2.8 Kegiatan Harian Kerja Praktek
2.8.7. Minggu Ketujuh
52
Gambar 2.40 Sealer pada lambung
2. Side Board
Side Board adalah untuk melindungi muatan dari pengaruh ombak air laut yang menerpa kapal tersebut. Side Board harus memiliki konstruksi yang kuat untuk menahan muatan yang diangkut.
Gambar 2.41 Sealer pada side board
3. Sealer Coat/Intermediate Coat
Cat tengah atau intermediate coat berfungsi sebagai pelindung lambung kapal agar supaya tidak teresap air laut langsung, juga berfungsi sebagai penebal cat.
2.8.7. Minggu Ketujuh
53 1. Primer Coat
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah proses blasting, dianjurkan menggunakan Primer Coat yang mempunyai ketahanan anti korosi yang sangat baik, primer coat ini hendaknya mempunyai pigment yang berbasis zinc pigment, dimana zinc pigment ini dapat mencegah besi terkorosi, baik oleh air maupun air laut.
2. Deck Kapal
Deck adalah geladak kapal merupakan lantai bagi bangunan diatasnya.
Dapat juga berfungsi sebagai atap untuk deck dibawahnya. Deck kapal terbuat dari plat baja. Plat terpasang pada penguat (beam) dibawahnya, pada plat lambung penguat ini disebut gading-gading (frame).
Gambar 2.42 Primer Coat pada Deck
3. Hatch Coaming
Cargo hold adalah tempat untuk pemadatan muatan diatas kapal, untuk itu konstruksi cargo hold harus watertight dari air laut maupun air hujan. Untuk menjamin watertight maka setiap cargo hold dilengkapi dengan hatch cover dan peralatan lashing yang terpasang pada atas hatch coaming. Tinggi rendahnya hatch coaming ditentulan dengan loadline rule. Fungsi hatch coaming adalah untuk melindungi muatan dari pengaruh ombak air laut yang menerpa cargo hold.
54
Gambar 2.43 Primer Coat pada Hatch Coaming
Hari : Selasa
Tanggal : 16 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan pertama yaitu sealer coat pada lambung dan bottom kapal tongkang PMS 205. Melakukan pembersihan pada seachest menggunakan udara bertekanan.Melakukan pengecatan lapisan kedua yaitu sealer pada lambung dan bottom kapal TB Marino. Melakukan pengecatan lapisan ketiga yaitu antifouling pada kapal TB Marino.
1. Bottom
Bottom merupakan konstruksi paling bawah dari bagian kapal, sehingga konstruksi harus kuat karena disamping adanya gaya tekan air keatas juga harus mampu menahan beban dari lambung dan geladak kapal.
Bottom terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Konstruksi dasar tunggal (single bottom)
Konstruksi dasar tunggal atau dalam bahasa inggris nya di sebut single bottom ini biasanya di gunakan untuk kapal-kapal baja dengan panjang kurang dari 50 meter, kapal tangki, dan kapal-kapal kecil lainya. yang membedakan antara konstruksi dasar ganda dan konstruksi dasar tunggal adalah pada ada atau tidaknya tank top.
b. Konstruksi dasar ganda (double bottom)
Konstruksi dasar ganda atau dalam bahasa inggris disebut double bottom ini biasanya digunakan untuk kapal-kapal baja dengan panjang lebih dari 50 meter, alasanya tentu saja demi keselamatan. Bentuk wrang pelat mempunyai
55 flens, sedangkan penumpu tengah dan penumpu samping berbentuk profil T (untuk bagian selain ruang kamar mesin).
Gambar 2.44 Sealer Coat pada bottom
2. Anti Fouling
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah pengecatan Intermediate coat, dianjurkan menggunakan anti Fouling, cat anti fouling ini berfungsi sebagai pelindung lambung kapal bagian bawah yang terendam air laut agar supaya tidak ditumbuhi lumut dan tertempelnya binatang laut. Seperti tiram, kerang dan lainnya.
Gambar 2.45 Anti Fouling
Hari : Rabu
Tanggal : 17 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan kedua yaitu sealer pada bottom kapal tongkang PMS 202. Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti fouling kapal TB Anugrah 12. Melakukan pengecatan sealer pada lambung dan side board kapal tongkang MHKL 8.
56
Gambar 2.46 Sealer Coat
Hari : Kamis
Tanggal : 18 Agustus 2022
Melakukan pembersihan dengan udara bertekanan tinggi sebelum kapal tongkang PMS 202 dilakukan pengecatan.Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti foulling (AF) kapal tongkang PMS 202. Melakukan pembersihan dengan cara penyekrapan pada kapal.
1. Sekrap
Sekrap atau scraping adalah pekerjaan untuk menghilangkan teritip laut (sea barnacle) dan remis/kerrang (mussel) yang menempel pada plat lambung kapal secara manual dengan menggunakan alat sekrap, pekerjaan ini umumnya dilakukan diatas galangan kapal. Melakukan sekrap di galangan kapal dapat dikatakan mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat canggih dan tidak juga membutuhkan keterampilan yang tinggi, tetapi scraping juga dapat dikatakan sulit dilakukan karena cukup menguras tenaga, orang yang melakukan pekerjaan ini akan berhadapan dengan kerasnya teritip dan kerrang dan kuatnya teritip dan kerang melekat pada plat lambung kapal serta lokasi dimana teritip dan kerrang melekat yang berada pada tempat tinggi yang cukup meyulitkan pekerja.
57
Gambar 2.47 Sekrap bottom
Hari : Jumat
Tanggal : 19 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan ketiga ataupun anti foulling (AF) pada waterline kapal tongkang PMS 202. Melakukan pengukuran ketebalan cat menggunakan elcometer.
1. Water Line
Sebelum mulai menggambar rencana garis lines plan. Harus mengetahui lebih dahulu ukuran besar kecilnya kapal, seperti panjang, lebar maupun tinggi badan kapal. Untuk water line diumpamakan kapal dipotong-potong secara memanjang (mendatar horizontal). Garis-garis potong yang mendatar tersebut disebut garis air (water line). Dan dari bawah diberi nama WL 0, WL 1, WL 2, WL 3, WL 4 dan seterusnya.
Gambar 2.48 Pengecatan waterline
2. Elcometer
Elcometer adalah alat pendeteksi untuk inspeksi coating dan concrete dan alat pendeteksi metal. Umumnya alat elcometer digunakan untuk pendeteksi
58 pengukur ketebalan cat, contohnya saja seperti pada cat mobil, pada kapal dan lain- lain.
Gambar 2.49 Elcometer
Hari : Sabtu
Tanggal : 20 Agustus 2022
Melakukan pengecatan lapisan pertama, yaitu primer pada gading kapal cargo LBN 5. Menemui kepala bagian produksi untuk melakukan presentasi materi yang diberikan bagian sandblasting dan coating kepada Pak Ahmad Alwi.
1. Gading Kapal
Gading kapal merupakan struktur rangka dari kapal yang menguatkan bagian lambung kapal dan membentuk badan kapal. Gading-gading berfungsi untuk menghubungkan kulit kapal satu dengan yang lainnya dan memperkuat kulit kapal pada arah melintang yaitu bersama-sama dengan kulit kapal menahan tekanan air dari luar dan dari muatan palkah.
Gambar 2.50 Gading Kapal
59