4. Cacat Las Underfill (UF) 5. Cacat Las Undercut (UC) 6. Cacat Las Burn Through (BT)
Gambar 2.26 Pengujian Metode Visual
Hari : Rabu
Tanggal : 03 Agustus 2022
Untuk kegiatan saya pada hari ini adalah melakukan pengujian dengan menggunakan kapur dan solar pada bagian main deck kamar mesin kapal TB Anugrah 12. Melakukan survey kelapangan pada kapal TB Pandora bagian yang sudah di las dan akan dilakukan pengujian. Melakukan survey dan diskusi langsung dengan pihak quality control tentang item-item pada bagian kapal yang kurang di pahami.
1. Metode Kapur dan Minyak
39 Metode ini adalah cara tradisional dimana bagian pengelasan yang akan diuji diolesi dengan kapur dibagian luarnya, sedangkan bagian dalamnya diolesi minyak (jenis solar atau minyak tanah). Alat untuk mengolesinya menggunakan kuas yang biasa dipakai untuk mengecat.
Hasil kebocoran pengelasan dapat diketahui setelah 30 menit untuk bentuk crack atau kebocoran yang halus dan untuk kebocoran yang tidak halus dapat diketahui setelah 5 sampai dengan 15 menit.
Gambar 2.27 Pengujian Kapur dan Solar
Hari : Kamis
Tanggal : 04 Agustus 2022
Kegiatan saya hari ini melakukan pengukuran kalibrasi pada rantai dan jangkar kapal tugboat Zara.
1. Rantai
Bagian rantai yang akan diukur dipilih secara random atau acak berdasarkan tingkat pengkaratan (korosi) rantai, sebab diameter rantai akan berkurang karena berkarat. Cara yang paling baik adalah memilih mata rantai (ordinary/common link) yang memiliki tingkat korosi yang paling tinggi atau memilih mata rantai yang diameternya dianggap lebih kecil dari yang lain. Gunakan alat ukur Vernier Caliper/Jangka sorong atau dapat juga menggunakan micrometer.
Semua bagian rantai (setiap panjang 1 segel atau 27,5 m) baik rantai jangkar baik rantai jangkar kiri ataupun kanan harus diukur semua, masing-masing segel 3 tempat pengukuran. Bila dalam satu segel rantai dilakukan lebig dari 3 tempat diukur, maka ukuran diameter rantai yang paling kecil dari 3 tempat saja yang
40 diambil dan dicatat sebagai lampiran data dari Docking record. Ukuran diameter rantai yang didapat dari hasil pengukuran dibandingkan dengan ukuran diameter rantai yang masih orisinil atau ukuran mula-mula dari rantai saat kapal baru dibuat, bila terjadi pengurangan diameter sebesar 12% atau lebih maka rantai jangkar harus diganti dengan baru.
Formula yang dipakai untuk menghitung nilai minimum diameter rantai adalah :
= (Deformasi x Berat Original)/100
= Berat Original – Pengurangan
Gambar 2.28 Kalibrasi rantai jangkar
2. Jangkar
Jangkar diukur kembali beratnya dengan menggunakan alat timbangan yang memiliki kapasitas yang cukup, sesuai berat jangkar yang ada. Bila hasil pengukuran berat jangkar didapati pengurangan berat sebesar 10% atau lebih maka jangkar harus diganti dengan yang baru.
Untuk cara perhitungan minimum pada jangkar kapal adalah :
= (Deformasi x Berat Original)/100
= Berat Original – Pengurangan
Hari : Jumat
Tanggal : 05 Agustus 2022
Pada hari jumat ini saya melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada bagian sea chest kapal Anugrah 12
1. Pentran Test
41 Penetrant Test merupakan salah satu uji tidak merusak (Non Destructive Test) yang bertujuan untuk mengetahui cacat yang terjadi pada bagian permukaan benda uji. Pengujian ini biasa dilakukan pada materi setelah dilakukan pengelasan.
Metode pengujian penetrant ini menggunakan pinsip kapilaritas, dimana kapilaritas ini lah yang nantinya akan menunjukkan letak-letak discontinuitas yang terjadi.
Dalam proses penetran test menggunakan cairan penetran dan developer, dengan jangka waktu tunggu 5 menit tergantung dari besar atau kecilnya kebocoran.
Cairan penetrant yang digunnakan dalam pengujian penetrant ini dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis zat pewarna yang ditambahkan, yaitu:
a. Visible dye penetrants : zat pewarna merah.
b. Fluorescent penetrant : zat pewarna hijau-kuning (fluorescent).
c. Developer : zat pewarna putih
Gambar 2.29 Penetran Test pad Sea Chest
Hari : Sabtu
Tanggal : 06 Agustus 2022
Pada hari ini saya melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada tangki cofferdam kapal TB Pandora.
1. Cofferdam
Setiap kapal yang beroperasi tidak terlepas dari empat jenis cairan.
Yangmana seluruh minyak bahan bakar atau solar, minyak pelumas, air tawar, dan air laut. Cairan ini disimpan di berbagai tempat di kapal, dalam sebuah tangki khusus. Selain ini, ada cairan lain yang tersimpan, dan sisa sisa minyak yang tumpah tertampung didalam got kamar mesin yang berasal dari kerja mesin.
42 Untuk kapal bermuatan kimia yang biasanya berganti ganti muatan, cairan kotor sisa pembersihan tangki muatan biasanya ditampung dalam sebuah tangki slop. Dengan demikian, ada beberapa tangki yang disediakan dikapal, khusus untuk menyimpan berbagai jenis cairan yang digunakan untuk kegiatan mesin, baik itu mesin induk atau mesin bantu (auxiliary engine).Karena fungsi dan sifat dari setiap cairan yang disebutkan berbeda, maka harus disimpan secara terpisah, agar tidak tercampur antara cairan satu dengan yang lain, yang mana bisa tercampur pada saat ada kebocoran pada sekat pemisah tangki itu.
Untuk menghindari terjadinya situasi yang disebutkan di atas, maka kompartemen kosong disediakan antara tangki untuk mencegah dua cairan yang berbeda dari pencampuran satu sama lain. Ruang ini dikenal sebagai cofferdam.
Ruang yang akan menghindari tercampurnya dua cairan yang berbeda bila ada kebocoran dari batas yang memisahkan.
a. Cofferdam dilengkapi dengan manholes, agar seseorang bisa masuk dan memeriksanya.
b. Cofferdam juga dilengkapi dengan pipa duga (pipa sounding), untuk memeriksa jika ada kebocoran dari salah satu tangki disekitarnya.
c. Untuk itu, normalnya cofferdam harus selalu dalam keadaan kering, agar mudah untuk mendeteksi jika ada kebocoran.
Cofferdam ada pada semua kapal, cofferdam pada kapal terletak:
a. Antara tangki bahan bakar minyak, dan minyak pelumas dan tangki air tawar di ruang mesin.
b. Semua tempat pelumas mesin induk, dan tangki tangki yang ada di kamar mesin yang terpisah dari tangki bawah ganda (double bottom) lainnya.
c. Antara tangki yang berbeda jenis bahan bakar, seperti tangki untuk MFO dan DO yang digunakan sebagai bahan bakar harian.
43
Gambar 2.30 Penetran Test pada Cofferdam
2.8.6. Minggu Keenam
44 terlihat langsung dengan adanya busa / gelembung dari cairan air sabun yang tampak di dalam tabung.
2. Fungsi Alat Vaccum
Dalam proses pengujian pada kapal menggunakan metode vaccum test menggunakan alat-alat yaitu:
a. Vaccum Pump
Pomp vaccum adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengeluarkan gas tujuan dari sebuah ruangan yang tertutup untuk mencapai tekanan tersendiri pada mesin vakum. Atau lebih mudahnya untuk mengetahui bagaimana cara kerja mesin vakum adalah untuk menghilangkan kelebihan udara yang terdapat di suatu ruangan tertentu, dan untuk proses vaccum menggunakan udara bertekanan 0,2 bar.
b. Mika vaccum
Mika vaccum pada pengujian kapal adalah sebagai tempat melekatnya pressure, valve dan juga untuk menggurangi jumlah udara pada saat melakukan proses vaccum test.
c. Selang
Selang digunakan untuk media penyalur udara dari mesin pompa vaccum pada proses pengujian.
d. Valve
Valve digunakan untuk sebagai buka atau tutup udara.
e. Air sabun
Air sabun memiliki gelembung yang dapat menentukan daerah-daerah yang mengalami kebocoran pada hasil kerja.
f. Pressure
Pressure digunakan untuk mengetahui jumlah tekanan yang digunakan untu pengujian.
45
Gambar 2.31 Vaccum Test
Hari : Selasa
Tanggal : 09 Agustus 2022
Melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada rumah jangkar kapal Kazoku. Melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada stering gear room kapal cargo LBN 5. Melakukan pengujian pada lambung buritan kapal LBN 5.
1. Rumah Jangkar
Jangkar kapal adalah alat yang digunakan untuk penambat kapal yang biasanya akan diturunkan ke dasar laut, sungai atau jenis perairan lainnya dan setelah jangkar selesai digunakan maka jangkar tersebut akan dinaikan dan jangkar tersebut akan melekat pada rumah jangkar, yang dimana rumah jangkar tersebut fungsinya sebagai tempat bersinggahnya jangkar setelah digunakan.
Gambar 2.32 Pengujian Rumah Jangkar
46 2. Stering Gear Room
Steering gear adalah salah satu permesinan bantu yang terletak pada deck kapal yang dihubungkan dengan kemudi (rudder) sebagai alat kontrol gerak dan manuver kapal pada saat berlayar.
Gambar 2.33 Pengujian Stering Gear Room
3. Buritan Kapal
Buritan adalah bagian kapal yang berada pada bagian belakang kapal. Di bagian buritan terdapat instrumen pengendali (rudder dan lain sebagainya), dan pada tiap buritan kapal itu terkait dengan fungsi kapal tersebut.
Gambar 2.34 Pengujian pada Buritan
Hari : Rabu
Tanggal : 10 Agustus 2022
Melakukan pengetesan dengan metode air pressure test pada tongkang Sentosa Jaya. Melakukan pengetesan pada echo sounder dengan metode penetran tes pada kapal TB Anugrah 12.
47 1. Air Pressure Test
Air test merupakan pengujian kebocoran tangki dan pipa, menggunakan High Air Pressure. Pemerikasaan tanki pada penyambungan las di tiap-tiap sudut sambungan las dan pada bagian yang tersambung pada pipa, valve dan gasket.
Pengujian ini menggunakan tekanan berkisar antara 0,2 bar. Proses ini pula mengunakan bantuan berupa cairan sabun berbusa untuk mendeteksi kebocoran yang timbul di karenakan adanya udara yang keluar dari tangki dengan timbulnya gelembung busa sabun. Kemudian bila ada sambungan las yang tiba-tiba muncul gelembung busa maka bagian tersebut harus di tandai sebagai isyarat bahwa tempat tersebut harus di perbaiki. Dalam hal inilah QC yang berwenang memberikan tanda tersebut dengan memberikan tanda QC.
Gambar 2.35 Air Pressure Test
2. Echo Sounder
Echo Sounder adalah suatu alat navigasi untuk mengukur kedalaman laut dengan cara mengirimkan gelombang/getaran akustik dari permukaan ke dasar laut yang akan kembali diterima oleh transduser yang terpasang di dasar kapal.
Penghitungan kedalaman didapat dari waktu tempuh arah yang berbeda yang berasal dari kecepatan suara di udara.
Komponen bagian echo sounder:
a. Tampilan Unit/Perekam
Komponen alat satu ini bekerja untuk merekam dan menampilkan data hasil tangkapan gelombang/sinyal dari penerima. Informasi data tersebut kemudian diubah agar bisa ditampilkan dan dibaca langsung. Hasil digital inilah yang nantinya digunakan untuk kepentingan lebih lanjut.
48 b. Transduser
Untuk transducer sendiri adalah alat untuk mengubah listrik yang dipantulkan dari Transmitter lalu mengubah ke laut dalam bentuk gelombang.
Selain itu transducer juga berperan sebagai pemancar gelombang.
c. Penerima
Receiver merupakan alat yang sebagai penangkap gelombang atau resonansi yang telah dipantulkan kembali dari dasar permukaan laut, dan receiver juga berfungsi untuk memperkuat sinyal yang ditangkap sebelum digunakan untuk perekam untuk digunakan. Receiver bisa menjadi alat untuk memilih dan mengolah sinyal atau gelombang yang datang.
d. Pemancar
Secara singkat Transmitter adalah alat yang digunakan untuk mengalirkan listrik ke Transduser.
Gambar 2.36 Penetran pada Echo Sounder
Hari : Kamis
Tanggal : 11 Agustus 2022
Menemui kepala bagian produksi untuk melakukan presentasi materi yang diberikan bagian quality control kepada Pak Ahmad Alwi.
49
Gambar 2.37 Presentasi
Hari : Jumat
Tanggal : 12 Agustus 2022
Menemui kepala bagian produksi untuk materi yang akan diberikan pada minggu 7. Menemui pengawas bagian painting dan sandblasting, oleh Bapak Andhika dan Bapak Mahendra. Serta mengenalkan nama-nama bagian mesin painting dan sandblasting.
1. Painting
Painting fungsinya untuk melindungi bagian kapal agar terhindar dari korosi dalam jangka waktu yang cukup lama. Sifat proteksi pada cat kapal sangat diutamakan mengingat kapal terus menerus berhadapan dengan air laut yang mengandung garam yang sangat tinggi (NaCl), disamping itu cat kapal sendiri juga berhadapan langsungdengan cuaca yang tiada hentihentinya, yaitu hujan, panas dan dingin.
Bagian kapal besi yang perlu perhatian khusus adalah under water atau bawah air laut, karena bagian ini merupakan bagian kapal yang selalu terendam kedalam air, apalagi air yang dihadapi adalah air laut, dimana air laut ini mengandung kadar garam laut (NaCl) yang sangat tinggi, sehingga mudah sekali terjadi korosi.Proses pengecatannya pun terdiri dari 3 lapisan diantaranya: Primer coat, Intermediate coat dan finish coat.
50
Gambar 2.38 Airless (machine painting) 2. Sandblasting
Sandblasting adalah suatu metode pembersihan kapal yang dilakukan dalam rangka perawatan kapal. Sandblasting berkaitan dengan proses pengecatan kapal, hamper disetiap pengerjaan sandblasting dilanjutkan dengan pengerjaan pengecatan kapal. Proses sandblasting adalah suatu proses pengerjaan logam dimana permukaan logam dibuat untuk menjadi kasar dan rata dengan derajat kekasaran serta laju pengikisan tertentu sesuai dengan kebutuhan dengan cara menembakkan serbuk pasir/besi tegak lurus ke permukaan logam dengan tekanan tinggi.
Dalam proses sandblasting memiliki dua jenis, yaitu berdasarkan lokasinya berdasarkan dimensinya:
1. Dry Sandblasting
Dry Sandblasting biasa diaplikasikan benda-benda metal/besi yang tidak beresiko terbakar, seperti tiang-tiang pancang, bodi dan rangka mobil, bodi kapal laut dan lain-lain. Berikut ini beberapa kegiatan dry sandblasting:
a. Full Blast
b. Sweep Spot Blast c. Spot Blast
d. Sweep Blast e. Light Swep 2. Wet Sandblasting
Wet Sandblasting diaplikasikan ke benda-benda berbahan metal yang berisiko terbakar atau terletak di daerah yang berisiko terjadi kebakaran, seperti tangka bahan bakar, kilang minyak (offshore), ataupun pom bensin,
51 dimana pasir slica yang digunakan dicampur dengan bahan kimia khusus anti karat yang berguna meminimalisir percikan api saat proses sandblasting terjadi.
Gambar 2.39 Bak Pasir/Pot
Hari : Sabtu
Tanggal : 13 Agustus 2022
Pemberian materi tentang painting dan sandblasting. Melakukan pengecatan lapisan pertama yaitu primer pada lambung dan side board kapal tongkang MHKL 8.
1. Lambung Kapal
Lambung kapal adalah badan dari perahu atau kapal. Lambung kapal menyediahkan daya apung yang mencegah kapal dari tenggelam. Lambung kapal dirancang khusus agar dapat meminimalisir gesekan dengan air. Apalagi pada kapal yang memiliki kecepatan tinggi. Rancangan lambung kapal juga sangat diperhitungkan karena saat berada di perairan. Ketahanan kapal tentu berpengaruh pada konsumsi bahan bakar, kecepatan, daya mesin dan sebagainya. Lambung kapal sendiri memiliki berbagai bentuk yang menarik. Misalnya adalah kapal lambung datar, lambung v, lambung ponton, lambung katamaran dan lambung terowongan.
52
Gambar 2.40 Sealer pada lambung
2. Side Board
Side Board adalah untuk melindungi muatan dari pengaruh ombak air laut yang menerpa kapal tersebut. Side Board harus memiliki konstruksi yang kuat untuk menahan muatan yang diangkut.
Gambar 2.41 Sealer pada side board
3. Sealer Coat/Intermediate Coat
Cat tengah atau intermediate coat berfungsi sebagai pelindung lambung kapal agar supaya tidak teresap air laut langsung, juga berfungsi sebagai penebal cat.
2.8.7. Minggu Ketujuh
53 1. Primer Coat
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah proses blasting, dianjurkan menggunakan Primer Coat yang mempunyai ketahanan anti korosi yang sangat baik, primer coat ini hendaknya mempunyai pigment yang berbasis zinc pigment, dimana zinc pigment ini dapat mencegah besi terkorosi, baik oleh air maupun air laut.
2. Deck Kapal
Deck adalah geladak kapal merupakan lantai bagi bangunan diatasnya.
Dapat juga berfungsi sebagai atap untuk deck dibawahnya. Deck kapal terbuat dari plat baja. Plat terpasang pada penguat (beam) dibawahnya, pada plat lambung penguat ini disebut gading-gading (frame).
Gambar 2.42 Primer Coat pada Deck
3. Hatch Coaming
Cargo hold adalah tempat untuk pemadatan muatan diatas kapal, untuk itu konstruksi cargo hold harus watertight dari air laut maupun air hujan. Untuk menjamin watertight maka setiap cargo hold dilengkapi dengan hatch cover dan peralatan lashing yang terpasang pada atas hatch coaming. Tinggi rendahnya hatch coaming ditentulan dengan loadline rule. Fungsi hatch coaming adalah untuk melindungi muatan dari pengaruh ombak air laut yang menerpa cargo hold.
54
Gambar 2.43 Primer Coat pada Hatch Coaming
Hari : Selasa
Tanggal : 16 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan pertama yaitu sealer coat pada lambung dan bottom kapal tongkang PMS 205. Melakukan pembersihan pada seachest menggunakan udara bertekanan.Melakukan pengecatan lapisan kedua yaitu sealer pada lambung dan bottom kapal TB Marino. Melakukan pengecatan lapisan ketiga yaitu antifouling pada kapal TB Marino.
1. Bottom
Bottom merupakan konstruksi paling bawah dari bagian kapal, sehingga konstruksi harus kuat karena disamping adanya gaya tekan air keatas juga harus mampu menahan beban dari lambung dan geladak kapal.
Bottom terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Konstruksi dasar tunggal (single bottom)
Konstruksi dasar tunggal atau dalam bahasa inggris nya di sebut single bottom ini biasanya di gunakan untuk kapal-kapal baja dengan panjang kurang dari 50 meter, kapal tangki, dan kapal-kapal kecil lainya. yang membedakan antara konstruksi dasar ganda dan konstruksi dasar tunggal adalah pada ada atau tidaknya tank top.
b. Konstruksi dasar ganda (double bottom)
Konstruksi dasar ganda atau dalam bahasa inggris disebut double bottom ini biasanya digunakan untuk kapal-kapal baja dengan panjang lebih dari 50 meter, alasanya tentu saja demi keselamatan. Bentuk wrang pelat mempunyai
55 flens, sedangkan penumpu tengah dan penumpu samping berbentuk profil T (untuk bagian selain ruang kamar mesin).
Gambar 2.44 Sealer Coat pada bottom
2. Anti Fouling
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah pengecatan Intermediate coat, dianjurkan menggunakan anti Fouling, cat anti fouling ini berfungsi sebagai pelindung lambung kapal bagian bawah yang terendam air laut agar supaya tidak ditumbuhi lumut dan tertempelnya binatang laut. Seperti tiram, kerang dan lainnya.
Gambar 2.45 Anti Fouling
Hari : Rabu
Tanggal : 17 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan kedua yaitu sealer pada bottom kapal tongkang PMS 202. Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti fouling kapal TB Anugrah 12. Melakukan pengecatan sealer pada lambung dan side board kapal tongkang MHKL 8.
56
Gambar 2.46 Sealer Coat
Hari : Kamis
Tanggal : 18 Agustus 2022
Melakukan pembersihan dengan udara bertekanan tinggi sebelum kapal tongkang PMS 202 dilakukan pengecatan.Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti foulling (AF) kapal tongkang PMS 202. Melakukan pembersihan dengan cara penyekrapan pada kapal.
1. Sekrap
Sekrap atau scraping adalah pekerjaan untuk menghilangkan teritip laut (sea barnacle) dan remis/kerrang (mussel) yang menempel pada plat lambung kapal secara manual dengan menggunakan alat sekrap, pekerjaan ini umumnya dilakukan diatas galangan kapal. Melakukan sekrap di galangan kapal dapat dikatakan mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat canggih dan tidak juga membutuhkan keterampilan yang tinggi, tetapi scraping juga dapat dikatakan sulit dilakukan karena cukup menguras tenaga, orang yang melakukan pekerjaan ini akan berhadapan dengan kerasnya teritip dan kerrang dan kuatnya teritip dan kerang melekat pada plat lambung kapal serta lokasi dimana teritip dan kerrang melekat yang berada pada tempat tinggi yang cukup meyulitkan pekerja.
57
Gambar 2.47 Sekrap bottom
Hari : Jumat
Tanggal : 19 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti foulling (AF) pada waterline kapal tongkang PMS 202. Melakukan pengukuran ketebalan cat menggunakan elcometer.
1. Water Line
Sebelum mulai menggambar rencana garis lines plan. Harus mengetahui lebih dahulu ukuran besar kecilnya kapal, seperti panjang, lebar maupun tinggi badan kapal. Untuk water line diumpamakan kapal dipotong-potong secara memanjang (mendatar horizontal). Garis-garis potong yang mendatar tersebut disebut garis air (water line). Dan dari bawah diberi nama WL 0, WL 1, WL 2, WL 3, WL 4 dan seterusnya.
Gambar 2.48 Pengecatan waterline
2. Elcometer
Elcometer adalah alat pendeteksi untuk inspeksi coating dan concrete dan alat pendeteksi metal. Umumnya alat elcometer digunakan untuk pendeteksi
58 pengukur ketebalan cat, contohnya saja seperti pada cat mobil, pada kapal dan lain- lain.
Gambar 2.49 Elcometer
Hari : Sabtu
Tanggal : 20 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan pertama, yaitu primer pada gading kapal cargo LBN 5. Menemui kepala bagian produksi untuk melakukan presentasi materi yang diberikan bagian sandblasting dan coating kepada Pak Ahmad Alwi.
1. Gading Kapal
Gading kapal merupakan struktur rangka dari kapal yang menguatkan bagian lambung kapal dan membentuk badan kapal. Gading-gading berfungsi untuk menghubungkan kulit kapal satu dengan yang lainnya dan memperkuat kulit kapal pada arah melintang yaitu bersama-sama dengan kulit kapal menahan tekanan air dari luar dan dari muatan palkah.
Gambar 2.50 Gading Kapal
59
60
BAB III
PENGUJIAN PENETRAN TEST (NDT) PENGGANTIAN PLAT PADA AREA BOTTOM KAPAL OB. SENTOSA JAYA 2707
3.1 Latar Belakang
Proses pengelasan dalam sistem produksi, sering dijumpai kecacatan atau keretakan pada material. Kecacatan tersebut terjadi bukan karena kebetulan, tetapi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu sumber daya manusia yang kurang ahli, sarana dan prasarana yang kurang mendukung. Untuk mengetahui kecacatan/ keretakan yang terjadi pada material tersebut, maka metode yang sering digunakan adalah NDT (Non Distructive Test).
NDT (Non Distructive Test) sendiri merupakan teknik pengujian dan analisis yang digunakan oleh industri untuk mengevaluasi sifat material, komponen, struktur atau sistem untuk mendeteksi perbedaan karakteristik atau cacat pada material, komponen, struktur atau sistem tanpa menyebabkan kerusakan pada bagian aslinya. Dengan menggunakan metode NDT (Non Distructive Test) banyak manfaat yang didapat, diantaranya adalah biaya dan waktu. Pengujian dengan metode ini juga tidak memerlukan banyak waktu, sehingga kegiatan produksi akan berjalan seoptimal mungkin.
Alasan diadakan praktikum NDT ini adalah agar mengetahui tata cara dan prosedur pengujian material dengan metode NDT dengan baik dan benar. Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah Liquid Penetrant Inspection. Dengan menggunakan metode ini kita bisa mengetahui proses pengujian dengan detail dan mengatahui kecacatan - kecacatan ataupun keretakan yang terdapat pada materialyang kita uji namun tanpa merusak material tersebut.