• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 4: KESEMPATAN KERJA TERBATAS

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 159-163)

5. Kunci Jawaban Test Formatif

4.4 Kegiatan Belajar 4: KESEMPATAN KERJA TERBATAS

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

bila lapangan pekerjaan yang tersedia tidak memadai. seseorang butuh pekerjaan yang berujung pada pendapatan atau penghasilan untuk biaya hidup sehari-hari. Tidak mungkin lagi seorang sarjana bergantung pada orang tua dalam masalah finansial. Sementara ijazah hanyalah sekadar pelengkap persyaratan administratif. Artinya, dunia kerja cenderung mengutamakan keterampilan, keahlian dan pengalaman kerja ketimbang ijazah. Syukur, bila semuanya dimiliki oleh seseorang sehingga memiliki peluang untuk diterima di dunia kerja. Indikasi untuk melihat ketidakrelevansian antara pendidikan dan dunia kerja ini sebenarnya dapat diketahui dengan mudah oleh orang awam. Yaitu, dengan melihat banyaknya angka pengangguran intelektual saat ini.

Faktor-faktor penyebab kesenjangan jumlah pencari kerja dan lapangan kerja: Pertumbuhan kesempatan kerja yang kecil, Irelevansi Jurusan/

keahlian, Kualitas pendidikan yang rendah. Akibat irelevansi pendidikan dengan dunia kerja Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh dunia usaha untuk memperoleh tenaga kerja yang kompeten.

Februari 2009, yaitu dari 168,26 juta orang menjadi 171,02 juta orang. Sekitar 67,83 persen dari seluruh penduduk usia kerja merupakan tenaga kerja aktif dalam kegiatan ekonomi dan disebut dengan angkatan kerja yang besarnya mencapai 116,00 juta orang. Jumlah ini meningkat sebanyak 2,17 juta orang (1,91 persen) dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009, dan meningkat sebesar 2,26 juta orang (2,00 persen) dibandingkan keadaan Februari 2009.

Selama satu tahun terakhir peningkatan jumlah pekerja tertinggi terjadi pada sektor jasa kemasyarakatan yang mengalami peningkatan 2,01 juta orang diikuti oleh sektor industri dengan kenaikan 430 ribu orang.

Pertumbuhan tenaga kerja yang kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingkat kesempatan kerja cenderung menurun. Dengan demikian jumlah penduduk yang bekerja tidak selalu menggambarkan jumlah kesempatan kerja yang ada. Hal ini dikarenakan sering terjadinya ketidak cocokan dalam pasar kerja. Konsep penganggur yang digunakan adalah mereka yang sedang mencari pekerjaan, yang mempersiapkan usaha, yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan dan yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja dan pada waktu yang bersamaan mereka tak bekerja (jobless). Pengangguran dengan konsep tersebut biasanya disebut sebagai pengangguran terbuka (open unemployment).

Jumlah pengangguran pada Februari 2010 sebesar 8,59 juta orang atau mengalami penurunan sebesar 666 ribu orang (7,20 persen) dibandingkan keadaan Februari 2009 yang besarnya 9,26 juta orang. Sementara itu, di Riau, dari jumlah angkatan kerja Riau Februari 2010 sebesar 2.347.567 orang, 7,21 persennya atau sebanyak 169.164 masih menganggur alias tidak bekerja.

Jumlah angkatan kerja di Riau pada Februari 2010 mencapai 2.347.567 orang, atau bertambah 43.141 orang (1,87 persen) dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2009 sebesar 2.304.426 orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Riau pada Februari 2010 sebesar 2.178.403 orang atau bertambah 80.448 orang (3,83 persen) dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2009, dan bertambah 111.046 orang (5,37 persen) dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2010 sebesar 7,21 persen, lebih rendah dibandingkan keadaan pada Februari 2009 (8,96 persen), juga jika dibandingkan dengan Agustus 2009 (8,56 persen).

Jumlah penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal, yaitu yang bekerja kurang dari 35 jam/minggu, pada Februari 2010 sebesar 795.884 orang atau 36,54 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Angka ini lebih tinggi dari

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

keadaan pada bulan Februari 2009 sebesar 775.175 orang atau 36,95 persen.

Penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan sebesar 36,0 persen sedangkan yang paling kecil adalah penduduk yang bekerja dengan status pekerja bebas di non pertanian, yaitu sebesar 2,5 persen.

Lowongan kerja adalah merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada orang lain untuk menempati posisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan. Pada waktu sekarang ini banyak data statistik yang mengungkapkan semakin tingginya tingkat pengangguran setiap tahunnya di Indonesia. Seperti yang dilansir oleh antaranews.com yang memberitakan bahwa Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Suparno mengatakan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan pada bulan Februari 2008, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai sekitar 9 juta orang. Jumlah pengangguran dari kalangan pria mendominasi dengan pengangguran mencapai sekitar 5 juta orang, sementara pengangguran wanita sebanyak 4 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia sendiri sampai saat ini tercatat sebanyak 228 juta orang, dengan jumlah angkatan kerja sekitar 112 juta orang. Dari sekian banyak jumlah statistik yang dihasilkan dan besarnya jumlah pengangguran yang hampir mendekati jumlah angkatan kerja sehingga menimbulkan perdebatan antara jumlah lowongan dengan kualitas yang dimiliki oleh angkatan kerja.

Jumlah lowongan memang sangat penting dalam memberikan pengaruh tingkat pengangguran tetapi kualitas angkatan kerja juga turut serta dalam memberikan sumbangan dalam banyaknya jumlah pengagguran. Pada saat ini yang sangat banyak diperbincangkan adalah mengenai keterbatasan lowongan kerja bagi peserta kerja. Hal ini tidak sebanding antara jumlah lowongan kerja dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja setiap tahunnya.

Seperti yang dilansir oleh BPS bahwa terdapat sekitar 1,2 juta atau sekitar 11.7% dari penduduk di Indonesia merupakan pengangguran yang putus asa dalam mencari kerja. Keputusasaan ini membuat mereka tidak ingin mencoba mencari pekerjaan.

Hal ini tentu harus diperhatikan oleh pemerintah, keterbatasan kesempatan lapangan kerja sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah untuk membuat peraturan dan mengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan kerja. Masyarakat pun harus berfikir taktis, dengan keterbatasannya lapangan kerja masyarakat harus aktif untuk mencari pekerjaan baik manual dan online, selain itu diharapkan masyarakat dapat berbisnis bahkan bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat lain.

4.4.2 Latihan

1. Jelaskan mengapa kesempatan kerja di Indonesia terbatas?

2. Jelaskan faktor dampak keterbatasannya kesempatan kerja di Indonesia?

4.4.3 Rangkuman

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pengangguran di Indonesia semakin lama semakin banyak. Pengangguran yang banyak terjadi di Indonesia itu sendiri di sebabkan karena keterbatasanya lapangan pekerjaan. Banyaknya pengangguran sendiri di buktikan dengan makin meningkatnya angka kemiskinan di indonesia. Ketersediaan lapangan kerja yang relatif terbatas, tidak mampu menyerap para pencari kerja yang senantiasa bertambah setiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Tingginya angka pengangguran tidak hanya menimbulkan masalah-masalah di bidang ekonomi, melainkan juga berbagai masalah di bidang sosial, seperti kemiskinan dan kerawanan sosial. Pertumbuhan tenaga kerja yang kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingkat kesempatan kerja cenderung menurun. Dengan demikian jumlah penduduk yang bekerja tidak selalu menggambarkan jumlah kesempatan kerja yang ada.

Lowongan kerja adalah merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada orang lain untuk menempati posisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan. Pada waktu sekarang ini banyak data statistik yang mengungkapkan semakin tingginya tingkat pengangguran setiap tahunnya di Indonesia. Jumlah lowongan memang sangat penting dalam memberikan pengaruh tingkat pengangguran tetapi kualitas angkatan kerja juga turut serta dalam memberikan sumbangan dalam banyaknya jumlah pengagguran. Pada saat ini yang sangat banyak diperbincangkan adalah mengenai keterbatasan lowongan kerja bagi peserta kerja.

keterbatasan kesempatan lapangan kerja sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah untuk membuat peraturan dan mengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan kerja. Masyarakat pun harus berfikir taktis, dengan keterbatasannya lapangan kerja masyarakat harus aktif untuk mencari pekerjaan baik manual dan online, selain itu diharapkan masyarakat dapat berbisnis bahkan bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat lain.

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 159-163)