• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pajak Bumi dan Bagunan

Dalam dokumen PTHI FINISH.pdf - Repository UHN (Halaman 114-119)

Ad 5. Sumpah

H. Pajak Bumi dan Bagunan

Pajak bumi dan bagunan adalah merupakan suatu jenis pajak yang dikenakan atas bumi (tanah) dan bagunan baik atas hak milik, hak guna bagunan, hak pakai dan hak-hak atas rumah susun. Oleh karena itu, dalam

114

kalangan pelaku bisnis, pajak bumi dan bagunan ini sangat penting untuk diketahui dan memantau ketentuan-ketentuan yang mengaturnya agar mereka dapat mengantisipasi terus kegiatan bisnisnya sehari-hari.

Objek pajak yang dikenakan dan yang tidak dikenakan pajak bumi bagunan adalah sama dengan objek pajak yang dikenakan ndan tidak dikenakan bea perolehan ha katas tanah dan bagunan.

Beberapa pengertian yang diatur dalam Undang-Undang Pajak Bumi dan Bagunan adalah ;

- Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya, meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia:

- Bagunan adalah konstruksi tehnik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. Termasuk dalam pengertian bagunan adalah jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bagunan seperti hotel, pabrik, dan emplasemennya, dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bagunan tersebut, jalan tol, kolam renang, pagar mewah, tempat olah raga, galangan kapal, dermaga, taman mewah, tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak, dan fasilitas lain yang memberikan manfaat;

- Nilai jual objek pajak adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli ini nilai jual objel pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek pajak lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau nilai jual objek pajak pengganti.

Yang dimaksud dengan perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, adalah suatu metode penentuan nilai jual obyek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak yang lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya.

Sedangkan nilai perolehan baru, maksudnya adalah metode penentuan nilai jual objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek pajak tersebut pada saat penilaian dilakukan, yang dikurangi dengan penyusutan berdasarka kondisi fisikobjek tersebut.

Dan nilai jual pengganti, maksudnya adalah suatu metode penentuan nilai objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut.

Seperti diketahui pajak bumi dan bagunan tergolong pada pajak objektif yang bersifat kebendaan, artinya suatu jenis pajak yang pengenaan pajaknya tanpa memandang kemampuan wajib pajak.

Yang sebagai dasar pengenaan pajak bumi dan bagunan adalah nilai jual objek pajak tersebut, yang kemudian dikurangi dengan nilai jual objel tidak kena pajak. Besar nilai jual objek pajak tidak kena pajak tergantung dari kelasm bumi dan bagunan.

115

Pengurangan nilai jual objek pajak dengan nilai jual objek pajak tidak kena pajak akan menghasilkan nilai jual objek pajak untuk penghitungan pajak dan bagunan, kemudian ditetapkan 20% (dua puluh persen) nilai jual kena pajak dari nilai jual objek pajak untuk penghitungan pajak bumi dan Pajak bumi dan bagunan yang terutang akan ditetapkan dari nilai jual kena pajak.

I. Pajak Daerah

Pajak daerah diatur dalam UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Yang dimaksudkan dengan pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar- besarnya kemakmuran rakyat.

Pajak daerah terdiri dari pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. Yang termasuk pajak provinsi adalah ;

a. Pajak kendaraan bermotor, yaitu pajak atas kepemilikiak dan atau penguasaan kendaraan bermotor.

b. Bea balik nama kendaraan bermotor adalah pajak atas penyerahan hak milik kenderaan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan yang terjadi karena jula beli, tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha.

c. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor adalah pajak atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor. Yang termasuk bahan kendaraan bermotor adalah semua jenis bahan bakar cair atau gas yang digunakan untuk kendaraan bermotor.

d. Pajak air permukaan adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah, tidak termasuk air laut, maupun di darat. Objek pajak air permukaan adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan.

e. Pajak rokok adalah pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah.

Adapun pajak kabupaten dan pajak kota terdiri dari pembayaran pajak atau obyek pajak sebagai berikut;

a. Pajak hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediaakan oleh hotel. Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginakan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaraj, yang mencakup juga motel, losmen, gubuk parawisata, wisma parawisata, persenggarahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh).

116

Obyek pajak hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran, termasuk jasa penunjang sebagai kelengkapan hotel yang sifatnya memberi kemudahan dan kenyamanan, termasuk fasilitas olahraga dan hiburan. Yang dimaksudkan dengan jasa penunjang adalah fasilitas telepon, facsimile, teleks, internet, fotokopi, pelayanan cuci, setrika, transportasi, dan fasilitas sejenis lainnya yang disediakan atau dikelola hotel.

b. Pajak restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran.

Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kefetaria, kantin, warung, bar dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.

c. Pajak hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan, yang termasuk hiburan adalah semua jenis totonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran.

Objek pajak hiburan adalah jasa penyelenggara hiburan yang dipungut bayaran, yang termasuk hiburan adalah ;

1. Totonan film;

2. Pagelaran kesenian, music, tari dan/atau busana;

3. Kontes kecantikan, binaraga dan sejenisnya;

4. Pameran‟

5. Diskotik, karoeke, klab malam, dan sejenisnya:

6. Sirkus, acrobat, dan sulap;

7. Permainan bilyar, golf dan boling;

8. dll

d. Pajak Reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame. Reklame adalah benda, alat, perbuatan, atau media yang bentuk dan corak ragamnya dirancang untuk tujuan komersil, memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan, atau untuk menarik perhatian umum terhadap barang, jasa, orang atau badan yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan, dan/atau dinikmati oleh umum.

Objek pajak reklame adalah semua penyelenggaraan reklame yang meliputi;

1. Reklame papan/billboard/videotron/megatron dan sejenisnya;

2. Reklame kain;

3. Reklame melekat, stiker;

4. Reklame selebaran;

5. Reklame berjalan, termasuk pada kendaraan;

6. Reklame udara;

7. Reklame apung;

8. Reklame suara;

117 9. Reklame film/slide; dan

10. Reklame peragaan.

e. Pajak penerangan jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik, baik yang dihasilkan sendiri maupun yang diperoleh dari sumber lain.

Listrik yang dihasilkan sendiri meliputu seluruh pembangkit listrik.

f. Pajak parkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parker di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

Objek pajak parker adalah penyelenggaraan tempat parker di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

g. Pajak sarang burung waler adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung wallet. Objek pajak sarang burung wallet adalah pengambilan dan atau pengusahaan sarang burung wallet.

118 BAB XIII HUKUM AGRARIA

Dalam dokumen PTHI FINISH.pdf - Repository UHN (Halaman 114-119)