BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dalam melakukan penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan untuk mencari, mengumpulkan data dan informasi sebanyak mungkin tentang bagaimana pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi. Oleh karena itu, kedudukan peneliti adalah sebagai salah satu instrumen penelitian.
Yang dimaksudkan dengan kedudukan peneliti dalam penelitian ini sebagai salah satu instrumen penelitian adalah sebagai alat pengumpul data. Selain itu peneliti juga menjadi siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mencakup segi responsif, dapat menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas pengetahuan, memproses dan mengikhtisarkan, dan
56Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 14
memanfaatkan kesempatan mencari respons yang tidak lazim atau idiosinkratik57.
Kedudukan peneliti sebagai siswa dalam penelitian adalah mengamati perilaku objek yang berperan sebagai pengamat serta yang menceritakan apa yang dilakukan orang- orang. Menjadi anggota kelompok subjek yang diteliti sehingga tidak lagi dipandang sebagai peneliti asing, tetapi sudah menjadi teman yang dipercaya
Pada penelitian kualitatif proses dilakukan dengan cara pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti sendiri terhadap objek penelitian, sebab peran peneliti menentukan keseluruhan skenarionya. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument, mulai dari penetapan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.58
3. Lokasi Penelitian
Pemilihan lokasi atau site selection yang berkenaan dengan penentuan unit, bagian, kelompok, dan tempat dimana orang-orang terlibat di dalam kegiatan atau peristiwa yang ingin diteliti.59
Penelitian ini berjudul “Supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru” ini mengambil lokasi di SMP se-Kecamatan Janapria yaitu:
a. SMP Negeri 4 Janapria yang beralamat di jalan Durian- Juring KM 0,5.
b. SMP Negeri 5 Janapria yang beralamat di Loangmake di jalan Salik-Loangmake, Km. 2,5.
Pemilihan ini didasarkan atas kemudahan memperoleh data, dan hasil penelitiannya dapat memberikan masukan
57Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif. 17
58 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: CV. Alfabeta, 2013), 306.
59 Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan (Jakarta: PT.
Remaja Rosdakarya, 2007),102.
kepada pengambilan kebijakan disekolah setempat dengan pertimbangan sebagai berikut:
1) Kedua Sekolah tersebut berada pada satu wilayah kecamatan.
2) Kedua Sekolah tersebut jarang bahkan tidak pernah kepala sekolahnya melakukan pembinaan dan penilaian dari pelaksanaan supervisi pendidikan.
3) Meskipun kepala sekolah aktif melakukan supervsisi pendidikan, ada beberapa hal yang perlu dikritisi yaitu, apakah supervisi tersebut sudah menyentuh substansi supervisi ataukah hanya untuk menggugurkan kewajiban sebagai seorang kepala sekolah.
4. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut responden atau informan, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun pertanyaan berupa lisan. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi maka sumber datanya dapat berupa benda, gerak atau proses sesuatu dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data.60
a. Data primer
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak yang dianggap memahami masalah yang diteliti, semua data yang diperoleh langsung ke lokasi penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dan informasi yang diperoleh di lapangan menyangkut bentuk supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru di SMP Negeri Kecamatan Janapria. Sumber data utama yang akan
60 Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 107
dikumpulkan dalam penelitian ini adalah tindakan, kondisi nyata, dan informasi yang peneliti dapatkan melalui wawancara terhadap kepala sekolah dan guru.
b. Data sekunder
Data sekunder diperoleh dari buku-buku, internet dan sumber lainnya yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti. Sumber ini merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data, tetapi penulusuran kajian studi kepustakaan (library research) yang temukan di SMPN 4 Janapria dan SMPN 5 Janapria
5. Prosedur Pengumpulan Data
Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang amat penting dan strategis kedudukannya dalam keseluruhan kegiatan penelitian, karena data yang diperlukan untuk menjawab rumusan masalah penelitian diperoleh melalui instrumen. Instrumen yang peneliti digunakan dalam penelitian ini berupa:
a. Peneliti sendiri. Peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian kualitatif.
b. Pedoman wawancara (interview) kepada informan yang terkait untuk mengetahui implementasi supervisi kepala sekolah dalam peningkatan kompetensi guru di SMP Negeri kecamatan Janapria. Adapun yang dijadikan sebagai informan pendukung yaitu, kepala sekolah dan guru pada SMP Negeri kecamatan Janapria. Cheklist pada saat melakukan observasi yang peneliti lakukan saat pengamatan pada kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru pada SMP Negeri kecamatan Janapria yang terkait dalam melakukan tugasnya.
c. Format catatan dokumentasi digunakan untuk mencatat dokumen-dokumen tertulis/arsip-arsip tentang data yang diperlukan dari peserta didik pada SMP Negeri kecamatan Janapria.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan (observasi), wawancara
(interview), dan penelaan document (dokumentasi) dengan uraian sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi dilakukan sebagai pengamat dan pencatatan sistematis terhadap gejala yang diselidiki.61 Peneliti menggunakan observasi secara langsung yang meliputi kondisi fisik dan nonfisik SMP Negeri kecamatan Janapria dalam bentuk supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru di SMP Negeri kecamatan Janapria. Kemudian, kejadian itu dicatat sebagaimana terjadi pada keadaan sebenarnya.
b. Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan, dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan. Tujuan dari wawancara adalah untuk mengumpulkan informasi dan bukan untuk merubah ataupun memengaruhi pendapat responden.62 Dalam penelitian ini menggunakan metode interview semi terstruktur dan tidak tersruktur. Hal ini disebabkan bahwa penelitian ini berusaha mencari pendapat persepsi, dan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kondisi nyata sekolah.
Langkah-langkah wawancara:
1) Menetapkan kepada siapa wawancara itu dilakukan.
2) Menyiapkan pokok permasalahan yang akan dijadikan bahan pembicaraan.
3) Mengawali atau membuka alur wawancara.
4) Melangsungkan alur wawancara.
5) Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
6) Menuliskan hasil wawancara kedalam catatan lapangan.
61 Amirul Hadi dan Haryianto, Metodologi Penelitian Pendidikan untuk IAIN dan PTAIN Semua Jurusan Komponen MKK, (Bandung : Pustaka Setia, 1998), 47
62 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 86
7) Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.
Hal-hal yang akan diwawancarai adalah:
1) Bagimana Model pelakasanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi SMP Negeri kecamatan Janapria.
2) Bagaimana kompetensi guru SMP Negeri kecamatan Janapria.
3) Apa implikasi hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru SMP Negeri kecamatan Janapria.
c. Dokumentasi
Data dalam penelitian kualitatif dapat diperoleh dari berbagai sumber diantaranya sumber manusia, melalui observasi dan wawancara. Ada pula yang bersumber dari nonmanusia yang dapat digunakan, di antaranya dokumen, foto, dan bahan statistik.63 Untuk itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode dokumentasi. Data dokumentasi ini digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi.
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.64 Metode ini sangat dibutuhkan oleh peneliti untuk meneliti arsip-arsip tentang pelaksanaan supervisi guru di sekolah.
Arsip kegiatan yang telah terjadi di masa lampau misalnya, sangat sulit digali kecuali dengan metode ini. Begitu pula dengan program kegiatan sekolah yang akan lebih efektif dan efisien bila digali dengan metode ini.
63 Rochajat Harun, Metode Penelitian Kualitatif untuk Pelatihan (Bandung: Mandar Maju, 2007),71.
64 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2006), 131-236
6. Teknis Analisis Data
Untuk menganalisis data selama dilapangan, ada dua teknik yang sering digunakan teknik Miles dan Hubermen dan teknik Spradley.65. Pada penelitian ini peneliti menggunakan model interaktif Miles, Huberman dan Saldana (2014), yang memetakkan menjadi tiga komponen yang saling berinteraksi dalam proses penelitian kualitatif yaitu: Kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclutions drawing).
Gambar.1.3: Bagan Miles, Huberman dan Saldana (2014)
a. Pengumpulan Data (data collection)
Kegiatan utama pada setiap penelitian adalah mengumpulkan data. Pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi atau gabungan ketiganya (triangulasi). Pengumpulan data dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan, sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan secara umum terhadap situasi sosial/objek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar drekam semua. Dengan demikian peneliti
65 M. Sobry Sutikno, Penelitian Kualitatif (Lombok: Holistika Lombok, 2020), 139.
Conclution:
drawing/verfying Data Collection
Data Condensation
Data Display
akan memperoleh data yang sangat banyak dan sangat bervariasi.66
b. Kondensasi Data (data Condensation)
Kondensasi data dapat diartikan sebagai proses pemilihan, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstrakkan, mentransformasikan data, yang mendekati keseluruhan bagian catatan-catatan tertulis di lapangan, transkrip wawancara, dokumen-dokumen dan materi-materi empiris. Jadi, kondensasi data ini diperoleh setelah peneliti melakukan wawancara mendalam dan medapatkan data tertulis di lapangan, yang natinya transkrip wawancara itu dipilah-pilah untuk mendapatkan fokus penelitian yang dibutuhkan.67
c. Penyajian Data (data display)
Display data merupakan aktivitas terorganisir, yang dikomprensi dengan perakitan informasi yang memungkinkan menggambarkan simpulan dan tindakan. Dalam tahapan ini, peneliti menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, yang tersusun dalam kalimat-kalimat yang sederhana. Kalimat-kalimat tersebut disusun saling berhubungan satu dengan lainnya secara naratif.68
d. Penarikan Kesimpulan (conclutions drawing)
Penarikan simpulan hanyalah sebagian dari satu kegiatan dan konfigurasi yang utuh. Simpulan- simpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Peneliti menggunakan sikap kritis, skeptis dan terbuka untuk mendapatkan simpulan yang valid.
Oleh karena itu simpulan harus diverifikasi terus menerus hingga diperoleh simpulan “jenuh”, yang
66 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: CV. Alfabeta, 2020), 322.
67 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 140
68 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 141
tidak memberikan peluang terhadap simpulan yang lain.69
7. Keabsahan Data
Teknik yang digunakan dalam pemeriksaan keabsahan dalam keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat, analisis kasus negative, kecukupan refernsial, dan pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam penelitian. Pengujian keabsahan data menggunakan empat kriteria sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiyono, yaitu:
kredibilitas (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan/reliabilitas (dependability), dan kepastian atau dapat dikonfirmasi (confirmability).70.
H. Sitematika Pembahasan
Gambaran keseluruhan penelitian ini peneliti uraikan dengan sistematika sebagai berikut.
Bagian awal dari penelitian ini adalah halaman sampul, halaman judul, halaman pernyataan keaslian, halaman pengesahan, halaman persetujuan tim penguji, halaman moto, halaman persembahan, abstrak, halaman transliterasi dan daftar isi.
Bab I Pendahuluan, membahas tentang: Latar belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan seting penelitian, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka teori tentang supervisi kepala sekolah, model-model supervisi, tantangan atau kenadala supervisi dan imlplikasi hasil dalam mengembangkan kompetensi guru, metode penelitian, dan sistemtika pembahasan.
Bab II membahas tentang paparan data dan hasil temuan di lapangan. Dalam bab ini peneliti memaparkan bagaimana Pelaksanaan Model Supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru SMP Negeri sekecamatan Janapria.
Bab III membahas tentang paparan data dan hasil temuan di
69 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,,142
70 Moleong, J. Lexy. Strategilogy Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007), 112
lapangan. Dalam bab ini peneliti memaparkan bagaimana Tantangan Supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru SMP Negeri sekecamatan Janapria.
Bab IV membahas tentang paparan data dan hasil temuan di lapangan. Dalam bab ini peneliti memaparkan bagaimana Implikasi Hasil Supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru SMP Negeri sekecamatan Janapria.
Bab V Penutup berisi Kesimpulan, Implikasi teoritik dan Saran.
BAB II
MODEL SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU
Bab ini peniliti memaparkan data dan temuan penelitian, hal tersebut sesuai dengan fokus penelitian yang membahas tentang model pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru.
Pada penelitian ini, peneliti melakukan wawancara yang mendalam, melakukan pengamatan, serta mengambil dokumentasi dengan para informan kunci yang dianggap mampu untuk dimintai keterangan terkait dengan data-data yang dibutuhkan, dalam hal ini kepala sekolah, wakasek kurikulum, dan guru. Maka pada bab ini dipaparkan secara sistematis data-data yang didapatkan dilapangan.
A. Paparan Data Hasil Penelitian 1. Profil SMPN 4 Janapria
SMP Negeri 4 Janapria dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok tengah, terletak di jalan Durian-Juring Kecamatan Janapria 0,30 Km. Sekolah ini berdiri tahun 2004 dan telah memiliki bangunan sendiri.71
Titik berat penyelenggaraan sekolah ini adalah penyelenggaraan kurikulum 2013 serta pembekalan pengetahuna sebagai beka untuk melanjutkan Pendidikan kejenjang yang yang lebih tinggi. Sekolah ini diawal berdirinya merupakan antusiasme masyarakat untuk mempersiapkan seumber daya manusia yang mampu bersaing dan memiliki wasawasan dan ilmu pengetahuan.
Visi SMP Negeri 4 Janapria adalah “Berbudaya, Kreatif, Inovatif dan Santun (Bekrisa), mencerminkan cita-cita sekolah yang: 1) berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian, 2) Sejalan dengan norma dan harapan masyarakat, 3) keinganan untuk mencapai prestasi, 4) mendorong dan memberikan semangat dan komitmen seluruh warga sekolah, 5) mendotonga adanya perubahan yang lebih baik, 6) mengarahkan
71 Dokumen SMPN 4 Janapria
langkah-langkah strategis misi sekolah. Sedangkan misinya adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan Potensi yang dimilki
b. Memberikan pembinaan secara efektif terhadap siswa yang memiliki kemauan dan semangat belajar tinggi
c. Menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetisi secara inisiatif kepada setiap siswa
d. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat serta menyenangkan sebagai tempat belajar siswa
e. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal f. Meningkatkan kemampuan siswa menggunakan alat peraga
dan media pembelajaran.
g. Mengembangkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler unggulan sesuai dengan potensi dan minat siswa
h. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru
i. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar
j. Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan stakeholder dalam rangka pengembangan sekolah yang berakar pada imtaq dan budaya bangsa
k. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah
l. Membudayakan sikap disiplin, memilki kinerja dan motifasi belajar yang tinggi untuk mewujudkan jiwa sekolah yang kreatif, berprestasi dan demokratis
m. Menyiapkan sarana prasarana yang representative guna mendukung KBM dan kegiatan imtaq
n. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
o. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
p. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal.
q. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
r. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia.
s. Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
SMP Negeri 4 Janapria berdiri di atas tanah seluas 9.980 m2 dan luas bangunan 2.315 m2, tanah tersebut merupakan milik pemerintah. Secara geografis terletak pada -8,6732 Lintang Utara, 116,3633 Bujur Selatan dengan batas sekolah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan jalan setapak menuju rumah warga
b. Sebelah selatan berbatasan dengan persawahan
c. Sebelah Barat berbatasan dengan sawah dan perkampungan d. Sebelah timur berbatsan dengan Jalan Raya Durian-Juring km
0,30 km.
Dilihat dari letak geografisnya sekolah ini sangat strategis, akses menuju sekolah cepat dijangkau karena dekat dengan jalan raya, dan lingkungan sekolah terasa asri, nyaman, mkondsuif dan tenang.
Keadaan guru pada SMPN 4 Janapria terdiri dari Guru PNS dan Guru Honorer serta sebagaian besar mengampu mata pelajaran sesuai dengan keahliannya.
Pada tahun pelajaran 2020/2021, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan secara keseluruhan adalah 25 Orang, terdiri tenaga pendidik 19 orang, tenaga Administrasi 4 orang, security 1 orang dan penjaga 1 orang. Laki-laki 15 Orang, perempuan 10 orang. Untuk lebih jelasnya tentang keadaan pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 4 Janapria, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.1
Keadaan Pendidik dan tenaga Kependidikan SMPN 4 Janapria Kabupaten Lombok Tengah
No Nama L/P Status Tugas/Mengajar Pend
1 H. Muhamad Muchlisin L S1 Kepsek/PPKn PNS
2 Hilyati P S1 PAI PNS
3 Syamsul Munir L S1 Bahasa Inggris PNS 4 Salihuddinul Majid L S1 Matematika PNS
5 Azma Huriati P S1 Matematika PNS
6 Mufrihun P S1 IPA PNS
7 Baiq Lely Febriani P S1 Bhs. Indonesia PNS
8 H. Muh. Hayardi L S1 BK PNS
9 Atip Ilhami L S1 IPS PNS
10 Lalu Sahdi L S1 Penjaskes PNS
11 Nurhidayati P S1 IPA PNS
12 Haeruni P S1 IPS PPPK
13 Muhamad Paozi L S1 PAI PPPK
14 Maya Hendriwati P S1 BK PPPK
15 Baiq Suprapti P S1 Prakarya GTT
16 Sri Suryatningsih P S1 Seni Budaya GTT
17 Suriani P S1 Prakarya GTT
18 Muhammad Raya L S1 Bhs. Indonesia GTT
19 Lalu Srijaya L S1 Mulok GTT
20 Lalu Pathul Ridwan L SMA PTT PNS
21 Teddy Apriandi L SMA PTT PTT
22 Hidayat Suadiyatno L D3 PTT PTT
23 Abd Hafiz Azzamroni L S1 PTT PTT
24 Rahman L SMA Security Security
25 Asban L SMP Penjaga Penjaga
Sumber Data : Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 4 Janapria, Dapodik 2020
Berdasarkan tabel tersebut Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terdiri dari PNS 11 orang, PPPK 3 orang, GTT 5 orang, KTU 1 Orang, PTT 3 orang, Security 1 orang, dan Penjaga 1 Orang.
Adapun Jumlah Siswa SMPN 4 Janapria pada tahun pelajaran 2020/2021 adalah sebanyak 162 orang, terdiri dari laki- laki 89 orang, perempuan 73 orang, yang terbagi menjadi 6 rombel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.2
Keadaan Peserta didik SMPN 4 Janapria
No Kelas L P Total
1 Kelas 7 27 24 51
2 Kelas 8 34 29 63
3 Kelas 9 28 20 48
Total 89 73 162
Sumber Data : Jumlah Peserta didik SMPN 4 Janapria, Dapodik 2020 Tabel 2.3
Keadaan Sarana dan Prasarana SMPN 4 Janapria
No Nama Prasarana Fasilitas
1 Ruang Kelas
Meja Siswa Kursi Siswa Meja Guru Kursi Guru Papan Tulis Tempat Sampah Jam Dinding Kotak kontak Simbol Kenegaraan Papan Pajang
2 Perpustakaan
Tempat Sampah Jam Dinding Rak Buku Meja Baca Kursi Baca Kursi Kerja
Meja Kerja / sirkulasi Simbol Kenegaraan
3 Lapangan Olahraga Gawangan Bola Sepak
4 Kamar Mandi
Kloset Jongkok Tempat Air (Bak) Gayung
Gantungan Pakaian
5 R. BP/BK
Komputer Jam Dinding Kursi Kerja
Meja Kerja / sirkulasi Jam Dinding
Kursi Pimpinan
6 R. Kepsek
Meja Pimpinan Kursi dan Meja Tamu Cermin
Taplak meja Data board
7 R. TU
Meja TU Kursi TU Lemari Printer TU Komputer Tempat Sampah Jam Dinding Rak Buku Kursi Kerja
Meja Kerja / sirkulasi
Penanda Waktu (Bell Sekolah) Proyektor
Brankas Filing Kabinet Papan Statistik
Soket Listrik/Kotak Kontak 8 R. Loby Kursi dan Meja Tamu 9 Kamar Mandi Siswa Tempat Sampah
Kloset Jongkok
Gayung
Gantungan Pakaian Gayung Air
Tempat Air
10 Kamar Mandi Kepsek
Tempat Sampah Kloset Jongkok Gayung
Gantungan Pakaian Gayung Air
Tempat Air
11 R. Gudang
Jam Dinding Tempat Tidur UKS Meja UKS
Kursi UKS Perlengkapan P3K Selimut
Sumber Data : Keadaan sarana dan prasarana SMPN 4 Janapria, Dapodik 2020
2. Profil SMPN 5 Janapria
SMP Negeri 5 Janapria terletak di jalan Salik-Loangmaka Kecamatan Janapria 2,10 Km. Sekolah ini berdiri tahun 2008 dan telah memiliki bangunan sendiri.72
Titik berat penyelenggaraan sekolah ini adalah penyelenggaraan kurikulum 2013 serta pembekalan pengetahuan sebagai bekal untuk melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Sekolah ini diawal berdirinya merupakan antusiasme masyarakat untuk mempersiapkan seumber daya manusia yang mampu bersaing dan memiliki wasawasan dan ilmu pengetahuan diwilayah desa Loangmaka.
Visi SMP Negeri 5 Janapria Tercapainya Prestasi Siswa, Berkompetensi Amat Baik Melalui Proses Pembelajaran Progresif.
Sedangkan misinya adalah sebagai berikut:
a. Membangun kultur budaya sekolah berkarakter religius
72 Dokumen SMPN 5 Janapria
b. Menerapkan regulasi sekolah sesuai dengan asas hukum, politik dan sosial etik.
c. Mengembangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah berstandar nasional.
d. Memfasilitasi integritas personal di dalam sistem sekolah yang informative.
e. Meningkatkan kualitas personal yang religius, maju, mandiri dan sejahtera.
f. Meningkatkan proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan efesien.
g. Mensosialisasikan prestasi hasil pendidikan menjadi milik publik.
SMP Negeri 5 Janapria berdiri di atas tanah seluas 9.010 m2 dan luas bangunan 1.888 m2, tanah tersebut merupakan milik pemerintah. Secara geografis terletak pada -8,72084 Lintang Utara, 116,3895683 Bujur Selatan dengan batas sekolah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Pemukiman warga
b. Sebelah selatan berbatasan dengan Jalan menuju pemukiman warga
c. Sebelah Barat berbatasan dengan perkampungan d. Sebelah timur berbatasan dengan Jalan Raya.
Dilihat dari letak geografisnya sekolah ini sangat strategis, akses menuju sekolah cepat dijangkau karena dekat dengan jalan raya, dan lingkungan sekolah yang berada ditengah pedesaan menjadikan sekolah ini terasa aman dan tenang.
Keadaan guru pada SMPN 5 Janapria terdiri dari Guru PNS dan Guru Honorer serta sebagaian besar mengampu mata pelajaran sesuai dengan keahliannya.
Pada tahun pelajaran 2020/2021, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan secara keseluruhan adalah 24 Orang, terdiri tenaga pendidik 21 orang, tenaga Administrasi 2 orang, dan penjaga 1 orang. Laki-laki 12 Orang, perempuan 12 orang. Untuk lebih jelasnya tentang keadaan pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 5 Janapria, dapat dilihat pada tabel berikut ini: