• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Kegiatan Kolase

BAB I PENDAHULUAN

A. Motorik Halus

2. Manfaat Kegiatan Kolase

Kegiatan kolase digemari oleh anak usia dini karena mampu memberikan kesan dua dimensi. Harapannya hasil dari kegiatan tersebut dapat mengembangkan motorik halus anak sesuai harapan.25

2) Bahan Olahan

Bahan olahan adalah bahan yang diolah dari bahan yang telah ada, seperti: plastik, serat sintetis, logam, karet, sedotan, kain flanenel, tali koor, benang, kapas dan lain- lain

3) Bahan Bekas

Bahan bekas adalah bahan sisa yang sudah tidak digunakan lagi namun masih bisa untuk dimanfaatkan ulang banyak terdapat dilingkungan sekitar, seperti:

majalah bekas, plastik, koran bekas, kardus bekas dan sebagainya.27

Dalam kegiatan kolase ini bahan yang digunakan adalah bahan yang mudah untuk di tempel, bahan yang disukai anak-anak, aman, murah, mudah didapat, dan bahan yang jarang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

4. Langkah-langkah dalam Pembelajaran Kegiatan Kolase Langkah-langkah dalam pengerjaan kolase adalah sebagai berikut:

1) Merencanakan gambar yang akan dibuat

27Lia Maylani H, “Untukmu Guruku” dalam

https://mamikos.com/info/pengertian-bahan-dan-cara-membuat-kolase/ Diambil pada tanggal 12 Agustus, 2021 jam 11.23 WIB.

2) Menyediakan alat/bahan.

3) Menjelaskan serta mengenalkan nama alat-alat atau bahan yang digunakan dalam kegiatan kolase dan bagaimana cara penggunaannya.

4) Membimbing anak dan memberikan contoh cara menaburkan ataupun menjimpit material bahan kolase, memberi perekat dengan lem, menjelaskan posisi untuk menempel bahan kolase yang benar dengan hati-hati sehingga hasil tempelnya rapi tidak keluar garis. Apabila anak-anak belum memahami dengan baik, maka perlu diulang lagi penjelasannyasampai anak bisa memahaminya.

5) Guru memberikan semangat dan motivasi seperti pujian dan tepuk tangan, acungan jempol, kata-kata baik seperti hebat, pintar dan lain-lain.

6) Guru memberikan bimbingan kepada anak yang belum bisa atau belum berhasil dalam melakukan kegiatan kolase tersebut.28

28„Utakatikotak.com dalam https://-id.123dok.com/dokument/ky6p88eog- langkah-langkah-pembelajaran-kolase-di-tk.htmlDiambil tanggal 12 Agustus, jam 13.00 WIB.

BAB III

METODE PENELITIAN A.Setting Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Data yang diperoleh penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid.29 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK (penelitian tindakan kelas) adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dan upaya untuk memecahkan masalah dengan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut.30

Penelitian ini akan dilakukan di RA Thariqul „Izzah Mataram Jln.

Gajah Mada Jempong Baru Mataram.

B.Sasaran Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelompok B berjumlah 25 anak namun sasaran penelitian hanya 15 anak dikarenakan pada saat penelitian masih pada saat penyebaran covid-19 aturan masih mengahrusakan anak

29Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfa Beta, 2016), hlm. 2.

30 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 26.

untuk saling mejaga jarak sehingga beberapa orangtua melarang anak untuk belajar di sekolah di RA Thariqul „Izzah Mataram.

C.Desain PTK

Tahap-tahap penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang yang akhirnya menghasilkan beberapa tindakatan dalam hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3.1. desain PTK

Model Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)31

31 Suharsumi Arikunto, Prosedur Penelitian Sautu Pendekatan Praktek. ( Jakarta: Renika Cipta, 2013, hlm. 137.

D. Rencana Tindakan

Berikut tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan oleh peneliti

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini, kegiatan yang akan dilakukan peneliti adalah:

1) Peneliti berkonsultasi dengan guru kelas mengenenai tema yang akan dibahas.

2) Guru bersama penelitimembuat rencana dan perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran harian dengan media kolase.

3) Menyiapkan media atau alat untuk memperlancar kegiatan pembelajaran

4) Peneliti menyusun lembar observasi aktivitas guru dan anak untuk melihat bagaimana kondisi proses belajar mengajar dikelas ketika kegiatan kolase berlangsung.

5) Menyiapkan kamera sebagai alat bantu untuk memperoleh data yang visual dan dokumentasi.

6) Guru membuat perangkat evaluasi

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksaan tindakan adalah bagaimana menerapkan atau melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun.

Adapun tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan membuat karya kolase dengan berbagai media. Dalam pelaksanaanya guru berperan sebgai pengarah serta fasilitator dalam melakukan kegiatan kolase tersebut.

1) Kegiatan pembuka

a) Berdoa sebelum melakukan kegiatan pembelajaran b) Melakukan gerakan tubuh

c) Bercakap-cakap tentang kegitan hari tersebut d) Bernyanyi

2) Kegiatan inti Eksplorasi

a) Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang akan digunakan

b) Guru bertanya tentang tema hari tersebut.

c) Guru memperlihatkan contoh kolase, kemudian meminta anak untuk mengamati gambar tersebut.

Elaborasi.

d) Guru memberikan kertas yang berisi sketsa gambar kolase dengan tema tertentu pada masing-masing anak.

e) Guru meminta anak untuk memberikan lem pada sketsa yang sudah disediakan.

f) Guru meminta anak untuk menempelkan bahan yang telah disediakan dalam pembuatan kolase tersebut.

g) Melakukan evaluasi pembelajaran 3) Kegiatan penutup

a) Doa setelah belajar dan doa naik kendaraan b) Menginformasikan tentang kegiatan besok pagi c) Berdoa setelah belajar dan doa naik kendaraan.

4) Kegiatan penutup c. Tahap Observasi

Tahap ini adalah peneliti mengamati hasil dan dampak dari tindakan-tindakan anak dan guru dalam proses belajar menggunakan media kolase. Observasi dapat diartikan sebagai alat pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sitematik gejala-gejala yang terjadi.32

32 Cholid Narbuko, Abu Achmad, Metodelogi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 70.

Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan guru sesuai dengan tindakan yang telah dilakukan guru sesui dengan tindakan yang telah disusun atau direncanakan sebelumnya. Observasi dilaksanakan pada saat proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti. Tahap ini dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas siswa pada saat proses proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam menerapkan kegiatan kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Hasil observasi ini menjadi dasar untuk dilakukannya refleksi atau perbaikan pada siklus berikutnya.

d. Tahap Refleksi

Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh hasil pengamatan yang dilakukan pada setiap tahapan kemudian dikumpulkan untuk di analisi oleh peneliti.

Langkah-langkah refleksi hasil pengamatan kegiatan siklus I yakni:

1) Mendiskusikan terlebih dahulu dengan guru kelas mengenai hasil yang dicapai oleh anak.

2) Mengajukan pertanyaan kendala yang di alami oleh guru pada saat kegiatan tersebut berlangsung.

3) Menyimpulkan hasil pengamatan.

4) Merekomendasikan hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.

2. Siklus II

Tahap siklus II sama dengan siklus pertama, hasil refleksi pada siklus oleh karena itu hasil observasi dijadikan acuan bahan untuk refleksi dan hasil refleksi pada siklus I akan dijadikan acuan perbaikan dalam perbelajaran siklu berikutnya. Apabila proses siklus I kurang baik atau kurang optimal maka siklus II harus dilaksanakan guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I.

E.Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya

Instrumen penelitian adalah alat bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu metode. Adapun alat alat atau instrumen yang digunakan oleh peneliti untuk mempermudah proses dalam pengumpulan data yakni:

1. Pedoman Observasi

Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitia.33 Observasi yaitu melakukan pengamatan secara lansgung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku, tindakan manusia, dan fenomena alam yang ada di alam sekitar.Peneliti menggunakan pedoman ini dengan cara membuat format pengamatan sebagai istrumen penelitian. Format yang disusun tersebut berisi item-item tentang aktivitas siswa maupun aktivitas guru ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas.

Adapun pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Lembar Observasi Aktivitas Guru

Lembar observasi aktivitas guru adalah instrumen yang memuat mengenai kegiatan yang akan dilakukan oleh guru pada saat proses kegiatan membuat kolase dengan berbagai media untuk meningkatkan kemampuan mototrik halus anak pada kelompok B.

33 Jamal Ma‟mur Asmani, Tuntunan Lengkap Metodelogi Praktis Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Diva press, 2011), hlm. 123.

Tabel 3.2

Kisi-kisi instrumen aktivitas guru

No Tahapan Indikator

1 Perencanaan a. Guru menyiapkan RPPH, alat

obsrvasiyang telah disusun sebelumnya b. Membimbing peserta didik untuk

duduk dengan rapi.

c. Mengajak peserta didik berdoa sebelum melakukan kegiatan.

d. Menyapa peserta didik seperti menanyakan bara.

e. Sedikit mengulang pembelajaran yang dilakukan kemarin.

f. Menanyakan sub tema hari ini g. Menyapkan media yang akan

digunakan dalam kegiatan.

2 Pelaksanaan a. Memperkenalkan media yang akan digunakan.

b. Menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan

c. Memberikan alat dan media yang diperlukan dalam kegiatan

d. Memulai kegiatan dengan bimbingan guru dikelas

e. Melakukan kegiatan sesuai dengan yang sudah di jelaskan di awal.

f. Setelah selesai, hasil harya tersebut akan di ambil dan dikumpulkan oleh peneliti.

g. Menanyaka pada peserta didik tentang kegiatan hari ini.

h. Doa sebelum pulang dan salam penutup

Berdasarkan tabel diatas maka peneliti akan mengamati dan meneliti serta mencatat kemampuan pendidik atau guru dalam proses pembelajaran berlangsung. Data aktivitas guru ini di ambil dengan menggunakan lembar observasi.

Skor yang diberikan ketentuan yakni:

a. Skor 4 diberikan jika guru melaksanakan kegiatan dengan sangat baik

b. Skor 3 diberikan jika guru melaksanakan kegiatan dengan baik c. Skor 2 diberikan jika guru melaukan kegiatan cukup baik d. Skor 1 diberikan jika guru melakukan kegiatan dengan kurang

baik.

Tabel 3.2

No Kategori Favorulble

1 Baik Sekali 4

2 Baik 3

3 Cukup baik 2

4 Kurang baik 1

b) Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Lembar observasi aktivitas siswa merupakan instrumen yang memuat tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Tabel3.3 kisi-kisi instrumen kemampuan motorik halus

Variabel Sub Variabel Indikator

Kemampuan motorik halus

Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas

Anak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri dalam aktifitas kolase memberi lem pada pola gambar

Anak terampil menggunakan jarijemari tanagan kanan dan kiri dalam aktivitas menyususun bahan kolase pada pola gambar

Anak terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam aktivitas kolase merekatkan bahan pada gambar

Tabel 3.4 Rubrik Penilaian Keterampilan menggunakan jari-jemaritangan kanan dan kiri dalam aktivitas kolase Memberikan lem pada pola gambar.

No Kriteria Deskriptif Skor

1 Anak terampil dalam menggunakan jari tangan kanan dan kiri dalam memberikan lem pada pola gambar

Ketika anak mampu menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri dalam mengambil lem sesuai dengan kebutuhan, cara memberikan lem pada permukaan pola gambar sudah rata, dengan hati-hati dan tida berceceran.

3

2 Anak kurang terampil dalam menggunakan tangan kanan dan kiri dalam memberikan lem pada pola gambar

Jika anak dapat menggunakan jari telunjuk tangan kanan dan kiri untuk mengambil lem tapi berlebihan ada yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, cara memberikan lem pada permukaan pola gambar kurang rata, kurang hati- hati dan tidak berceceran.

2

3 Anak tidak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kirinya dalam pemberian lem pada pola gambar

Jika anak masih terlihat kaku menggunakan jari telunjuk tangan kanan dan kiri ketika mengambil lem, cara memberika lem pada pola gambar masih berceceran, terburu-buru kurang hati-hati

1

Tabel 3.6 Rubrik Penilaian Keterampilan Menggunakan Jari-jemari Tangan Kanan dan Kiri Dalam Aktivitas Kolase Merekatkan

Bahan Kolasepada Pola Gambar.

No Kriteria Deskripsi Skor

1 Anak terampil menggunakan jari- jemari kanan dan kiri dalam merekatkan bahan kolase

Jika anak merekatkan bahan kolase pada pola gambar dan ditekan pelan- pelan menggunakan jari-jemari kedua tangan terorganisasi cukup baik, dan hasilnya mereka kuat.

3

2 Anakkurang terampil menggunakan jari jemari tangan kanan dan kiri dalam merekatkan bahan kolae pada gambar

Anak dapat merekatkan bahan kolase pada pola gambar dengan menekan pelan menggunakan jari- jemari kedua tangan terorganisasi cukup baik.

2

3 Anak tidak terampil menggunakan jari-jemari tangan kanan dan kiri pada saat merekatkan bahan pada pola gambar.

Anak belum terampil dalam mengorganisasikan jari-jemari kedua tangan dalam merekatkan bahan kolase pada pola gambar

1

2. Pedoman Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data secara langsung dari tempat penelitian, yang meliputi buku- buku, laporan kegiatan, photo-photo, film dokumenter, data yang relevan. Dokumen juga merupakan cacatan peristiwa yang sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, karya monumental dari seseorang.34

F. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksaan tindakan adalah berbagai tindakan atau perlakuan yang dikerjakan guru dalam upaya memecahkan masalah

34 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfa Beta, 2016), hlm. 2.

yang disusun dalam perencanaan. Pelaksanaan PTK dalam bentuk siklus atau putaran. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajarn dengan menggunakan media yang disiapkan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. berikut tahapan pelaksaan yang akan dilakukan oleh peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung:

1. Persiapan

Sebelum melaksanakan kegiatan, guru terlebih dahulu menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (rpph), alat observasi yang telah di susun serta menata alat atau bahan yang akan digunakan dalam kegiatan pembuatan karya kolase dari berbagai media.

a. Kegiatan awal

1) Mengucapkan salam dan berdo‟a sebelum kegiatan

2)Benyanyi sesuai dengan tema yang di bahas 3)Membaca surat-surat pendek

4)Menghafal doa sehari-hari

5)Guru menyiapkan bahan dan media 6)Guru menyampaikan materi atau tema

7)Guru memperkenalkan tentang karya kolase pada sisiwa

b. Kegiatan Inti

1) Guru mempersiapkan lembar kertas yang terdapat pola gambar sesuai dengan tema

2) Menyediakan alat dan bahan

3) Guru menampilkan sebuah karya kolase yang sudah selesai sebagai contoh di depan.

4) Selanjutnya guru mempersilahkan siswa untuk memulai kegiatan

5) Guru ikut melakukan kegiatan tersebut dengan langkah- langkah agar anak mudah memahaminya

6) Guru membimbing anak bagaimana cara menggunakan lem dan menempel.

7) Guru meminta anak menempelkan media pada sketsa sesuai dengan keinginnya. Guru hanya membimbing.

c. Kegiatan akhir

1) Guru melakukan recalling atau evaluasi tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan hari ini

2) Guru merapikan media dan alat yang telah digunakan 3) Guru mengajak siswa bernyanyi sebelum menutup

pembelajaran

4) Guru menutup pembelajaran dan dilanjutkan dengan berdoa setelah belajar kemudian doa naik kendaraan.

G.Cara Pengamatan (Monitoring)/Evaluasi

Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung, pengamatan dilakukan bersama dengan teman sejawat dan guru kelompok B di RA Thariqul „Izzah Mataram dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya.

Ketika proses pengamatan berlangsung peneliti bertindak sebagai observer. Adapun yang diamati adalah bagaimana pelaksanaan tindakan, bagaimana guru menyajikan pembelajaran, bagaimana kegiatan kolase dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak selama proses kegiatan belajar mengajar, dan apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan skenario yang dibuat.

H.Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah:

1. Kemampuan anak dalam motorik halus dikategorikan Baik sekali apabila hasil mencapai 86-100%

2. Kemampuan anak dalam motorik halus dikategorikan berhasil dengan baik minimal 76-85%.

3. Kemampuan anak dalam motorik halus dikategorikan cukup baik apabila hasil mencapai 56-75%.

4. Kemampuan anak dalam motorik halus dikategorikan kurang baik jika hasil 0-55%.

Tabel 3.7

Kriteria Ketuntasan Belajar35 Tingkat Keberhasilan % Arti

86-100% Baik Sekali

76-85% Baik

56-75% Cukup Baik

0-55% Kurang Baik

Untuk menentukan skor rata-rata hasil tes anak peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh anak kemudian dibagi dengan jumlah anak kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata-rata. Nilai rata-rata ini didapat dengan menggunakan rumus:

Keterangan: : nilai rata-rata

: jumlah semua nilai siswa

: jumlah siswa.36

Untuk menghitung skor yang diperoleholeh individu digunakan rumus sebagai berikut:

Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal digunakan rumus sebagai berikut:

35Amirul Hadi, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2005),hlm. 41

36Ibid., hlm 204

37 a. Data Aktivitas Guru dan Aktivitas siswa

Untuk mengetahui nilai aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Setelah terhitung persentase aktivitas guru dapat diberikan kriteria penilaian sebagai berikut :

Tabel 3.8

86-100% : Baik Sekali

76-85% : Baik

56-75% : Cukup Baik

0-55% : Kurang Baik38

d. Refleksi

Pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses, masalah dan hambatan yang dijumpai dan dilanjutkan dengan refleksi terhadap pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Baik itu penggunaan media, meningkatnya kemampuan motorik halus, hasil karya dan observasi dalam proses pembelajaran.

37 Zainal Aqib, Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB, dan TK, (Bandung: Yrama Widya, 2011 ) hlm.41.

38Ibid., hlm. 41

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian

1. Sejarah Singkat RA Thariqul Izzah Mataram

RA thariqul Izzah Mataram adalah sekolah bagi anak usia pra sekolah yang berdiri pada tahun 2005 dengan nomor NPSN:

1.50220265, dan berada di bawah yayasan lembaga pendidikan sosial (LPS) Thariqul Izzah Mataram. Di samping itu, RA Thariqul Izzah ini juga mengantongi izin dari depag (Departemen Agama).LPS Thariqul Izzah Mataram adalah lembaga ber-Badan Hukum dengan Akte Notaris : HJ. Indah Purwani, SH nomor 8, tanggal 6 April 2005. Embrionya telah hadir sejak 1995 dengan adanya TPQ Miftahus Sa‟adah BTN Pengsong. Kemudian tahun 2000 mendirikan majlis ta‟lim Thariqul Izzah Mataram, yang bergerak dalam kegiatan pengajian (Da‟wah Bil Lisan) selanjutnya RA Tahriqul Izzah Mataram.

RA Thariqul Izzah sejak berdiri hingga saat ini telah berpindah lokasi sebanyak dua kali dengan cara mengontrak rumah yang berlokasi di Jl. Sunan Kalijaga III Blok O no. 10 BTN Bumi Kodya Asri Jempong Mataram. Kemudan pada tahun

2007 berpindah ke jalan Sunan Drajat III Blok AA No. 8 BTN Bumi Kodya Asri Kel. Jempong Baru Kec. Sekarbela Mataram.

RA Thariqul Izzah mendapat izin operasional dari kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram pada tahun 2006 dan lulus akreditasi dengannilai “C” pada tahun 2007 serta segara resmi bergabung dengan lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul „Ulama pada tanggal 02 November 2010.

2. Letak Geografis RA Thariqul Izzah Mataram

Secara geografis, RA Thariqul Izzah Mataram terletak di BTN Griya Permata Jl. Gajah Mada, Pegesangan Baru, Kec.

Mataram, kota Mataram Nusa Tenggara Barat. 83117.39 3. Profil RA Thariqul Izzah Mataram

a. Identitas

Nama Lembaga : RA Thariqul izzah

Status : Swasta

NSPN :

Nomor HP : 0818545152

Izin Operasional : b. Data Kepala Sekolah

Nama Lengkap dan Gelar : N. Siti Hulaelah, S. Pd. I

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : S1

Nomor HP :

c. Alamat Lemabaga

Jalan :Gajah Mada komp. BTN

Griya Permata Pegesangan

Kelurahan : Sekarbela

Kecamatan : Sekarbela

Kabupaten : Kabupaten Lombok Barat Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Kode Pos :

4. Visi dan Misi RA Thariqul Izzah Mataram

N. Siti Hulaelah, S. Pd. I, selaku kepala sekolah RA Thariqul Izzah Mataram Menjalankan kepemimpinannya dengan berpegang teguh pada visi dan misi yang telah di kembangkannya.

Adapun visi dsn misi RA Thariqul Izzah Mataram yaitu:40 a. Visi

a. Cerdas dan Inovatif b. Aktif dan Kreatif c. Melayani dan Qur‟ani

.

b. Misi

Membantu menumbuhkan potensi anak secara optimal sehingga menjadianak yang cerdas (IQ dan ESQ) serta memiliki kemampuan inovasi.

1) Mendorong anak untuk aktif berbuat serta kreatif dalam mengekspresikan minat dan bakatnya.

2) Menumbuhkan pola interaksi yang lebih menekankan pelayanan sehingga tecipta relasi yang baik pada semua subyek pendidikan.

3) Mencipatakan model pendidikan yang Qur‟ani sehingga lahir generasi Islam yang memiliki aqidah yang mentap seperti akhlaq yang terpuji.

5. Keadaan Guru atau Tenaga Pengajar

RA Tahriqul Izzah Mataram mempunya 5 tenaga pengajar dan staf tata usaha secara lebih rinci tenaga pengajar dan staf tata usaha tersebut dirincikan dalam tabel berikut:41

Tabel 4.1

Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan RA Thariqul Izzah Mataram

No Nama Jenis kelamin Jabatan

1.

N. Siti Hulaelah, S. Pd. I P Kepala Sekolah

41 Hasil dokumentasi, pada hari Senin 30 Agustus 2021, jam 12.00 WIB.

2.

Anik Sulistiyaningsih, S. Pd P Guru/wali kelas A 3.

Hafifah, S. Pd P Guru/wali kelas B2

4.

Sri Narti, SE P Guru/wali kelas B1

5.

Istiharah S. Pd P Guru kelompok A

6.

Martalinda, S. Pd P Tenaga Administrasi.

6. Keadan Siswa RA Thariqul Izzah Mataram

Siswa merupakan komponen penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Siswa merupakan sasaran utama dalam pendidikan yang memerlukan bimbingan, pembinaan, pengajaran untuk mencapai kemampuan siswa yang optimal. Siswa RA Thariqul Izzah Mataram berjumlah 64 yang terdiri dari 3 rombongan belajar yang akan dirincikan dalam tabel berikut: kelompok A 15, kelompok B1 21, kelompok B2 25.42

Tabel. 4.2

Data Peserta Didik RA Thariqul „Izzah Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022

Rombongan Belajar Jumlah Siswa

Kelompok A 15

Kelompok B1 25

Kelompok B2 24

Total 64

7. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana di Ra thariqul izzah mataram adalah sebagai berikut:43

Tabel 4.3 Prasarana lembaga

No Nama Jumlah Kondisi

1 Dapur 1 Baik

2 Gudang 1 Baik

3 Halaman APE Outdoor 2 Baik

4 Ruang kelas 3 Baik

5 Kamar mandi 2 Baik

6 Kantin 1 Baik

7 Ruangan kepala sekolah 1 Baik

8 Ruang UKS 1 Baik

9 Perpustakaan 1 Baik

Tabel 4.4 Kondisi sarana lembaga

No Nama Jumlah Keterangan

1 Meja siswa 24 Cukup baik

2 Papan tulis 3 Baik

3 Kursi 67 Cukup baik

4 Meja guru 5 Baik

5 Jam dinding 4 Baik

6 Kipas angin 6 Cukup baik

7 APE indoor 8 Cukup baik

8 Lokes siswa 64 Baik

9 APE Oudoor 16 Baik 44

44 Hasil dokumentasi, pada Hari Selasa 01 September 2021 jam 10.00 WIB.

Dokumen terkait