لميِم
F. Kebijakan dalam Meningkatkan Kualitas, Relevansi, serta Daya Saing Lulusan
F. Kebijakan dalam Meningkatkan Kualitas, Relevansi, serta
atau dikti.141
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan maka perlu pengarahan dan inovasi yang luas terhadap proses pembelajaran di pendidikan formal dan non formal guna tercapainya kemampuan dan kognitif yang selaras denga umur, serta berkembangnya kemampuan dan potensi peserta didik. Dalam mengembangkan proses belajar mengajar di play group atau PAUD, TK, SD dengan menitikberatkan dalam menghargai berbagai hak peserta didik yang meliputi usaha dalam mengembangkan spiritual, konsep bermain dan belajar, sosial, dan kecerdasan emosional sosial, serta konsep perlindungan. Hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, khususnya pendidikan yang lebih tinggi selain memperkuat spiritual, emosional, dan sosial juga sangat perlu spiri brupaya dalam mengembangkan kognitif dan intelektual peserta didik agar dapat memahami dan menguasai teknologi. Pemerintah pusat, daerah serta satuan pendidikan lainnya secara sistematis dan berkelanjutan akan terus berupaya dalam meningkatkan relevansi dan kualitas pendidikan dengan mengelola dan mengkoordinasikannya sesuai pusat. Adapun gubernur atau aparat pemerintah yang memiliki jabatan di tingkat provinsi yang bertugas melaksanakan dan mengkoordinasikan hal-hal tersebut.142
Pengelolaan kualitas akan diselenggarakan berdasarkan kebijakan strategis yang meliputi:
1. Standar pendidikan nasional dikembangkan dan ditetapkan berdasarkan PP Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijadikan landasan dalam
141 Renstra (Rencana Strategis) departemen pendidikan nasional 2005-2009, (Diterbitkan Oleh Pusat Imformasi Dan Humas Departemen Pendidikan Nasional, 2007), hal 23
142Ibid, hal 24
melakukan peningkatan kapabilitas dalam mengelola pendidikan, sumber daya pendidikan, penilaian dalam pendidikan, upaya dalam menjamin kualitas pendidikan, serta pengakreditasian program dalam pendidikan.
2. Mengevaluasi pendidikan berdasarkan badan mandiri BNSP atau Badan Standar Nasional Pendidikan dengan melaksanakan ujian sekolah dan ujian nasional evaluasi pendidikan melalui ujian sekolah oleh sekolah dan ujian nasional. Kompetensi peserta didik dikatakan tercapai apabila sesuai dengan stadar kompetensi kelulusan yang telah disepakati secara nasional.
Akan tetapi, hasil dari ujian nasional tidak hanya menjadi indikator dalam penentuan lulus atau tidaknya peserta didik pada setiap jenjang pendidikan, melainkan juga menjadi instrumen dalam memetakan dan menganalisis kualitas pendidikan di berbagai tingkat satuan pendidikan, meliputi kabupaten atau kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.
3. Melakukan quality assurance atau menjamin kualitas dengan menganalisis hasil ujian nasional dan hasil evaluasi yanglain guna mencari faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai tingkat satuan pendidikan kabupaten atau kota, provinsi, ataupun tingkat nasional. Proses analisis tersebut dilaksanakan dan dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah tingkat provinsi yang dibantu oleh LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan di wilayahnya masing- masing secara teknis. Setelah proses analisis dilakukan, maka satuan program studi diintervensi melalui : penyuluhan, pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, memberikan bantuan secara teknis, memanfaatkan Information and Communication Technology atau ICT dalam dunia pendidikan, serta mengadakan sumber daya pendidikan. Selain itu, upaya dalam memberikan
bantuan dan pelayanan bagi satuan pendidikan yang standar nasionalnya masih belum tercapai akan dapat memacu dan mendorong kualitas pendidikan di Indoensia secara merata.
4. Memberikan atensi khusus terhadap satuan pendidikan yang memiliki kualitas pendidikan yang terbilang rendah dari output, proses, serta inputnya, melalui tindakan atau aksi afirmatif.
5. Menentukan kedudukan akreditasi melalui pengakreditasian satuan dan program pendidikan serta melakukan penilaian berdasarkan standar nasional pendidikan atau SNP setiap lima tahun sekali. Hasil rata-rata dari ujian sekolah dan ujian nasional juga dapat dijadikan indikator dalam menilai dalam menentukan status akreditasi lembaga pendidikan. Lalu hasil dari akreditasi berperan sebagai dasar dalam melaksanakan pendidikan guna mengembangkan dan meningkatkan kapabilitas dan kualitas pendidikan di berbagai jenjang. Adapun badan yang secara mandiri melaksanakannya meliputi BAN-PT atau Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, BAN-SM atau Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah, serta BAN-PNF atau Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal.143
Program-program yang perlu dikonsolidasi guna meningkatkan kualitas, relevansi, serta daya saing di dunia pendidikan meliputi :
a. Menguatkan peranan badan yang menangani SNP atau Standar Nasional Pendidikan dengan mengimplementasikan dan menyempurnakan SNP sebagai suatu kebijakan yang efektif dan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional.
b. Mengawasi, menjamin dan mengkontrol kualitas pendidikan secara berkelanjutan dan terprogram dengan baik sesuai SNP
143 Ibid, hal, 25
guna terwujudnya sistem penjaminan dan pengawasan yang terus berlanjut. Oleh sebab itu perlu adanya pengembangan dan pengelolaan mekanisme dalam mengawasi dan mengendalikan kualitas pendidikan sesuai dengan SNP yang meliputi kegiatan penyusunan, penjaminan dan penetapan mekanisme dalam mengawasi dan mengkontrol kualitas pendidikan, pembentukan BAN-PT, BAN-PNF, dan BAN-SM, ujian nasional, serta evaluasi yang digunakan untuk mengembangkan kapabilitas pengelolaan pendidikan di berbagai tigkat satuan pendidikan dari tingkat kabupaten, atau kota, tigkat provinsi serta tingkat nasional, dan dijadikan sebagai acuan dalam mencapai standar pendidikan yang telah disepakati.
c. Benchmarking melakukan survei kualitas pendidikan berdasarkan standar secara internasional dengan tujuan mngcompare kemampuan dan potensi peserta didik Indonesia dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik di negara-negara lain terkait keterampilan dan kemampuan sains, matematika, serta literasi membaca sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saing peserta didik yang kompetitif di kancah internasional.
d. Meningkatkan dan memperluas kualitas status akreditasi yang dialkukan oleh BAN-PT, BAN-PNF, dan BAN-SM, sebab akreditasi adalah suatu kebijakan yang efektif dan strategis dalam menilai layak atau tidaknya program pendidikan sesuai dengan standar yang telah disepakati dan ditetapkan guna meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan pada setiap tingkat satuan pendidikan kabupaten atau kota, provinsi serta tingkat pusat.
Sehingga akreditasi yang telah dinilai dapat dipakai sebagai penentu jumlah dana dan bantuan yang diperlukan oleh satuan pendidikan pemerintah.
e. Mengembangkan kebijakan yang strategis dan efisien guna
memperbaiki secara mendasar problem-problem terkait profesinya sebagai pendidik. Sertifikat profesi harus dimiliki seorang pendidik yang merupakan tenaga profesional seperti guru melalui hasil dari uji kompetensi. Sehingga para guru akan mendapatkan penghargaan, imbalan jasa, serta insentif sesuai dengan usaha dan prestasi yang dimilikinya. Dan apabila standar profesi tidak terpenuhi, maka guru-guru tersebut disinsentif.
Oleh sebab itu perlu upaya dalam mengembangkan pendidikan profesi serta sistem sertifikasi profesi guru atau para pendidik yang meliputi calon guru atau pre service serta guru atau in service. Pengembangan dan peningkatan standar profesi pendidik akan digunakan sebagai penilaian yang berkelanjutan terhadap kinerja pendidik di berbagai tingkat satuan pendidikan.
f. Mengembangkan dan membina pendidik serta tenaga kependidikan non formal sebagai langkah dari kebijakan yang efektif dan strategis dalam memperbaiki problem-problem yang ada. Sertifikat profesi harus dimiliki seorang pendidik yang merupakan tenaga profesional seperti guru melalui hasil dari uji kompetensi. Sehingga para guru akan mendapatkan penghargaan, imbalan jasa, serta insentif sesuai dengan usaha dan prestasi yang dimilikinya. Dan apabila standar profesi tidak terpenuhi, maka guru-guru tersebut disinsentif. Oleh sebab itu perlu upaya dalam mengembangkan pendidikan profesi serta sistem sertifikasi profesi guru atau para pendidik non formal yang meliputi tenaga pendidik lapangan, ataupun tutor.
Pengembangan dan peningkatan standar profesi pendidik akan digunakan sebagai penilaian yang berkelanjutan terhadap kinerja pendidik di berbagai tingkat satuan pendidikan.
g. Meningkatkatkan kualitas tenaga kependidikan dengan memetakan profil kompetensi tenaga kependidikan berdasarkan
SNP, mengembangkan kemampuan dan kompetensi tenaga kependidikan, meningkatkan kompetensi sesuai SNP dengan menyusun strategi serta program pendidikan, serta menganalisis kesenjangan kemampuan dan kompetensi pendidik.
h. Menyusun strategi merekonstruksi dan merehabilitasi fasilitas serta sarana dan prasarana yang telah rusak, khusunya di pedidikan dasar atau Dikdas sebagai upaya dalam memperbaiki dan mengembangkan fasilitas serta sarana dan prasarana guna mewujudkan kenyamanan, keselamatan, kualitas, dan keamanan dalam proses pembelajaran. Selain itu juga perlu mengembangkan fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan dalam hal bahan ajar berupa buku mata pelajaran serta buku yang berkaitan dengan laboratorium, tempat atau ruang praktik, perpustakaan, tempat dan sarana beribadah, sarana olahraga dan lain sebagainya.
i. Melaksanakan kegiatan yang efisien dan strategis sebagai upaya memperluas pendidikan dalam kecakapan dan keterampilan hidup dengan mengembangkan kecakapan dan keterampilan hidup sesuai kebutuhan peserta didik guna mengembangkan kepribadian, kompetensi, intelektual, estetika, kewarganegaraan, serta kinestetik dalam berbagai jenjang satuan pendidikan yang akan berdampak pada peningkatan kualitas serta relevansi pendidikan.
j. Mengimplementasikan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara bertahap akan dikembangkan pada setiap provinsi serta kabupaten atau kota dengan mengembangkan dan memperluas lembaga pendidikan yang memiliki keunggulan lokal. Sehingga diharapkan di setiap kabupaten atau kota memiliki setidaknya satu satuan tingkat pendidikan serta akses jalurnya dalam kurun waktu 5 tahun ke
depan.
k. Meningkatkan kemampuan dan daya saing bangsa secara universal dengan membangun lembaga pendidikan berbasis internasional di setiap provinsi, kota ataupun kabupaten serta meningkatkan kerja sama dan relasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten dan kota yang berkelanjutan guna mewujudkan 112 sekolah diberbagai tingkat satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MK) yang berbasis internasional di seluruh penjuru Indonesia.
l. Melalui investasi yang terus meningkat secara signifikan, terus berupaya dalam mendorong dan mendukung jumlah jurusan di Perguruan Tinggi atau PT yang menduduki peringkat 100 se- Asia dan peringkat 500 di dunia, serta medukung sumber daya pendidikan yang sangat berperan penting dalam dunia pendidikan di Perguruan Tinggi seperti dosen, publikasi, rsearch and development atau penelitian serta pengembangan, laboratorium, perpustakan, serta pelayanan yang akuntabel, efektif, dan efisien, sehingga jumlah jurusan yang terdaftar pada peringkat 100 dan 500 besar di Asia dan dunia pada tahun 2009 dapat tercapai. Dalam mengembangkan tingkat satuan pendidikan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menambah jumlah akselerasi pada program studi, vokasi, kejuruan, investas, serta profesi pada PT atau Perguruan Tinggi, serta kejuruan pada pendidikan non formal dan SMK. Akan tetapi untuk terjun ke pasar ketenaga kerjaan tentu memerlukan penguatan secara mendalam untuk memenuhi ketentuan profesionalisme, tuntutan lapangan pekerjaan, standar atau kriteria kualifikasi kerja, serta produktivitas yang perlu terus dikembangkan agar standar nasional dan internasional dapat terpenuhi dan tercapai dengan baik.
m.Melakukan research and development yang berhubungan dengan
peranan PT atau perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas dan jumlah publikasi penelitian ilmiah dan Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI, serta untuk relevansi dalam mengembangkan ilmu pengathuan serta teknologi. Sebab PT atau Perguruan Tinggi dituntut untuk membangun serta mengembangkan ilmu pengetahuan, dan dituntut untuk berinovasi dan berkarya untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.
n. Memberikan pembekalan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship yang independen dan memadai dalam menangani persaingan dan perkembangan teknologi, serta tanggap terhadap perubahan dan kesempatan ; serta memberikan bekal kepemimpinan sebagai upaya dalam meningkatkat jiwa kepemimpinan, kreativitas, serta kewirausahaan atau entrepreneurship di kalangan mahasiswa.
o. Mengembangkan metode, strategi, sistem dan bahan-bahan pembelajaran menggunakan teknologi yang berkembang dengan pesat sebagai perwujudan dalam memanfaatkan TIK atau Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan. Sehingga kegiatan tersebut akan membawa dampak positif seperti mengembangkan infrastruktuk, sistem jaringan, serta implementasi sumber daya manusia atau SDM guna kepentingan dan keperluan proses dalam pembelajaran dan manajemen dalam pendidikan. Dengan demikian, peserta didik di pendidikan formal maupun non formal akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas secara merata dan relevan.144
Salah satu lembaga pendidikan formal yang berbasis Islam di Indonesia adalah madrasah. Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang berasal dari perkembangan pesantren yang
144Ibid, hal, 27
memiliki sistem pendidikan Islam dan telah berdiri sejak lama, bahkan sebelum negara Indonesia merdeka. Selain itu berdasarkan sejarah pendidikan Indonesia, pesantren serta madrasah memiliki peranan yang sangat penting serta berkontribusi secara penuh dalam membangun kemanusiaan dan pendidikan di Indonesia.
Madrasah yang merupakan lembaga pendidikan dengan sistem pendidikan Islam menjadi harapan bagi masyarakat selain pendidikan umum, sebab mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan perlu diprioritaskan secara kreatif, inovatif, dan konstruktif dalam hal perbaikan lembaga pendidikan. Kualitas dalam dunia pendidikan menekankan pada proses pembelajaran serta peserta didik itu sendiri, sebab apabila proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, maka peningkatan kualitas lembaga pendidikan tersebut akan dapat tercapai.