BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Kinerja Karyawan
1. Pengertian Kinerja Karyawan
Berikut beberapa pengertian kinerja karyawan menurut ahli :
a. (Kasmir 2016), kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu.
b. (Hamali 2016), kinerja adalah hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi.
c. (Wirawan 2015), kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja yaitu energi manusia jika dikinetikkan atau dipekerjakan akan menghasilkan keluaran kerja.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat diketahui bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab dan dalam periode tertentu sesuai dengan kriteria yang disepakati.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan menurut Kasmir (2016:189):
a. Kemampuan dan Keahlian
Kemampuan atau skill yang dimiliki seseorang dalam suatu pekerjaan.
b. Pengetahuan
Seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai pekerjaan secara baik akan memberikan hasil pekerjaan yang baik.
c. Rancangan Kerja
Rancangan pekerjaan akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya.
d. Kepribadian
Kepribadian atau karakter yang dimiliki seseorang karyawan.
e. Motivasi Kerja
Dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan.
f. Kepemimpinan
Penlaku seorang pemimpin dalam mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan tugas tanggung jawab yang diberikan.
g. Gaya Kepemimpınan
Gaya atau seorang pemimpin dalam mengatur cara bawahannya.
h. Budaya Organisasi
Kebiasaan atau yang berlaku oleh suatu organisasi atau perusahaan.
i. Kepuasan Kerja
Perasaan puas atau perasaan senang setelah melakukan pekerjaan.
j. Lingkungan Kerja
Suasana atau kondisi lokasi tempat kerja.
k. Loyalitas
Kesetiaan untuk tetap bekerja dan membela perusahaan dimana tempatnya bekerja.
l. Komitmen
Keterikatan karyawan untuk menjalankan kebijakan atau peraturan perusahaan.
m. Disiplin Kerja
Menjalankan aktivitas pekerjaan sesuai dengan ketepatan waktu.
3. Penilaian Kinerja Karyawan
Performance appraisal atau penilaian kinerja adalah kegiatan menilai dan mengevaluasi pencapaian, kemampuan, dan melihat pertumbuhan dari karyawan. Kegiatan yang satu ini sangat perlu dilakukan oleh setiap perusahaan agar bisa mengevaluasi kinerja dan meningkatkan produktivitas dari karyawan.Penilaian kinerja juga merupakan proses dimana organisasi berupaya memperoleh informasi seakurat mungkin mengenai kinerja para anggotanya. Penilaian kinerja harus dilakukan dengan baik karena akan sangat bermanfaat bagi organisasi secara keseluruhan, bagi para atasan langsung dan bagi para karyawan yang bersangkutan.
Penilaian kinerja merupakan kegiatan pengkajian dan evaluasi yang menurut ahli Bangura dikutip dalam Amir (2015) sudah berjalan sejak lama sejalan dengan adanya sejarah dan akan terus berlangsung. Kegiatan penilaian ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan bersifat universal.
Pendapat lain menyatakan penilaian kinerja merupakan proses formal dalam organisasi yang dilakukan secara sistematis untuk memberikan perbandingan antara kinerja individu atau kelompok Berdasarkan unsur obyektif atau subyektif (Giangreco, Carugati, Sebastiano, & Al Tamimi, 2012).
Penilaian kinerja itu sendiri adalah evaluasi sistematis dari kinerja seorang karyawan berdasarkan beberapa aspek pertimbangan dan untuk memahami potensi dari seseorang untuk pertumbuhan lebih lanjut dan
pengembangan dari seorang karyawan di suat organisasi dengan peringkat tertentu (Anbarasu, Jenitha, Yulit: 2015).
Berdasarkan penjelasan dari beberapa pendapat ahli atas dapat di simpulkan bahwa penilaian kinerja merupakan suatu sistem penilaian secara berkala terhadap kinerja karyawan yang mendukung kesuksesan organisasi atau yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya.
4. Unsur-Unsur Penilaian Kinerja Karyawan
Menurut Hasibuan, kinerja karyawan dapat dikatakan baik atau dapat dinilai dari beberpa hal, yaitu:
1. Kesetiaan
Kinerja dapat diukur dari kesetiaan karyawan terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi.
2. Prestasi Kerja
Hasil kerja karyawan baik kualitas maupun kuantitas yang dapat dihasilkan karyawan dan pekerjaannya.
3. Kejujuran
Kejujuran karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sangat penting untuk penilaian kinerja.
4. Kedispilinan
Kedisiplian karyawan dalam memenuhi peraturan-peraturan yang ada dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan intruksi yang diberikan.
5. Kreativitas
Kemampuan karyawan dalam mengembangkan kreativitas dan mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam menyelsaikan
pekerjaannya sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna.
6. Kerjasama
Diukur dari kesediaan karyawan dalam berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain sehingga hasil pekerjaannya akan semakin baik.
7. Kepemimpinan
Kemampuan karyawan untuk memimpin, berpengaruh, mempunyai pribadi yang kuat, dihormati, berwibawa dan dapat memotivasi orang lain untuk bekerja secara efektif.
8. Kepribadian
Dinilai dan sikap perilaku karyawan, seperti sopan, disukai, memberi kesan menyenangkan, memperlihatkan sikap yang baik, serta berpenampilan simpatik dan wajar.
9. Prakarsa
Dinilai dari kemampuan karyawan dalam berpikir secara orisinil dan berdasarkan inisiatif sendiri dalam menganalisis serta membuat keputusan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi.
10. Kecakapan
Dinilai dari kecakapan karyawan dalam menyatukan dan menyelaraskan bermacam-macam elemen yang terlibat di dalam penyusunan kebijaksanaan dan di dalam situasi manajemen.
11. Tanggung Jawab
Kinerja karyawan juga dapat diukur dari kesediaan karyawan dalam mempertanggung jawabkan pekerjaan dan hasil kerjanya, sarana dan
prasarana yang digunakan serta perilaku kerjanya (Hasibuan.
2014:94).
5. Indikator kinerja karyawan
Terdapat beberapa indikator yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu sebagai berikut (Fahruni Khaerunnisa.2019):
a. Efektivitas dan Efisiensi
Efektivitas dari suatu organisasi dapat terwujud apabila tujuan dari organisasi tersebut dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Sedangkan efisiensi berkaitan dengan pengorbanan yang dikeluarkan dalam mencapai tujuan tersebut.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah bagian dari wewenang atau tugas yang dibebankan kepada karyawan tersebut, bila ada wewenang berarti dengan sendirinya muncul tanggung jawab.
c. Disiplin
Disiplin adalah karyawan yang taat pada hukum ataupun peraturan yang berlaku Disiplin karyawan sebagai ketaatan pegawai bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dimana karyawan tersebut bekerja.
d. Inisiatif
Inisiatif seorang karyawan berkaitan dengan daya pikir, kreativitas dalam bentuk ide untuk sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi.