AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
F. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
dalam akun-akun. Misalnya suatu barang dagangan mempunyai harga Rp1.000.000 dan rabat 40%, penjual akan mencatat penjualan barang dagangan tersebut senilai Rp600.000 (Rp1.000.000,- dikurangi rabat 40% dari Rp1.000.000). Pembeli juga akan mencatat pembelian tersebut sebesar Rp600.000.
PD. Sri Rejeki Neraca Saldo 31 Desember 2019
(Dalam Rp000)
Debit Kredit
Kas 21.150
Piutang Usaha 2.250
Persediaan barang dagangan 30.000 Perlengkapan Toko 1.050
Perlengkapan Kantor 850
Asuransi Dibayar Dimuka 2.400
Sewa Dibayar Dimuka 25.000
Tanah 150.000
Peralatan Toko 23.000
Utang dagang 50.000
Modal Rafly 193.100
Prive 10.000
Penjualan 77.500
Retur Penjualan 2.500
Potongan Penjualan 550
Pembelian 55.000
Retur pembelian 3.000
Potongan pembelian 5.500
Beban angkut pembelian 1.500 Beban gaji penjualan 2.000
Beban gaji kantor 1.500
Beban angkut penjualan 100
Beban iklan 250
329.100 329.100
Jurnal Penyesuaian dan Posting Ke Buku Besar
Selama periode akuntansi perusahaan dagang mempunyai barang dagangan yang siap untuk dijual, yang berasal dari persediaan awal ditambah pembelian selama periode berjalan. Jumlah barang yang siap
dijual ini tidak seluruhnya terjual pada periode yang sama, sehingga pada akhir periode terdapat persediaan akhir. PD. Sri Rezeki menggunakan sistem periodik. Dengan menggunakan sistem periodik, jumlah persediaan akhir yang ada di gudang dilakukan perhitungan fisik. Jika terdapat selisih antara saldo buku atau saldo fisik, maka harus dilakukan penyesuaian untuk menentukan berapa nilai barang yang terjual, atau menentukan harga pokok penjualan. Untuk menentukan harga pokok penjualan dilakukan jurnal penyesuaian dengan cara:
1. Pembebanan persediaan awal barang dagangan ke akun harga pokok penjualan dengan mendebit akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagangan.
2. Membebankan akun pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan beban angkut pembelian ke akun harga pokok penjualan.
3. Membentuk persediaan akhir barang dagangan dengan mengurangi harga pokok penjualan yaitu mendebit akun persediaan dan mengkredit akun harga pokok penjualan.
4. Jurnal penyesuaian data-data lainnya sama seperti jurnal penyesuaian untuk perusahaan jasa yang telah dibahas pada bab sebelumnya Sebagai contoh, data yang dikumpulkan untuk penyesuaian tanggal 31 Desember 2019 adalah:
1. Persediaan barang dagangan akhir tahun yang dihitung berdasarkan perhitungan fisik adalah Rp35.000.
2. Beban perlengkapan toko yang digunakan selama 2019 adalah sebesar Rp250.
3. Perlengkapan kantor yang digunakan selama 2019 adalah Rp 300.
4. Beban asuransi tahun 2019 adalah Rp1.000.
5. Beban sewa untuk 2019 adalah Rp10.000.
6. Penyusutan peralatan toko yang dibebankan tahun 2019 adalah Rp500.
7. Beban gaji bulan Desember 2019 yang belum dibayar untuk karyawan penjualan Rp500. dan karyawan toko adalah Rp500.
Jurnal penyesuaian disajikan PD. Sri Rejeki pada tanggal 31 Desember 2019. Dari jurnal tersebut dapat diketahui bahwa jurnal
penyesuaian terdiri dari penyesuaian untuk menentukan besarnya harga pokok penjualan dan penyesuaian lain seperti yang telah dibahas pada perusahaan jasa. Prosedur akuntansi selanjutnya adalah posting dari jurnal penyesuaian ke buku besar.
JURNAL UMUM JU: 4
Tanggal Uraian Ref Jumlah (Rp000)
Debit Kredit
2019 Ayat Jurnal Penyesuaian
Desember 31 Harga pokok penjualan 43.000
Persediaan barang dagangan (akhir) 35.000
Retur Pembelian 3.000
Potongan Pembelian 5.500
Pembelian 55.000
Beban angkut pembelian 1.500
Persediaan barang (awal) 30.000
Penyesuaian harga pokok penjualan
Beban perlengkapan toko 250
Perlengkapan toko 250
Penyesuaian pemakaian perlengkapan
toko
Beban perlengkapan kantor 300
Perlengkapan kantor 300
Penyesuaian pemakaian perlengkapan
kantor
Beban asuransi 1.000
Asuransi dibayar dimuka 1.000
Penyesuaian beban asuransi
Beban sewa 10.000
Sewa dibayar dimuka 10.000
Penyesuaian beban sewa
Beban Penyusutan peralatan toko 500
Akumulasi peny. Peralatan toko 500 Penyesuaian penyusutan peralatan
toko
Beban gaji penjualan 500
Beban gaji kantor 500
Utang Gaji 1.000
Penyesuaian beban gaji akrual
Pada buku besar akun persediaan barang dagangan di sistem persediaan perpetual, akun ini memperlihatkan jumlah persediaan yang tersedia untuk dijual setiap saat akan tetapi perusahaan dagang mungkin akan kehilangan beberapa persediaan akibat adanya pengutilan atau pencurian oleh pembeli, karyawan, atau pengrusakan yang dilakukan binatang, serta kesalahan dalam pencatatan atau perhitungan persediaan barang dagangan. Hal ini akan berakibat hasil perhitungan persediaan pada akhir periode bisa berbeda dengan jumlah persediaan yang tercatat dalam buku persediaan. Biasanya jumlah yang tercatat dalam pembukuan lebih besar daripada hasil perhitungan fisik, karena itu selisihnya sering disebut penciutan persediaan. Sebagai contoh misalnya saldo buku persediaan barang dagangan menunjukkan bahwa bernilai Rp35.005.000, akan tetapi stock opname yang dilakukan tanggal 31 Desember 2019 menunjukkan barang dagangan yang ada hanya Rp35.000.000. Pencatatan terhadap penciutan persediaan barang dagangan selama setahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah Rp5.000. Jumlah ini dicatat dalam jurnal penyesuaian sebagai berikut.
JURNAL UMUM JU: 4
Tanggal Uraian Ref Jumlah (Rp000)
Debit Kredit
2019
Desember 31 Harga pokok penjualan 5
Persediaan barang dagangan 5
Penyesuaian barang dagangan yang
hilang
Setelah ayat jurnal penyesuaian ini dicatat, catatan akuntansi akan sama dengan total perhitungan fisik barang dagangan pada akhir periode.
Kesalahan pencatatan persediaan sangat sulit dihindarkan baik dengan sistem dan prosedur manapun, maka hal ini lazim dianggap sebagai biaya operasional normal. Bila jumlah penciutan suatu saat sangat besar maka hal ini dapat diungkapkan secara tersendiri dalam laporan laba rugi sehingga penciutan ini dicatat dalam akun tersendiri seperti akun kerugian dari pencatatan persediaan barang dagangan. Setelah jurnal penyesuaian dilakukan dan transaksi diposting ke buku besar, lalu juga diinput ke neraca lajur, sebagai berikut:
PD. Sri Rejeki Neraca Lajur Per 31 Desember 2019 (Dalam Rp000) 31-Des-19Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Laporan Laba Rugi Neraca Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Kas 21.150. 21.150 21.150 Piutang Usaha 2.250 2.250 2.250 Persediaan barang dagangan30.000 35.000 30.000 35.000 35.000 Perlengkapan Toko1.050 250 800 800 Perlengkapan Kantor850 300 550 550 Asuransi Dibayar Dimuka2.400 1.000 1.400 1.400 Sewa Dibayar Dimuka 25.000 10.000 15.000 15.000 Tanah 150.000 150.000 150.000 Peralatan Toko 23.000 23.000 23.000 Utang dagang 50.000 50.000 50.000 Modal Rafly 193.100 193.100 193.100 Prive 10.000 10.000 10.000 Penjualan 77.500 77.500 77.500 Retur Penjualan 2.500 2.500 2.500 Potongan Penjualan 550 550 550 Pembelian 55.000 55.000 - Retur pembelian 3.000 3.000 -
Potongan pembelian 5.500 5.500 - Beban angkut pembelian 1.500 1.500 - Beban gaji penjualan 2.000 500 2.500 2.500 Beban gaji kantor 1.500 500 2.000 2.000 Beban angkut penjualan 100 100 100 Beban iklan 250 250 250 329.100 329.100 Harga pokok penjualan 43.000 43.000 43.000 Beban perlengkapan toko 250 250 250 Beban perlengkapan kantor 300 300 300 Beban asuransi 1.000 1.000 1.000 Beban sewa 10.000 10.000 10.000 Beban penyusutan peralatan toko 500 500 500 Akumulasi peny. peralatan toko 500 500 500 Utang gaji 1.000 1.000 1.000 99.550 99.550 322.100 322.100 62.950 77.500 259.150244.600 Laba Bersih 14.550 14.550 77.50077.500 259.150 259.150