PENDAHULUAN
Latar belakang
Dengan memantau pembelajaran, kepala sekolah dapat mengevaluasi dan memberikan pedoman untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Kontrol yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat berdampak positif terhadap pengembangan kompetensi guru.
Rumusan Masalah
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka penelitian ini menarik dan penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran supervisi kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi guru. Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang kepemimpinan kepala sekolah dan juga dapat diteruskan ke sekolah lain.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran secara menyeluruh tentang kepemimpinan kepala sekolah dan juga dapat diteruskan ke sekolah lain. satu. Penelitian ini secara teoritis akan menemukan model, layanan supervisi yang digunakan oleh pimpinan sekolah dan implikasinya dalam upaya pengembangan kompetensi guru. Manfaat praktis.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Penelitian terdahulu yang relevan
Penelitian Janudin (2018) berjudul “Pengaruh Pengawasan Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Produktivitas Kerja Guru Sekolah Menengah Negeri di Kecamatan Balongan”. 16 Rismawan, “Pengaruh Pengawasan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Mengajar,” Jurnal Administrasi Pendidikan 22, no. 1 April.
Kerangka Teori
- Pengertian dan Tujuan Supervisi Kepala Sekolah
- Model dan Teknik supervisi
- Beberapa Tantangan atau Kendala dalam Supervisi
- Implikasi Supervisi Bagi Kompetensi Guru
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan, kecakapan, pengetahuan, kecakapan dan tingkah laku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru sebagai inspirasi bagi siswa. Menurut Joni, kemampuan merencanakan program belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) merencanakan menyusun bahan pelajaran, (2) merencanakan mengelola kegiatan belajar mengajar, (3) merencanakan pengelolaan kelas, (4) merencanakan pemanfaatan media dan sumber belajar, dan (5) merencanakan penilaian kinerja siswa untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi pedagogik adalah kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran siswa yang meliputi memahami siswa, merancang pelaksanaan pembelajaran, menilai hasil belajar dan mengembangkan siswa untuk mewujudkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi pedagogik tersebut meliputi kemampuan memahami peserta didik secara mendalam dan melaksanakan pembelajaran pendidikan. Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) huruf c menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai bahan pelajaran secara luas dan mendalam, yang memungkinkan peserta didik membimbing peserta didik untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan. . Sebagaimana tertuang dalam standar nasional pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) huruf d menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan. . , orang tua/wali siswa dan masyarakat sekitar.
Metode Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Teknis Analisa Data
- Keabsahan Data
Yang dimaksud kedudukan peneliti dalam penelitian ini sebagai salah satu instrumen penelitian adalah sebagai alat pengumpul data. Kedudukan peneliti sebagai mahasiswa penelitian adalah mengamati perilaku objek yang bertindak sebagai pengamat dan menceritakan apa yang dilakukan orang. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak yang dianggap memahami masalah yang diteliti, semua data diperoleh langsung dari tempat penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.
Data dan informasi yang diperoleh di lapangan terkait dengan bentuk supervisi yang dilakukan kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi guru di SMP Negeri Kecamatan Janapria. Tujuan wawancara adalah untuk mengumpulkan informasi dan bukan untuk mengubah atau mempengaruhi pendapat responden.62 Metode wawancara semi terstruktur dan tidak terstruktur digunakan dalam penelitian ini. Data dalam penelitian kualitatif dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk sumber manusia, melalui observasi dan wawancara.
Sitematika Pembahasan
Pada bab ini peneliti memaparkan tantangan-tantangan pembinaan kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru sekolah menengah di Kecamatan Janapria. Pada bab ini peneliti menjelaskan bagaimana hasil supervisi kepala sekolah berimplikasi pada pengembangan kompetensi guru di sekolah menengah negeri di Kecamatan Janapria.
MODEL SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
Paparan Data Hasil Penelitian
- Profil SMPN 4 Janapria
- Profil SMPN 5 Janapria
Keadaan guru di SMPN 4 Janapria terdiri dari guru PNS dan guru honorer dan sebagian besar mengajar mata pelajaran sesuai dengan keahliannya. Pada tahun ajaran, jumlah guru dan tenaga kependidikan secara keseluruhan adalah 25 orang, terdiri dari 19 orang tenaga pengajar, 4 orang tenaga administrasi, 1 orang satpam dan 1 orang satpam. Jumlah siswa SMPN 4 Janapria tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 162 orang, terdiri dari 89 laki-laki, 73 perempuan, yang terbagi dalam 6 kelompok.
Keadaan guru di SMPN 5 Janapria terdiri dari guru honorer dan guru honorer yang sebagian besar mengajar mata pelajaran sesuai dengan keahliannya. Pada tahun ajaran, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan adalah 24 orang, terdiri dari 21 orang guru, 2 orang tenaga administrasi dan 1 orang penjaga. Berdasarkan data tersebut, kondisi pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 5 Janapria terdiri dari 7 orang PNS, 3 orang PNS, 12 orang GTT, 2 orang PTT dan 1 orang satpam.
Model Supervisi Kepala Sekolah
- Model Pelaksanaan Supervisi di SMPN 4 Janapria
- Model Pelaksanaan Supervisi di SMPN 5 Janapria
Pada tahap ini sutradara membuat program, melakukan sosialisasi, membentuk tim supervisi, dan membuat jadwal. Pada tahap ini direktur melakukan pemeriksaan administrasi, melakukan pra observasi, observasi kelas dan pasca observasi. Sebagai peneliti setelah melakukan wawancara dengan kepala SMPN 4 Janapria, salah satu tugas direktur adalah melaksanakan program kegiatan supervisi.
Pernyataan wawancara untuk model supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah model supervisi klinis. Pada tahap ini, direktur melakukan pemeriksaan administrasi, melakukan observasi awal, observasi kelas dan observasi pasca. Pemaparan hasil wawancara mengenai model supervisi yang diterapkan kepala sekolah adalah model supervisi saintifik.
Pembahasan Model Supervisi Kepala Sekolah
- Model Supervisi Kepala Sekolah SMPN 4 Janapria
- Model Supervisi Kepala Sekolah SMPN 5 Janapria
Menurut Sahertian (2000) model supervisi ilmiah adalah model supervisi yang dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan sebelumnya secara objektif dan dilakukan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan dengan menggunakan prosedur dan teknik yang telah ditetapkan. 2005) menyatakan bahwa asas-asas pokok yang akan dijadikan pedoman yang digunakan oleh pimpinan sekolah salah satunya adalah asas keilmuan yang didalamnya kegiatan supervisi dikembangkan, harus disusun secara sistematis, objektif dan menggunakan instrumen atau sarana yang memberikan informasi yang dapat dipercaya dan dapat digunakan. sebagai masukan untuk melaksanakan evaluasi situasi belajar mengajar. Berdasarkan uraian dan pernyataan wawancara di atas, model bimbingan ilmiah adalah kegiatan supervisi yang dilakukan secara terencana, berkesinambungan, sistematis dan menggunakan hasil data yang diperoleh sebelumnya untuk menerapkan prosedur dan teknik evaluasi proses pembelajaran selanjutnya. Model supervisi ini pada hakekatnya bekerja untuk orang lain (work for the others), bekerja dengan orang lain (work with the others), bekerja melalui orang lain (work through the others), dari sinilah terwujud kegiatan supervisi.
Berdasarkan temuan dan penjelasan di atas, maka peneliti dalam penelitian ini dapat menemukan kegunaan model yang digunakan oleh kepala SMP Negeri 4 Kanton Janapria dalam melaksanakan kegiatan supervisi yaitu Model Supervisi Klinis. Pemaparan hasil wawancara yang diperoleh di sekolah SMPN 5 Janapria adalah model supervisi yang merupakan model supervisi saintifik. Berdasarkan hasil wawancara dan pendapat di atas model supervisi ilmiah terdiri dari kegiatan supervisi yang dilakukan secara terencana, berkesinambungan, sistematis, menggunakan hasil data yang diperoleh sebelumnya menggunakan prosedur dan teknik untuk memudahkan proses pembelajaran selanjutnya. evaluasi.
TANTANGAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
Tantangan supervisi kepala sekolah di SMPN 4 Janapria
Menurut Purwanto (2007) menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya kegiatan supervisi yang dilakukan oleh seorang supervisor, antara lain: (1) lingkungan masyarakat tempat sekolah berada, (2) besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab pengawas. kepala sekolah, (3) ketersediaan guru, guru, dan staf, dan (4) keterampilan dan keahlian kepala sekolah. Implikasi Hasil Supervisi Utama Terhadap Pengembangan Kompetensi Guru di SMPN 4 Kompetensi guru di SMPN 4 Janapria Janapria. Hasil supervisi yang dilakukan kepala sekolah berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Dampak supervisi yang dilakukan oleh direktur SMPN 4 Janapria diwujudkan dalam bentuk kemampuan guru dalam melaksanakan program belajar mengajar, penguasaan mata pelajaran dalam kurikulum. Implikasi Hasil Supervisi Utama Terhadap Pengembangan Kompetensi Guru di SMPN 5 Kompetensi guru SMPN 5 Janapria di SMPN 5 Janapria. Menurut Anda, apakah ada kompetensi khusus guru yang ingin Anda capai di bawah pengawasan kepala sekolah.
Tantangan supervisi kepala sekolah di SMPN 5 Janapria
PembahasanTantangan Supervisi
- Tantangan supervisi kepala sekolah pada SMPN 4 Janapria
- Tantangan supervisi kepala sekolah pada SMPN 5 Janapria
Faktor pendukung dan penghambat merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan karena sifatnya yang berlawanan dalam suatu hubungan timbal balik. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Kepala SMP Negeri Kecamatan Janapria, muncul beberapa kendala terkait pelaksanaan kegiatan supervisi. Kendala yang dialami secara internal adalah banyak guru yang masih takut, akibatnya penguasaan materi kurang dan metode yang digunakan kurang variatif.
Perencanaan pelaksanaan pengawasan terkadang tidak berjalan sesuai rencana karena berbagai kegiatan atau acara kedinasan yang tidak dapat dibatalkan. Saat memberikan evaluasi, perlengkapan guru khususnya masih bersifat copy-paste, sedangkan guru tetap keras kepala dalam menyampaikan materi pelajaran selama mengajar sehingga seolah-olah guru tidak mengetahui tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Paparan data hasil penelitian
- Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan
- Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam mengembangkan
Karena dengan supervisi tentunya kita mendapatkan data dari kepala sekolah yang bisa banyak membantu kualitas guru disini96. Karena dengan supervisi tentunya ada masukan dari kepala sekolah yang bisa banyak membantu kualitas guru disini”100. Hal ini sesuai dengan temuan peneliti dalam dokumen bahwa kepala sekolah dalam melakukan evaluasi pada tahap supervisi selanjutnya menunjukkan nilai yang cukup besar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri Janapria mampu mengembangkan kompetensi guru dalam bidang kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Pelaksanaan model supervisi kepala sekolah di SMA Negeri Janapria menggunakan model supervisi klinis dan model supervisi saintifik. Peneliti mencoba memberikan saran kepada kepala sekolah terkait pemberian layanan supervisi yang berpengaruh terhadap pengembangan kompetensi guru.
Dinas Pendidikan dapat memberikan pemahaman tentang penggunaan model supervisi yang dapat digunakan pimpinan sekolah untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada guru untuk mengembangkan kompetensi guru. Manajemen Pengawasan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 1 Palopo.” Institut Agama Islam Negeri Palopo, 2019.
Pembahsan Implikasi Hasil Supervisi Kepala Sekolah dalam
Kesimpulan
Model supervisi klinik merupakan bentuk supervisi yang menitikberatkan pada peningkatan dan perbaikan pembelajaran melalui tahapan pertemuan perencanaan, observasi kelas atau observasi kelas, dan pertemuan tindak lanjut atau pasca observasi. Sedangkan model surveilans ilmiah dilakukan secara terencana, berkesinambungan dan sistematis serta menggunakan instrumen sebagai pengumpul data dan data yang dihasilkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi adalah kesiapan guru dalam penyelenggaraan yang masih belum lengkap, pembagian materi di kelas belum sesuai rencana, belum dilakukannya evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran, guru kurang disiplin, waktu pelaksanaan. kegiatan pengawasan terkadang tidak sesuai rencana, dukungan semua pihak kurang maksimal.
Implikasi Hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri Janapria dapat mengembangkan kompetensi guru dalam bidang kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
Implikasi Teoritik
- Instrumen Wawancara Dengan Guru
- Instrumen Wawancara Dengan Guru
- Ijin Penelitian dari Kampus
- Ijin Penelitian dari Dinas
- Sertifikat Plagiasi
Bagi kepala sekolah, pelaksanaan model supervisi hendaknya lebih ditingkatkan dan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, serta setiap guru perlu dibimbing agar semua guru dapat mengidentifikasi kekurangan dan menerima saran untuk perbaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukannya di kelas. Bagaimana reaksi guru terhadap supervisi yang Anda lakukan dan bagaimana reaksi tersebut terjadi? Menurut anda faktor apa saja yang mendukung maksimalnya pengawasan terhadap sekolah ini?
Berdasarkan hasil evaluasi Saudara, apakah masih ada hal-hal yang kurang dan belum optimal dalam pelaksanaan pengawasan. Menurut evaluasi Saudara, apakah ada hal atau bantuan yang Saudara butuhkan saat ini untuk meningkatkan pelaksanaan pengawasan? Menurut penilaian Saudara, pelaksanaan supervisi sejalan dengan pengembangan kompetensi yang Saudara harapkan.