• Tidak ada hasil yang ditemukan

D

i era globalisasi saat ini, organisasi ditun­

tut mampu bersaing dan sanggup bera­

daptasi dengan goncangan perubahan.

Sumber daya manusia dalam organisa­

si mesti bergerak lincah, meningkatkan mutu kinerja, selalu memperbaiki kualitas layanan, serta melakukan perbaikan sistem pengawasan yang efektif dan efisien. Pemenuhan tuntutan tersebut me­

rupakan bentuk akselerasi dan transformasi organisasi yang sekarang sangat dibutuhkan.

Agar akselerasi dan transformasi organisasi ber­

jalan optimal, setidaknya sumber daya manusianya memiliki tiga kecakapan, yakni kemampuan digital, te­

guh dalam budaya berorganisasi, dan inovasi birokrasi yang adaptif. Inilah strategi reformasi birokrasi guna mewujudkan aparatur yang lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam memberi pelayanan publik. Om­

budsman RI sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik telah menempuh serangkaian akselerasi dan transformasi organisasi tersebut. Kegiatan dan indikator pencapai­

annya dirinci di bawah ini.

Insan Ombudsman RI foto bersama seusai mengikuti Upacara Hari Kelahiran Pancasila pada Kamis, 1 Juni 2023.

BIRO Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum la­

yak mendapat apresiasi. Kinerja sepanjang 2023 ini mencapai peringkat pertama dalam Pengawasan Kearsipan Internal di lingkungan Sekretariat Jenderal Ombuds man RI dengan nilai tinggi: 93,24. Angka itu masuk predikat AA, artinya sangat baik.

Aspek penilaian dalam pengawasan sistem kearsip­

an internal mencakup dua bidang:

1. Pengelolaan arsip yang dinamis meliputi penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, dan penyusutan arsip.

2. Sumber daya kearsipan yang meliputi sumber daya manusia kearsipan, prasarana, dan sarana.

Sedangkan pengawasan kearsipan lembaga yang dikelola oleh Biro SDM dan Umum, nilai pengawasan kearsipan lembaga meningkat menjadi 82,18 dengan kategori A, memuaskan, dengan perincian sebagai berikut:

JUMLAH SDM

SDM di Ombudsman RI—disebut juga Insan Ombuds­

man—berjumlah 1.106 orang sampai dengan Triwulan IV 2023. Mereka tersebar di kantor pusat dan kantor perwakilan di 34 provinsi.

A. PENINGKATAN KINERJA DAN REFORMASI BIROKRASI

Nilai Hasil Pengawasan

(NHP) 2023

Bobot (%)

NHP x Bobot

Ekternal 83,41 60 50,05

Internal 80,33 40 32,13

Nilai Akumulasi 82,18

Tidak hanya itu, performa Biro SDM dan Umum Om­

budsman juga mengalami kenaikan nilai Indeks Sistem Merit, di mana pada 2023 Indeks Sistem Merit yang ditetapkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kategori IV, sangat baik, dengan nilai 342,5. Ca­

paian yang paling drastis peningkatanya ada pada In­

deks Profesionalitas (IP) ASN, di mana pada 2022, IP ASN Ombudsman yang dikelola Biro SDM dan Umum mendapat nilai 22,70, pada 2023 melonjak tinggi men­

jadi 81,72.

Total

1.106

ASN

292

Asisten

501

Tenaga Pendukung

276

Pimpinan

9

Kepala Perwakilan

28

FASILITASI REFORMASI BIROKRASI

Sejak awal 2023 Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang berkaitan dengan rencana percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi telah dihentikan. Semula reformasi birokrasi bertujuan menyelesaikan masalah pembangunan dan penyeta­

raan posisi Indonesia di kancah internasional.

Lantas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne­

gara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan perubahan pada Road Map (peta jalan) Reformasi Birokrasi 2020­2024 dan metodologi penilaian yang sebelumnya diatur melalui Peraturan Menteri PANRB Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020­2024 dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksana­

an Reformasi Birokrasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kelompok Kerja Fasilitasi Reformasi Birokrasi lebih banyak menghadiri kegiatan sosialisasi dan talkshow terkait dengan ke­

bijakan yang ditetapkan mengenai Perubahan Road Map 2020­2024 dan metodologi penilaian. Fasilitasi

indikator keberhasilan pelaksanaan reformasi birokra­

si yang dijalankan Ombudsman, yaitu mengacu pada survei kepatuhan terhadap standar pelayanan publik yang tercantum pada kebijakan Perubahan Road Map Reformasi Birokrasi 2020­2024.

Berikutnya, identifikasi dan analisis terhadap peru­

bahan­perubahan yang terdapat pada Peraturan Men­

teri PANRB Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri PANRB Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020­2024, untuk kemudian dijadikan acuan dalam melakukan penyesuaian terhadap Road Map Reformasi Birokrasi 2020­2024 yang diatur pada Surat Keputusan Sekre­

taris Jenderal Ombudsman Nomor 351 Tahun 2020.

RENCANA KEGIATAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI

Fasilitasi Penyesuaian Road Map Reformasi Birokra­

si sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Men­

teri PANRB Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Road Map Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih menandatangani kerja sama dengan pimpinan 17 kementerian dan lembaga

mengenai reformasi birokrasi pada Kamis, 2 Maret 2023.

Reformasi Birokrasi 2020­2024. Berikut ini evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi Ombudsman.

Sesuai dengan Road Map Reformasi Birokrasi Om­

budsman 2020­2024, berbagai perbaikan telah dilaku­

kan dalam tata kelola internal. Mulai dari penyederha­

naan birokrasi, penyetaraan jabatan, pengembangan arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instan­

si Pemerintah (SAKIP), serta penguatan pengawasan melalui pembangunan Zona Integritas (ZI). Beberapa capaian dari pelaksanaan reformasi birokrasi sampai dengan periode terakhir 2022 menggunakan Road Map Reformasi Birokrasi Ombudsman 2020­2024.

Penyederhanaan Struktur Organisasi dan Penyeta­

raan Jabatan Ombudsman telah pula dijalankan sejak terbentuknya struktur Sekretariat Jenderal Ombuds­

man pada 2018 sampai dengan 2022. Langkah awal yang dilakukan tergambar pada struktur organisasi Sekretariat Jenderal Ombudsman yang terakhir terdi­

ri dari 5 biro dan 1 Inspektorat dengan komposisi Ja­

batan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya sebanyak 1 orang,

JPT Pratama sebanyak 6 orang, Jabatan Administrator (JA) sebanyak 3 orang, dan Jabatan Pengawas (JP) 11 orang.

Penerapan SPBE yang terintegrasi Om­

budsman telah berkomitmen untuk men­

ciptakan tata kelola internal yang mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan berku­

alitas dalam memberikan pelayanan ke­

pada masyarakat. Cara mewujudkannya yaitu melalui penggunaan teknologi infor­

masi dan komunikasi kepada pengguna­

an layanan. Hal ini dibuktikan dengan hasil indeks SPBE Ombudsman 2022 dengan nilai 3.01 (kategori baik). Di samping itu, Ombudsman juga menyusun arsitektur, peta rencana SPBE, serta pembangun­

an Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai upaya penguatan terhadap ketahanan dan keamanan siber.

Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah (SAKIP) berdasarkan hasil evaluasi Kementerian PANRB terha­

dap akuntabilitas kinerja pada 2022, Om­

budsman mendapat nilai 67,05 dengan predikat “B”. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi akuntabilitas kinerja Om­

budsman sudah baik, yaitu pelaksanaan akuntabilitas kinerja khususnya pada unit kerja utama. Namun masih ada sedikit perbaikan pada unit kerja serta komitmen dalam manajemen kinerja.

Penguatan Pengawasan Melalui Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang dimulai sejak 2022, terdapat 10 unit kerja yang diusulkan untuk mendapatkan pre­

dikat Wilayah Bebas dari Korupsi yaitu:

1. Keasistenan Utama Manajemen Mutu

2. Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi 3. Ombudsman Perwakilan Provinsi Lampung

4. Ombudsman Perwakilan Provinsi Bali

5. Ombudsman Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau 6. Ombudsman Perwakilan Provinsi Kalimantan Selat­

an

7. Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat 8. Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Barat 9. Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara 10. Ombudsman Perwakilan Provinsi Kalimantan Te­

ngah

Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang ditetap­

kan oleh Kementerian PANRB dari 10 unit kerja di atas terdapat 5 unit kerja Ombudsman yang lulus pada ta­

hapan tersebut yaitu: Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Jabatan Persekjen

1/2018 Persekjen

5/2020 Persekjen

4/2021 Persekjen 2/2022

JPT Madya ­ 1 1 ­

JPT Pratama ­ 6 6 ­

Administrator ­ 2 3 ­

Pengawas ­ 9 11 ­

Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Leni Milana menerima penghargaan Kementerian dan Lembaga pada Rakornas Kolaborasi Implementasi SPBE pada Selasa,17 Oktober 2023.

Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, Perwakilan Provinsi Lampung, Perwakilan Provinsi Bali, dan Perwakilan Pro­

vinsi Kepulauan Riau.

Progres capaian Reformasi Birokrasi Ombudsman juga Indeks Reformasi birokrasi Ombudsman dimulai sejak 2019 sampai 2022. Pergerakan Indeks Reforma­

si Birokrasi Ombudsman cenderung meningkat dalam periode tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Ombud­

sman memiliki upaya dan komitmen secara kontinu da­

lam menciptakan birokrasi pemerintahan yang berkua­

litas.

Tujuan reformasi birokrasi Ombudsman sesuai de­

ngan amanah reformasi birokrasi secara nasional yaitu terwujudnya birokrasi yang bersih, efektif, dan berdaya saing mendorong pembangunan nasional dan pelayan­

an publik. Ombudsman mengemasnya menjadi (1) ter­

ciptanya tata kelola pemerintahan digital yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel; (2) budaya birokrasi berah­

lak dengan ASN yang profesional.

Untuk reformasi birokrasi general, Ombudsman me­

nerapkan secara mandatori namun belum menjadi prio­

ritas karena mempertimbangkan ketersediaan regulasi.

Untuk reformasi birokrasi tematik, Ombudsman mene­

tapkan 5 tema meliputi: (1) Pengentasan kemiskinan; (2) Peningkatan investasi; (3) Digitalisasi administrasi pe­

merintahan dalam negeri; (4) Peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan (5) Pengendalian inflasi.

Mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap pe­

laksanaan reformasi birokrasi general dan tematik di­

laksanakan secara sinergis oleh tim pengelola dan tim evaluator Internal secara berkala setiap 3 bulan.

PENGEMBANGAN kompetensi insan Ombudsman di­

tandai oleh banyaknya program peningkatan kemam­

puan (upskilling). Sepanjang 2023 Biro SDM dan Umum sebagai fasilitator, melaksanakan serangkaian kegiatan sebanyak 130 acara. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding 2022 yang hanya mencapai 117 aktivitas.

Pengembangan kompetensi yang memenuhi 20 JP (jam pembelajaran) setiap pegawai dalam satu tahun, Biro SDM dan Umum mencatat sebanyak 560 pegawai di kantor pusat maupun kantor perwakilan.

Dari sisi penguasaan teknologi digital, insan Ombuds­

man bisa disebut sudah familier dengan SIPATEN, yaitu system informasi berbasis Aplikasi Database Pengelo­

laan Data Pengembangan Kompetensi. Aplikasi ini di­

kembangkan untuk kebutuhan database kepegawaian yang diharapkan bisa digunakan secara optimal.

Dalam Triwulan I 2023, Ombudsman mengadakan sebanyak 37 pengembangan kompetensi lewat kegi­

atan diskusi dan simulasi dengan tema: “Metode Valu­

asi Kerugian Publik dalam Pelayanan Publik”. Metode ini sedang didalami para asisten guna menyelamatkan kerugian masyarakat baik materiil dan/ atau immateriil akibat atau ditimbulkan dari tindakan maladministrasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh penyelengga­

ra negara.

Pada Triwulan IV 2023, pengembangan kompetensi SDM melaksanakan rapat intensif (konsinyering/fullbo- ard meeting) dengan agenda penilaian Rencana Aksi Reformasi Birokrasi General di lingkungan Ombudsman.

Acara ini berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Ke­

uangan dan Pembangunan (BPKP).

Manfaat dari kegiatan tersebut, yaitu membawa pe­

ngaruh hampir setengah dari total pemerintah kabupa­

ten/kota di Provinsi Jawa Timur mengajak Ombudsman untuk berkolaborasi ada peningkatan kualitas standar pelayanan. Antusiasme ini dapat dipahami, mengingat rapor kepatuhan Ombudsman menjadi salah satu kom­

ponen nilai reformasi birokrasi sebesar 77,62 pada ta­

hun 2023.

Dalam dokumen Laporan Tahunan Ombudsman RI 2023 (Halaman 138-142)

Dokumen terkait