• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

H. Kajian Teori

I. Metode Penelitian

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai beberapa hal yang terkait dengan penelitian yang dilakukan, yaitu berupa pendekatan dan jenis penelitian, sumber data penelitian, metode pengumpulan data dan teknik analisis data.

1. Pendekatan dan jenis penelitian

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, karena data yang diperoleh dalam bentuk kata- kata/narasi, bukan data yang berupa angka-angka.

Pendapat tersebut sesuai dengan keterangan Suharsini Arikunto yaitu, penelitian yang tidak menggunakan angka dalam pengumpulannya

40 QS al-Insyirah [94]: 7.

dan penafsirannya, disebut dengan penelitian kualitatif.41 Sedangkan menurut Denzim & Licoln dalam Albi Agito & Johan Setiawan menerangkan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan latar belakang alamiah untuk menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan melibatkan berbagai metode yang ada.42 Keterangan lain juga diperoleh dari Musdalifah Dachrud yaitu, Kriteria penelitian kualitatif yaitu data yang rinci serta penjelasan yang mendalam dari suatu fenomena.43 Salah satu corak dari data penelitian kualitatif adalah deskriptif, menurut J.R. Raco, data deskriptif mengandaikan data berupa teks, sebab untuk mengetahui arti yang terdalam tidak mungkin didapatkan hanya dalam bentuk angka, karena angka itu hanyalah symbol, dan simbol tidak memiliki arti pada dirinya sendiri.44

Sedangkan diilihat berdasarkan tempat penelitiannya, penelitian ini juga termasuk ke dalam jenis penelitian penelitian lapangan atau Field Reaserch. Ahmad Tohardi, menjelaskan bahwa penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lapangan, misalnya di masyarakat seperto penelitian konflik sosial, kemiskinan, pengangguran, kelaparan, pelacur,

41 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 10.

42 Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm. 7.

43 Musdalifah Dachrud, “Mempertimbangkan kualitas data kualitatif wawancara pada partisipan yang mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengalaman secara detail”, Potret Pemikiran, Vol. 19, No. 1, 2015, hlm. 19-20.

44 .J.R. Raco, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Gramedia Widia Sarana Indoneisa, 2010), hlm. 60.

Human Trafficking, keterlibatan berlalu lintas, narkoba, judi, pengemis, begal dan lain-lain.45

2. Kehadiran peneliti

Kehadiran peneliti di MTs Al Ijtihad Danger adalah sebagai instrument kunci. Peneliti melakukan wawancara, observasi dan pengumpulan dokumentasi secara langsung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Peneliti akan terjun secara langsung ke lapangan untuk melibatkan diri dalam proses pembelajaran dan kegiatan madrasah lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan data melalui berbagai metode yang telah direncanakan tanpa melalui perantara siapapun.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, kehadiran peneliti di MTs Al Ijtihad Danger telah mendapatkan izin dari pihak madrasah, sehingga peneliti dapat meneliti dan mencari data terkait dengan objek kajian secara lebih leluasa. Selain itu, peneliti juga berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan seluruh guru mapun staff yang ada di MTs Al Ijtihad Danger agar kehadiran peneliti tidak dirasa menjadi pengganggu bagi semua pihak.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berada di MTs Al Ijtihad Danger, yaitu salah satu madrasah yang bernaung dibawah Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni,

45 Ahmad Tohardi, Pengantar metodologi Penelitian Sosial + Plus, (Bandung: Tanjung Pura University Press, 2019), hlm. 371.

dan beralamat di Jalan Lintas Laskar 45 Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. MTs AL Ijtihad Danger merupakan salah satu madrasah favorit yang terdapat di kecamatan Masbagik, dilihat dari berbagai prestasi yang didapatkannya dari berbagai macam lomba seperti juara lomba cerdas cermat, gerak jalan, atletik tingkat kecamatan, basket, dan lain-lain.46

4. Sumber data

Sumber data merupakan tempat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam melakukan sebuah penelitian. Keberadaan sumber data serta skill untuk medapatkan data yang akurat dan faktual merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang peneliti agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan lancer dan sesuai keinginan. Ansori & Sri Iswati, menerangkan,

Sumber data dalam penelitian adalah suatu subyek darimana data diperoleh. Apabila peneliti menggunakan alat pengumpul data yang berupa kuosioner, maka sebagai sumber data adalah responden, yakni orang yang merespon atau menjawab pertanyaan- pertanyaan secara lisan. Apabila peneliti mengguakan teknik observasi,maka sebagai sumber datanya bisa berupa benda, atau proses tentang sesuatu.47

Adapun data yang diperoleh peneliti terbagi menjadi dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. R.A. Supriono, menerangkan bahwa data primer merupakan sumber data penelitian yang didapat

46 Ruang kantor, Observasi, MTs Al Ijtihad Danger, 6 Oktober 2020.

47 Muslich Anshori dan Sri Iswati, metodologi Penelitian Kuantitatif Edisi 1, (Surabaya : Airlangga University Press, 2009), hlm. 91.

langsung dari sumber asli atau pihak pertama. Sedangkan data sekunder yaitu sumber data yang didapat secara tidak langsung, dari media perantara.48

Data primer yaitu data utama yang diperoleh dari narasumber langsung ,yaitu dari:

1) Guru mata pelajaran Akidah Akhlak MTs Al Ijtihad Danger, Ust.

Sabirin, S.Pd.I.

2) Siswa kelas 1, 2 dan 3 MTs Al Ijtihad Danger.

Sedangkan untuk data sekunder atau data pendukung, akan diperoleh dari narasumber selain guru mata pelajaran bersangkutan dan siswa, dokumen-dokumen terkait dengan pembelajaran serta hasil observasi suasana belajar dalam kelas dan di luar kelas, yaitu :

1) Kepala Madrasah MTs Al Ijtihad Danger.

2) Guru-guru MTs Al Ijtihad Danger 3) RPP dan jadwal mata pelajaran 5. Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara-cara atau teknik-teknik yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi dari sumber data. Dalam penelitian ini, beberapa teknik/cara yang dilakukan adalah sebagai berikut:

48 R.A. Supriono, Akuntansi Keperilakuan, (Yogyakarta : Gadjah mada Uniiversity Press, 2018), hlm. 48.

a. Wawancara

Dalam konteks penelitian kualitatif, wawancara merupakan salah satu metode yang sering digunakan oleh peneliti untuk memperoleh informasi dari sumber data dengan cara menanyakan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh peneliti secara langsung kepada informan terkait dengan penelitian yang dilakukan. Soebardhy dkk, menjelaskan,

Wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi tentang sesuatu dengan cara bertanya langsung kepada informan.

Tujuan wawancara pada dasarnya adalah untuk mengumpulkan informasi dari pihak lain dengan cara bertanya langsung kepada pihak yang diwawancarai dengan maksud tertentu.49

Metode wawancara dalam penelitian kualitatif merupakan metode pengumpulan data klasik dalam studi-studi kualitatif yang sangat disukai dan sering digunakan oleh para peneliti kualitatif.

Wawancara berupa tanya jawab langsung dilakukan oleh pewawancara dengan informan/narasumber, sehingga untuk bisa mendapatkkan informasi yang mendalam, akurat, factual dan aktual, maka seorang pewawancara dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan dan mengkorek informasi seluas dan sedalam mungkin dari informan. Oleh karena itu, dalam hal ini kemampuan

49 Soebardhy dkk, Kapita Selekta Metodologi Penelitian, (Pasuruan : CV.Penerbit Qiara Media, 2020), hlm. 13

berkomunikasi, bersosialisasi, dan berfikir tanggap sangat dibutuhkan oleh seorang peneliti kualitatif yang menggunakan metode wawancara dalam mengumpulkan data.

Sugiono dalam buku Muh. Fitrah dan Luthfiyah megemukakan terdapat 3 jenis wawancara, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semiterstruktur dan wawancara tidak terstruktur.

1) Wawancara terstruktur

Wawancara berisikan sejumlah pertanyaan yang telah direncanakan sebelumnya oleh peneliti.50

2) Wawancara semiterstruktur

Pertanyaan wawancara dimulai dari isu yang dicakup pada pedoman wawancara, sekuensi pertanyaan tidak sama pada tiap partisipan, tergantung pada proses wawancara dan jawaban yang diberikan oleh tiap individu.51

3) Wawancara tidak terstruktur

Dalam wawancara ini tidak ada pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya karena wawancara ini bersifat fleksibel. Urutan pertanyaan bersifat bebas tegantung dari jawaban narasumber.52

50 Muh. Fitriah dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus, (Sukabumi: CV Jejak, 2017), hlm.67.

51 Ibid., hlm. 68.

52 Ibid., hlm. 69.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semiterstruktur, agar peneliti dapat menggali informasi dari narasumber di MTs Al Ijtihad Danger secara lebih mendalam terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran Akidah Akhlak pada masa pandemi Covid-19, problematika pembelajaran yang dihadapi oleh guru Akidah Akhlak pada masa pandemic Covid-19, serta kendala dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi problematika pembelajaran Akidah Akhlak pada masa pandemic Covid-19.

b. Observasi

Putra dalam artikel Ismanto & Eka Fery Irawan, mendefinisikan, Observasi, atau pengamatan adalah suatu teknik penlilaian non-tes yang dilakukan secara langsung terhadap peserta didik dengan memperlihatkan tingkah lakunya.53 Berdasarkan definisi tersebut, maka diketahui bahwa observasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi/keadaan lokasi penelitian di lapangan guna mendapatkan informasi mengenai sesuatu yang ingin diteliti. Selain itu dengan melakukan observasi seorang peneliti juga dapat mengetahui kebenaran dari informasi yang didapatkan dari narasumber apakah sesuai dengan kondisi/keadaan di lokasi penelitian atau tidak.

53Ismanto dan Eka Fery Irawan, “Observasi Sistematik Pada Pembelajaran Aqidah Akhlak”, Edukasia, Vol. 10, No. 12, 2015, hlm. 395.

Adapun metode observasi yang digunakan peneliti dibagi menjadi dua jenis observasi, yaitu :

1). Observasi partisipatif

Yaitu observasi yang dilakukan dengan cara peneliti terjun langsung ke lapangan/lokasi penelitian dan melibatkan diri langsung dengan peserta didik dan guru sebagai subyek penelitian dalam kegiatan belajar.

2). Observasi non partisipatif

Yaitu dengan cara peneliti mengamati secara langsung terhadap obyek penelitian tanpa harus melibatkan diri dalam proses kegiatan belajar mengajar peserta didik dan guru.

Dari kegiatan observasi tersebut, data yang diperoleh peneliti di MTs Al Ijtihad Danger adalah berupa data kualitatif pelaksanaan proses pembelajaran Akidah Akhlak pada masa pandemic Covid-19, problematika guru dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak pada masa pandemi Covid-19, serta kendala dan upaya dalam mengatasi problem-problem pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 tersebut.

c. Dokumentasi

Suharsimi Arikunto dalam Husna Nashihin, menerangkan bahwa, Metode dokumentasi yaitu alat pengumpulan data yang digunakan untuk mencari hal-hal seperti catatan, transkip buku, surat kabar, majalah, peraturan-peraturan, notulen rapat dan lainnya.54 Penggunaan metode dokumentasi dinilai akan dapat menambah informasi yang dibutuhkan oleh peneliti dalam melakukan sebuah penelitian.

Data penelitian yang didapatkan oleh peneliti melalui metode dokumentasi ini adalah data sekunder berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Akidah Akhlak kelas 7 semester ganjil, dokumentasi profil MTs Al Ijtihad Danger, dokumentasi jadwal pembelajaran.

6. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian ini mengikuti teknis analisis menurut Miles dan Huberman yang mencakup tiga kegiatan, yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.

Miles dan Huberman dalam buku A. Muri Yusuf menegaskan bahwa pada penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data yang berbeda, seperti interviu, observasi, kutipan, dan

54 Husna Nashihin, Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Pesantren, (Semarang: Formci, 2017), hlm. 83.

dokumen, terlihat lebih banyak berupa kata-kata dibandingkan angka. oleh karena itu data tersebut harus diolah dan dianalisis sebelum digunakan.55

Umarti dan Hengki wijaya memberikan penjelasan terkait teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, sebagai berikut.

a. Reduksi data

Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan hal-hal yang penting dan mencari tema serta polanya.

Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah penliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.56 Dari penjelasan tersebut, maka dapat diketahui bahwa reduksi data merupakan proses penyaringan data yang diperlukan atau dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian.

b. Display data (Penyajian Data)

Setelah mereduksi data, selanjunya yaiitu menyajikanan data.

Penyajian data dalam penelitian kualitatif dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antarkategoti, dan lain-lain. Miles dan Huberman berpendapat bahwa dalam peneltian kualitatif yang paling

55 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian gabungan, (Cet. IV Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 407.

56 Umarti dan Hengki Wijaya, Analisis Data Kualitatiif: Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan, (Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2020), hlm. 88.

sering digunakan dalam penyajian data yaitu teks yang bersifat naratif.57

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Langkah ketiga analisis data penelitian menurut Miles dan Huberman yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan bersifat sementara dan akan mengalami perubahan apabila bukti-bukti yang kuat tidak ditemukan pada pengumpulan data berikutnya.58

7. Pengecekan Keabsahan Data

Untuk mendapatkan data yang akurat dan absah, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Menurut Suwardi Endraswara, kegiatan recheck dan cross check informasi dan data yang didapat dari lapangan dengan narasumber lain untuk mengetahui kompleksitas fenomena sosial ke dalam sebuah esensi yang sederhana. Cara tersebut biasanya disebut dengan triangulasi data.59 Adapun jenis-jenis triangulasi yang digunakan oleh peneliti ada tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Triangulasi sumber data

57 Ibid., hlm. 89

58 Ibid.

59 Suwardi Endraswara, Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan, Ideologi, epistemologi dan Aplikasi, (Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2006), hlm. 110.

Triangulasi sumber data menurut Suwardi Endraswara yaitu mencari data dari banyak sumber informan yang terlibat langsung dengan objek kajian.60 Dalam hal ini, peneliti akan mencari keterangan dari narasumber yang terlibat dalam objek kajian yang ingin diteliti, serta meminta pendapat dari narasumber yang berada disekitar objek kajian.

b. Triangulasi metode

Triangulasi metode merupakan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan berbagai metode, seperti observasi, interview dan dokumentasi.61 Penggunaan beberapa metode untuk mendapatkan data dari sumber data melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dari informan. Observasi dilakukan untuk mendapatkan data dari lapangan, dan untuk mengecek kesesuaian informasi yang diberikan oleh informan. Sedangkan metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data pendukung terkait penelitian.

c. Triangulasi teori

Triangulasi teori adalah kegiatan mengecek keabsahan data dengan mengkasi berbagai teori yang relevan.62 Dalam hal ini, peneliti mencari teori dari berbagai referensi yang berkaitan dengan

60 Ibid., hlm. 110

61 Ibid

62 Ibid

problematika pembelajaran guru dan peserta didik yang ada di madrasah. Tujuannya adalah sebagai pembanding antara permasalahan yang ada pada penelitian lain dengan penelitian yang akan dilakukan saat ini.

Dokumen terkait