BAB I PENDAHULUAN
B. Fokus penelitian
8. Keaktifan Belajar
a. Pengertian belajar aktif
Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
19 Http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdsolo/article/viewFile/454/235 20 Ibid h.19
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.21
Aktif, pembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima cucuran ceramah guru tentang pengetahuan.
Jadi Pembelajaran aktif adalah proses belajar yang menumbuhkan dinamika belajar bagi peserta didik, dinamika untuk mengartikulasikan dunia idenya dan mengonfrontir ide itu dengan dunia realitas yang dihadapinya. Belajar aktif merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif. Beljar aktif meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membngun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berpikir tentang materi pelajaran. Juga terdapat tehnik-tehnik memimpin belajar bagi seluruh kelas, bagi kelompok kecil, merangsang diskusi dan debat, mempraktikkan keterampilan- keterampilan, mendorong adanya pertanyaan-pertanyaan, bahkan membuat peserta didik dapat saling mengajar satu sama lain.
Menurut John Holt (1967) dalam Mel Silberman belajar semakin baik jika siswa diminta untuk melakkan hal-hal berikut:
21 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003) h.2
24
1) Mengungkapkan informasi dengan bahasa mereka sendiri.
2) Memberikan contoh-contoh.
3) Mengenalnya dalam berbagai samaran dan diskusi.
4) Melihat hubungan antara satu fakta atau gagasan dengan yang lain.
5) Menggunakannya dengan berbagai cara.
6) Memperkirakannya berapa konsekuensinya.
7) Mengungkapkan lawan atau kebalikannya22
Keaktifan belajar adalah kegiatan dengan menggunakan akal, pendengaran, penglihatan dan peraba untuk memfokuskan diri pada materi pelajaran. Indikator yang digunakan untuk mengukur keaktifan belajar siswa dengan berpedoman pada apa yang diungkapkan oleh Sudjana.
Menurut Sudjana dalam Arifatun Khasanah, keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam:
1) Ikut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.
2) Terlibat dalam pececahan masalah.
3) Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.
4) Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memcahkan masalah.
5) Melatih diri dalam memcahkan masalah atau soal.
22 Mel Silberman, Active Learning 101 Strateegi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani, 2007) h.5
6) Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh.23 Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Hal ini juga bermakna bahwa perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yakni perolehnya sesuatu yang baru (seperti pemahaman dan keterampilan baru) yang lebih baik daripada apa yang telah ada sebelumnya. Adapun perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan (misalnya, bayi yang bisa merangkak setelah bias duduk), tetapi karena usaha siswa itu sendiri.24
b. Indikaor keaktifan belajar siswa
Komponen yang menjadi indikator tercapainya peningkatan keaktifan siswa pada penelitian adalah :
1) Bertanya pada guru jika ada yang belum jelas.
2) Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
3) Mengemukakan pendapat dalam diskusi.
4) Mendengarkan pendapat oran lain.
5) Bekerja sama dengan anggota kelmpok dalam mengerjakan lembar kerja iswa.
6) Mempersetasikan hasil diskusi kelompok.
7) Mencatat materi pelajaran.25
23 Http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdsolo/article/viewFile/454/235
24 Muhibbin Syah, psikologi belajar (Jakarta: PT logos wacana ilmu,2001) h.107
25 http://digilib.uin-suka.ac.id/9750/1/BAB%20I,%20V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
26
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan
Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat merangsangdan mengembangkan bakat yang dimilikinya, peserta didik juga dapat berlatih untuk berfikir kritis, dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, guru juga dapat merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis, sehingga merangsang keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Keaktifan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa adalah
1) Memberikan motivasi atau menarik perhatian peserta didik, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran 2) Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar kepada
peserta didik)
3) Mengingatkan kompetensi belajar kepada peserta didik
4) Memberikan stimulus (masalah, topik, dan konsep yang akan dipelajari)
5) Memberikan petunjuk kepada peserta didik cara mempelajari 6) Memunculkan aktifitas, partisipasi peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran
7) Memberikan umpan balik (feedback)
8) Melakukan tagihan-tagihan kepada peserta didik berupa tes sehingga kemampuan peserta didik selalu terpantau dan terukur
9) Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan diakhir pembelajaran.
Keaktifan dapat ditingkatkan dan diperbaiki dalam keterlibatan siswa pada saat belajar. Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Moh. Uzer Usman (2009:26-27) cara untuk memperbaikiketerlibatan siswa diantaranya yaitu abadikan waktu yang lebih banyak untuk kegiatan belajar mengajar,tingkatkan partisipasi siswa secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar, serta berikanlah pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan mengajar yang akan dicapai. Selain memperbaiki keterliban siswa juga dijelaskan cara meningkatkan keterlibatan siswa atau keaktifan siswa dalam belajar. Cara meningkatkan keterlibatan atau keaktifan siswa dalam belajar adalah mengenali dan membantu anak-anak yang kurang terlibat dan menyelidiki penyebabnya dan usaha apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa, sesuaikan pengajaran dengan kebutuhan-kebutuhan individual siswa. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan siswa untuk berfikir secara aktif dalam kegiatan belajar.26
26http://eprints.uny.ac.id/8613/3/BAB%202%20-%2008416241039.pdf
28
BAB III
METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan strategi untuk memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Desain (rancangan) penelitian pada dasarnya “merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan yang matang tentang hal-hal yang akan dilakukan.
Desain penelitian merupakan landasan berpijak serta dapat pula dijadikan dasar penelitian oleh peneliti sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan penelitian”.
Dengan demikian, desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif, yang meneliti tentang pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di MA As’saidiyah NW Tempos Daye.
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.
Metode kuantitatif bertumpu pada pengumpulan data berupa angka hasil pengukuran, karena itu data yang terkumpul harus diolah secara statistik agar dapat ditafsirkan dengan baik penggunaan data kuantitatif pada dasarnya diperlukan untuk memperoleh ketetapan relatif yang lebih mendekati dengan eksak.
28
Adapun alasan menggunakan desain kuantitatif dalam penelitian ini adalah untuk menguji teori secara deduksi berdasarkan pengetahuan yang sudah ada dengan membandingkan data yang seharusnya akan muncul apabila teori itu memang benar.
Sedangkan masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu “Apakah ada perbedaan keaktifan belajar siswa sesudah dan sebelum diterapkan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together pada mata pelajaran ekonomi kelas X di MA As’saidiyah NW Tempos Daye”.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ilmiah, salah satu faktor penting adalah menentukan sampel penelitian, maka terlebih dahulu harus ditentukan populasi atau objek penelitian.