• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di PT. Pos Indonesia (Persero) Jl. Kenari No.3,Loka, Ujung Bulu, Kabupaten bulukumba,Sulawesi Selatan.

2. Waktu

Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan yaitu pada bulan Oktober- November 2021, setelah proposal diseminarkan, dan apabila waktu yang ditentukan tidak cukup dalam penelitian ini, maka peneliti akan memperpanjang waktu penelitian.

C. Definisi Operasional Variabel Peneltian dan Pengukuran 1. Definisi Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.2016:38).

Sesuai dengan judul yang dipilih penulis yaitu Pengaruh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba.Maka penulis mengelompokkan variabel yang digunakan dalam penelitian ini menjadi variabel independen (X) dan Variabel dependen (Y), adapun penjelasannya Variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau munculnya variabel terikat (dependen). Dimana variabel X menjelaskan mengenai sistem informasi sumber daya manusia sedangkan variabel Y menjelaskan tentang kinerja karyawan.

Untuk memudahkan dalam melakukan pengukuran variabel penelitian, bisa di lihat dalam penjabaran pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1

Operasional Variabel Penelitian

Variabel Defenisi Indikator Skala

1 2 3 4

Sistem Informasi Sumber Daya

Manusia (X)

Prosedur sistematik untuk

mengumpulkan, menyimpan, pemeliharaan, perolehan kembali, dan validasi

berbagai data tertentu yang dibutuhkan oleh suatu organisasi tentang sumber daya manusia.

Tepat Waktu Skala Likert Akurat

Relevan Lengkap

Variabel Defenisi Indikator Skala

1 2 3 4

Kinerja Karyawan

(Y)

Hasil kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab dan dalam periode tertentu sesuai dengan kriteria yang disepakati.

Efektivitas dan Efesiensi

Skala Likert

Tanggung Jawab Disiplin Inisiatif

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono. 2018).

Adapun yang menjadi Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan pada Kantor Pos Bulukumba yang berjumlah sebanyak 30 orang pada tahun 2021.

2. Sampel

Sampel menurut Sugiyono (Riduwan. 2018) adalah sebagian. dan populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada Kantor Pos Bulukumba dengan jumlah sebanyak 30 orang. Namun, populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, maka ada baiknya jika diambil seluruhnya karena bisa diperoleh keakuratan data dan kesimpulan penelitian (Narimawaty, 2008:173). Maka pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik sampling jenuh. Sugiyono (2007:122) mengemukakan bahwa sampling jenuh merupakan metode penentuan sampel yang semua anggota populasinya menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang dimana seluruh Karyawan pada Kantor Pos Bulukumba.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket/kuesioner

Angket/kuesioner adalah daftar pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara tertulis. Kuesioner ini dilakukan untuk memperoleh data berupa jawaban para responden.

Tabel 3.2

Skala Bobot Penilaian

No. Kriteria Penilaian Skor

1. Sangat Setuju 5

2. Setuju 4

3. Kurang Setuju 3

4. Tidak Setuju 2

5. Sangat Tidak Setuju 1

2. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan lansung dilapangan atau di lokasi penelitian.

3. Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa data tertulis yang berisi informasi dan menjelaskan serta memikirkan fenomena yang masih ada yang sesuai dengan masalah penelitian. Teknik dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh informasi mengenai Pengaruh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba dan informasi tentang visi dan misi, fungsi dan struktur organisasi serta tugas pokok dan informasi lainnya.

F. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini, pengukuran Pengaruh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Pos Bulukumba diukur dan dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu sebagai berikut :

1. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Penghitungan Uji Validitas menggunakan bantuan SPSS versi 26 pada Komputer, Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hiitung (correlated item total correlations) dengan nilai r tabel. Jika r hitung

> dari r tabel maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid.

2. Uji Reabilitas

Uji Reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan melihat hasil perhitungan nilai cronbachalpha(a). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbachalpha (a) > 0,6 yaitu bila dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan dimensi yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Tetapi sebaliknya jika cronbachalpha (a) < 0, 6 maka dianggap kurang handal, artinya bila variabel-variabel tersebut dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan dimensi yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

3. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana dilakukan guna mengetahui pengaruh dari (Sistem Informasi Sumber Daya Manusia) terhadap (Kinerja Karyawan). Adapun bentuk umum persamaan regresi sederhana adalah:

y = α +β ×

Dimana :

y : kinerja karyawan α : Constanta

β : Koefisien Regresi

×

: sistem informasi sumber daya manusia 4. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah Koefisien korelasi yang dikuadratkan (R2) atau disebut juga dengan koefisien penentu. Koefisien determinasi merupakan proporsi untuk menentukan terjadinya presentase variansi bersama antara variabel X dengan variabel Y jika dikaitkan dengan 100%.

Oleh sebab itu besarnya suatu koefisien determinasi adalah 0 ≤ R2 ≤ 1 dan karena dikuadratkan maka tidak ada koefisien determinasi yang bertanda negative.

34

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Pos indonesia

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantor Pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.

Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak

ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.

1746 - Kantor Pos Pertama. Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.

1875 - POSTEN TELEGRAFDIENST. Pada tahun ini dinas pos disatukan dengan dinas telegrap dengan status jawatan dengan nama POSTEN TELEGRAFDIENST.

1877 - Union Postale Universelle. Sejak pemerintahan kolonial dinas pos pemerintahan Belanda sudah berhubungan dalam pengiriman surat dan barang secara internasional, sehingga tercatat sebagai anggota Union Postale Universelle (UPU).

1945 - Hari Bakti POSTEL. Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, jawatan PTT dikuasai oleh militer Jepang, 27 September 1945 Angkatan Muda PTT mengambil alih kekuasaan PTT dan secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati menjadi hari bakti PTT atau hari bakti POSTEL.

1965 - PN Pos dan Giro. Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahan Negara dan Giro (PN Pos dan Giro).

1978 - Perusahaan Umum Pos dan Giro. Dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri.

1995 - PT. Pos Indonesia (Persero). Selama 17 tahun berstatus Perusahaan Umum. Pada tanggal 20 Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

2. Visi dan Misi Organisasi PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba

a. Visi

Menjadi Postal Operator, Penyedia Jasa Kurir, Logistik dan Keuangan Paling Kompetitif.

b. Misi

Bertindak Efektif Untuk Mencapai Performance Terbaik.

Untuk mewujudkan Visi dan Misi, persyaratan utama (key words) yang perlu dilakukan adalah:

a. Memberikan produk yang relevan sesuai dengan kebutuhan pasar;

b. Memberikan jasa layanan yang prima;

c. Menjalankan proses bisnis secara efisien;

d. Membangun solusi teknologi informasi yang prima dan human capital yang andal;

e. Memperkuat sistem pengendalian internal, governance, dan manajemen risiko untuk mencapai tingkat kematangan yang memadai untuk mengamankan pencapaian tujuan Perusahaan.

3. Struktur Organisasi PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba Gambar 4.1

Struktur Organisasi

KEPALA KANTOR CABANG BULUKUMBA 92500 KANTOR CABANG

BAGIAN OPERASI DAN

KURIR

KABUPATEN JENEPONTO

BAGIAN PELAYANAN OUTLET & CABANG BAGIAN AUDIT

BAGIAN ADMINISTRASI &

UMUM

BAGIAN PENJUALAN BISNIS JASA KEUANGAN

BAGIAN PENJUALAN

ASET DAN KEMITRAAN

BAGIAN PENJUALAN

KORPORAT KURIR &

LOGISTIK

KABUPATEN BANTAENG

KABUPATEN BULUKUMBA

KABUPATEN SINJAI

KABUPATEN SELAYAR

KCP JENEPONTO

KCP ALLU

KCP TAMALATEA

KCP TOGO- TOGO

KCP BANTAENG

KCP BANYORANG

KCP TANETE

KCP TANAHBERU

LE KPP PRATAMA

KCP SINJAI

KCP BIKERU

KCP MANIMPAHOI

KCP LAPPA

KCP SELAYAR

KCP BONTOSIKUYU

Penjelasan dari Struktur Organisasi pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba adalah sebagai berikut :

a. Kepala kantor cabang

Kepala Kantor Cabang pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba bertanggung jawab pada kepala Kantor Pos. Tugas pokok Kepala Kantor Cabang adalah melakukan transaksi pelayanan jasa, surat, paket, jasa keuangan yang berlaku, dan dan keagenan, giro dan penyaluran dana, pembayaran pensiun, proses tutupan pos dan antaran pos serta kegiatan pendukung dan administrasi lainnya sebagai infastruktur bisnis, dan operasi dari Kantorpos Pemeriksa untuk mencapai pendapatan dan mutu operasi di PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba.

b. Bagian audit

Manager Audit PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba memiliki tugas pokok yaitu melaksanakan pemeriksaan secara rutin dan berkala terhadap pelaksanaan pekerjaan pada setiap bagian di Kantor pos berdasarkan pedoman pemeriksaan yang berlaku, dan melakukan pengukuran standard mutu.

c. Bagian Administrasi dan Umum

sendiri memiliki artian yang luas, namun intinya memastikan seluruh kegiatan yang bersifat administratif / ketatausahaan kantor ataupun perusahaan berjalan dengan baik dan lancar. Seperti: Memilah pos, surat, paket kiriman, pemesanan. Menjawab dan menerima telepon, pengetikan, dokumen, surat menyurat offline ataupun online, memesan

persediaan media tulis kantor menyapa dan menanggapi klien, membuat agenda kantor, filling data entry / mengisi data entri perusahaan, dan mengelola buku harian.

d. Bagian Penjualan Bisnis Jasa Keuangan

Manajer Pelayanan Jasa Keuangan (Jaskug), Fund Distribution (FD), dan Giro Online (GOL) Manajer pelayanan Jaskug, FD dan GOL PT.

Pos Indonesia (Persero) Bulukumba bertugas untuk mengontrol jalannya aktivitas pelayanan loket dan memeriksa neraca loket dari transaksi setiap harinya untuk diberikan kepada bagian Akuntansi.

e. Bagian Penjualan Ritel & Kemitraan

Manajer Penjualan dalam PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba bertanggung jawab kepada Wakil Kepala Kantor Bidang Bisnis. Manajer Penjualan memiliki tugas untuk mengelola dan mengendalikan kegiatan penjualan surat, paket, dan jasa keuangan di Kantorpos kepada pelanggan korporat dan bertanggung jawab atas pencapaian target pendapatan surat pos dan paket pos yang ditetapkan perusahaan, serta melakukan pengelolaan pelanggan, penggarapan pasar untuk meningkatkan penjualan sehingga target dapat dicapai secara maksimal dengan biaya seefisien mungkin.

f. Bagian Penjualan Korporat Kurir & Logistik

Manajer Operasi Logistik pada PT. Pos Indonesia (Persero) memiliki tugas untuk mengurus sistem untuk mengawasi proses antaran kiriman paket dan bertanggung jawab untuk mengelola dan merencanakan sistem operasi khusus untuk perusahaan agar mampu mencapai tujuan

bersama dengan memberikan manfaat maksimal organisasi dengan biaya operasi yang seminimal mungkin.

g. Bagian Operasi Kurir

Operasi Kurir bertugas untuk mengontrol proses antaran kirirman kepada pelanggan, memastikan barang tetap dalam keadaan aman hingga sampai tujuan dengan mengikuti SOP perusahaan PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba.

h. Bagian Pelayanan Outlet dan Cabang

Manajer Pemasaran dan Pengembangan Outlet PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba memiliki tugas pokok yaitu mengelola dan mengendalikan pembukuan, penutupan outlet dan merespon permohonan pembukaan outlet kemitraan (agenpos/agenpos desa) baru, melaksanakan pemasaran dan pengelolaan usaha serta pengembangan outlet untuk mencapai jumlah dan komposisi outlet yang ideal, efektif, dan produktif sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan.

B. Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner pada 30 responden pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba. Gambaran mengenai

karakteristik responden diperoleh dari data yang terdapat pada bagian identitas responden yang dalam hal ini meliputi: usia, pendidikan terakhir, jabatan dan masa kerja. Untuk memperjelas karakteristik responden tersebut, maka disajikan tabel mengenai data responden berikut ini:

1. Deskripsi Responden

a. Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin

Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Tanggapan Responden

Orang %

Laki-laki 18 60

Perempuan 12 40

TOTAL 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden berdasarkan janis kelamin pada tabel di atas, maka jumlah responden terbesar adalah responden laki-laki yakni sebanyak (18) orang atau 60%, sedangkan responden perempuan sebanyak (12) orang atau 40 %.

Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar pegawai yang bekerja pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba adalah responden laki-laki.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Penyajian data responden berdasarkan usia pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Tanggapan Responden

Orang %

21-30 tahun 21 70

31-60 tahun 9 30

TOTAL 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden berdasarkan usia pada tabel diatas. Dari tabel 4.2 menunjukkan bahwan usia responden paling banyak ialah pada usia 21-30 tahun dengan 21 responden atau 70 %, kemudian yang paling sedikit ialah pada usia 31-60 tahun dengan 9 responden atau 30 %.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Penyajian data responden berdasarkan masa kerja pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja Tanggapan Responden

Orang %

1-5 tahun 26 87

5- 10 tahun 3 10

 10 tahun 1 3

TOTAL 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden berdasarkan masa kerja, maka responden yang paling banyak ialah 1-5 tahun dengan jumlah 26 orang atau 87%, selanjutnya pada tahun 5-10

dengan jumlah 3 orang responden atau 10% dan pada tahun >10 yakni 1 orang responden atau 3%.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

a. Variabel X (Sistem Informasi Sumber Daya Manusia)

Tabel 4.4

Deskripsi Variabel Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

NO.

PERNYATAAN JAWABAN RESPONDEN

MEAN

Sistem

Informasi Sumber Daya

Manusia (X)

F % F % F % F % F %

SS(5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)

1 X1 8 26,7 22 73,3 0 0 0 0 0 0

4,27

2 X2 13 43,3 17 56,7 0 0 0 0 0 0

4,43

3 X3 12 40 18 60 0 0 0 0 0 0

4,40

4 X4 15 50 14 46,7 1 3,3 0 0 0 0

4,47

5 X5 12 40 15 50 3 10 0 0 0 0

4,30

6 X6 12 40 17 56,7 1 3,3 0 0 0 0

4,37

7 X7 12 40 17 56,7 1 3,3 0 0 0 0

4,37

8 X8 15 50 13 43,3 2 6,7 0 0 0 0

4,43

MEAN VARIABEL SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA (X) 4,38

Dari tabel 4.4 di atas, tentang jawaban responden Sistem Informasi Sumber Daya Manusia maka diperoleh nilai mean tertinggi terdapat pada item X4 dengan nilai mean 4,47. Sedangkan untuk mean terendah terdapat pada item X1 dengan nilai mean 4,27. Dengan nilai rata-rata 4,38.

Tabel 4.5

Deskripsi Variabel Kinerja Karyawan

NO.

PERNYATAAN JAWABAN RESPONDEN

MEAN Kinerja

Karyawan (y)

F % F % F % F % F %

SS(5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)

1 Y1 7 23,3 17 56,7 6 20 0 0 0 0

4,03

2 Y2 11 36,7 17 56,7 2 6,7 0 0 0 0

4,30

3 Y3 11 36,7 17 56,7 2 6,7 0 0 0 0

4,30

4 Y4 15 50 13 43,3 2 6,7 0 0 0 0

4,43

5 Y5 10 33,3 17 56,7 2 6,7 0 0 0 0

4,13

6 Y6 13 43,3 13 43,3 4 13,3 0 0 0 0

4,30

7 Y7 9 30 17 56,7 4 13,3 0 0 0 0

4,17

8 Y8 19 63,3 10 33,3 1 3,3 0 0 0 0

4,60

MEAN VARIABEL KINERJA KARYAWAN (Y) 4,28

Dari tabel 4.5 di atas, tentang jawaban responden Kinerja Karyawan maka diperoleh nilai mean tertinggi terdapat pada item Y8 dengan nilai mean 4,60. Sedangkan untuk mean terendah terdapat pada item Y1 dengan nilai mean 4,03. Dengan nilai rata-rata 4,28.

3. Teknik Analisis Data a. Uji Instrumen Penelitian

1. Uji Validitas

Uji validitas adalah untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar (konstruk) pertanyaan dalam mendefenisikan suatu variabel. Menilai masing-masing butir pertanyaan dapat dilihat dari nilai Corrected item-total Correlation menggunakan SPSS 26. Valid atau tidaknya suatu butir pertanyaan data variabel dapat ditentukan apabila r hitung (rxy) lebih besar dari rtabel. Kriteria validitas yang digunakan dengan N = 30 pada taraf signifikasi 5% (0,05), df = n-2 maka

diperoleh r tabel sebesar 0,361. Berikut adalah hasil dari uji validitas menggunakan program aplikasi komputer SPSS 26.

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas

No.

Item

Pernyataan R hitung Rtable Keterangan

1 X1 0,456 0,361 Valid

2 X2 0,609 0,361 Valid

3 X3 0,670 0,361 Valid

4 X4 0,491 0,361 Valid

5 X5 0,634 0,361 Valid

6 X6 0,648 0,361 Valid

7 X7 0,601 0,361 Valid

8 X8 0,657 0,361 Valid

9 Y1 0,688 0,361 Valid

10 Y2 0,800 0,361 Valid

11 Y3 0,784 0,361 Valid

12 Y4 0,647 0,361 Valid

13 Y5 0,662 0,361 Valid

14 Y6 0,814 0,361 Valid

15 Y7 0,687 0,361 Valid

16 Y8 0,769 0,361 Valid

Sumber :Hasil Olah Data SPSS 26

Berdasarkan data pada table diatas menggambarkan bahwa semua item pernyataan atas variable Sistem Informasi Sumber Daya Manusia yang digunakan dalam penelitian memiliki (r) hitung lebih besar dari 0,361 sehingga dapat disimpulkan semua item pernyataan yang digunakan adalah valid.

2. Uji Reabilitas

Suatu item dikatakan reliable (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang ada dalam kuesioner tersebut adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk menentukan keandalan suatu pertanyaan digunakan program komputer SPSS 26. Hasil uji dapat dikatakan reliable apabila Cronbach’s Alpha > 0,60. Hasil uji reliabilitasi adalah sebagai berikut.

Tabel 4.7 Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,888 16

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 26

Berdasarkan data pada table diatas menunjukkan bahwa angka- angka dari nilai Conbach’s Alpha pada seluruh variable dalam penelitian ini, semuanya menunjukkan besaran diatas nilai 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan untuk variabel independen dan dependen adalah reliable. Sehingga kemudian dapat disimpulkan bahwa instrument pernyataan koesioner menunjukkan kehandalan dalam mengukur variabel-variabel dalam model penelitian.

b. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana dimaksud untuk menguji seberapa besar pengaruh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bulukumba. Analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 26.

Hasil analisis dengan bantuan program SPSS versi 26 diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.8

Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered Variables Removed Method

1 Sistem Informasi Sumber Daya Manusiab

. Enter

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan b. All requested variables entered.

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 26

Tabel di atas menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan. Dalam hal ini variabel yang dimasukkan adalah variabel Sistem Informasi Sumber Daya Manusia sebagai variabel independen dan Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen dan metode yang digunakan adalah metode enter.

Tabel 4.9 Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardiz ed Coefficient

s

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1,501 6,692 ,224 ,824

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

,939 ,190 ,682 4,930 ,000

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 26

Berdasarkan hasil olahan regresi linier sederhana diatas dengan menggunakan program komputerisasi SPSS versi 26, maka dapat disajikan persamaan regresi yaitu sebagai berikut :

y = α +β ×

Dimana :

y : kinerja karyawan α : Constanta

β : Koefisien Regresi

×

: sistem informasi sumber daya manusia

Dari hasil regresi di atas, maka dapat disusun persamaan sebagai berikut :

Y = 1,051 + 0,939 X

a = 1,051 merupakan nilai konstanta, yang diartikan bahwa jika X dianggap 0 maka nilai kinerja karyawan sebesar 1,051. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka sistem informasi sumber daya manusia mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan.

b = 0,939 yang bertanda positif yang memberikan arti bahwa setiap kenaikan variabel sistem informasi sumber daya manusia 1 (satuan) maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,939.

Nilai konstanta sebesar 1,051. Menunjukkan bahwa semakin meningkat sistem informasi sumber daya manusia maka semakin berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan nilai koefisien X =0,939 menunjukkan bahwa sistem informasi sumber daya manusia dengan kinerja karyawan berpengaruh positif. Dimana semakin baik sistem informasi sumber daya manusia maka kinerja karyawan akan semakin meningkat.

Dokumen terkait