• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Hasil Uji Hipotesis

63

heteroskedastisitas tidak terjadi pada model regresi, sehingga dalam memprediksi peningkatan kinerja manajerial berdasarkan obedience pressure dan time budget pressure yang dimoderasi oleh task complexity model regresi layak dipakai.

Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.17 Menerangkan nilai R Square sebesar 0,551 atau sama dengan 55,1%. Hal ini menunjukkan bahwa 55,1% audit judgement dapat dipengaruhi variabel obedience pressure dan time budget pressure. Sisanya sebesar 44,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

b. Uji Regresi Secara Simultan (Uji F)

Uji ini ditujukan sejauh mana variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel terikat, jika nilai signifikan dari Fhitung lebih rendah tingkat kesalahan (alpha) 0,05 (5%) dapat dikatakan bahwa variabel terikat secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel bebas. Berikut hasil uji F, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.18

Hasil Uji Regresi Secara Simultan (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 226,846 2 113,423 24,553 ,000b

Residual 184,782 40 4,620

Total 411,628 42

a. Dependent Variable: Audit Judgement

b. Predictors: (Constant), Time Budget Pressure, Obedience Pressure

Sumber:Output SPSS 21 (2022)

Berdasarkan tabel 4.18 di atas berarti variabel obedience pressure dan time budget pressure secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit judgement.

Dalam pengujian regresi berganda menerangkan Fhitung sebesar 24,553 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, dimana nilai Fhitung 24,553 lebih besar dari nilai Ftabel

sebesar 3,232 (df1 = 2 dan df2 = 43-3 = 40).

65

c. Uji Regresi Secara Persial (Uji T)

Uji ini ditujukan sejauh mana pengaruh dari satu variabel bebas secara individual dalam memengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dikatakan berpengaruh jika besarnya sig < 0,05.

Tabel 4.19

Hasil Uji Regresi Secara Parsial (Uji t) Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 49,618 3,231 15,358 ,000

Obedience Pressure -,535 ,129 -,517 -4,153 ,000 Time Budget

Pressure

-,488 ,187 -,326 -2,615 ,013

a. Dependent Variable: Audit Judgement Sumber: Output SPSS 21 (2022)

Berdasarkan data tabel 4.19 di atas dapat dianalisis model estimasi sebagai berikut :

Y = 49,618 – 0,535 – 0,488 + e Keterangan

Y = Audit Judgement α = Konstanta β1β2 = Koefisien Regresi X1 = Obedience Pressure X2 = Time Budget Pressure E = error yaitu nilai dari residu

Dari persamaan di atas dijelaskan bahwa:

1) Pada model regresi ini nilai konstanta sebesar 49,618 menunjukkan bahwa jika variabel independen (obedience pressure dan time budget pressure) di asumsikan sama dengan nol, maka audit judgement akan meningkat sebesar 49,618

2) Nilai koefisien regresi variabel obedience pressure (X1) sebesar -0,535.

Pada penelitian ini dapat diartikan bahwa ketika variabel obedience pressure mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka audit judgement akan mengalami penurunan sebesar -0,535.

3) Nilai koefisien regresi time budget pressure (X2) sebesar -0,488. Pada penelitian ini dapat diartikan bahwa ketika variabel time budget pressure mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka audit judgement akan mengalami penurunan sebesar -0,488.

Hasil interpretasi atas hipotesis penelitian (H1 dan H2) yang diajukan dapat dilihat sebagai berikut:

1) Obedience pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgement (H1)

Berdasarkan pada tabel 4.19 diatas, dapat dilihat bahwa variabel obidience pressure memiliki t hitung sebesar -4,153 < t tabel sebesar 2,021 (sig = 0,05 dan df = n-k, yaitu 43-3 = 40) dengan koefisien beta unstandardized sebesar -0,535 dan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (5%), maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti obedience pressure berpengaruh negatif terhadap audit judgement terbukti dan dapat

67

diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya obedience pressure, maka kualitas audit judgement akan menurun.

2) Time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgement (H2)

Berdasarkan tabel 4.19 dapat dilihat bahwa variabel time budget pressure memiliki t hitung sebesar -2,615 < t tabel sebesar 2,021 (sig = 0,05 dan df = n-k, yaitu 43-3 = 40) dengan koefisien beta unstandardized sebesar -0,488 dan tingkat signifikansi 0,013 yang lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan H2 diterima. Hal ini berarti time budget pressure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgement. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgement terbukti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat time budget pressure maka kinerja audit judgement akan menurun.

2. Hasil Uji Regresi Moderasi Berganda Hipotesis H3 dan H4

Tabel 4.20

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,843a ,710 ,671 1,79645

a. Predictors: (Constant), X2_M, Obedience Pressure, Time Budget Pressure, Task Complexity, X1_M

Sumber : Output SPSS 21 (2022)

Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.20 menerangkan bahwa nilai R square dari moderasi regresi, Penggunaan moderasi digunakan dalam mengetahui

seberapa besar kemampuan variabel moderasi untuk menjelaskan variabel bebas dan variabel terikat didukung dengan variabel moderasi. Dari tabel 4.20 di atas diketahui bahwa nilai R square sebesar 0,710, hal ini ditunjukkan bahwa 71%

audit judgement dipengaruhi oleh obedience pressure dan time budget pressure yang dimoderasi oleh task complexity. Sisanya sebesar 29% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Tabel 4.21

Hasil Uji Regresi Secara Simultan (Uji F) ANOVAa

Model Sum of

Squares

Df Mean Square F Sig.

1

Regression 292,220 5 58,444 18,110 ,000b

Residual 119,408 37 3,227

Total 411,628 42

a. Dependent Variable: Audit Judgement

b. Predictors: (Constant), X2_M, Obedience Pressure, Time Budget Pressure, Task Complexity, X1_M

Sumber: Output SPSS 21 (2022)

Pengujian regresi moderasi pada tabel 4.21 menunjukkan hasil Fhitung

sebesar 18,110 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dimana nilai Fhitung sebesar 18,110 lebih besar dari nilai f tabel sebesar 2,470. Hal ini menunjukkan bahwa variabel obedience pressure (X1), time budget pressure (X2), moderasi (M), X1_M dan X2_M secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi audit judgement.

69

Tabel 4.22

Hasil Uji Regresi Secara Persial (Uji t)

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardize d Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 125,856 18,423 6,831 ,000

Obidience Pressure -2,282 ,668 -2,207 -3,418 ,002 Time Budget

Pressure

-2,602 1,015 -1,736 -2,565 ,015

Task Complexity -3,869 ,916 -4,203 -4,222 ,000

X1_M ,092 ,034 3,195 2,689 ,011

X2_M ,102 ,050 2,968 2,051 ,047

a. Dependent Variable: Audit Judgement

Sumber: Output SPSS 21 (2022)

Berdasarkan tabel 4.22 di atas dapat menunjukkan model estimasi sebagai berikut:

Y = 125,856 – 2,282 – 2,602 – 3,869 + 0,092 + 0,102 + e Keterangan :

Y = Audit Judgement

ZX1 = Standardized obidience pressure ZX2 = Standardized time budget pressure ZM = Task Complexity

ZX-ZM = Interaksi yang diukur dengan nilai absolut perbedaan antara ZX dan Z

α = Konstanta

β = Koefisien Regresi

e = Error term

Penjelasan dari persamaan di atas :

a. Model regresi pada nilai konstanta sebesar 125,856 menunjukkan bahwa jika variabel independen (obedience pressure dan time budget pressure) diasumsikan sama dengan nol, maka audit judgement akan meningkat sebesar 125,856.

b. Koefisien regresi variabel obedience pressure (X1) bernilai sebesar -2,282 sehingga penelitian ini bisa dikatakan bahwa ketika variabel obedience pressure mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka audit judgement akan mengalami penurunan sebesar -2,282.

c. Nilai koefisien regresi variabel time budget pressure (X2) sebesar -2,602 sehingga penelitian ini bisa dikatakan bahwa ketika variabel time budget pressure mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka audit judgement akan mengalami penurunan sebesar -2,602.

d. Nilai koefisien regresi variabel task complexity (M) sebesar -3,869 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa ketika variaabel task complexity mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka audit judgement akan mengalami penurunan sebesar -3,869.

e. Nilai koefisien regresi variabel task complexity (M) dengan obedience pressure (X1) sebesar 0,092 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa terdapat interaksi antara task complexity (M) dengan obedience pressure (X1), maka audit judgement akan mengalami peningkatan sebesar 0,092.

71

f. Nilai koefisien regresi variabel task complexity (M) dengan time budget pressure (X2) sebesar 0,102 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa terdapat interaksi antara task complexity (M) dengan time budget pressure (X2), maka audit judgement akan mengalami peningkatan sebesar 0,102.

Hasil interpretasi atas hipotesis penelitian (H3 dan H4) yang diajukan dapat dilihat sebagai berikut:

a. Task complexity memperkuat pengaruh obedience pressure terhadap audit judgement

Tabel 4.22 berdasarkan pada hasil uji nilai selisih mutlak dapat ditunjukkan bahwa variabel moderasi X1_M memiliki t hitung sebesar 2,689 > t tabel 2,026 dengan koefisien beta unstandardized sebesar 0,092 dengan tingkat signifikansi 0,011 yang lebih kecil dari pada 0,05 maka H3 diterima. Hal ini berarti bahwa variabel task complexity merupakan variabel yang dapat memoderasi dan memperkuat variabel obedience pressure terhadap audit judgement. Dengan demikian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa variabel task complexity memperkuat pengaruh obedience pressure terhadap audit judgement.

b. Task complexity memperkuat pengaruh time budget pressure terhadap audit judgement

Tabel 4.22 berdasarkan pada hasil uji nilai selisih mutlak dapat ditunjukkan bahwa variabel moderasi X2_M memiliki t hitung sebesar 2,051 > t tabel 2,026 dengan koefisien beta unstandardized sebesar 0,102 dengan tingkat signifikansi 0,047 yang lebih kecil dari pada 0,05 maka H4 diterima. Hal ini berarti bahwa variabel task complexity merupakan variabel yang dapat

memoderasi dan memperkuat variabel time budget pressure terhadap audit judgement. Dengan demikian hipotesis keempat menunjukkan bahwa variabel task complexity memperkuat pengaruh time budget pressure terhadap audit judgement.

Dokumen terkait