• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interaksi Model Pembelajaran SAVI dan Gaya Belajar

BAB V PEMBAHASAN

C. Interaksi Model Pembelajaran SAVI dan Gaya Belajar

Terhadap Hasil Belajar Siswa ... 143 D. Keterbatasan Penelitian ... 145 BAB VI PENUTUP ... 147 A. Kesimpulan ... 147 B. Saran ... 148 DAFTAR PUSTAKA ... 149 Pernyataan Keaslian

Lampiran

Tabel 3.1 Desain Penelitian Kuasi Eksperimen Faktorial 2 x 3... 68 Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas VII SMP Manbaul Ulum ... 69 Tabel 3.3 Rata-rata Nilai Pre-test Siswa Kelas VII ... 71 Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar ... 74 Tabel 3.5 Kisi-kisi Angket Gaya Belajar ... 76 Tabel 3.6 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Para Ahli ... 78 Tabel 3.7 Hasil Revisi Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Para Ahli ... 79 Tabel 3.8 Skor Validasi Perangkat Pembelajaran Setelah Revisi ... 81 Tabel 3.9 Uji Validitas Angket Gaya Belajar ... 83 Tabel 3.10 Uji Validitas Tes Hasil Belajar ... 87 Tabel 3.11 Indeks Kesukaran Tes Hasil Belajar ... 90 Tabel 3.12 Klasifikasi Daya Pembeda ... 92 Tabel 3.13 Daya Pembeda Tes Hasil Belajar ... 92 Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa ... 99 Tabel 4.2 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Eksperimen ... 100 Tabel 4.3 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Kontrol ... 101 Tabel 4.4 Statistik Deskriptif Data Angket Gaya Belajar Siswa ... 102 Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Siswa

Kelas Eksperimen ... 103 Tabel 4.6 Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 103 Tabel 4.7 Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 104 Tabel 4.8 Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 104 Tabel 4.9 Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen ... 105 Tabel 4.10 Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 106 Tabel 4.11 Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol... 106 Tabel 4.12 Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 107 Tabel 4.13 Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol... 107 Tabel 4.14 Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 108

Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Eksperimen ... 109 Tabel 4.17 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 110 Tabel 4.18 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Kontrol ... 111 Tabel 4.19 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol ... 111 Tabel 4.20 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 112 Tabel 4.21 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori di Kelas Eksperimen ... 113 Tabel 4.22 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 114 Tabel 4.23 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 115 Tabel 4.24 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 115 Tabel 4.25 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 117 Tabel 4.26 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 117 Tabel 4.27 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 118 Tabel 4.28 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik di Kelas Kontrol ... 119 Tabel 4.29 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol .... 119 Tabel 4.30 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 120 Tabel 4.31 Hasil Perhitungan Normalitas Data Hasil Belajar Siswa ... 121 Tabel 4.32 Hasil Perhitungan Homogenitas Kelompok Data Sampel ... 122 Tabel 4.33 Hasil Uji Two Way ANOVA Model Pembelajaran ... 124 Tabel 4.34 Hasil Uji Two Way ANOVA Gaya Belajar ... 126

Gambar 3.1 Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design ... 67 Gambar 4.1 Histogram Hasil Belajar Kelompok Eksperimen ... 101 Gambar 4.2 Histogram Hasil Belajar Kelompok Kontrol... 101 Gambar 4.3 Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen... 105 Gambar 4.4 Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 108 Gambar 4.5 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 110 Gambar 4.6 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol... 112 Gambar 4.7 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 114 Gambar 4.8 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 116 Gambar 4.9 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 118 Gambar 4.10 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol... 120 Diagram 4.11 Kurva Interaksi Model pembelajaran dan Gaya Belajar ... 130

Lampiran 2 Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian Lampiran 3 Jurnal Penelitian

Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen (Model Pembelajaran SAVI) Lampiran 5 RPP Kelas Kontrol (Model Pembelajaran Konvensional) Lampiran 6 Lembar Soal Tes Hasil Belajar Sebelum Uji Validitas Lampiran 7 Tabel Nilai r Product Moment

Lampiran 8 Uji Validitas Perangkat Pembelajaran oleh Validator Ahli Lampiran 9 Uji Validitas Tes Hasil Belajar

Lampiran 10 Uji Reliabilitas Tes Hasil Belajar Lampiran 11 Indeks Kesukaran Tes Hasil Belajar Lampiran 12 Uji Daya pembeda Tes Hasil Belajar

Lampiran 13 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar (Pilihan Ganda) Lampiran 14 Kartu Soal Pilihan Ganda

Lampiran 15 Lembar Soal Tes Hasil Belajar Sesudah Uji Validitas (revisi) Lampiran 16 Angket Gaya Belajar Sebelum Uji Validitas dan Reliabilitas Lampiran 17 Uji Validitas Angket Gaya Belajar

Lampiran 18 Uji Reliabilitas Angket Gaya Belajar

Lampiran 19 Angket Gaya Belajar setelah Uji Validitas dan Reliabilitas Lampiran 20 Pre-test Hasil Belajar Siswa

Lampiran 21 Daftar Nama Responden

Lampiran 22 Lembar Pengisian Soal Hasil Belajar oleh Siswa Lampiran 23 Post-test Hasil Belajar Siswa

Lampiran 24 Lembar Pengisian Angket Gaya Belajar oleh Siswa Lampiran 25 Rekapituasi Skor Angket Kecenderungan Gaya Belajar Lampiran 26 Rekapitulasi Gaya Belajar dan Hasil Belajar Siswa Lampiran 27 Matrik Penelitian

Lampiran 28 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran Lampiran 29 Bukti bebas Plagiasi

Lampiran 30 Riwayat Hidup

melimpahkan taufiq, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) dan Gaya Belajar tehadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII Sekolah Menengah Pertama Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi Muahmmad Saw, yang telah mengantarkan umatnya dari zaman jahiliyah menurut ke zaman yang penuh sains ini.

Tesis ini ditulis sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd). Penulisan dan penyususnan tesisi ini dibantu oleh banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

2. Bapak Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Jember yang telah memberikan kemudahan fasilitas kepada penulis sejak awal perkuliahan sampai pada penyelesaian studi.

3. Ibu Dr. Dyah Nawangsari, M.Ag, Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Jember dan juga sebagai Pembimbing I yang telah memberikan motivasi, koreksi, dan saran kepada penulis selama perkuliahan dan pembimbingan tesis ini.

4. Bapak M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si, Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, saran dan pengarahan dalam penyusunan tesis.

5. Staff pengajar atau dosen Pascasarjana IAIN Jember yang telah memberikan wawasan keilmuan selama perkuliahan dan penyelesaian studi.

6. Staff Perpustakaan dan tata usaha Pascasarjana IAIN Jember yang telah memberikan kemudahan pelayanan selama perkuliahan dan penulisan tesis.

Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan tesisi ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, dan saran yang konstruktif demi penyempurnaan tesis ini. Dan penulis berharap semoga tesisi ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. Amin ya rabbal alamin.

Jember, 04 Maret 2019 Penulis

Robithotul Faiziyah NIM. 0849316012

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii HALAMAN PENGESAHAN ... iii ABSTRAK ... iv KATA PENGANTAR ... vii DAFTAR ISI ... ix DAFTAR TABEL ... xii DAFTAR GAMBAR ... xv DAFTAR LAMPIRAN ... xvi BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 11 C. Tujuan Penelitian ... 12 D. Manfaat Penelitian ... 12 E. Variabel Penelitian ... 13 F. Definisi Operasional ... 17 G. Asumsi Penelitian ... 19 H. Sistematika Penulisan ... 20 BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 21 A. Penelitian Terdahulu ... 21 B. Kajian Teori ... 27 1. Konsep Dasar Model Pembelajaran ... 27 2. Model Pembelajaran SAVI ... 29

a. Pengertian Model Pembelajaran SAVI ... 29 b. Prinsip Dasar Model Pembelajaran SAVI ... 31 c. Karakteristik Model Pembelajaran SAVI ... 33 d. Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran SAVI .. 36

4. Gaya Belajar ... 43 a. Pengertian Gaya Belajar ... 43

b. Macam-macam gaya Belajar ... 45 c. Ciri-ciri Gaya Belajar ... 46 5. Hasil belajar ... 50 a. Pengertian Hasil Belajar ... 50 b. Klasifikasi Hasil Belajar ... 50 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 53 d. Macam-macam Tes Hasil Belajar ... 53 6. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ... 55 a. Pengertian Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti ... 55 b. Fungsi PAI dan Budi Pekerti ... 57 c. Karakteristik dan Ruang Lingkup PAI dan Budi Pekerti ... 58 7. Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar

Terhadap Hasil belajar Siswa ... 60 C. Kerangka Konseptual ... 63 D. Hipotesis Penelitian ... 64 BAB III METODE PENELITIAN ... 66 A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 66 B. Populasi dan Sampel ... 69 C. Teknik Pengumpulan Data... 71 D. Instrumen Penelitian ... 73 E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen penelitian ... 76 1. Validitas Perangkat Pembelajaran ... 76 2. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Angket Gaya Belajar ... 82 3. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes Hasil Belajar ... 86 F. Tahapan Penelitian ... 93 G. Analisis Data... 95

2. Penyajian data Penelitian ... 99 a. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa ... 99 b. Deskripsi Data Kecenderungan Gaya Belajar Siswa ... 102 c. Deskripsi Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Visual ... 109 d. Deskripsi Data Hasil Belajar dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Auditori... 113 e. Deskripsi Data Hasil Belajar dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Kinestetik ... 117 B. Uji Prasyarat Analisis ... 121 1. Uji Normalitas ... 121 2. Uji Homogenitas ... 122 C. Pengujian Hipotesis ... 123 1. Uji Hipotesis 1 ... 123 2. Uji Hipotesis 2 ... 125 3. Uji Hipotesis 3 ... 128 BAB V PEMBAHASAN ... 131 A. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol... 131 B. Perbedaan Hasil Belajar Berdasarkan Gaya Belajar VAK ... 137 C. Interaksi Model Pembelajaran SAVI dan Gaya Belajar

Terhadap Hasil Belajar Siswa ... 143 D. Keterbatasan Penelitian ... 145 BAB VI PENUTUP ... 147 A. Kesimpulan ... 147 B. Saran ... 148 DAFTAR PUSTAKA ... 149 Pernyataan Keaslian

Lampiran

Tabel 3.1 Desain Penelitian Kuasi Eksperimen Faktorial 2 x 3... 68 Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas VII SMP Manbaul Ulum ... 69 Tabel 3.3 Rata-rata Nilai Pre-test Siswa Kelas VII ... 71 Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar ... 74 Tabel 3.5 Kisi-kisi Angket Gaya Belajar ... 76 Tabel 3.6 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Para Ahli ... 78 Tabel 3.7 Hasil Revisi Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Para Ahli ... 79 Tabel 3.8 Skor Validasi Perangkat Pembelajaran Setelah Revisi ... 81 Tabel 3.9 Uji Validitas Angket Gaya Belajar ... 83 Tabel 3.10 Uji Validitas Tes Hasil Belajar ... 87 Tabel 3.11 Indeks Kesukaran Tes Hasil Belajar ... 90 Tabel 3.12 Klasifikasi Daya Pembeda ... 92 Tabel 3.13 Daya Pembeda Tes Hasil Belajar ... 92 Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa ... 99 Tabel 4.2 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Eksperimen ... 100 Tabel 4.3 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Kontrol ... 101 Tabel 4.4 Statistik Deskriptif Data Angket Gaya Belajar Siswa ... 102 Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Siswa

Kelas Eksperimen ... 103 Tabel 4.6 Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 103 Tabel 4.7 Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 104 Tabel 4.8 Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 104 Tabel 4.9 Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen ... 105 Tabel 4.10 Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 106 Tabel 4.11 Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol... 106 Tabel 4.12 Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 107 Tabel 4.13 Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol... 107 Tabel 4.14 Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 108

Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Eksperimen ... 109 Tabel 4.17 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 110 Tabel 4.18 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Kontrol ... 111 Tabel 4.19 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol ... 111 Tabel 4.20 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 112 Tabel 4.21 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori di Kelas Eksperimen ... 113 Tabel 4.22 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 114 Tabel 4.23 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 115 Tabel 4.24 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 115 Tabel 4.25 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 117 Tabel 4.26 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 117 Tabel 4.27 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 118 Tabel 4.28 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik di Kelas Kontrol ... 119 Tabel 4.29 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

dengan Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol .... 119 Tabel 4.30 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan

Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 120 Tabel 4.31 Hasil Perhitungan Normalitas Data Hasil Belajar Siswa ... 121 Tabel 4.32 Hasil Perhitungan Homogenitas Kelompok Data Sampel ... 122 Tabel 4.33 Hasil Uji Two Way ANOVA Model Pembelajaran ... 124 Tabel 4.34 Hasil Uji Two Way ANOVA Gaya Belajar ... 126

Gambar 3.1 Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design ... 67 Gambar 4.1 Histogram Hasil Belajar Kelompok Eksperimen ... 101 Gambar 4.2 Histogram Hasil Belajar Kelompok Kontrol... 101 Gambar 4.3 Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen... 105 Gambar 4.4 Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol ... 108 Gambar 4.5 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen ... 110 Gambar 4.6 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol... 112 Gambar 4.7 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen ... 114 Gambar 4.8 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol ... 116 Gambar 4.9 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen ... 118 Gambar 4.10 Histogram Hasil Belajar Siswa

Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol... 120 Diagram 4.11 Kurva Interaksi Model pembelajaran dan Gaya Belajar ... 130

Lampiran 2 Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian Lampiran 3 Jurnal Penelitian

Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen (Model Pembelajaran SAVI) Lampiran 5 RPP Kelas Kontrol (Model Pembelajaran Konvensional) Lampiran 6 Lembar Soal Tes Hasil Belajar Sebelum Uji Validitas Lampiran 7 Tabel Nilai r Product Moment

Lampiran 8 Uji Validitas Perangkat Pembelajaran oleh Validator Ahli Lampiran 9 Uji Validitas Tes Hasil Belajar

Lampiran 10 Uji Reliabilitas Tes Hasil Belajar Lampiran 11 Indeks Kesukaran Tes Hasil Belajar Lampiran 12 Uji Daya pembeda Tes Hasil Belajar

Lampiran 13 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar (Pilihan Ganda) Lampiran 14 Kartu Soal Pilihan Ganda

Lampiran 15 Lembar Soal Tes Hasil Belajar Sesudah Uji Validitas (revisi) Lampiran 16 Angket Gaya Belajar Sebelum Uji Validitas dan Reliabilitas Lampiran 17 Uji Validitas Angket Gaya Belajar

Lampiran 18 Uji Reliabilitas Angket Gaya Belajar

Lampiran 19 Angket Gaya Belajar setelah Uji Validitas dan Reliabilitas Lampiran 20 Pre-test Hasil Belajar Siswa

Lampiran 21 Daftar Nama Responden

Lampiran 22 Lembar Pengisian Soal Hasil Belajar oleh Siswa Lampiran 23 Post-test Hasil Belajar Siswa

Lampiran 24 Lembar Pengisian Angket Gaya Belajar oleh Siswa Lampiran 25 Rekapituasi Skor Angket Kecenderungan Gaya Belajar Lampiran 26 Rekapitulasi Gaya Belajar dan Hasil Belajar Siswa Lampiran 27 Matrik Penelitian

Lampiran 28 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran Lampiran 29 Bukti bebas Plagiasi

Lampiran 30 Riwayat Hidup

Pendidikan adalah kebutuhan yang mutlak bagi kehidupan manusia sejak manusia lahir sampai meninggal dunia. Pendidikan agama merupakan faktor fundamental dalam membangun watak bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional pasal 37 menempatkan pendidikan agama disemua jenjang pendidikan sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Dalam penjelasan umum ditegaskan bahwa strategi pertama dalam melaksanakan pembaruan sistem pendidikan nasional adalah pelaksanaan pendidikan agama dan akhlak mulia.1

Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran wajib yang terdapat dalam kurikulum 2013. Mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti ini, sebelum diberlakukannya kurikulum 2013, yaitu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dikenal dengan mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) saja, tanpa ada imbuhan kata Budi Pekerti. Artinya, bagi sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013, mata pelajaran yang semula bernama pendidikan agama Islam, berubah nama menjadi mata pelajaran pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti. Adapun sekolah yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), mata pelajaran pendidikan agama Islam ini tetap dikenal sebagai mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI).

1Penjelasan Umum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan agama merupakan faktor fundamental dalam membangun watak bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional

pasal 37 menempatkan pendidikan agama disemua jenjang pendidikan sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Dalam penjelasan umum ditegaskan bahwa strategi pertama dalam melaksanakan pembaruan sistem pendidikan nasional adalah pelaksanaan pendidikan agama dan akhlak mulia.2

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pelaksanaannya memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Hal ini dijelaskan dalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yang berbunyi:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian dari pendidikan agama telah memiliki landasan operasional yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, yang berbunyi:

Pasal 1 ayat (1) Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; dan ayat (2) pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat

2Penjelasan Umum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

3Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.

Pasal 3 ayat (1) Setiap satuan pendidikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama.

Pasal 4 ayat (1) Pendidikan agama pada pendidikan formal dan program pendidikan kesetaraan sekurang-kurangnya diselenggarakan dalam bentuk mata pelajaran atau mata kuliah agama.4

Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia serta mampu berperilaku baik dalam kehidupan pribadinya maupun di masyarakat.

Sebagaimana dijelaskan oleh Muhaimin bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.5 Pengertian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya membentuk manusia yang taat dengan ajaran Islam saja, melainkan juga mengatur hubungan antarumat beragama serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan Agama Islam di sekolah maupun di madrasah dapat dimaknai dari dua sisi, yaitu: pertama, PAI sebagai sebuah mata pelajaran seperti dalam kurikulum sekolah umum (SD, SMP dan SMA). Kedua, PAI

4Peraturan Pemerintah RI Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan agama dan pendidikan Keagamaan

5Muhaimin, Suti’ah, dan Nur Ali, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), 75.

sebagai rumpun pelajaran yang terdiri atas mata pelajaran Aqidah Akhlak, Fikih, Qur’an Hadits, dan Sejarah Kebudayaan Islam seperti yang diajarkan di madrasah (MI, MTs dan MA).

Pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah sangatlah penting, namun pada kenyataannya pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah masih mengalami banyak kelemahan. Menurut Thowaf sebagaimana yang dikutip oleh Muhaimin telah mengamati adanya kelemahan pendidikan agama Islam di sekolah, antara lain sebagai berikut: (1) model masih cenderung normatif, dalam arti pendidikan agama Islam menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya; (2) kurikulum pendidikan agama Islam yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi, tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku pada minimum informasi tersebut, sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh; (3) sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut, maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa digunakan, sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton; (4) keterbatasan sarana dan prasarana, sehingga pengelolaan cenderung seadanya. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting sering kali kurang diberikan prioritas dalam urusan fasilitas.6 Dalam konteks metodologi, menurut Furchan, dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran PAI di sekolah

6Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007), 25.

kebanyakan masih menggunakan cara-cara pembelajaran tradisional, yaitu ceraman monoton dan statis akontekstual, cenderung normatif, monolitik, lepas dari sejarah, dan semakin akademis.7

Uraian di atas menggarisbawahi bahwa berbagai kritik dan sekaligus yang menjadi kelemahan dari pelaksanaan pendidikan agama lebih banyak bermuara pada aspek metodologi pembelajaran PAI. Aspek lainnya yang disoroti adalah menyangkut muatan kurikulum atau materi pendidikan agama, sarana pendidikan agama, termasuk di dalamnya buku-buku dan bahan ajar pendidikan agama.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru PAI dan Budi Pekerti untuk untuk mengatasi beberapa kritik terkait dengan pembelajaran PAI dalam menciptakan pembelajaran yang optimal. Proses pembelajaran merupakan inti dari kegaitan belajar mengajar yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Guru sebagai individu yang menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan agama Islam memiliki peran yang besar dalam mengupayakan pembelajaran PAI yang efektif. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik, melaui pemakaian prosedur yang tepat.8

Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya motivasi dalam belajar. Melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat, guru dapat memilih atau menyesuaikan jenis pendekatan, strategi dan metode pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik

7Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam…., 25-26.

8Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007), 536.