menurut Ruminin dan Siti Sundari adaibeberapaifaktoriyangidapat mempengaruhi kemampuan motorikianak, antara lain:

a. Faktor genetik

Kecenderungan genetik (faktor keturunan), berkaitan dengan faktor genenetik yang dimiliki oleh kedua orang tuanya yang akan menurun pada perkembangan anaknya.

b. Faktor kesehatan pada periode prenatal

Berkaitan denganikeaktifaniselama didalam kandunganidengan keadaan sehat, tidak keracunan, tidak kekurangan gizi, tidak kekurangan vitamin, dapat membantu memperlancar perkembangan motorik anak.

14 Yuliani Nuraini, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: PT. Indeks, 2013).

15 Sumantri, Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini (Jakarta:Depdiknas, 2005).

Gambar

Tabel 3. 1   Desain Penelitian ...............................................................................
Tabel 4. 10   Kategorisasi  Persentase  (Post-test)  Perkembangan  Motorik  Halus Anak Usia Dini Kelas B di Kelompok Bermain Pahlawan ...
Gambar 2. 1  Bentuk Finger Painting ..................................................................
Gambar 2. 1 Bentuk Finger Painting
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperoleh cara penerapan metode finger painting dalam mengembangkan kemampuan motorik

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperoleh cara penerapan metode finger painting dalam mengembangkan kemampuan motorik

membentuknya motorik halus anak salah satunya dengan melakukan kegiatan pembelajaran Finger Painting yang diterapkan dalam kegiatan bimbingan belajar di Rumah Pintar,

Terdapat pengaruh yang signifikan antara finger painting terhadap kemampuan motorik halus dalam kegiatan menggambar anak usia 5-6 tahun di TK Falmboyant

Hal ini sesuai dengan manfaat bermain finger painting yang dikatakan oleh Maghfirah & Putri (2017) bahwa kegiatan finger painting sangat bermanfaat untuk

Melalui kegiatan finger painting atau melukis dengan jari, dapat melatih kemampuan motorik halus anak karena jari-jari anak akan bergerak dan bergesekan dengan cat dan media lukisnya,

Sedangkan faktor penghambat internal dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Finger Painting pada kelompok A di POS PAUD Anggrek Kecamatan Rawamerta

Pernyataan Persepsi Generasi Millenial Terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian Di Desa Galung Lombok, Kab Polewali Mandar No Pernyataan Persepsi Jumlah Pernyataan Skor 1 – 5 % Rata-