• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 2: TEORI MALTHUS

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 101-106)

5. Kunci Jawaban Test Formatif

4.2 Kegiatan Belajar 2: TEORI MALTHUS

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Peningkatan individu melalui kesederhanaan dan prilaku yang baik, menabung dan berinvestasi, perdagangan dan divisi kerja, pendidikan dan pembentukan kapital, serta pembuatan teknologi baru.

c. Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk.

90

Modul Mata Kuliah FMP IPDN

untuk mengekang nafsu seksuil, dan vice pengurangan kelahiran seperti pengguguran kandungan penggunaan alat-alat kontrasepsi, homoseksuil, promiscuity, adultery, (Yaukey,1990). Bagi Malthus moral restraint merupakan pembatasan kelahiran yang paling penting, sedangkan penggunaan alat-alat kontrasepsi belum dapat diterimanya.

105 tumbuh, akumulasi modal (fisik) baru mulai dibutuhkan untuk menjaga agar ekonomi tumbuh.

Menurut Adam Smith penentuan tingkat kemakmuran adalah kemampuan manusia sendiri sebagai faktor produksi.

Peningkatan individu melalui kesederhanaan dan prilaku yang baik, menabung dan berinvestasi, perdagangan dan divisi kerja, pendidikan dan pembentukan kapital, serta pembuatan teknologi baru.

Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk.

4.2. Kegiatan Belajar 2 : TEORI MALTHUS 4.2.1. Uraian dan Contoh

Perkembangan Penduduk Dunia

Gambar 2.1. Perkembangan Penduduk Dunia 0

500000000 1000000000 1500000000 2000000000 2500000000 3000000000

10.000.000

5000 0

1300 1650

1900 1960

Gambar 2.1. Perkembangan Penduduk Dunia

Gambar 2.2. Grafik Teori Malthus

Positive checks adalah pengurangan penduduk melalui proses kematian.

Apabila di suatu wilayah jumlah penduduk melebihi jumlah persediaan bahan panganm, maka tingkat kematian akan meningkat mengakibatkan terjadinya kelaparan, wabah penyakit dan lain sebagainya. Proses ini akan terus berlangsung sampai jumlah penduduk seimbang dengan persediaan bahan pangan. Positive check dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu: vice dan

Gambar 2.2. Grafik Teori Malthus

Dengan demikian untuk dapat keluar dari permasalahan kekurangan pangan tersebut, dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu preventive checks dan positive checks. Preventive checks ialah pengurangan penduduk melalu penekanan kelahiran. Preventive checks dapat dibagi menjadi dua, yaitu moral restraint dan vice. Moral restraint (pengekangan diri) yaitu segala usaha untuk mengekang nafsu seksuil, dan vice pengurangan kelahiran seperti pengguguran kandungan penggunaan alat-alat kontrasepsi, homoseksuil, promiscuity, adultery, (Yaukey,1990). Bagi Malthus moral restraint merupakan pembatasan kelahiran yang paling penting, sedangkan penggunaan alat-alat kontrasepsi belum dapat diterimanya.

Positive checks adalah pengurangan penduduk melalui proses kematian. Apabila di suatu wilayah jumlah penduduk melebihi jumlah persediaan bahan panganm, maka tingkat kematian akan meningkat mengakibatkan terjadinya kelaparan, wabah penyakit dan lain sebagainya.

Proses ini akan terus berlangsung sampai jumlah penduduk seimbang dengan persediaan bahan pangan. Positive check dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu: vice dan misery. Vice (kejahatan) ialah segala jenis pencabutan Pertumbuhan

bahan makaan Pertumbuhan

penduduk

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

misery. Vice (kejahatan) ialah segala jenis pencabutan nyawa sesama manusia seperti pembunuhan anak-anak (infanticide), pembunuhan orang-orang cacat, dan orang-orang tua. Missery (kemelaratan) ialah segala keadaan yang menyebabkan kematian seperti berbagai jenis penyakit dan epidemic bencana alam, kelaparan, keukurangan pangan dan peperangan. Thomas Robert Malthus hanya percaya pada moral restraint sebagai preventive Checks.

Tabel 2.1 Pembatasan Pertumbuhan Penduduk Preventive Checks

(lewat penekanan kelahiran) Positive Checks (lewat proses kematian) Moral Restraint

(Pengekangan diri)

Vice (Usaha P e n g u r a n g a n Kelahiran)

Vice (Segala Jenis Pencabutan Nyawa)

Misery

(Keadaan yang menyebabkan kematian) - Segala usaha

mengekang nafsu seksual - Penundaan

perkawinan

- Pengguguran Kandungan - Homoseksual - Promiscuity - Adultery

- P e m b u n u h a n anak-anak

- P e m b u n u h a n o r a n g - o r a n g cacat

- P e m b u n u h a n orang-orang tua - Penggunaan alat-

alat kontra sepsi*

- Epidemi - B e n c a n a

alam - Peperangan - Kelaparan - Kekurangan

pangan

Sumber: Weeks, 1992

Pendapat Malthus banyak mendapat tanggapan para ahli dan menimbulkan diskusi yang terus menerus. Pada umumnya gagasan yang dicetuskan Malthus dalam abad ke-18 pada masa itu dianggap sangat aneh.

Asumsi yang mengatakan bahwa dunia akan kehabisan sumber daya alam karena jumlah pernduduk yang selalu meningkat, tidak dapat diterima oleh akal sehat. Dunia baru (Amerika, Afrika, Australia, dan Asia) dengan sumber daya alam yang berlimpah, baru saja terbuka untuk para migrant dari dunia lama (misalnya Eropa Barat). Mereka memperkirakan bahwa sumber daya alam di dunia baru tidak akan dapat dihabiskan. Beberapa kritik terhadap teori Malthus adalah sebagai berikut:

1. Malthus tidak memperhitungkan kemajuan-kemajuan transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain sehingga pengiriman bahan makanan ke daerah-daerah yang kekurangan pangan mudah dilaksanakan.

92

2. Malthus tidak mempertimbangkan kemajuan yang pesat dalam bidang teknologi, terutama dalam bidang pertanian. Jadi produksi pertanian dapat pula ditingkatkan secara cepat dengan mempergunakan teknologi baru.

3. Malthus tidak memperhitungkan usaha pembatasan kelahiran bagi pasangan-pasangan yang sudah menikah. Usaha pembatasan kelahiran ini telah dianjurkan oleh Francis Place pada tahun 1882 (Flew, 1976).

4. Fertilitas akan menurun apabila terjadi perbaikan ekonomi dan standard hidup penduduk dinaikkan. Hal ini tidak diperhitungkan oleh Malthus.

Gambar 2.3. Illustrasi Positive Checks

Gambar 2.3. Illustrasi Positive Checks

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Gambar 2.4. Fenomena pendukung kritik terhadap Teori Malthus

4.2.2 Latihan

1. Apakah kelaparan, kemiskinan, bencana yang terjadi di Indonesia karena kelebihan penduduk?

2. Berlakukah teori Malthus di Indonesia?

3. Jika tidak, mengapa?

4.2.3 Rangkuman

Thomas Robert Malthus menyatakan:

1. Penduduk seperti binatang dan tumbuhan jika tidak ada pembatas akan berkembang biak dengan cepat

2. Hidup memerlukan makan, pertumbuhan bahan makan lebih lambat dari penduduk

3. Pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur sedangkan pertumbuhan pangan mengikuti deret hitung 111

Gambar 2.4. Fenomena pendukung kritik terhadap Teori Malthus

4.1.2. Latihan 1

1. Apakah kelaparan, kemiskinan, bencana yang terjadi di Indonesia karena kelebihan penduduk?

2. Berlakukah teori Malthus di Indonesia?

3. Jika tidak, mengapa?

4.1.3. Rangkuman

Thomas Robert Malthus menyatakan:

Penduduk seperti binatang dan tumbuhan jika tidak ada pembatas akan berkembang biak dengan cepat

Cara yang ditawarkan:

Preventive check, pengurangan penduduk melalui penekanan kelahiran. Dibedakan atas moral resntraint (pengekangan diri:

penundaan perkawinan) dan vice (kejahatan: penguguran)

Positive check, pengurangan penduduk melalui proses kematian.

Dibedakan menjadi vice (pembunuhan) dan misery (kemelaratan, penyakit)

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 101-106)