• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Kendala Anggaran Konsumen

Dalam dokumen Ekonomi Manajerial (Halaman 155-160)

PERILAKU KONSUMEN

4.3 Konsep Kendala Anggaran Konsumen

Dalam memenuhi keingginan konsumen dalam mencapai kepuasan maksimumnya maka setiap konsumen memiliki keinginan menggunakan produk sebanyak - banyaknya. Produk -produk yang digunakan tersebut harus dibeli sehingga konsumen harus mempunyai anggaran yang cukup untuk membeli produk - produk yang diinginkannya. Dalam konteks ekonomi manajerial dikatakan bahwa setiap konsumen memiliki anggaran yang terbatas untuk membeli produk - produk yang diinginkan untuk digunakannya.

Konsep kendala anggaran konsumen (consumer $ budget constraint) ini perlu dipahami oleh manajer yang berada dalam manajemen bisnis total agar mampu mempengaruhi konsumen menggunakan produk tertentu melalui meningkatkan utilitas total dari setiap atribut yang melekat pada produk yang dijual dengan harga kompetitif di

pasar.

Dalam ekonomi manajerial secara konseptual, seorang konsumen memiliki pendapatan uang (money income) tertentu, dinotasikan sebagai M, serta dari pendapatan tersebut akan dipergunakan membeli produk , ,..., , dengan harga per unit dari masing-masing produk tersebut adalah , , ..., , maka persamaan garis anggaran konsumen tersebut adalah :

M = + + .... +

Persamaan garis anggaran tersebut dapat juga dinyatakan dalam bentuk hubungan ketergantungan antara produk tertentu dan semua produk lainnya, sebagai misal : = f( , , ..., ). Dengan demikian persamaan hubungan ketergantungan antar produk yang sedang dipertimbangkan konsumen untuk dibeli, adalah :

= (M/ – ( / – ( - ... – (

Secara konseptual setiap konsumen memiliki anggaran pengeluaran yang terbatas untuk membeli produk-produk yang ada di pasar. Bagi manajer yang berada dalam manajemen bisnis, perlu memperhatikan adanya produk-produk substitusi terutama produk pesaing di pasar. Contoh : di Indonesia hanya ada dua produsen ban yang saling berkompetisi dengan sangat ketat (hiperkompetitif) di pasar ban untuk mobil-mobil sedan kelas menengah-atas (Toyota Corona, Honda Accord, BMW, Mercedes, dll). Kedua produsen ban tersebut adalah : PT. Goodyear Indonesia dan PT. Bridgestone Indonesia. yang rata-rata mengeluarkan anggaran sekitar Rp. 2000.000 per tahun untuk menggunakan produk- produk ban Goodyear atau Bridgestone. Tentunya manajer bertanggungjawab pada pemasaran ban-ban Goodyear, ia harus berusaha untuk mempengaruhi konsumen agar semua anggaran pengeluaran pembelian ban-ban mobil sedan dibelanjakan pada ban merk Goodyear, demikian pula tindakan sebaliknya akan dilakukan oleh manajer yang bekerja pada

PT. Bridgestone Indonesia.

Dimisalkan bahwa harga ban merk Goodyear tipe tertentu adalah Rp. 500.000 per unit, dan juga harga ban merk Bridgestone tipe tertentu adalah Rp.500.000 per unit. Apabila kasus ini dikaji, maka akan diperoleh informasi berikut :

 Rata-rata anggaran pengeluaran konsumen untuk membeli ban mobil untuk penggantian (replacement) adalah Rp.2.000.000 per tahun.

 Harga ban per unit ban merk Bridgestone Rp. 500.000, dengan anggaran pengeluaran konsumen sebesar Rp. 2.000.000 per tahun tersebut dapat dibelanjakan untuk membeli ban merk Bridgestone, sebesar 4 unit.

 Harga ban per unit ban merk Goodyear adalah Rp. 500.000, dengan anggaran pengeluaran konsumen sebesar Rp. 2.000.000 per tahun dapat dibelanjakan untuk ban sebanyak 4 unit.

Sehingga model persamaan empirik dapat di buat sebagai berikut :

500.000 X + 500.000 Y = 2.000.000

Di mana : X adalah kuantitas ban merk Bridgestone yang dibeli, Y adalah kuantitas ban merk Goodyear yang dibeli. Grafik dari persamaan 500.000 X + 500.000 Y = 2.000.000 akan berbentuk garis lurus, dan dalam ekonomi manajerial disebut garis anggaran (budget line). Dengan demikian secara konseptual, garis anggaran dapat didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik - titik kombinasi produk yang dapat dibeli oleh konsumen pada harga tertentu, jika semua anggaran pengeluaran digunakan untuk pembelian produk - produk yang sedang dipertimbangkan oleh konsumen tersebut.

Bentuk dari persamaan garis anggaran 500.000 X + 500.000 Y = 2.000.000, dapat dituliskan dalam bentuk lain, sebagai fungsi : Y = f (X). Dari fungsi ini kita ingin mengkaji bagaimana perilaku keinginan konsumen dalam membeli produk ban Goodyear Persamaannya adalah:

500.000 X + 500.000 Y = 2.000.000 ( dipisahkan X dan Y ) 500.000 Y = 2.000.000 - 500.000 X

Y = (2.000.000 / 500.000) — (500.000/500.000) X Y = 4 – X

Untuk pembelian produk kedua ban tersebut maka dapat di tarik garis anggaran yaitu : 250.000 X + 250.000 Y = 1.000.000, dari persamaan garis anggaran ini dapat di buat berbagai titik kombinasi konsumsi produk ban Bridgestone (X) dan produk ban Goodyear (Y) pada kendala anggaran pengeluaran sebesar Rp. 2.000.000 per tahun.

Titik-titik kombinasi konsumsi dipaparkan pada Tabel 4.2, sedangkan kurva garis anggaran konsumen dipaparkan pada Gambar 4.2

Tabel 4.2

Kombinasi Produk Ban Brigestone (X) dan Goodyear (Y)

No

Titik Kombinasi

Konsumsi (X, Y)

X (Unit

ban) Y (Unit ban)

Anggaran Pengeluaran (Rp) 500.000 X +

500.000 Y

1. A 0 4 2.000.000

2. B 1 3 2.000.000

3. C 2 2 2.000.000

4. D 3 1 2.000.000

5. E 4 0 2.000.000

Ekonomi Manajerial

Gambar 4.1 Garis Anggaran Konsumen untuk Pembelian Produk

( tugas Mhs )

Dari garis anggaran konsumen dalam Gambar 4.1, kita dapat memperoleh beberapa informasi berikut :

 Slope dari garis anggaran konsumen adalah negatif, seperti kasus di atas yaitu :-( / ) = - (500.000/500.000) = -1, yang menunjukan unit produk ban Goodyear (Y) yang disubstitusikan untuk tambahan satu unit produk ban Bridgestone. pada kasus diatas di paparkan bahwa produk ban Goodyear dan Bridgestone bersifat substitusi sempurna, karena slope garis anggaran sebesar -1, artinya setiap tambahan satu unit produk ban Bridgestone (X), maka konsumen harus mengurangi pembelian produk ban Goodyear sebesar satu unit, sesuai dengan nilai dari slope garis anggaran konsumen tersebut. Artinya tingkat substitusi dari dua produk yang berkaitan adalah tergantung rasio pada harga dari kedua produk tersebut.

Kombinasi Produk Ban Brigestone (X) dan Goodyear (Y) No Titik

Kombinasi Konsumsi

(X, Y)

X (Unit ban) Y (Unit

ban) Anggaran Pengeluaran (Rp) 500.000 X +

500.000 Y

1. A 0 4 2.000.000

2. B 1 3 2.000.000

3. C 2 2 2.000.000

4. D 3 1 2.000.000

5. E 4 0 2.000.000

0 1 2 3 4 5

Gambar 4.1 Garis Anggaran Konsumen untuk Pembelian Produk

( tugas Mhs )

Dari garis anggaran konsumen dalam Gambar 4.1, kita dapat memperoleh beberapa informasi berikut :

Slope dari garis anggaran konsumen adalah negatif, seperti kasus di atas yaitu :-( / ) = - (500.000/500.000) = -1, yang menunjukan unit produk ban Goodyear (Y) yang

4 A

B

3 Y=4-X

2 C

1 D

0 E

 Intersep dari garis anggaran pada sumbu vertikal adalah sebesar : M/ , = 1.000.000/250.000 = 4, yang menunjukkan banyaknya produk ban Goodyear (Y) yang dibeli oleh konsumen tanpa membeli ban Bridgestone (X). Sedangkan intersep dari garis anggaran pada sumbu horizontal adalah : M/

, = 1.000.000 / 250.000 = 4, yang menunjukkan banyaknya produk ban Bridgestone (X) yang dibeli oleh konsumen tanpa membeli produk ban Goodyear (Y). Besaran intersep dari garis anggaran dapat dipergunakan oleh pihak manajemen sebagai informasi tentang maksimum produk yang akan dibeli oleh konsumen, apabila semua anggaran pengeluaran yang telah dialokasikan tersebut digunakan hanya untuk membeli produk tertentu saja. Dalam kasus yang dikemukakan : diketahui bahwa apabila konsumen tersebut mengalokasikan semua anggargn pengeluaran pembelian abn untuk membeli produk ban Goodyear (Y), tanpa membeli produk ban merk Bridgestone (X), maka produk banGoodyear yang dibeli paling banyak empat unit ban (jika X = 0, maka Y = 4), sebaliknya jika konsumen tersebut mengalokasikan semua anggaran pengeluaran pembelian ban untuk membeli produk ban bridgestone (X), tanpa membeli produk ban merk Goodyear (Y), produk ban Bridgestone yang dibeli paling banyak empat unit ban (X = 4, jika Y = 0).

Informasi ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan produksi maksimum baik oleh produsen ban Bridgestone (X) maupun Goodyear (Y) agar sesuai dengan permintaan pasar.

4.4 Pengaruh Perubahan Anggaran Pengeluaran terhadap

Dalam dokumen Ekonomi Manajerial (Halaman 155-160)