• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian dan Tujuan Supervisi Kepala Sekolah

Dalam dokumen MUHA - etheses UIN Mataram (Halaman 32-35)

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

1. Pengertian dan Tujuan Supervisi Kepala Sekolah

Supervisi secara etimologis berasal dari bahasa inggris, to supervise artinya mengawasi. Menurut Meriam dalam Webster’s Colegiate Dictionary disebutkan bahwa supervisi merupakan a critical watching and directing.17 Bebarapa sumber lain menyebutkan bahwa supervisi berasal dari dua kata, yaitu super artinya atas dan visi artinya melihat. Jadi supervisi artinya melihat dari atas.

Supervisi menurut istilah pada awalnya dimaknai secara tradisional, yaitu sebagai suatu pekerjaan menginspeksi, memeriksa, dan mengawasi dengan mencari kesalahan melalui cara memata-matai untuk perbaikan pekerjaan yang telah diberikan.

Adapun pandangan modern saat ini, memaknai supervisi sebagai proses pembimbingan, pengarahan, dan pembinaan menuju arah arah perbaikan mutu kinerja yang lebih baik, melalui proses yang sistematis dan dialogis. Dengan demikian pola hubungan antara supervisor dan yang disupervisi adalah hubungan mitra kerja, bukan hubungan pimpinan dan bawahan.

Kimball Wiles (1967) Sebagaiman dikutif oleh Donni Juni Priansa menyatakan.

Supervision is assistance in the development of a better teaching-learning situation”

Supervisi merupakan proses bantuan untuk meningkatkan situasi belajar mengajar agar lebih baik. Pengertian ini menunjukkan bahwa supervisi adalah proses bantuan, bimbingan dan/atau pembinaan supervisor kepada guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.

17 Donni Juni Priansa & Sonny Suntani Setiana, Manajemen Dan Supervisi Pendidikan (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2018), 136.

Boarman et.al. (1953) menyatakan bahwa supervisi merupakan usaha menstimulasi, mengoordinasi, dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah, baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Dengan demikian, mereka dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan tiap peserta didik secara kontinu serta mampu dan lebih cakap, berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.18

Burton dan Brueckner (1955) berpendapat bahwa:

Supervision is an expert technical service primarily aimed at studying and improving co-operatively all factors which affect chlid growth and development “.19

Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa supervisi merupakan pelayanan teknik yang dilakukan oleh ahli dengan tujuan untuk mempelajari serta memperbaiki secara bersama berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pengembangan anak. Dengan demikian supervisi murupakan salah satu program yang terencana untuk memperbaiki pengajaran.

Purwanto menerangkankan bahwa supervisi yang dimaksudkan adalah suatu aktivitas atau kegiatan pembinaan yang direncanakan untuk memberikan bantuan kepada para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan tugas mereka secara efektif.20

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa supervisi adalah suatu layanan dan bantuan yang terencana yang diberikan supervisor kepada para guru dan para staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efisien.

18 Priansa dan Setiana, Manajemen dan Supervsisi, 138.

19 Priansa dan Setiana, Manajemen dan Supervsisi, 219.

20 Ngalim Purwanto, Administrasi Dan Supervisi Pendidikan (Bandung: Remaja Rodakarya, 1988), 19.

Kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu kepala dapat diartikan pemimpin atau ketua dalam organisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan kata sekolah adalah sebuah lembaga dimana terjadi tempat menerima dan memberi pelajaran.21 Berdasarkan penggabungan dua kata tersebut dapat didefinisikan bahwa kepala sekolah adalah pemimpin sebuah lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Sedangkan menurut Wahjosumidjo mendefinisikan bahwa kepala sekolah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.22 Dengan demikian kepala sekolah merupakan tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai pemimpin yang berperan sebagai manajer di lembaga dimana terjadi interaksi antara guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan definisi di atas supervisi dan kepala sekolah berarti supervisi kepala sekolah tidak hanya sekedar melihat atau mengontrol apakah semua kegiatan yang dilaksanakan sudah sejalan dengan program atau belum, tetapi lebih kepada supervisi merupakan tugas seorang kepala sekolah untuk membina guru, agar para pendidik dapat meningkatkan kualitas diri dan mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

b. Tujuan Supervisi

Supervisi secara umum bertujuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui peningkatan professional guru.23 Sedangkan menurut Bafadal tujuan supervisi

21 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), 420 dan 796.

22 Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994),83.

23 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Panduan Kerja Kepala Sekolah (Jakarta:

Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017), 4.

antara lain: 1) Melaksanakan pengawasan untuk menjaga kualitas belajar mengaja rmelalui monitoring kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. 2) Mengembangkan professional guru yang dapat membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola kehidupan kelas, mengembangkan ketrampilan metode mengajarnya dan menggunakan teknik mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan. 3) Memberikan motivasi agar proses pembelajran menjadi lebih baik serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sunguh-sungguh (commitment) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.24

Menurut Sahertian dan Mataheru, secara operasional dapat dikemukakan tujuan konkrit dari supervisi, antara lain: (1) Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan, (2) Membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar, (3) Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid, (4) Membantu guru dalam menggunakan methode dana alat pelajaran modern, (5) Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid, (6) Membantu guru dalam menilai kemajuan murud dan hasil pekerjaan guru itu sendiri, (7) Menbantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam rangka petumbuhan pribadi dan jabatan mereka, 8) Membantu guru baru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya, (9) Membantu guru agar waktu dan tenaga guru tercurahkan sepenuhnya dalam pendidikan dan pengajaran, dan (10) Membantu guru-guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap masyarakat dan cara-cara menggunakan sumber-sumber masyarakat seterusnya.25

Dalam dokumen MUHA - etheses UIN Mataram (Halaman 32-35)