Dr. Fathurrahman, SP., M.Sc
140
Uji konsentrasi pospinotrichinaacetyl transferase (PPT) pada jaringan target embrio dura yang belum matang yang cocok untuk 99% dari total jaringan mati dan 1% jaringan untuk bertahan hidup. Konsentrasi media kultur yang mengandung PPT dengan 12 mg l-1 jaringan target masih dapat mandiri dan hidup meskipun sebagian besar sel mengalami toksisitas dan kerusakan. Eksplan kelapa sawit khususnya dura sensitif terhadap PPT dimana pembiakan eksplan dengan konsentrasi 12 mg l-1, PPT cukup untuk menghambat pertumbuhan sebagian besar jaringan. Konsentrasi herbisida ini sebagai penanda seleksi dalam sistem sensitif, detoksifikasi PPT harus sempurna jika sel yang ditransformasi ingin bertahan hidup di media seleksi.
Uji amplifikasi gen kontrol positif stearoyl-ACP desaturase (Konstruk pADST35) menggunakan forward primer DSATF6 dan reverse primer DSATR3 menghasilkan band sebesar 289 bp, ukuran yang diharapkan. Dari 62 plant yang ditransformasikan dengan pADST 35, terdapat dua plant yang ditransformasikan, yaitu TRD6 dan TRDL1, yang menghasilkan pita dengan ukuran sekitar 289 bp, yang merupakan ukuran pita yang diharapkan dari kombinasi primer DSATF6 dan DSATR3. Analisis duplikasi pohon lain, TRD1, yang juga telah ditransformasikan dengan konstruk pADST35, telah menghasilkan pita dengan ukuran sekitar 687 bp, yang merupakan ukuran pita yang diharapkan dihasilkan oleh kombinasi pemicu DSATF6 dan DSATR1. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat transformasi chimera sebesar 4,83% dicapai dari tanaman yang ditransformasikan dengan konstruk pADST 35.
Hasil analisis yang lebih detail terkait kandungan kadar asam lemak jenuh (C:12 – C:18) didapatkan bahwa kandungan C:16 paling tinggi dibandingkan asam lemak rantai karbon lainnya. Disarankan bahwa enzim stearoyl-ACP desaturase
Kultur Jaringan dan Transformasi Genetika Kelapa Sawit
dalam pengaturan antisense memblokir atau mengurangi asam lemak tak jenuh ganda secara keseluruhan. Analisis jumlah total asam lemak jenuh pada sampel kontrol sebesar 26,87% dan sampel yang ditransformasikan sebesar 39,69%
yang menunjukkan adanya peningkatan kadar asam lemak jenuh sebesar 12,82% pada sampel yang ditransformasikan.
Kandungan asam lemak total secara keseluruhan menunjukkan peningkatan kadar asam lemak jenuh. Terbukti analisis transformasi menggunakan enzim stearoyl-ACP desatase pada susunan antisense dimungkinkan.
142
GLOSARIUM
9-stearoil ACP desaturase
Enzim ini berpartisipasi dalam biosintesis asam lemak tak jenuh ganda
Agrobacterium
bakteri aerob obligat gram negatif yang hidup alami di tanah. Bakteri ini banyak menyebabkan penyakit crown gall (tumor) pada tanaman dikotil berperan sebagai kendaraan pembawa gen (DNA) yang diinginkan
Agrolistik
merupakan kombinasi kecepatan transfer gen yang tinggi dalam metode biolistik dengan mekanisme integrasi yang tepat dari Agrobacterium T-DNA
Antisense
Strategi penting digunakan dalam sistem tanaman sebagai metode untuk menghambat ekspresi gen tertentu
Asam lemak jenuh
memiliki ikatan tunggal antara molekulnya dan “jenuh”
terhadap molekul hidrogen, tidak memiliki ikatan rantai ganda di antara atom-atom karbonnya
Asam lemak tak jenuh
mengandung satu atau lebih ikatan rangkap atau rangkap tiga antar molekul
Asam petroselinat
asam lemak yang terjadi secara alami pada beberapa lemak dan minyak hewani dan nabati
Basta
bahan kimai penenda seleksi yang mengandung Pospinotrichinaacetyl transferase (PPT)
Dr. Fathurrahman, SP., M.Sc
144
Biolistik
metode menembakkan langsung gen ke tisu eksplan dengan harapan gen dapat masuk ke nukleus tanaman dan melakukan upaya transgenik
DNA rekombinan
teknologi DNA rekombinan merupakan teknik penggabungan DNA dari spesies yang berbeda sehingga akan diperoleh organisme baru dengan sifat-sifat yang diinginkan
Eksplan
inokulan adalah bagian dari tanaman yang dijadikan sumber perbanyakan dalam kultur jaringan
Elektroporasi
metode transfer gen yang menggunakan kejutan listrik untuk memperbesar pori-pori membran sel sehingga dapat meningkatkan permeabilitas membran.
Embrio belum matang
buah sawit berumur 10 sampai 11 minggu setelah penyerbukan terbuka untuk digunakan inisiasi eksplan Genomik
keseluruhan gen sebuah organisme (genom), termasuk interaksi antara gen dan dengan lingkungan
Genotipe
komposisi atau susunan genetik yang sebenarnya dari suatu organisme. Kebanyakan gen terdiri dari dua atau lebih alel yang berbeda, atau bentuk suatu sifat.
In Vitro
metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan atau organ yang ditumbuhkan di atas medium secara aseptik dalam ruangan yang terkendali, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan meregenerasi menjadi tanaman yang lengkap
Kalus
sekumpulan sel amorphous (tidak berbentuk atau belum terdiferensiasi) yang terbentuk dari sel-sel yang membelah
Kultur Jaringan dan Transformasi Genetika Kelapa Sawit
terus menerus secara in vitro atau di dalam botol yang mengandung media aseptis
Kalus embriogenik
kalus yang berpotensi berkembang membentuk embrio somatik
Kernel
inti dalam biji buah kelapa sawit atau disebut juga endosperma
Klon
salinan penuh dari individu induknya karena mewariskan semua karakteristik genetik maupun fenotip dari induknya Mesokarp
daging buah yang berserabut yang terdiri dari tenunan- tenunan serat kasar dan mengandung minyak dengan rendemen paling tinggi pada saat buah masak
Mikroproyektil
senjata gen, yang memungkinkan penetrasi dinding sel digunakan untuk mentransfer gen yang diinginkan ke dalam sel sasaran contohnya kalus.
Multiplikasi eksplan
kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menginisiasi eksplan pada media tumbuh kaya nutrisi.
Mutasi
perubahan materi genetik (gen, DNA atau kromosom) suatu sel yang diwariskan kepada keturunannya.
Palm olein
biasanya digunakan sebagai minyak goreng atau minyak goreng
Ortet
individu kelapa sawit terpilih yang akan diperbanyak secara vegetatif
PCR (Reaksi rantai polimerase)
metode untuk menciptakan jutaan hingga miliaran salinan dari segmen asam deoksiribonukleat (DNA) tertentu
Dr. Fathurrahman, SP., M.Sc
146
Planlet
tanaman hasil kultur jaringan, mempunyai tunas dan akar yang lengkap dan di tanam dalam kondisi lingkungan luar dari ruang inkubasi
Plastida
organel yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan. Organel ini berisi pigmen atau pemberi warna.
Promoter konstitutif
promotor yang mengendalikan ekspresi gen pada semua jaringan dan umumnya tidak bergantung pada faktor lingkungan dan fase perkembangan
Ubikuitin
protein regulator yang ditemukan pada hampir semua jaringan eukariota
Protoplas
Sel tanaman yang telah kehilangan dinding selnya, diguanakn dalam hibridisasi secara in vitro
Sekuensing
proses penentuan urutan nukleotida pada suatu fragmen DNA
Supernatan
substansi hasil sentrifugasi yang memiliki berat jenis yang lebih rendah. Posisi dari substansi ini berada pada lapisan atas dan warnanya lebih jernih
Transformasi genetik
proses introduksi gen dari satu organisme ke organisme lain yang memungkinkan untuk memunculkan sifat harapan tanpa mengubah sifat lain atau perpindahan gen asing yang diisolasi dari tanaman, virus, bakteri atau hewan ke dalam suatu genom baru
Profil Penulis
Dr. Fathurrahman, SP., M.Sc lahir di Pedekik-Bengkalis, Riau pada 18 Oktober 1969. Pendidikan sarjana di tempuh di Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) lulus tahun 1997. Pendidikan Magister ditempuh di Program Studi Genetik, Pusat Pengajian Biosains dan Bioteknologi, Faculty of Science and Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) lulus tahun 2003. Pendidikan Doktor ditempuh juga di Program Studi Genetik, Department of Biological Sciences and Biotechnology, Faculty of Science and Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) lulus tahun 2018. Pada studi Doktor penulis mendalami Bioteknologi Tanaman Lanskap penyerap CO2 dari sisi ilmu Genetika dan Pemuliaan serta Ekofisiologi dengan topik “Effects of Elevated Carbon Dioxide on The Growth and Transcriptomics Profiles of Albizia saman (Jacq.) Merr”. Sekarang penulis bernaung di Program Studi S.1Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas