2.8 Kegiatan Harian Kerja Praktek
2.8.5. Minggu Kelima
35 Hari : Kamis
Tanggal : 28 Juli 2022
Pada hari kamis saya diberi materi yang dilakukan oleh pengawas lapangan bagian plat dan juga saya dihari ini melakukan pembuatan laporan harian dan powerpoint untuk presentasi yang akan dilakukan.
Gambar 2.23 Pemberian Materi
Hari : Jumat Tanggal : 29 Juli 2022
Kegiatan saya pada hari ini adalah menemui kepala bagian produksi untuk materi yang akan diberikan pada minggu 5. Lalu melakukan persentasi materi yang diberikan oleh bagian replating kepada Pak Ahmad Alwi.
Gambar 2.24 Presentasi
2.8.5. Minggu Kelima
36 control Bapak Muhammad Arsyad pada kapal tugboat dengan nama kapal Anugrah 12.
1. Survey
Survey kapal dilaksanakan bertujuan untuk verifikasi kesesuaian antara
aturan atau Rules dari bahan klasifikasi dengan proses pembuatan atau perbaikan kapal beserta materialnya.Dalam pengklasan kapal baru atau kapal sudah jadi oleh klasifikasi maka perlu perlu dilakukan survei kapal. Survei kapal penerimaan klas menurut Biro Klasifikasi Indonesia diantaranya:
1. Survei Kapal Penerimaan Kelas Bangunan Baru
Kapal baru atau kapal sudah jadi harus mendapat klasifikasi dari BKI dengan cara harus menjalani tahapan survei kapal yang dikenal dengan survei kapal penerimaan kelas. Survei kapal ini terbagi menjadi :
a. Survei kapal penerimaan kelas bangunan baru.
b. Survei kapal penerimaan kelas kapal sudah jadi.
2. Survei Kapal Mempertahankan Kelas
Survei kapal yang dilakukan berdasarkan tanggal jatuh tempo yang berlaku, survei periodik sendiri dibagi menjadi beberapa survei kapal, antara lain:
a. Annual Survey
Survei ini tahunan dilakukan untuk lambung dan instalasi mesin, termasuk instalasi listrik dan bila ada perlengkapan khusus yang dikelaskan.
b. Intermediate Survey / IS (survei kapal antara)
Survei kapal tahunan yang ditetapkan sebagai survei antara, jatuh tempo survei antara nominal adalah 2,5 tahun sejak peresmian kapal dan tiap kelas dan untuk kapal laut dilaksanakan pada survei kapal tahunan kedua atau ketigan. Survei kapal dilakukan di atas dok.
c. Special Survey
Survei kapal kelas yang dikenal dengan SS yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali (setiap berakhirnya masa klasifikasi) dan dilaksanakan di atas dok.
2. Memorandum
37 Memorandum dokument adalah proses pengecekan masa berlakunya dokumen dan lengkap atau tidak lengkapnya dokumen kapal.
Isi dari memorandum pada kapal yaitu : 1. Status suvei pada kapal.
2. Jenis kapal.
3. Hasil dari suvei.
Gambar 2.25 Memorandum
Hari : Selasa
Tanggal : 02 Agustus 2022
Kegiatan saya pada hari ini melakukan pengujian dengan menggunakan metode visual pada nut las kapal TB Pandora sebelum dilakukan uji kedap.
Memahami jeni-jenis cacat las.
1. Visual Test
Visual Test merupakan pengujian yang dikakukan pada hasil las dengan cara melihat dan mengamati hasil las tersebut secara kasat mata, jadi hanya dilihat bagian luar dari produk tersebut. Uji ini memiliki kelemahan, yaitu adanya keterbatasan penglihatan dari inspektor, sehingga apabila terdapat cacat pada hasil las tidak terlalu terlihat.
Dalam visual test terdapat beberapa hal penting di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Tampak las biasanya ditunjukkan pada nut las. Penampakan yang tidak menarik juga memberikan keraguan terhadap mutu lasan.
b. Dalam hal las tembus satu sisi, kepastian tampak las sangat penting.
c. Perlakuan las seperti pembersihan terak, pembersihan percikan dan perlakuan lainnya harus dapat dipastikan dengan pengujian amatan.
38 2. Jenis – Jenis Cacat pada Las
Cacat las/welding defect itu bisa terjadi pada bagian luar yang bisa dilihat mata/visual dan juga ada cacat las dalam/internal defect atau yang terjadi di dalam hasil las. Berikut ini adalah macam-macam jenis cacat las beserta gambar dan penjelasan tentang penyebab cacat las di setiap jenis proses pengelasan cara-cara mengatasinya.
1. Cacat Las Slag Inclusion (SI) 2. Cacat Las Porosity (P) 3. Cacat Las Crack/Retak (C) 4. Cacat Las Underfill (UF) 5. Cacat Las Undercut (UC) 6. Cacat Las Burn Through (BT)
Gambar 2.26 Pengujian Metode Visual
Hari : Rabu
Tanggal : 03 Agustus 2022
Untuk kegiatan saya pada hari ini adalah melakukan pengujian dengan menggunakan kapur dan solar pada bagian main deck kamar mesin kapal TB Anugrah 12. Melakukan survey kelapangan pada kapal TB Pandora bagian yang sudah di las dan akan dilakukan pengujian. Melakukan survey dan diskusi langsung dengan pihak quality control tentang item-item pada bagian kapal yang kurang di pahami.
1. Metode Kapur dan Minyak
39 Metode ini adalah cara tradisional dimana bagian pengelasan yang akan diuji diolesi dengan kapur dibagian luarnya, sedangkan bagian dalamnya diolesi minyak (jenis solar atau minyak tanah). Alat untuk mengolesinya menggunakan kuas yang biasa dipakai untuk mengecat.
Hasil kebocoran pengelasan dapat diketahui setelah 30 menit untuk bentuk crack atau kebocoran yang halus dan untuk kebocoran yang tidak halus dapat diketahui setelah 5 sampai dengan 15 menit.
Gambar 2.27 Pengujian Kapur dan Solar
Hari : Kamis
Tanggal : 04 Agustus 2022
Kegiatan saya hari ini melakukan pengukuran kalibrasi pada rantai dan jangkar kapal tugboat Zara.
1. Rantai
Bagian rantai yang akan diukur dipilih secara random atau acak berdasarkan tingkat pengkaratan (korosi) rantai, sebab diameter rantai akan berkurang karena berkarat. Cara yang paling baik adalah memilih mata rantai (ordinary/common link) yang memiliki tingkat korosi yang paling tinggi atau memilih mata rantai yang diameternya dianggap lebih kecil dari yang lain. Gunakan alat ukur Vernier Caliper/Jangka sorong atau dapat juga menggunakan micrometer.
Semua bagian rantai (setiap panjang 1 segel atau 27,5 m) baik rantai jangkar baik rantai jangkar kiri ataupun kanan harus diukur semua, masing-masing segel 3 tempat pengukuran. Bila dalam satu segel rantai dilakukan lebig dari 3 tempat diukur, maka ukuran diameter rantai yang paling kecil dari 3 tempat saja yang
40 diambil dan dicatat sebagai lampiran data dari Docking record. Ukuran diameter rantai yang didapat dari hasil pengukuran dibandingkan dengan ukuran diameter rantai yang masih orisinil atau ukuran mula-mula dari rantai saat kapal baru dibuat, bila terjadi pengurangan diameter sebesar 12% atau lebih maka rantai jangkar harus diganti dengan baru.
Formula yang dipakai untuk menghitung nilai minimum diameter rantai adalah :
= (Deformasi x Berat Original)/100
= Berat Original – Pengurangan
Gambar 2.28 Kalibrasi rantai jangkar
2. Jangkar
Jangkar diukur kembali beratnya dengan menggunakan alat timbangan yang memiliki kapasitas yang cukup, sesuai berat jangkar yang ada. Bila hasil pengukuran berat jangkar didapati pengurangan berat sebesar 10% atau lebih maka jangkar harus diganti dengan yang baru.
Untuk cara perhitungan minimum pada jangkar kapal adalah :
= (Deformasi x Berat Original)/100
= Berat Original – Pengurangan
Hari : Jumat
Tanggal : 05 Agustus 2022
Pada hari jumat ini saya melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada bagian sea chest kapal Anugrah 12
1. Pentran Test
41 Penetrant Test merupakan salah satu uji tidak merusak (Non Destructive Test) yang bertujuan untuk mengetahui cacat yang terjadi pada bagian permukaan benda uji. Pengujian ini biasa dilakukan pada materi setelah dilakukan pengelasan.
Metode pengujian penetrant ini menggunakan pinsip kapilaritas, dimana kapilaritas ini lah yang nantinya akan menunjukkan letak-letak discontinuitas yang terjadi.
Dalam proses penetran test menggunakan cairan penetran dan developer, dengan jangka waktu tunggu 5 menit tergantung dari besar atau kecilnya kebocoran.
Cairan penetrant yang digunnakan dalam pengujian penetrant ini dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis zat pewarna yang ditambahkan, yaitu:
a. Visible dye penetrants : zat pewarna merah.
b. Fluorescent penetrant : zat pewarna hijau-kuning (fluorescent).
c. Developer : zat pewarna putih
Gambar 2.29 Penetran Test pad Sea Chest
Hari : Sabtu
Tanggal : 06 Agustus 2022
Pada hari ini saya melakukan pengujian dengan menggunakan cairan penetran pada tangki cofferdam kapal TB Pandora.
1. Cofferdam
Setiap kapal yang beroperasi tidak terlepas dari empat jenis cairan.
Yangmana seluruh minyak bahan bakar atau solar, minyak pelumas, air tawar, dan air laut. Cairan ini disimpan di berbagai tempat di kapal, dalam sebuah tangki khusus. Selain ini, ada cairan lain yang tersimpan, dan sisa sisa minyak yang tumpah tertampung didalam got kamar mesin yang berasal dari kerja mesin.
42 Untuk kapal bermuatan kimia yang biasanya berganti ganti muatan, cairan kotor sisa pembersihan tangki muatan biasanya ditampung dalam sebuah tangki slop. Dengan demikian, ada beberapa tangki yang disediakan dikapal, khusus untuk menyimpan berbagai jenis cairan yang digunakan untuk kegiatan mesin, baik itu mesin induk atau mesin bantu (auxiliary engine).Karena fungsi dan sifat dari setiap cairan yang disebutkan berbeda, maka harus disimpan secara terpisah, agar tidak tercampur antara cairan satu dengan yang lain, yang mana bisa tercampur pada saat ada kebocoran pada sekat pemisah tangki itu.
Untuk menghindari terjadinya situasi yang disebutkan di atas, maka kompartemen kosong disediakan antara tangki untuk mencegah dua cairan yang berbeda dari pencampuran satu sama lain. Ruang ini dikenal sebagai cofferdam.
Ruang yang akan menghindari tercampurnya dua cairan yang berbeda bila ada kebocoran dari batas yang memisahkan.
a. Cofferdam dilengkapi dengan manholes, agar seseorang bisa masuk dan memeriksanya.
b. Cofferdam juga dilengkapi dengan pipa duga (pipa sounding), untuk memeriksa jika ada kebocoran dari salah satu tangki disekitarnya.
c. Untuk itu, normalnya cofferdam harus selalu dalam keadaan kering, agar mudah untuk mendeteksi jika ada kebocoran.
Cofferdam ada pada semua kapal, cofferdam pada kapal terletak:
a. Antara tangki bahan bakar minyak, dan minyak pelumas dan tangki air tawar di ruang mesin.
b. Semua tempat pelumas mesin induk, dan tangki tangki yang ada di kamar mesin yang terpisah dari tangki bawah ganda (double bottom) lainnya.
c. Antara tangki yang berbeda jenis bahan bakar, seperti tangki untuk MFO dan DO yang digunakan sebagai bahan bakar harian.
43
Gambar 2.30 Penetran Test pada Cofferdam
2.8.6. Minggu Keenam