• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN

Dalam dokumen Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2019 (Halaman 102-109)

AYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK STATISTIK

KESIMPULAN 6

Kesimpulan

85

• UNDP mencatat dalam Human Development Report 2018 bahwa kualitas pembangunan dan kesetaraan gender di Indonesia telah meninkat dari waktu ke waktu. Hal ini dapat terlihat Gender Development Index (GDI) yang selalu meningkat dan Gender Inequality Index (GII) yang selalu turun. Meski demikian, perbaikan kualitas ini relatif lambat jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN.

• Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia tahun 2018 90,99, meningkat 0,03 poin atau tumbuh 0,03 persen (cek lagi) dibanding tahun 2017. Meski mengalami perbaikan, namun kecepatan IPG tahun 2017-2018 tergolong lambat. Hal ini disebabkan pertumbuhan IPM perempuan yang melambat dibanding tahun sebelumnya. Meski perlahan, dalam dua tahun terakhir ini IPG Indonesia terus meningkat setelah pada tahun 2016 sempat mengalami penurunan.

• Pada tahun 2018 terdapat sebanyak 21 provinsi (61,74 persen) yang memiliki capain IPG di atas 90. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan antara laki-laki dan perempuan sudah hamper mencapai kondisi yang setara. Pada level provinsi, IPG tertinggi ditempati oleh Sulawesi Utara, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Sedangkan Papua, Papua Barat, dan Kalimantan Timur menjadi tiga provinsi dengan IPG terendah. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama ketimpangan pembangunan gender di wilayah- wilayah tersebut.

• Kesetaraan capaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan juga terlihat pada tingkat kabupaten/kota. Lebih dari separuh kabupaten/

kota di Indonesia telah mencapai IPG di atas 90. Kota Tomohon, Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Pakpak Bharat menjadi tiga daerah dengan IPG tertinggi, sedangkan Kabupaten Asmat, Tolikara, dan Manokwari Selatan menjadi tiga kabupaten dengan capaian IPG terrendah.

• Pada tahun 2018, IDG Indonesia berada pada level 72,10. Capaian ini

KESIMPULAN

6

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2018

86

meningkat 0,36 poin atau tumbuh 0,50 persen dibanding tahun 2017.

Peningkatan IDG terjadi karena kenaikan pada dua komponen, yaitu persentase perempuan sebagai tenaga profesional dan sumbangan pendapatan perempuan. Pertumbuhan IDG pada periode tahun 2017- 2018 cenderung lambat jika dibandingkan tren pertumbuhan selama 8 tahun terakhir.

• Provinsi-provinsi dengan IDG tertinggi diantaranya adalah Sulawesi Utara, Maluku, dan Kalimantan Tengah. Sementara provinsi-provinsi dengan IDG terendah adalah Papua Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur. Persentase perempuan dalam parlemen memberi andil besar pada perbedaan capaian IDG antarprovinsi ini.

• Kesenjangan pemberdayaan pada tingkat kabupaten/kota masih cukup tinggi. Selisih IDG tertinggi dengan IDG terendah mencapai 55,30 poin. Meski kesenjangannya masih tinggi, tetapi selisih IDG tertinggi dan IDG terrendah di tahun 2018 lebih kecil dibandingkan tahun 2017 yang mengindikasikan adanya perbaikan dalam pengurangan kesenjangan.

• IDG tertinggi pada tingkat kabupaten/kota ditempati oleh Kabupaten Barito Utara, Kota Kendari, dan Kota Jayapura, sedangkan IDG terendah ditempati oleh Kabupaten Asmat, Halmahera Selatan, dan Sumbawa Barat.

• IPM dan IPG pada level provinsi dan kabupaten/kota memiliki hubungan yang positif. Daerah dengan IPM tinggi cenderung memiliki nilai IPG yang tinggi pula, begitupun sebaliknya. Sayangnya, kualitas pembangunan gender relatif rendah di sebagian besar provinsi. Posisi capaian IPM dan IPG 17 provinsi di Indonesia berada bawah nasional dan terdapat 7 provinsi dengan capaian IPM dan IPG di atas nasional.

Kondisi ini cenderung stagnan selama 5 tahun terakhir.

• Keterkaitan antara IPG dan IDG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga menunjukkan hubungan yang positif. Daerah dengan tingkat pembangunan gender yang tinggi cenderung memiliki tingkat pemberdayaan gender yang tinggi pula, begitupun sebaliknya. Posisi capaian IPG dan IDG sebagian besar provinsi di Indonesia masih berada di bawah nasional. Meski demikian, terjadi perbaikan kondisi pemberdayaan gender di beberapa provinsi. Perubahan posisi provinsi antarkuadran yang terjadi pada tahun 2018 menunjukkan arah yang membaik. Terdapat 7 provinsi yang bergeser ke arah pembangunan dan pemberdayaan gender yang lebih baik dan 3 diantaranya berpindah ke kelompok dengan IPG dan IDG di atas nasional (Kuadran I).

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2018

87

Daftar Pustaka

AAlkire, Sabina. (2010). Human Development: Definitions, Critiques, and Related Concepts. OPHI Working Paper No. 36

Kementrian Kesehatan. (2014). Infodatin mother’s day Situasi Kesehatan Ibu. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan.

https://www.unfpa.org/gender-equality

https://data.worldbank.org/indicator/sh.sta.mmrt

https://pkbi.or.id/kematian-ibu-dan-upaya-upaya-penanggulangannya/

http://www.unfpa.org/swp/2009/en/technotes.shtml https://www.unfpa.org/adolescent-pregnancy

https://www.ipu.org/our-work/gender-equality/women-in-parliament/

experiences-women-in-parliament

https://data.worldbank.org/indicator/sh.sta.mmrt?most_recent_value_desc=true http://www.searo.who.int/entity/health_situation_trends/data/chi/maternal-

mortality-ratio/en/

Nelien Haspels dan Busakorn Suriyasarn.(2005). Meningkatkan Kesetaraan Gender.

ILO

Maternal and Child Health Situation in South East Asia.2012.Bhandari TR NJOG / VOL 7 / NO. 1 / ISSUE 13/ Jan-June, 2012

United Nations Development Programme (UNDP). 1990. Global Human Development Report. Human Resources Department

UNDP. (2015). Issue Paper Prepared for the Expert Group Meeting on “Gender Equality in Human Development –Measurement Revisited”. UNDP:

Human Development Report Office.

Jean Lemai. 2002. Why Do Females Live Longer Than Males?.UN

Michael P. Todaro, Stephen C. Smith economic development. Erlangga, 2006

SRI ENDANG MULYATI. 2010. ANALISIS KONSISTENSI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA PADANG PANJANG TAHUN 2007-2009 . FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA AFL-CIO. 2015. Professionals in the Workplace: Women in the Professional Workforce.

https://dpeaflcio.org/programs-publications/professionals-in-the- workplace/women-in-the-professional-and-technical-labor-force/

Arjani, N. L. 2003. Ketimpangan Gender Dibeberapa Bidang Pembangunan di Bali.

Jurnal Studi Jender SRIKANDI.3:1.

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2018

88

BPS. 2018. Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia 2018.

Jakarta : BPS.

Corley, Marva, Yves Perardel and Kalina Popova. 2005. Wage inequality by gender and occupation: A cross-country analysis. Employment Strategy Papers.

European Commission. 2005. Employment in Europe 2005: Recent Trends and Prospects. Brussels : European Commission.

ILO. 2010. Women in Labour Markets: Measuring Progress and Identifying Challenges. Geneva: ILO.

___. 2018. Women and Men in The Informal Economy : A Statistical Picture. Geneva:

ILO.

Kachere, Wadzanai. 2017. Incomes Disparity along Gender Lines: The Plight of Women in the Informal Sector. Journal of Sociology and Social Anthropology, 8(4), 193–198.

KPPPA. 2018. Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2018. Jakarta: KPPPA.

Lan, Thung Ju. 2015. Perempuan dan Modernisasi. Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 17 No. 1 Tahun 2015

UN Women. 2015. Progress of The World’s Women 2015-2016. United States: UN Women.

Shauman, K. A. (2010). Gender Asymmetry in Family Migration: Occupational Inequality or Interspousal Comparative Advantage? Journal of Marriage and Family, 72(2), 375–392. doi:10.1111/j.1741-3737.2010.00706.x Cinar, Kursat. 2018. The Determinants of Women’s Empowerment in Turkey: A

Multilevel Analysis. Journal South European Society and Politics Volume 23, 2018-Issue 3

PEMBANGUNAN

Dalam dokumen Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2019 (Halaman 102-109)

Dokumen terkait