• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan

Dalam dokumen MUHA - etheses UIN Mataram (Halaman 99-125)

A. Paparan data hasil penelitian

2. Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan

Indikator yang menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Janapria terbukti dengan banyaknya siswa yang diterima di sekolah yang menjadi impian siswa dan orang tua, sebagaimana yang disampaikan oleh Atif Ilahmi sebagai berikut:

“Prestasi peserta didik tahun ini cukup memuaskan, hal ini ditunjukkan dengan siswa yang diterima SMA dan SMK pilihan yang memiliki brand cukup bagus.97

Keberhasilan tersebut tidak gampang diperoleh kecuali dengan usaha kepala sekolah dengan melakukan supervisi, melalui bimbingan, pengarahan, masukan dan peningkatan profesi dan kompetensi guru sehingga guru dapat merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan menilai hasil belajar peserta didik untuk kepentingan layanan belajar di kelas. Dengan demikian seluruh peserta didik selalu termotivasi untuk meningkatkan daya belajarnya sehingga memiliki prestasi yang memuaskan.

2. Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan

guru menjadi tahu hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh kepala sekolah bapak Sarbini yakni:

Ya, ada perubahan diantaranya: (1) kemampuan menjabarkan kurikulum ke dalam program semester atau tahunan. (2) kemampuan menyusun persiapan mengajar (3) kemampuan malasanakan KBM dengan baik (4) kemampuan menilai perkembagan anak (5) kemampuan memberikan umpan balik secara teratur dan terus menerus (6) kemampuan membuat dan menggunakan alat bantu mengajar sederhana (7) kemampuan menggunakan dan memamfaatkan lingkungan sebagai sumber dan media pelajaran (8) kemampuan membimbing dan melayani murid yang mengalami gangguan dalam belajar (9) kemampuan mengatur waktu dan menggunakannya secara efisien (10) kemampuan menyajikan materi pelajaran dengan mempertimbangkan perbedaan individu siswa, dan. (11) kemampuan mengelolaa kegiatan ekstra kurikuler.98

Lebih lanjut Alfian Jauhari sebagai waka kurikulum menyampaikan sebagai berikut:

“Ya, mempunyai dampak seperti: menguasai materi, dapat menerapkan beberapa metode, mengelola interaksi-interaksi belajar-mengajar, menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran. mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.”99

Lebih lanjut ditambahkan oleh Ayub Sabri mengatakan bahwa:

“Ya, mempunyai dampak seperti: bagaimana penguasaan materi, menggunakan berbagai metode, mengelola kelas, membuat penilaian, memnafaatkan media dan sumber belajar yang tersedia. Karena dengan adanya supervisi tentunya ada masukan dari kepala sekolah yang dapat membantu banyak terhadap kualitas guru yang ada di sini”100

98 Sarbini, wawancara, SMPN 5 Janapria, 25 oktober 2021

99 Alfian Jauhari, wawancara, SMPN 5 Janapria, 5 Nopember 2021

100Ayub Sabri, wawancara, SMPN 5 Janapria, 5 Nopember 2021

Hasil supervisi yang dilakukan memiliki dampak positif yakni adanya perubahan, perbaikan dan peningkatan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Karena dengan adanya supervisi akademik guru menjadi tahu aspek-aspek yang perlu mendapat perbaikan dan peningkatan, sehingga dengan adanya perubahan tersebut kegiatan yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran dapat mencapai visi dan misi sekolah yang menjadi tujuan organisasi. Hal tersebut sesuai dengan temuan peneliti pada dokumen bahwa kepala sekolah dalam melakukan evaluasi dalam tahap tindak lanjut pada supervisie menunjukkan nilai yang signifikan

B. Pembahasan Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru

Sebelum guru diberikan supervisi, guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran misalkan pembuatan RPP masih banyak yang kurang tepat karena mencopy paste RPP orang lain, termasuk dalam mengaplikasikannya di dalam kelas masih kurang sesuai dengan RPP yang telah dirancang, dalam menggunakan media pembelajaran juga belum maksimal, namun setalah dilakukannya supervisi oleh kepala sekolah guru menjadi lebih baik mulai dari perencanaan perangkat pembelajaran sampai dengan pengimplementasian di dalam kelas sudah baik.

Hal tersebut dijelaskan oleh kepala sekolah dalam hasil wawancara bahwa sebelum dilakukan supervisi terkadang guru masih bingung dalam pembuatan administrasi pembelajaran, lebih-lebih menyusun RPP, dan saat dilakukan kunjungan kelas untuk observasi kelas terlihat praktik guru mengajar di kelas belum sesuai dengan RPP yang telah disusun. Namun setelah diadakan supervisi semua guru sudah bisa dengan baik dalam mempersiapkan administrasi pembelajaran termasuk RPP dan juga dalam mengaplikasikannya di kelas guru sudah sesuai mengajarnya dengan isi di dalam RPP termasuk media yang digunakan sudah sesuai, metode mengajarnya juga sudah baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Uzer Usman bahwa guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian

khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal.

Berdasarkan hasil observasi peneliti, dijumpai bahwa guru terlihat saat menyampaikan materi guru dapat menyampaikan materi kepada siswa dengan mudah dan lancar dan juga siswa terlihat tenang dan siswa memperhatikan saat guru menyampaikan materi di dalam kelas.101 Bapak Sarbini juga menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam guru menyampaikan materi, saat diamati dalam observasi di kelas, guru lancar-lancar saja dalam menyampaikan materi.102

Selain itu, dalam hal kepribadian guru-guru sudah menunjukkan kepribadian yang semakin baik, terutama dalam hal kedisiplinan juga tanggung jawabnya seperti yang disampaikan oleh bapak Sarbini dalam hasil wawancaraa bahwa dengan adanya supervisi yang dilakukan terlihat guru-guru yang dulunya sering izin tidak masuk atau datangnya kesiangan, sekarang ini semakin menjadi lebih disiplin hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Janapria bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yaitu mencakup empat aspek sebagai berikut:

1. Kompetensi Pedagogik

Sebagaimana dijelaskan pada Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemapuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

2. Kompetensi Kepribadian

Sebagaimana dijelaskan pada Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir b, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan

101 Muhamad Muchlisin, wawancara, SMPN 4 Janapria, 16 Oktober 2021

102 Sarbini, wawancara, SMPN 5 Janapria, 25 Oktober 2021

berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

3. Kompetensi Profesional

Sebagaimana dijelaskan pada Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa yang dimaksud kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing pesrta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

4. Kompetensi Sosial

Sebagaimana dijelaskan pada Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir d dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Janapria adalah mampu mengembangkan kompetensi guru pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

1. Pelaksanaan model supervisi kepala sekolah di SMP Negeri Kecamatan Janapria menggunakan model supervisi klinis dan model supervisi ilmiah. Model supervisi klinis merupakan bentuk supervisi yang difokuskan pada perbaikan dan peningkatan pembelajaran melalui tahap perencanaan pertemuan, pengamatan kelas atau observasi kelas, dan pertemuan balikan atau pasca observasi. Sedangkan Model supervisi ilmiah dilaksanakan secara berencana, kontinu dan sistematis serta menggunakan instrument sebagai pengumpul data, dan data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang riil.

2. Tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi adalah kesiapan guru dalam administrasi yang masih kurang lengkap, penyampain materi dalam kelas tidak sesuai perencanaan, tidak melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan, guru kurang disiplin, waktu pelaksanaan kegiatan supervisi yang terkadang tidak sesuai dengan jadwal, dukungan semua pihak yang kurang maksimal.

3. Implikasi Hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Janapria adalah mampu mengembangkan kompetensi guru pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

B. Implikasi Teoritik

1. Model supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Janapria berdampak pada pengembangan kompetensi guru yaitu: 1) kompetensi pedagogic dimana guru mampu dalam mengelola pembelajaran di kelas, memhami kebutuhan peserta didik, membuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, 2) Kompetensi professional bagaimana kemampuan guru dalam penguasaan materi secara luas dan mendalam, 3) Kompetensi kepribadian, guru memiliki keprabidian yang mantap,

stabil, arif, bijaksana memiliki ahlak yang mulia dan menjadi teladan bagi peserta didik, 4) Kompetensi Sosial dimana guru mampu membangun komunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan semua stackholder.

2. Pada penelitian-penelitian sebelumnya yang diteliti adalah hanya mencari atau mendiskripsikan salah satu dari empat kompetensi yang dimiliki guru, sementara dalam penelitian ini empat kompetensi yang dimiliki merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Karena apabila salah satu kompetensi yang dimiliki tidak terlihat maka ada kekurangan pada guru tersebut. Karena tidak ada gunanya guru pinter tapi tidak mampu membangun komunikasi atau berinterksi dengan baik, begitu juga tidak ada artinya guru pinter, cerdas, mampu berkomunikasi namun memiliki kepribadian yang kurang baik, maka guru tidak bisa dijadikan sebagai tauladan bagi peserta didik ataupun orang lain. Dengan demikian empat kompetensi yang dimiliki guru harus berajalan berbarengan, sehingga dengan memiliki guru, yang professional, guru yang pinter, cerdas mampu berkomunikasi dan berintraksi dengan baik, meiliki kepribadian yang dapat dijadikan tauladan bagi orang lain, maka dimanapun guru tersebut berada tentunya akan membawa kesuksesan dan keberhasilan disekolah tempat tugasnya.

C. Saran

Sebagai upaya dalam memberikan motiviasi dan pelayanan serta bantuan terhadap guru untuk mewujudkan proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik. Peneliti berusaha memberikan saran kepada kepala sekolah untuk memberikan pelayanan supervisi yang berimplikasi terhadap pengemabangan kompetensi guru.

1. Bagi Kepala Sekolah pelaksanaan model supervisi hendaknya lebih ditingkatkan pelaksanaannya dan dilakukan secara rutin dan kontinyu serta diusahakan agar setiap guru mendapat supervisi sehingga semua guru dapat mengetahui kekurangan dan menerima saran untuk perbaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukannya di dalam kelas. Dengan demikian bagi kepala sekolah penelitian ini sebagai bahan pertimbangan strategis dalam upaya pelayanan

pengembangan kompetensi guru.

2. Bagi guru memberikan pemahaman untuk meningkatkan kualitas diri agar kompetensi yang dimiliki semakin baik, sehingga guru hendaknya selalu memiliki motivasi dan dorongan kuat untuk selalu meningkatkan dan mengemabangkan kualitas dan kompetensi yang dimiliki agar proses pembelajaran lebih menyenangkan dengan mengguna metode pembelajaran yang bervariasi dan guru hendaknya memiliki kesiapan dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

3. Bagi dinas pendidikan dapat memberikan pemahaman tentang penggunaan model supervisi yang bisa digunakan kepala sekolah untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada guru dalam mengembangkan kompetensi guru.

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal, Ibrahim. Supervisi Pengajaran: Teori Dan Aplikasinya Dalam Membina Profesional Guru. Jakarta: Bumi Aksara, 1992.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka, 1988.

Donni Juni Priansa & Sonny Suntani Setiana. Manajemen Dan Supervisi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2018.

Dr .M. Sobry Sutikno. Penelitian Kualitatif. Lombok: Holistika Lombok, 2020.

Iskandar, Mukhtar &. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta:

Gaung Persada Press, 2009.

Jasmani dan Mustofa, Syaiful. Supervisi Pendidikan: Terobosan Baru Dalam Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah Dan Guru.

Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2013.

Jerry H. Makawimbang. Supervisi Klinis Teory Dan Pengukurannya.

Bandung: Alfabeta, 2013.

John. J. Bolla. Supervisi Klinis. Jakarta: Departemen P dan K, Ditjen Pendidikan Tinggi (PPLPK), 1985.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Panduan Kerja Kepala Sekolah.

Jakarta: Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Mukhtar & Iskandar. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada (GP Press), 2009.

Purwanto, Ngalim. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Bandung:

Remaja Rodakarya, 1988.

Rina Febriana. “KompetensiGuru.” Jakarta: Bumi Aksara, 2019.

Rismawan, Edi. “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Mengajar Guru,” 2015.

Sahertian, Piet. Profil Pendidikan Profesional. Yogyakarta: Andi Offset, 1994.

Saipul. “Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 1 Palopo.” Institut Agama Islam Negeri Palopo, 2019.

Saiyful, Sagala. Supervisi Pembelajaran Dalam Profesi Pendidikan Cet.2.

Bandung: Alfabeta, 2010.

Sohiron. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Pekan Baru: Kreasi Edukasi, 2015.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:

CV. Alfabeta, 2020.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.

Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya, 2007.

Sumarto. Supervisi Pendidikan Islam. Bengkulu: Penerbit Buku Literasiologi, 2020.

Supangkat, Ali. “Implementasi Supervisi Akademik Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pai Sekolah Dasar (Studi Kasus Di Kecamatan Simpang Raya Dan Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai Tahun 2015/2016).” Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2016.

Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994.

LAMPIRAN

CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Muhamad Mansur

Tempat, Tanggal Lahir : Kenyalu, 31 Desember 1977 Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Kenyalu Desa Jango Kec. Janapria

Nama Ayah : H. Muhidin (alm)

Nama Ibu : Hj. Nursehan

Agama : Islam

E-Mail : [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

SD : SDN Kenyalu (1990)

MTS : MTS NW Embung Raja (1993)

MA : SMA NW Pancor (1996)

Perguruan Tinggi : Universitas Hamzanwadi Selong (2001)

Demikianlah Curriculum Vitae saya buat dengan sebenarnya

Kenyalu, 10 Desember 2021

MUHAMAD MANSUR NIM. 200403054

SERTIFIKAT PLAGIASI

FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN SUPERVISI 1. SMPN 4 JANAPRIA

Observasi Kelas Kepala Sekolah pada Guru IPA

Observasi Kelas

Observasi Kelas

Observasi Kelas Guru Bahsa Indonesia

Observasi Kelas Supervisi Kepala Sekolah

2. SMPN 5 JANAPRIA

Observasi Kelas Supervisi Kepala Sekolah

Observasi Kelas Supervisi Kepala Sekolah

Observasi Kelas Supervisi Kepala Sekolah

Observasi Kelas Supervisi Kepala Sekolah

INSTRUMEN WAWANCARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU

Nama Kepala Sekolah :………

Asal Sekolah :………

Hari Tanggal :………

PETUNJUK:

1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menjawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).

2. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini boleh dijawab mana yang dianggap paling mudah.

3. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.

Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:

1. Apakah Bapak melakukan perencanaan supervisi setiap tahun ajaran?

Jika ya, apa saja wujud perencanaannya?

2. Apakah perencanaan disusun berdasarkan kebutuhan guru atau kondisi sekolah ? Jika ya, kriteria apa seperti apa yang mencerminkan kebutuhan guru?

3. Kompetensi guru seperti apa yang ingin dicapai dalam perencanaan supervisi yang dibuat ?

4. Adakah sumber yang Bapak pakai sebagai acuan dalam melakukan perencanaan supervisi ? Jika ya, sumber seperti apa ?

5. Apakah sumber yang dipakai sebagai acuan sudah sangat membantu dalam perencanaan supervisi atau masih ada kekurangannya ?

6. Apakah ada kendala yang dihadapi dalam membuat perencanaan supervisi ? Jika ya, kendala seperti apa ?

7. Supervisi Model apa saja yang sudah Bapak jalankan di sekolah?

Mengapa dijalankan ? Berikan gambaran dalam hal apa ? dan bagaimana pelaksanaannya !

8. Apakah pelaksanaan supervisi itu dilakukan secara berkala? Atau kapan dilakukan supervisi ? Jika ya, apa alasannya dilakukan secara berkala ? Jika tidak, mengapa ?

9. Bagaimana tahapan pelaksanaan supervisi yang Bapak lakukan ?

10. Bagaiman tanggapan guru tentang pelaksanaan supervisi yang bapak/ibu lakukan?, tanggapan ini diperoleh dengan cara bagaimana?

11. Adakah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi ? jika ya, kendala seperti apa ? (kendala internal dan eksternal)

12. Menurut Bapak, faktor-faktor apa saja yang mendukung pelaksanaan supervisi dapat secara maksimal di sekolah ini?.

13. Menurut Bapak, faktor-faktor apa saja yang menghambat dalam pelaksanaan supervisi? (faktor internal dan eksternal)

14. Adakah tindak lanjut dari supervisi yang Bapak lakukan?

15. Jika ya, tindak lanjut seperti apa ? Jika tidak, mengapa?

16. Apakah bapak melkukan evaluasi?

17. Berdasarkan hasil evaluasi, menurut bapak sejauh mana pencapaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam supervisi yang bapak lakukan untuk peningkatan kompetensi guru?

18. Adakah feedback yang Bapak berikan kepada guru terkait hasil supervisi ? Jika ya, berikan gambaran tentang feedback ! Jika tidak, mengapa ? berikan alasannya !

19. Adakah kendala yang Bapak hadapi dalam melakukan evaluasi ? Jika ya, bagaimana kendalanya atau dalam hal apa ? (kendala internal &

eksternal)

20. Adakah upaya yang Bapak lakukan berdasarkan hasil evaluasi supervisi guru untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh guru ? Jika ya, upaya seperti apa ? jika tidak, mengapa ?

21. Berdasarkan hasil evaluasi bapak, adakah hal yang masih dirasa kurang dan belum maksimal dalam pelaksanaan supervisi ? Jika ya, Apa ? Jika tidak, mengapa ?

22. Menurut evaluasi Bapak, adakah hal atau bantuan apa yang dibutuhkan oleh Bapak sekarang ini untuk meningkatkan pelaksanaan supervisi ? Jika iya, apa ? jika tidak, mengapa ?

INSTRUMEN WAWANCARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU

Nama Guru :………

Asal Sekolah :………

Hari Tanggal :………

PETUNJUK:

1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menjawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).

2. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini boleh dijawab mana yang dianggap paling mudah.

3. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.

Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:

1. Apakah Bapak/Ibu pernah mendapatkan supervisi kepala sekolah ? Jika iya, mohon jelaskan dalam hal apa !

2. Apakah Bapak/Ibu mendapatkan sosialisasi supervisi kepala sekolah?

Jika ya, mohon dijelaskan?

3. Apaka Bapak/Ibu mendapatkan jadwal supervisi?

4. Menurut bapak/Ibu bagaimana mekanisme pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah?

5. Apakah Bapak/Ibu diobservasi terlebih dahulu oleh kepala sekolah sebelum supervisi dilakukan ? Jika iya, mohon jelaskan observasi seperti apa !

6. Menurut Bapak/Ibu adakah kompetensi guru spesifik yang ingin dicapai dalam pelaksanaan supervisi kepala sekolah. Berikan Penjelasan (dalam hal apa) !

7. Menurut bapak/ibu apakah pelaksanaan supervisi kepala sekolah sudah sesuai dengan harapan bapak/ibu. Jika ya mohon penjelasan (seperti apa)

8. Menurut Bapak/Ibu adakah kendala dalam pelaksanaan supervisi kepala sekolah. Jika iya, mohon penjelasan (kendala seperti apa) ! 9. Adakah tindak lanjut dari pelaksanaan supervisi kepala sekolah. Jika

iya, mohon penjelasan (tindak lanjut seperti apa) !

10. Adakah tindakan evaluasi bertahap yang dilakukan Kepala Sekolah setelah pelaksanaan supervisi. Jika iya, berikan penjelasan (bentuk evaluasi) !

11. Adakah feedback yang diberikan oleh kepala sekolah setelah pelaksanaan supervisi (Lisan/tulisan). Jika iya, berikan penjelasan ! 12. Menurut Bapak/Ibu apa bentuk rekomendasi pengembangan

kompetensi berkelanjutan yang diberikan oleh kepala sekolah?

13. Menurut evaluasi Bapak/Ibu apakah pelaksanaan supervisi sudah sesuai dengan pengembangan kompetensi yang bapak/ibu harapkan.

Jika iya, berikan penjelasan tentang kesesuaian tersebut.!

LEMBAR PEDOMAN DOKUMENTASI

SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU

Kontributor :………

Asal Sekolah :………

Hari Tanggal :………

PETUNJUK:

1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menunjukkan dokumen sekolah tentang pelaksanaan kegiatan supervisi yang sudah dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).

2. Dokumen yang kami butuhkan adalah dokumen pendukung yang terkait dengan pelaksanaan penelitan ini.

3. Dokumen-dokumen dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.

Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:

1. Peraturan/Regulasi Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah 2. Profil SMPN se Kecamatan Janapria

3. Data pendidik SMPN se Kecamatan Janapria 4. Data siswa SMPN se Kecamatan Janapria

5. Data Sarpras pendukung pembelajaran Kegiatan Pembelajaran.

6. Dokumen perencanaan pelaksanaan kegiatan supervisi:

a. Undangan rapat b. Agenda rapat c. Hasil Rapat

7. Dokumen pelaksanaan monitoring oleh kepala sekolah dan pengawas.

8. Dokumen evaluasi.

SURAT IJIN PENELITIAN DARI KAMPUS

Oktober

Dalam dokumen MUHA - etheses UIN Mataram (Halaman 99-125)