BAB III Metode Penelitian
E. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
2) Mengajukan pertanyaan kendala yang di alami oleh guru pada saat kegiatan tersebut berlangsung.
3) Menyimpulkan hasil pengamatan.
4) Merekomendasikan hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.
2. Siklus II
Tahap siklus II sama dengan siklus pertama, hasil refleksi pada siklus oleh karena itu hasil observasi dijadikan acuan bahan untuk refleksi dan hasil refleksi pada siklus I akan dijadikan acuan perbaikan dalam perbelajaran siklu berikutnya. Apabila proses siklus I kurang baik atau kurang optimal maka siklus II harus dilaksanakan guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I.
1. Pedoman Observasi
Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitia.33 Observasi yaitu melakukan pengamatan secara lansgung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku, tindakan manusia, dan fenomena alam yang ada di alam sekitar.Peneliti menggunakan pedoman ini dengan cara membuat format pengamatan sebagai istrumen penelitian. Format yang disusun tersebut berisi item-item tentang aktivitas siswa maupun aktivitas guru ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas.
Adapun pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Lembar Observasi Aktivitas Guru
Lembar observasi aktivitas guru adalah instrumen yang memuat mengenai kegiatan yang akan dilakukan oleh guru pada saat proses kegiatan membuat kolase dengan berbagai media untuk meningkatkan kemampuan mototrik halus anak pada kelompok B.
33 Jamal Ma‟mur Asmani, Tuntunan Lengkap Metodelogi Praktis Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Diva press, 2011), hlm. 123.
Tabel 3.2
Kisi-kisi instrumen aktivitas guru
No Tahapan Indikator
1 Perencanaan a. Guru menyiapkan RPPH, alat
obsrvasiyang telah disusun sebelumnya b. Membimbing peserta didik untuk
duduk dengan rapi.
c. Mengajak peserta didik berdoa sebelum melakukan kegiatan.
d. Menyapa peserta didik seperti menanyakan bara.
e. Sedikit mengulang pembelajaran yang dilakukan kemarin.
f. Menanyakan sub tema hari ini g. Menyapkan media yang akan
digunakan dalam kegiatan.
2 Pelaksanaan a. Memperkenalkan media yang akan digunakan.
b. Menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan
c. Memberikan alat dan media yang diperlukan dalam kegiatan
d. Memulai kegiatan dengan bimbingan guru dikelas
e. Melakukan kegiatan sesuai dengan yang sudah di jelaskan di awal.
f. Setelah selesai, hasil harya tersebut akan di ambil dan dikumpulkan oleh peneliti.
g. Menanyaka pada peserta didik tentang kegiatan hari ini.
h. Doa sebelum pulang dan salam penutup
Berdasarkan tabel diatas maka peneliti akan mengamati dan meneliti serta mencatat kemampuan pendidik atau guru dalam proses pembelajaran berlangsung. Data aktivitas guru ini di ambil dengan menggunakan lembar observasi.
Skor yang diberikan ketentuan yakni:
a. Skor 4 diberikan jika guru melaksanakan kegiatan dengan sangat baik
b. Skor 3 diberikan jika guru melaksanakan kegiatan dengan baik c. Skor 2 diberikan jika guru melaukan kegiatan cukup baik d. Skor 1 diberikan jika guru melakukan kegiatan dengan kurang
baik.
Tabel 3.2
No Kategori Favorulble
1 Baik Sekali 4
2 Baik 3
3 Cukup baik 2
4 Kurang baik 1
b) Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Lembar observasi aktivitas siswa merupakan instrumen yang memuat tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Tabel3.3 kisi-kisi instrumen kemampuan motorik halus
Variabel Sub Variabel Indikator
Kemampuan motorik halus
Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas
Anak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri dalam aktifitas kolase memberi lem pada pola gambar
Anak terampil menggunakan jarijemari tanagan kanan dan kiri dalam aktivitas menyususun bahan kolase pada pola gambar
Anak terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam aktivitas kolase merekatkan bahan pada gambar
Tabel 3.4 Rubrik Penilaian Keterampilan menggunakan jari-jemaritangan kanan dan kiri dalam aktivitas kolase Memberikan lem pada pola gambar.
No Kriteria Deskriptif Skor
1 Anak terampil dalam menggunakan jari tangan kanan dan kiri dalam memberikan lem pada pola gambar
Ketika anak mampu menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri dalam mengambil lem sesuai dengan kebutuhan, cara memberikan lem pada permukaan pola gambar sudah rata, dengan hati-hati dan tida berceceran.
3
2 Anak kurang terampil dalam menggunakan tangan kanan dan kiri dalam memberikan lem pada pola gambar
Jika anak dapat menggunakan jari telunjuk tangan kanan dan kiri untuk mengambil lem tapi berlebihan ada yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, cara memberikan lem pada permukaan pola gambar kurang rata, kurang hati- hati dan tidak berceceran.
2
3 Anak tidak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kirinya dalam pemberian lem pada pola gambar
Jika anak masih terlihat kaku menggunakan jari telunjuk tangan kanan dan kiri ketika mengambil lem, cara memberika lem pada pola gambar masih berceceran, terburu-buru kurang hati-hati
1
Tabel 3.6 Rubrik Penilaian Keterampilan Menggunakan Jari-jemari Tangan Kanan dan Kiri Dalam Aktivitas Kolase Merekatkan
Bahan Kolasepada Pola Gambar.
No Kriteria Deskripsi Skor
1 Anak terampil menggunakan jari- jemari kanan dan kiri dalam merekatkan bahan kolase
Jika anak merekatkan bahan kolase pada pola gambar dan ditekan pelan- pelan menggunakan jari-jemari kedua tangan terorganisasi cukup baik, dan hasilnya mereka kuat.
3
2 Anakkurang terampil menggunakan jari jemari tangan kanan dan kiri dalam merekatkan bahan kolae pada gambar
Anak dapat merekatkan bahan kolase pada pola gambar dengan menekan pelan menggunakan jari- jemari kedua tangan terorganisasi cukup baik.
2
3 Anak tidak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri pada saat merekatkan bahan pada pola gambar.
Anak belum terampil dalam mengorganisasikan jari-jemari kedua tangan dalam merekatkan bahan kolase pada pola gambar
1
2. Pedoman Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data secara langsung dari tempat penelitian, yang meliputi buku- buku, laporan kegiatan, photo-photo, film dokumenter, data yang relevan. Dokumen juga merupakan cacatan peristiwa yang sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, karya monumental dari seseorang.34