BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
4. Implikasi Supervisi Bagi Kompetensi Guru
digunakan secara oftimal. Jiwa dan hati mereka belum tergerak untuk mengembangkan keilmuan secara dinamis.
4) Kurang mampu dalam beradaptasi
Menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi yang terjadi maka kita harus selalu siap dimanapun kita berada, karena kesiapan menjadi sangat penting untuk keberlangsungan hidup. Apabila kita tidak siap maka kita terpinggirkan, karena perubahan terus bergulir mengikuti perkembangan zaman. Kedepan, perubahan demi perubahan terus terjadi sesuai dengan perkembangan zaman.42
dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.44
Kompetensi berasal dari kata competency yang memiliki arti ability (kemampuan), capability (kesanggupan), proficiency (keahlian), qualification (kecakapan), eligibility (memenuhi persayaratan), readiness (kesiapan), skill (kemahiran), dan adequency (kepadanan) (Marsal, 1994).45
Menurut Uzer Usman (1997), kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seorang, baik kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus sehingga memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten.
Guru adalah pendidik sebagai agen pembelajaran (learning agent) dengan memiliki peran sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat dipahami bahwa, kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan, kehalian, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru sebagai pemberi inspirasi bagi peserta didik.
b. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru
Di dalam Undang-undang guru dan dosen dijelaskan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidiakn nasional.
Kompetensi bersifat personal dan kompleks serta merupakan satu kesatuan yang utuh untuk menggambarkan berbagai potensi. Potensi tersebut yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan nilai yang dimiliki
44 Mukhtar & Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Gaung Persada (GP Press), 2009), 296.
45 Rina Febriana, Kompetensi Guru, (Jakarta: Bumi Aksara, 2019), 2.
seseorang yang terkait dengan profesi tertentu berkenaan dengan bagian-bagian yang dapat diaktualisasikan dalam bentuk tindakan atau kinerja untuk menjalankan profesi tersebut. Jadi, kompetensi guru dapat dimaknai sebagai suatu kebulatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diwujudkan dengan tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.
Undang-undang guru dan dosen serta PP Nomor 19 tahun 2005 menyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogic, profesionalisme, sosial dan kepribadian.
Gambar 1.2. Kompetensi Guru (Anwar,2004)46 1) Kompetensi pedagogik
Sebagaimana tertuang dalam standar nasional pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah
46 Rina Febriana,Kompetensi Guru,15.
KOMPETE NSI GURU PROFESI-
ONAL
PEDAGO- GIK
KEPRI- BADIAN
SOSIAL
kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Menurut Joni (1984:12), kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pelajaran, (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar-mengajar, (3) merencanakan pengelolaan kelas, (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pembelajaran, dan (5) merencanakan penilaian prestasi peserta didik untuk kepentingan pembelajaran.
Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan, (2) mampu memilih materi, (3) mampu mengorganisir materi, (4) mampu menentukan metode pembelajaran, (5) mampu menentukan sumber belajar media alat peraga pelajaran, (6) mampu menyusun perangkat penilaian, (7) mampu menentukan teknik penilaian, dan (8) mampu mengalokasikan waktu.
Berdasarkan uraian di atas merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi pendidikan mengenai kegiatan yang harus dilakukan peserta didik selama pembelajaran berlangsung yang mencakup: merumuskan tujuan, menguraikan deskripsi satuan bahasan, merancang kegiatan belajar mengajar, memilih berbagai media dan sumber belajar, serta merencanakan penilaian penguasaan tujuan.
Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dari pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi pedagogik yang dimaksud antara lain kemampuan untuk memahami peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak, sedangkan pembelajaran yang mendidik meliputi
kemampuan merancang pembelajaran,
mengimplementasikan pembelajaran, melalui proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut peraturan pemerintah mengenai guru bahwa kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan pendidik dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi beberapa hal berikut:47
a) Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b) pemahaman terhadap peserta didik.
c) pengembangan kurikulum silabus d) perencanaan pembelajaran
e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis f) pemanfaatan teknologi pembelajaran
g) evaluasi hasil belajar
h) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
2) Kompetensi kepribadian
Sebagaiman tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir b, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan wibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.48
Kompetensi personal mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri. Gumelar dan Dahyat
47 Rina Febriana, kompetensi Guru, 9-12.
48 E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi, 117
(2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher education, mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat-istiadat baik sosial maupun agama, (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi, (3) pengetahuan tentang inti demokrasi, (4) pengetahuan tentang estetika, (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial, (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan, (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia.49
3) Kompetensi profesional
Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagai berikut:
a) Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik dan metode pembelajaran yang bervariasi.
b) Mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan
c) Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran dan melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik serta menumbuhkan kepribadian peserta didik.50
Kompetensi profesional menurut Usman dalam buku Saiful Sagala yang berjudul kemampuan profesional dan tenaga kependidikan, diantaranya:
49 Rina Febriana, Kompetensi Guru, 14.
50 E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), 135
a) Penguasaan terhadap landasan kependidikan, artinya memahami tujuan, mengetahui fungsi sekolah dimasyarakat
b) mampu memahami dengan baik materi pelajaran yang akan diajarkan, menguasai materi pokok yang ada pada kurikulum maupun bahan pengayaan dan menyusun program pengajaran, meliputi kemampuan menetapkan kompetensi belajar, mengembangkan bahan pelajaran dan mengembangkan strategi pembelajaran.51
Dari pemaparan di atas, dapat dijelaskan bahwa kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus dikuasai guru dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai guru.
4) Kompetensi sosial
Sebagaimana tertuang dalam Standar nasional pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir d di kemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.52
Kompetensi sosial menurut Slamet PH dalam buku Saiful Sagala adalah Memahami dan saling menghargai perbedaan (respek) serta memiliki kemampuan mengelola konflik dan benturan, Membangun kerjasama secara harmonis dengan kawan sejawat, kepala sekolah dan wakil sekolah, dan pihak-pihak terkait lainnya, Membentuk kerja tim (teamwork) yang kompak, cerdas, dinamis dan lincah, Menjalankan komunitas secara efektif dan menyenangkan dengan seluruh warga sekolah, orang tua peserta didik,
51 Saiful Sagala, Supervisi Pebelajaran Dalam Profesi Pendidikan Cet.2, (Bandung: CV.
Alfabeta, 2010), 41
52 Mulyasa, Standar Kompetensi, 173
dengan kesadaran sepenuhnya bahwa masing-masing memilki peran dan tanggung jawab terhadap kemajuan pembelajaran, Memiliki kemampuan memahami dan menginternalisasikan perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap tugasnya, Memiliki kemampuan memosisikan dirinya dalam sistem nilai yang berlaku di masyarakat sekitarnya
Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (misalnya: partisipasi, transparasi, penegakan hukum, akuntabilitas, dan profesionalisme)53
Beberapa jenis kompetensi sosial yang setidaknya harus dimiliki guru adalah: a) Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional, b) Berkomunikasi secara lisan, tulisan dan isyarat c) Bergaul dengan anak didik secra aktif, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, d) Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.54
Berdasarkan paparan di atas, setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai, berwibawa dan sebgai teladan bagi anak didik, bahkan kompetensi ini menjadi landasan bagi kompetensi- kompetensi lainnya. Sehubungan dengan itu, guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai dan memahami pembelajaran, tetapi yang paling penting adalah bagaimana guru menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik.
Guru sebagai teladan, panutan yang digugu dan di tiru oleh siswa, memiliki sikap dan prilaku yang baik untuk menjadikan anak didik menjadi anak yang memiliki kepribadian yang membanggakan. mengangkat citra baik dan kewibawaannya.
53 Saiful Sagala, Supervisi Pendidikan, 38
54 Mulyasa, Standar Kompetensi,173