BAB II KAJIAN TEORITIS
A. Perkembangan Motorik Halus
Keterampilan motorik halus adalah kegiataniyangimenggunakaniototihalus padaitangan. Gerakan ini membutuhkan kecepatan, ketelitian dan keterampilan menggerakan. Keterampilanimotorikihalusibiasanyaidigunakanidalam kegiatan belajar di dalam ruangan. Keterampilan Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, sehingga tidak terlalu memerlukan tenaga atau energi. Gerakan halus ini membutuhkan koordinasi yang cermat. Contoh gerakan halus seperti: gerakan mengambil sesuatu hanya menggunakan ibu jari atau jari telunjuk, gerakan memasukan benda kecil ke dalam lubang, membuat prakarya (menempel, melipat, menggunting, meremas), menggerakan lengan, siku, sampai bahu dan lain-lain. Dengan latihan yang tepat, gerakan kasar dan halus ini dapat ditingkatkan dalam hal kecepatan dan kecermatan. Sehingga anak lambat laun menjadi terampil dan mampu melakukan gerakan-gerakan yang diperlukanigunaipenyesuaianidirinya.
Perkembangan motorik halus menurut Hurlock adalah perkembangan pengendalian gerakan fisik melalui kegiatan pusatisaraf,saraf, dan otot yang terkoordinasi.4Haliiniiberartiiterdapatitigaiunsuripentingiyaitu otak, saraf dan otot yang menggambarkan bahwa masing-masing unsur menjadi satu kesatuan, saling berkaitan saling menunjang dan juga melengkapi satu sama lain, sepertiikegiatan menggenggam, melempar, menggambar, menangkap bola, dan menggunting.
MenurutiSlametiSuyantoibahwaidenganiadanya kemampuan motorik yang baik, makaitentunyaikemampuaniketerampilan dapat menumbuhkan kemandirian anak sejak dini, seperti halnya berpakaian dan merawat diri akan semakin baik juga. Kegiatan finger painting ini dapat membantu anak untuk melatih gerakan anggota tubuh, kemampuan mengendalikan gerakan tubuh sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan.5 Misalnya pada aktivitas makan, minum, berlari,
4 Elizabeth Hurlock, Perkembangan Anak (Jakarta: Erlangga, 1998).
5 Slamet Suyanto, Penilaian Pengembangan Fisik Motorik (Bandung: Mizan, 2009).
meloncat, melemper, melambungkan, mengocok, menekuk, meregangkan otot- otot, mengendarai sepeda dan menyetir mobil membutuhkan koordinasi anggota tubuh yang berbeda. Melaluiikegiatan finger painting ini diharapkan anak dapat belajar tahapikognitifimelaluiipengetahuan.
Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang terorganisir dengan baik, seperti menggengam mainan, mengancingkanibaju, atau melakukan sesuatu yang membutuhkan keterampilan tanganimenunjukaniketerampilanimotorik halus sesuai yangidikemukakan oleh Santrock.6 Dalam pembelajaran yang akan dilakukan di sekolah sepertiibelajar menggerakan jari denganimenggunakan cat untuk mendapatkan lukisan yang diinginkan, belajar mengenai warna yang digunakan dalam finger painting, dan belajar mengendalikan jari-jari untukimenggambar. Selain itu, anak jugaidiharapkan dapat belajar tentang kegiatan finger painting seperti fungsi dan manfaat gerakan jari saat melukis.
Anak juga diharapkan mampu mengkoordinasinasikan dan menggunakan jari- jarinya dalam kegiatan lain seperti memakai sepatu, mengancingkan baju, dan menggunakan alat tulis seperti menulis dengan membuat berbagai bentuk coretan yang bermakna, menulis dan membuat gambar.7
Desmita menyatakan bahwa motorik halus adalah gerakan-gerakan tubuhiatau bagian-bagianitubuhiyang disengaja, otomatis, cepatidaniakurat. Saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan motorik halus, maka perkembangan otot-otot halus juga berfungsi untuk melakukan gerakan.
Keterampilanimotorik adalah keterampilan alami yang akan digunakan seumur hidup namun demikian anak dalam masa perkembangan harus difasilitasi untuk
6 Ahmad Rudiyanto, Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini (Lampung: Darussalam Press Lampung, 2016).
7 Tendri Hanafi, “Penerapan Finger Painting Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun,” Al-Miskawaih: Journal Of Science Education 1, no. 1 (2022): 161.
mengembangkan keterampilanimotoriknya. Anakidenganiketerampilanimotorik halus yangibaik akan mudah mempelajariihal-hal baru dengan mudah yang sangat berguna dalam menjalaniipendidikan.8
Perkembangan motorikihalus padaianak dapat dilihat dari tingkatan kelompok usianya. Aspek perkembangan motorik kasar memiliki standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA) yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 tahun 2014. Berikut tingkat pencapaian perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun :
1. Menggambar sesuai gagasannya 2. Meniru bentuk
3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan 4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar 5. Menggunting sesuai dengan pola
6. Menempel gambar dengan tepat
7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci9
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa motorik halus adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu saja yang dikendalikan oleh otot-otot kecil pada tubuh seperti pergelanganitangan, jari-jari untuk melatih ketangkasan, ketelitian dan koordinasi mata-tanganiberfungsiidenganibaik.
8 Melinda, “Pengaruh Melukis Menggunakan Tehnik Finger Painting Terhadap Keterampilan Motorik Halus Pada Taman Kanak-Kanak” (Universitas pendidikan Indonesia, 2013).
9 Permendikbud, “Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 Tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA).,” .
2. Tujuan dan Manfaat Motorik Halus
Pada Anak Usia dini keterampilan motorik halus dapat dikembangkan melalui latihan manual yang menggunakan alat/media seperti kuas, pensil, kertas gunting, tanah liat, dan lain-lain.10 Tujuan motorik halus usia 5-6 tahun bertujuan supaya anak mampu menggerakkan yang berhubungan dengan jari jemari seperti kesiapan menulis, menggambar, dan memanipulasi benda-benda. Menurut Sumantri tujuan keterampilan motorik halus di usia 4-6 tahun yaitu:
1. Anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halus yang berhubungan denganiketerampilanigerakikeduaitangan
b. Anak dapat mengkoordinasikan indra mataidaniaktivitasitangan
c. Anak dapat menggerakkan anggota tubuh yangiberhubunganidengan gerakan jari seperti kesiapan menulis, menggambar dan memanipulasi benda-benda.
d. Anak mampu mengendalikan emosi dengan beraktivitas.11
MenurutiSaputra dan Rudyanto menjelaskan perkembangan motorik halus anak yaitu:
a. Dapat menggunakaniotot keciliseperti jari.
b. Mampu mengkoordinasikan kecepatan tangan-mata.
c. Mampu mengendalikan emosi.12
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan keterampilan motorik halus adalah untuk mengembangkan keterampilannya agar anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halusnya melalui penggunaan jari tangan dan koordinasi mata yang optimal lagi seperti kegiatan finger painting
10 John W.Santrock, Ibid, h 127
11 Hatia Gay, Bahran Taib, dan Haryati, “Penerapan Kegiatan Meronce Berbahan Alam Untuk Meningkatkan Motorik Halus Pada Anak Usia 5-6 Tahun,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, no. 1 (2020): 35.
12 Samsuddin, Pembelajaran Motorik Di Taman Kanak-Kanak (Jakarta: Prenada Media Grop, 2013).
untuk mengekspresikaniemosiidanipotensiidiriidalamiberbagaiikegiatan yang memerlukan ototihalus. Sedangkan manfaatidariiketerampilanimotorik halus adalahisebagai pendukungiaspekiperkembanganiyang lainnya, karena satu aspek saling berkaitan dengan aspek lainnya, selainijugaimenjadikanianak lebih terampil dalam mengkoordinasikan mata dan tangan untuk menyelesaikan tugas dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak sebagai bekal anak kelak di masa yang akan datang.
Perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan melalui kegiatan finger painting atau melukis dengan jari. Melalui kegiatan finger painting anakidapatibermainisekaligusibelajar. Kegiatan finger painting akan membantuianakiuntuk belajarimenggunakanijarinya untuk melukis. Anak akan antusias dalam menerima kegiatanipengembanganiapabilaikegiatan yang diberikan disukaiiolehianakidanisesuai dengan tingkat usia perkembangannya.
3. Karakteristik Keterampilan Motorik Halus Anak
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Menurut Hurlock (1996) melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya sendiri dan memperoleh perasaan senang.13 Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang dilakukan dengan otot halus yang membantu anak untuk belajar dan berlatih.
Kedua keterampilan itu berpengaruhisupayaianakidapatiberkembangisecara optimal. Nurani mengatakan terdapat beberapa karakteristik motorik halus pada Anak Usia Dini: i
a. Meningkatkan perkembangan otot otot kecil, koordinasi antara mata dan tangan berkembang dengan baik.
13 Fitri andriani, Psikologi Perkembangan Dan Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta : PT Fajar Interpratama Mandiri, 2016).
b. Peningkatan penguasaan keterampilan motorik halus, meliputi kemampuan menggunakan pensil, gunting dan lain lain.
c. Mampu menjiplak gambar geometri.
d. Memotong pada garis14
Menurut sumantri, pada usia 5 tahun kemampuan motorik halus anak sudah dapat berkembang secara maksimal karena tangan, lengan dan tubuh bergerak di bawah koordinasi visual. Anak dapat menjadi kreatif dan melakukan aktivitas yang lebih beragam. Dan pada akhir usia 6 tahun anak telah belajar menggunakan jari-jari tangannyaiuntukimenggerakkaniujungipensil.15
4. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus
Keterampilan Motorik halusimaupunikasaritidakidapat dikembangkan hanya melaluiikematangan fungsi organ saja, melainkaniketerampilaniituiharus dipelajari. Menurut Ruminin dan Siti Sundari adaibeberapaifaktoriyangidapat mempengaruhi kemampuan motorikianak, antara lain:
a. Faktor genetik
Kecenderungan genetik (faktor keturunan), berkaitan dengan faktor genenetik yang dimiliki oleh kedua orang tuanya yang akan menurun pada perkembangan anaknya.
b. Faktor kesehatan pada periode prenatal
Berkaitan denganikeaktifaniselama didalam kandunganidengan keadaan sehat, tidak keracunan, tidak kekurangan gizi, tidak kekurangan vitamin, dapat membantu memperlancar perkembangan motorik anak.
14 Yuliani Nuraini, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: PT. Indeks, 2013).
15 Sumantri, Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini (Jakarta:Depdiknas, 2005).
c. Faktor kesulitan dalam melahirkan
Faktor kesulitan dalam melahirkan misalnya dalam kelahiran dengan menggunakan bantuan alat vacum, tang kesehatan bayi mengalami kerusakan otak dan akan memperlambat motorik bayi.
d. Kesehatan dan gizi
Kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan melahirkan akan mempercepat perkembangan motorik bayi.
e. Rangsangan
Adanya rangsangan, bimbingan dan kesematan anak untuk menggerakkan semua bagian tubuh akan mempercepat perkembangan motorik bayi.
f. Perlindungan
Perlindungan yang berlebihan sehingga tidak ada waktu untuk bergerak, misalnya anak hanya digendong terus, ingin naik tangga tidak boleh, akibatnya akan menghambat motorik anak
g. Premature
Kelahiran sebelum masanya disebut prematur, biasanya akan memperlambat perkembangan motorik anak
h. Kelainan
Individu yang mengalami kelaian baik fisik maupun psikis social dan mental biasanya akan mengalami hambatan dalam perkembangannya
i. Kebudayaan
Peraturan daerah setempat dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak misalnya daerah yang tidak mengizinkan anak naik sepeda maka tidak diberi pelajaran naik sepeda roda tiga.16
16 Sukanti Endang, Perkembangan Motorik (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2007).
Berdasarkanikesimpulanidiatas, dapat disimpulkan bahwa setiap tahap perkembangan motorik anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari tingkat perkembangan usia dan dari faktor genetik atau bawaan. Secara khusus, perkembangan motorik anak dapat ditunjukkan dengan kemampuannya menggerakkan tubuh, khususnyaikoordinasi tangan dengan mata sebagaiipersiapaniuntukimenulis.