• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Harta Kekayaan ( Vermogensrecht )

Dalam dokumen PTHI FINISH.pdf - Repository UHN (Halaman 55-58)

54

piatu atau anak-anak atau yang belum dewasa dan tidak dibawah kekuasaan orangtuannya. Dalam perwalian harus ditunjuk yang menjadi wali mereka yaitu dengan menunjuk seseorang suatu badan hukum atau suatu perkumpulan yang dapat memelihara serta memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut.

Pengangkatan seorang wali ditetapkan oleh hakim atau ditunjuk berdasarkan wasiat orangtuanya. Wali diangkat dari seorang yang masih mempunyai ikatan kekeluargaan yang terdekat dengan sianak serta dianggap cakap untuk itu. Suatu perwalian dapat terjadi disebabkan ;

1. Perkawinan orangtua putus, karena perceraian atau meninggal dunia 2. Kekuasaan orangtua dicabut atau dibebaskan oleh hakim karena suatu

alasan tertentu

Setiap orang yang ditunjuk sebagai wali akan diawasi oleh wali pengawas (BHP) Balai Harta Peninggalan dengan maksud wali tersebut benar- benar menjalankan tugasnya sebagi wali.

c. Pengampuan (Curatele)

Pengampuan diatur dalam pasal 433 sampai pasal 462 KUHPerdata.

Pengampuan adalah orang yang telah dewasa akan tetapi karena suatu hal menyebabkan ia tidak cakap bertindak dalam hukum harus diangkat seorang pengampu (Curator) yang akan melakukan pengawasan/ pemeliharaan atas dirinya. Dalam pasal 3 KUHPerdata alasan tentang pengampuan yaitu karena

1. Keborosan (Verkwisting)

2. Lemah pikiran ( Zwakheid Van Vermogens )

3. Kurang daya pikiran ; ( Krankzinnigheid), dungu ( Onnozeiheid) dan razmih ( dunggu disertai dengan mengamuk )

Yang dapat diangkat sebagai pengampu (curator), ialah si suami atau si istri secara timbal balik atau dapat juga diangkat orang lain atau suatu badan (perkumpulan) berdasrkan suatu penetapan hakim. Penetapan hakim untuk menetapkan sesorang dalam pengawasan dapat dilakukan atas permohonan dan si suami atau si istri atau instansi kejaksaan, sedangkan karena alasan daya lemah, hanya boleh atas permintaan dari yang bersangkutan. Setiap orang yang ditempatkan dibawah pengawasan orang lain disebut dengan curandus yang membawa akibat ia tidak cakap bertindak dalam hukum. Pengampu (curator) juga diawasi oleh BHP yang berperan sebagai pengampu pengawas dan setiap pengampuan akan berakhir bilamana alasan alasan tersebut sudah tidak ada lagi.

55

a. Hukum benda yang berupa peraturan peraturan yang mengatur hak-hak kebendaan yang mutlak sifatnya artinya ; Hak terhadap benda yang oleh setiap orang wajib diakui dan dihormati

b. Hukum perikatan yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungna hukum yang bersifat kehhartaan antara dua orang atau lebih dimana pihak yang satu berhak atasa suatu prestasi sedangkan yang lain wajib memenuhi prestasi

Pengertian benda menurut ilmu pengetahuan adalah sesauutu yang dapat menjadi obyek hukum. Sedangkan pengertain benda menurut pasal 499 BW adalah segala barang dan hak yang dapat dipakai orang (menjadi obyek hak milik). Benda dapat dibedakan sebagai berikut ;

1. Benda tetap, yaitu benda- benda yang karena sifatnya, tujuannnya, atau karena penetapan undang- undang dinyatakan sebagi benda tidak bergerak (tanah, bagunan, tanaman karena sifatnya, mesin-mesin pabrik karena tujuannya, hak guna usaha, hak guna bagunan, hak hipotik karena penetapan undang-undang, dll.)

2. Benda bergerak, yaitu benda –benda yang karena sifatnya atau karena penetapan undang-undang dianaggap benda bergerak (perkakas, kendaraan, binatang karena sifatnya ; hak terhadap surat berharga karena penetapan undang-undang)

Benda dapat dibedakan lagi menjadi dua yaitu ;

1. Benda berwujud (barang-barang yang dapat dilihat dengan panca indera)

2. Benda tidak berwujud (macam-macam hak).

Dalam Hukum Perikatan sebagi obyek adalah prestasi. Ada tiga macam bentuk prestasi yaitu sebagi berikut ;

1. Prestasi untuk memberi sesuatu, misalnya menyerahkan barang, membayar harga.

2. Prestasi untuk berbuat sesuatu, misalnya memperbaiki barang rusak.

3. Prestasi untuk tidak berbuat sesuatu, misalnya tidak mengunakan merek dagang tertentu.

Jika dalam perikatan sesorang tidak memenuhi prestasi berarti yang bersangkutan telah cidera janji (Wanprestasi).Sebelum seseorang dinyatakan wanprestasi, ia harus lebih dahulu diperingatkan atau dilakukan somasi (teguran).

Perikatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu ;

1. Perikatan sipil adalah perikatan yang apabila tidak dipenuhi dapat dilakukan gugatan

2. Perikatan wajar adalah perikatan yang tidak mempunyai hak tagih, tetapi apabila sudah dibayar tidak dapat diminta kembali (utang karena perjudian)

56

3. Perikatan yang dapat dibagi adalah perikatan yang dapat dibagi bagi pemenuhannya (Perjanjian kerja)

4. Perikatan yang tidak dapat dibagi adalah perikatn yang tidak dapat dibagi-bagi pemenuhan prestasinya (perjanjian untuk rekam lagu tertentu)

5. Perikatan pokok adalah perikatan yang berdiri sendiri, tidak bergantung pada perikatan yang lain (perjanjian jual beli, sewa- menyewa)

6. Perikatan tambahan adalah perikatan yang merupakan tambahan dan perikatan lainnya (perjanjian gadai, hipotik).

7. Perikatan murni adalah perikatan yng prestasinya harus dipenuhi seketika itu juga

8. Perikatan bersyarat adalah periktan yang pemenuhannya oleh debetur digantungkan pada suatu syarat tertentu (pinjam uang baru akan baru dibayar kalau penjualan barang dan si debitur digantungkan pada suatu syarat tertentu (pinjam uang baru akan dibayar kalau penjualan barang dari si debitur laku)

9. Perikatan spesifik adalah perikatan yang prestasinya ditetapkan secara khusus (pinjam uang dan pembayarannya adalah tenaga kerja sidebitur) 10. Perikatan generik adalah perikatan yang hanya ditentukan menurut

jenisnya

Perikatan berakhir dengan beberapa cara , yaitu ; a. Dengan pembayaran (kalau perikatan itu jual-beli) b. Dengan pembaharuan utang (novasi)

c. Dengan pembebasan utang d. Dengan pembatalan

e. Dengan hilangnya benda yang diperjanjikan ,dan f. Dengan telah lewatnya waktu (daluarsa)

Sumber-Sumber hukum perikatan adalah ; 1. Perjanjian

2. Undang-undang

Hukum perikatan yang bersumber dari perjanjian , misalnya ; 1. Jual- beli

2. Tukar-menukar 3. Pinjam pakai 4. Sewa-menyewa 5. Penitipan 6. Perjanjian kerja

Hukum perikatan yang bersumber dari undang-undang misalnya ; a. Perikatan yang terjadi karena undang- undang itu sendiri (wajib nafkah) b. Perikatan yang terjadi karena undang-undang itu disertai dengan

tindakan manusia

57

(Zaakwarneming, yaitu tindakan manusia yang menurut hukum dan hakiki, tindakan melanggar hukum yang diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata).

Dalam dokumen PTHI FINISH.pdf - Repository UHN (Halaman 55-58)