BAB 1 PENDAHULUAN
F. Kajian Penelitian Yang Relevan
Adapun beberapa penelitian yangxpalingxrelevan denganxpermainan modernxFingerxPainting terhadap perkembangan motorik halus pada anak, yaitu:
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Rizki Wahyuni dan Erdiyanti meneliti tentang “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Finger painting Menggunakan Tepung Singkong”. Pendekatan yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B KB Nurr‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi yang berjumlah 13 orang anak, terdiri dari 6 anak laki laki dan 7 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti bahwa kegiatan finger painting menggunakan tepung singkong untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelas B KB Nur‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi pada empat indikator perkembangannya yaitu Anak mampu menggunakan jari tangan kanan dan kiri dapat dapat mengambil cat tepung singkong dan menggoreskannya di atas kertas, Anak melihat ketika sedang mengambil cat air, Anak mampu menggerakkan ujung jari-jari dan telapak tangan kanan/kiri kedepan, kebelakang dan mendekatkan kelima jari tangan kanan/kiri sehingga dapat menyatu, Anak dapat memutar telapak tangan kanan dan kiri, memiliki capaian perkembangan pada penilaian yaitu berkembang sangat baik (BSB) dengan ketuntasan kemampuan perkembangan baik (90%, 85%, 80%) dan cukup (70%). Jadi kesimpulannya melalui kegiatan finger painting menggunakan tepung singkong dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelas B KB Nur‟ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi. Hal ini dapat dilihat hasil observasi yang menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak mengalami perubahan yang sangat baik. Pada pra siklus atau sebelum dilakukan tindakan penelitian anak yang dikatakan tuntas mencapai 23,07%, pada siklus I
anak yang tuntas mencapai 61,53% dan pada siklus II anak yang tuntas mencapai 84,61%.14
Relevansi antara denganxpenelitianxyang sedang dikajixmemiliki kesamaanxyaituxkeduanyaxsama-samaxmenelitixtentang finger painting, motorik halus padaxanakxdanxkelompokxusianya. Adapunxperbedaannya terletak pada jenis penelitian, lokasi penelitian, jumlah subjek, tahunxdilakukannyaxpenelitian danxteknikxanalisisxdatanya.
Kedua, Jumilah,xSeanxMarta Efastri, &xSitixFadilahxmenelitixtentang
"UpayaxMeningkatkanxKreativitasxAnakxMelaluixPermainanxFinger painting Usiax5-6 Tahun di TKxHarapanxBundaxPekanbaru" Penelitianxdilaksanakan padaxagustusx2018xpenelitianxtindakanxkelas (PTK). Sukardixmenyebutkan bahwaxpenelitianxtindakanxkelasxadalahxcaraxsatu kelompok atau seseorang dalamxmengorganisasixsuatu kondisi sehinggaxmerekaxdapat mempelajari pengalamanxmerekaxdanxmembuatxpengalamanxmereka dapat diakses oleh orangxlain. Populasixpadaxpenelitianxinixmengambil populasi siswa-siswi kelas B1 TKxHarapanxBundaxdenganxjumlahxsiswax15 anak, 7 siswa perempuan dan 8.Berdasarkanxdataxawalxanakxdapatxdijelaskanxbahwaikemampuanxkreatifitas anakxTK Harapan Bunda sebelum di berikan permainan finger painting 55% dari 15 orang anak. Kretifitas anak mengalami peningkatan ini dapat di lihat pada tabel IV dari 55% menjadi 84% ini berkembang sesuai harapan.
Darixfaktaxdiatasxdapatxdijelaskanxbahwaxperkembanganxkreatifitas
anakxdipengaruhi oleh stimulusxyangxberupa rangsangan, doronganxdan kesempatanxuntukxmenggerakanxanggotaxbadannya yang ditunjukkan oleh
14 Rizki Wahyuni dan Erdiyanti, “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Finger Painting Menggunakan Tepung Singkong,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2020): 39, https://journal.student.uny.ac.id/index.php/pgpaud/article/view/581 ((Diakses online 5 Februari 2023).
kemampuanxanakxuntukxdapatxmelakukanxkegiatan yang menggunakan motorik halusxsesuaisdengansusianya.15
Relevansi antara denganxpenelitianxyang sedang dikaji memiliki kesamaan yaituxkeduanya sama-sama meneliti tentang finger painting, kemampuan motorik halus padaxanak dan kelompok usianya. Adapun perbedaannya terletak pada jenis penelitian, jumlah sampel, lokasi penelitian, tahun dilakukannya penelitian dan tehnik pengumpulan datanya.
Ketiga, Sumardi, Sima Mulyadi, dan Anisa Rosidah Sopa meneliti tentang
“Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Aktivitas Finger painting”. Pendekatan yang digunakan penelitian menggunakan pendekatan eksperimen. Teknikxpengumpulanxdataxpadaipenelitian ini yaitu denganimemberikanxtes perbuatanxdanistudiidokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pengukuranxpersentase. Bedasarkan hasil penelitian, penulisxmembuatxkesimpulanxbahwaxfinger paintingxsangatxefektif digunakanxuntukcmeningkatkanckemampuan pekembangan motorik halus anak.
Dataxhasil penelitian menunjukanibahwaxketerampilan motorik halus anak meningkatxsetelah diberikancintervensivdenganbhasilvyangvdiperolehvsebesar 85.3%.16
Relevansi antara denganbpenelitianbyang sedang dikajibmemiliki kesamaanbyaituvkeduanyavsama-samabmenelitibtentang finger painting, motorik halus pada anak, jenis pendekatan danikelompokiusianya. Adapuniperbedaannya
15 Jumilah, Sean Marta Efastri, dan Siti Fadilah, “Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Permainan Finger Painting Usia 5-6 Tahun Di TK Harapan Bunda Pekanbaru,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2, no. 1 (2018): 34–36, http://journal.unilak.ac.id/index.php/paud- lectura/article/view/1989 (Diakses online 4 Desember 2022).
16 Sumardi, Sima Mulyadi, dan dan Anisa Rosidah Sopa, “Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Aktivitas Finger Painting,” Jurnal Pendidikan Dan
Konseling 4, no. 4 (2022): 2304,
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/5776 (Diakses online 4 Desember 2022).
terletakipada lokasi penelitian, tahun dilakukannyaipenelitian, tehnik pengumpulanidataidaniteknikipengolahanidata.
Keempat, Anita Octaviana, Basri dan Uswatun Hasanah yang menggunakan penelitian tindakan kelas dengan judul “UpayaiMeningkatkan KeterampilaniMotorikiHalusiMelaluiiKegiataniFinger paintingiDi KoberiRofa SukadanaiLampungiTimur”, Penelitianiini menggunakanimetodeiPenelitian TindakaniKelas (PTK) dilakukan di Kober Rofa Sukadana Lampung, dimana subjek penelitiannyaiterdiriidarii17 anak, yakni 10 anakiperempuanidani7ianak laki-laki. Berdasarkan hasil Penelitian menunjukan adanyaipeningkatan keterampilanimotorikihalusianakidenganiindikatorihasil penilaian berkembang sesuaiiharapan. Dariihasilipenelitianijuga terdapat beberapaiperubahaniyang timbulipadaisaatikegiataniberlangsungiyaitu: 1) DalamikegiataniFinger painting dapatimenimbulkan semangatibaruibagi anak dalam berkarya seni; dan 2) Membantu anak dalam mengembangkan motorik halusnya, seperti mengkoordinasikanigerakanijari tanganidan mata. Perkembanganiiniidilihatidari kegiatanianakidalamimelaksanakanikegiatanimelukisijari.17
Relevansi antara denganipenelitianiyang sedang dikajiimemilikiikesamaan yaituikeduanyaisama-samaimenelitiitentang Finger painting, kemampuan motorik halus pada anakidanikelompokiusianya. Adapuniperbedaannya terletak padaijenis penelitian, lokasiipenelitian, jumlahisampel, tahun dilakukannya penelitian dan tehnik pengumpulanidatanya.
Kelima, penelitian yang dilakukaniTendri Hanafi yang berjudul
“PenerapaniFingeriPaintingiDalamiMeningkatkaniMotorik HalusiAnakiUsia 5-6 Tahun”. Penelitianiiniimenggunakanipendekatanikualitatif dengan teknik
17 Anita Octaviana, “Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Di Kober Rofa Sukadana Lampung Timur,” Jurnal Edukasi AUD 6, no. 2 (2020): 82–83, https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/jurnalaud/article/view/3811 (Diakses online 4 Desember 2022).
pengumpulanidataiObservasi, WawancaraidaniDokumentasi. Berdasarkan pada PenerapaniFingeriPainting dalamiMeningkatkaniMotorikiHalusiAnak Usia 5-6 TahunidiiTamaniKanak-kanakiTunas HarapaniDesaiSerdang JayaiKabupaten TanjungiJabung Barat, menunjukkanibahwaikemampuanimotorikihalusianak setelahimelakukanikegiatan iFinger paintingidapatimeningkatisecaraibaik. Pada saatikondisiiawalibelum berkembang secara optimal sesuai yang diharapkan.
DapatidiketahuiimotorikihalusianakiBelumiBerkembang (BB) sebanyaki6 anak denganipersentase 6%, Mulai Berkembang (MB) ada 11 anakidenganipersentase sekitar 55%, BerkembangiSesuaiiHarapan 3 anak dengan perolehan persentase 15% sementaraiyangiBerkembangiSangatibaik 0. Pada tahapiselanjutnyaisetelah dilakukanikegiataniFinger painting kemampuanimotorikihalus anak usia 5-6 tahunidiiTamaniKanak-kanakiTunas HarapanoSerdang Jaya Kabupaten Tanjung JabungiBarat berkembangisecaraioptimalisesuai yang diharapkan. Dapat diketahui motorikihalusianak Belum Berkembang (BB) sebanyak 0 anak Mulai Berkembang (MB) ada 4 anakidengan BerkembangiSesuai Harapan 8 anak sementaraiyangiBerkembang Sangat Baik. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan, kemampuanimotorikihalus anak usia 5-6 tahunidapat meningkat melaluiipenerapan Finger painting di Taman Kanak-kanakiTunasiHarapan SerdangxJaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat.18
Relevansi antara dengan penelitian yang sedang dikaji memiliki kesamaan yaitu keduanya sama-sama meneliti tentang Finger painting, motorikihalusipada anakidanikelompokiusianya. Adapuniperbedaannyaiterletakipadaijenisipenelitian, lokasiipenelitian, tahun dilakukannya penelitian, dan teknik pengumpulan datanya.
18 Tendri Hanafi, “Penerapan Finger Painting Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun,” Al-Miskawaih: Journal OfiScience Education 1, no. 1 (2022): 170–171, https://journal.centrism.or.id/index.php/mijose/article/view/113 (Diakses online 4 Desember 2022).