BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 91-139
B. Pembahasan
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone dilaksanakan dengan dua tahap yaitu tahap perencanaan program kerja dan tahap pelaksanaan program kerja. Tahap perencanaan program kerja dioptimalkan melalui kegiatan- kegiatan atau program kerja yang susun dengan mengaturnya menjadi program kerja jangka panjang, menengah dan jangka pendek sehingga jelas dan sistematis
59Muh Lutfi Aditya Pradana atau Ketua Pramuka Putra MAN 1 Bone, wawancara, Watampone, 15 Juni 2021.
136
pengaturan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tahap pelaksanaan program kerja, menjalankan program yang telah direncanakan. Penentuan waktu dalam pelaksanaan program kerja juga diperhitungkan dengan baik, program mingguan yaitu latihan mingguan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jum‟at, sementara kegiatan atau program kerja lainnya sifatnya fleksibel, artinya waktu pelaksanaannya bisa berubah- ubah dan dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone, sangat menekankan pembinaan karakter peserta didik atau anggota pramuka seperti pembiasaan dalam menjalankan ajaran agama atau religius, bertanggung jawab, disiplin, peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah merupakan proses usaha dan upaya yang dilakukan lewat kegiatan atau program kerja dari ektrakurikuler pramuka dalam rangka membentuk karakter religius peserta didik dengan memerhatikan aspek iman, Islam, ihsan ilmu dan amal. Pembentukan karakter religus peserta didik pada hakikatnya sudah ada potensi dalam diri peserta didik yang dididik, dilatih sehingga dapat merubah dan memperbaiki sifat atau perilaku peserta didik menuju kearah yang lebih baik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter terkhusus karakter religius peserta didik melalui kegiatan latihan mingguan, perkemahan, pengujian SKU bantara dan pramuka peduli.
Latihan mingguan merupakan bentuk kegiatan yang pelaksanaanya secara rutin dan dilaksanakan seminggu sekali. Pembinaan karakter religius melalui kegiatan latihan mingguan terintegrasi dalam materi-materi keagamaan yang diberikan saat latihan, memaksimalkan pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan-kegiatan
137
pembiasaan seperti pelaksanaan ibadah, kegiatan berdoa sebelum dan susudah melaksanakan kegiatan dan membaca al-Qur‟an, sampai pada pengaplikasian nilai- nilai karakter melalui sikap dan tingkah laku peserta didik atau anggota pramuka dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap sopan dan santun saat sedang berbicara dengan orang yang lebih tua, dengan pembina begitupun dengan teman sebaya mereka, kegiatan membersihkan di sekitaran sekolah sebagai wujud dari sikap peduli pada lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius melalui kegiatan latihan mingguan telah memerhatikan aspek iman, Islam, ilmu dan amal
Kegiatan perkemahan adalah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka.
Perkemahan menjadi salah satu cara menerapkan metode pendidikan pramuka di MAN 1 Bone. Pembinaan karakter religius melalui kegiatan dalam bentuk perkemahan yaitu membangun karakter religius peserta didik lewat pembiasaan- pembiasaan kegiatan islami atau keagamaan selama perkemahan. Seperti sebelum memulai kegiatan diawali berdoa, begitupun setelah selesai latihan, pembiasaan sholat wajib berjamaah, meskipun ditengah-tengah kegiatan pramuka, tetapi tidak melupakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Kegiatan di perkemahan juga dibumbui dengan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya seperti kegiatan dzikir bersama, kultum dan renungan serta bakti sosial di area perkemahan. Kegiatan dilakukan dengan maksud agar peserta didik lebih memaknai kehidupan sehingga keimanan dan ketakwaannya menjadi lebih baik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius melalui kegiatan perkemahan telah memerhatikan aspek iman, Islam, ihsan, ilmu dan amal.
138
Pengujian Syarat Kecakapan Umum merupakan alat pendidikan untuk meningkatkan kemampuan, kualitas diri dan motivasi untuk meraih golongan atau pangkat. Di MAN 1 Bone sendiri anggota pramuka masuk dalam golongan penegak, sehingga tingkatan yang akan dicapai yaitu tingkatan bantara dan laksana. Bentuk pembentukan karakter religius peserta didik melalui pengujian SKU di MAN 1 Bone yaitu dengan memberikan materi-materi keagamaan sebagaimana yang terdapat dalam poin SKU Bantara disertai dengan praktek dari poin itu. Poin-poin SKU berhubungan dengan keagamaan yaitu terdapat dalam poin pertama SKU Bantara.
Seperti dapat menjelaskan makna rukun iman dan rukun Islam, makna sholat berjamaah, dapat mendirikan sholat sunnah, makna puasa serta macam-macam puasa dan lain-lainnya. Dari pengujian SKU bantara ini peserta didik mampu terbentuk karakter religiusnya karena dalam poin pertama SKU mengandung aspek spiritual.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius melalui kegiatan pengujian SKU telah memerhatikan aspek iman, Islam dan ilmu.
Pramuka peduli adalah gerakan yang diadakan dengan maksud untuk membentuk anggota gerakan pramuka yang berkepribadian, berkarakter, berbudi pekerti yang luhur, serta beriman dan bertakwa. Pembentukan karakter religius peserta didik melalui pramuka peduli di MAN 1 Bone yaitu dengan pembiasaan serta memberikan contoh yang baik kepada peserta didik. dengan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, memupuk rasa peduli terhadap sesama anggota seperti menjenguk jika ada yang sakit, melayat jika ada anggota keluarga yang meninggal, rasa peduli terhadap masyarakat yaitu melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam dan korban kebakaran serta pada bulan ramadhan melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan.
139
Sementara bentuk kepedulian pada lingkungan yaitu dengan melakukan bakti sosial di sekolah dan pembiasaaan membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius melalui kegiatan pramuka peduli telah memerhatikan aspek amal.
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka telah memerhatikan aspek iman, Islam, ihsan ilmu dan amal. Meskipun aspek-aspek karakter religius tersebut tidak secara bersama-sama ditingkatkan dalam satu kegiatan.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat menumbuhkan karakter religius peserta didik di MAN Bone lewat pembinaan keagamaan kepada peserta didik. Melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ekstrakurikuler pramuka dengan melibatkan peserta didik untuk terlibat aktif di dalam kegiatan beserta bimbingan dari pengurus dan pembina akan mampu membentuk karakter religius peserta didik.
Pembentukan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone sudah terbukti baik, yang secara perlahan peserta didik yang aktif dalam mengikuti kegiatan pramuka mulai muncul karakternya. Hal ini karena, seluruh aktivitas dalam berkegiatan memang didedikasikan pada peningkatan kompetensi serta karakter religius peserta didik.
Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler tentu pada prosesnya terdapat faktor yang menjadi pendukung dan penghambat.
Adapun menjadi faktor pendukung pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone yaitu adanya motivasi peserta didik mengikuti kegiatan pramuka, adanya kompetensi yang dimiliki pembina
140
dan pengurus, dengan pembiasaan nilai-nilai kegamaan di Madrasah, adanya dukungan dari pihak madrasah serta dukungan dari keluarga. Faktor pendukung ini merupakan faktor yang menunjang keberhasilan dan kesuksesan dalam pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone. Sementara yang menjadi faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone yaitu kurangnya partisipasi dari beberapa anggota atau peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan dibatasinya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka saat pandemi.
141
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
1. Realitas pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone dimulai dengan tahap perencanaan program kerja jangka panjang, menengah dan jangka pendek, selanjutnya tahap pelaksanaan program yang telah direncanakan dengan penentuan waktu yang telah diperhitungkan dengan baik. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone, sangat menekankan pembinaan karakter peserta didik atau anggota pramuka.
2. Bentuk-bentuk kegiatan pembinaan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone yaitu pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan dari pembina dan pengurus serta penegakan aturan melalui kegiatan latihan mingguan, perkemahan, pengujian SKU dan pramuka peduli.
3. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat membentuk karakter religius peserta didik di MAN Bone karena diberikannya pembinaan keagamaan kepada peserta didik, melibatkan peserta didik dalam kegiatan pramuka serta bimbingan dari pengurus dan pembina mampu membentuk karakter religius peserta didik.
4. Faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone yaitu faktor pendukungnya adanya motivasi peserta didik mengikuti kegiatan pramuka, adanya kompetensi yang dimiliki pembina dan pengurus, pembiasaan nilai-
141
142
nilai kegamaan di madrasah, adanya dukungan dari pihak madrasah serta dukungan dari keluarga. Sementara faktor penghambatnya yaitu kurangnya partisipasi dari beberapa anggota atau peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan dibatasinya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka saat pandemi.
B. Implikasi
Implikasi penelitian ini berisi saran-saran atau rekomendasi yang penulis pandang perlu untuk para pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini yaitu kepala madrasah, pembina putra dan putri, pengurus dan peserta didik/ anggota. Adapun saran-saran yang peneliti maksud, yaitu sebagai berikut:
1. Kepada kepala Madrasah, agar kiranya program wajib pramuka di Madrasah ini bisa di sosialisasikan lebih maksimal, supaya proses pembinaan anak melalui kepramukaan bisa merata keseluruh siswa MAN 1 Bone. Kemudian, agar kiranya dari pelaksanaan kepramukaan ini dapat disuport dengan baik.
2. Untuk Pembina dan pengurus, sekiranya mampu menyediakan kegiatan- kegiatan yang menarik dan menyenangkan terhadap peserta didik, supaya peserta didik yang sebelumnya tidak tertarik pada kepramukaan memiliki rasa keingintahuan pula terhadap dunia kepramukaan, dan peserta didik yang sebelumnya bergabung dalam kepramukaan bisa lebih semangat lagi dalam mengikuti setiap program kepramukaan yang telah direncanakan. Terkhusus kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada bidang keagamaan lebih ditingkatkan lagi.
143
3. Untuk peserta didik atau anggota pramuka, hendaknya selalu mematuhi peraturan sekolah dan ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MAN 1 Bone.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Farid. Guru SD di Era Digital (Pendekatan, Media, Inovasi).Cet.I;
Semarang: CV Pilar Nusantara, 2017.
Ahsanulkhaq, Moh.“Membentuk..Karakter..Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan”. Jurnal Prakarsa..Paedagogia. Vol. 2, No. 1 (Juni 2019). h. 22.
http://jurnal.umk.ac.id/index.php/pendas/index. (Diakses 17 Juli 2020).
Akbar, Eliyyil Metode Belajar Anak Usia Dini. Cet.I; Jakarta:Kencana, 2020.
Alwi, B. Marjani. Pendidikan Karakter: Solusi Bijak Menyikapi Perilaku Menyimpang Anak. Makassar: Alauddin University Press, 2014.
Anggito, Albi dan Johan Setiawan. Metode Penelitian Kualitatif. Cet.I; Bandung:
CV Jejak, 2018.
Anwar, Khoirul.“Model Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Penguatan Budaya Sekolah Religius di SMA Sultan Agung 3 Semarang”. Al-Fikri:
Jurnal Studi dan Pendidikan Islam. Vol. 2, No. 2 (Agustus 2019). h. 90.
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/fikri/article/download/5155/3247.
(Diakses 17 Juli 2020).
Anwar, Sudirman. Management of Student Development (Perspektif Al-Qur‟an dan As-Sunnah). Cet.I; Riau: Yayasan Indragini,2015.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta, 2010.
Aunillah, Nurla Isna. Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah.
Yogyakarta: Laksana, 2011.
Azzet, Akmad Muhaimin. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia.
Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2011.
Baharun dan Mahmudah. “Konstruksi Pendidikan Karakter di Madrasah Berbasis Pesantren.” Jurnal Mudarrisun. 8(1), (2018). h: 153.
Dede Rosyada. Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Pendidikan. Cet.I; Jakarta: Kencana, 2020.
Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Quraan dan Terjemahnya. Bandung:
Diponegoro, t.th.
Efendi, Faisal, “Pembentuka Karakter Religius Siswa Melalui Pendidikan Humanis (Study Multi Kasus di SDN Jabong Pungging Mojokerto dan SDN Kemuning Tarik Sidoarjo)”. Tesis. Surabaya: Pascasarjana Universitas Islam negeri Islam Sunan Ample Surabaya, 2019.
F, Zainul. Buku Pintar Pramuka: Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Cet.
II; Jakarta: Duta Prestasi, 2016.
Fathurrohman, Muhammad. Budaya Religius dalam Peningkatan Mutu Pendidikan:
Tinjaun Teoritik dan Praktik Kontekstualisasi Pendidikan di Sekolah.
Yogyakarta: Kaliimedia, 2015.
144
145
Fatmawati, dkk. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar 2015: Scout. Gowa:
Pusaka Almaida, 2015.
Fitri, Agus Zaenul. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Cet.I;
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Gunawan, Heri. Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta, 2012.
Hambali, Muh dan Eva Yulianti. Ekstrakurikuler Keagamaan terhadap Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Kota Majapahit”. Jurnal Pedagogik. Vol.
05, No 02 (Juli-Desember 2018). h. 193.
https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/pedagogik. (Diakses 17 Juli 2020).
Hanafi, Halid, La Adu, H. Muzakkir. Profesionalisme Guru dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah. Cet.I; Yokyakarta: Budi Utama, 2018.
Hanafi, Halid, La Adu, Zainuddin, Ilmu Pendidikan Islam. Cet.I; Yokyakarta:
Deepublish, 2018.
Helakuddin dan Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik. Cet.I; Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffari, 2019.
Irama, Asep. “Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Mambentuk Karakter Siswa (Studi di SMPN Se-Kecamatan Tugu Mulyo)”. Tesis Curup:
Program Pascasarjana Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup , 2018.
Irwan. Kearifan Lokal dalam Pencegahan HIV/AISD pada Remaja Beresiko Tinggi.
Cet.I;Yogyakarta: Absolute Media,2018.
Jalil, Jasman. Pendidikan Karakter: Implementasi oleh Guru, Kurikulum dan Sumber Daya Manusia. Cet.I; Bandung: CV Jejak, 2018.
Jihad, Asep, dkk. Pendidikan Karakter Teori dan Aplikasi. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Jusman. “Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pramuka pada Gugus Depan 157-158 MIN Sampit dan Gugus Depan 47-48 MTsN Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah”. Tesis. Banjarmasin:
Program Pascasarjana Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin, 2017.
K, Abdullah. Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian. Cet. I; Watampone:
Lukman al-Hakim Press, 2013.
Karimah, Tsaniyatul. “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka (Studi Multikasus di SD Yimi Fullday School Gresik dan SD NU 1 Trate Gresik )”. Tesis. Surbaya: Program Pascasarjana Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018.
Kartikowati, Endang dan Zubaedi. Psikologi Agama dan Psikologi Islami Sebuah Komparasi. Jakarta:Kencana, 2016.
146
Kementerian Pendidikan dan Kebuyaan Republik Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016.
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius (Diakses 22 September 2020).
Kristiono, Natal. Keterampilan Kepramukaan ( Scouting Skills) untuk Penegak.
Semarang: t.p, 2018.
Kwartir Nasional...Gerakan Pramuka (KWARNAS), Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2018 Nomor: 07/Munas/2018 Tentang Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Jakarta:
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 2018.
Ma‟ruf, Amar. “Penanaman Karakter Religius di MA Tahfizul Qur‟an Istiqomah Sambas Purbalingga”. Tesis. Purwokerto: Program Pascasarjana InstitutAgama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, 2019.
Maftuh, Asep Mochamad. Buku Pegangan Pembina Pramuka. Cimahi: MTs.
Darussalam Cimahi, 2009.
Majid Abdul dan Andayani. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Cet.II; Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2011.
Mamik. Metodologi Penelitian. Cet.I; Sidoarjo: Zifatama Publisher, 2015.
Mardawani. Praktis Penelitian Kualitatif: Teori Dasar dan Analisis Data dalam Perspektif Kualitatif. Cet.I; Yogyakarta: Budi Utama, 2020.
Menteri Pendidikan, Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menegah.
Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya, 2012.
Mu‟in, Fatchul. Pendidikan Karakter: Kontruksi Teoritik dan Praktik. Cet. II;
Jogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
Mulyasa, Endang. Managemen Pendidikan Karakter. Cet.1; Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Mustah, Jejen. Pendidikan Holistih: Pendekatan Lintas Perspektif. Jakarta: Preneda Media Group, 2012.
Mustari, Mohammad. Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2014.
Naim, Ngainun. Character Building: Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu dan Pembentukan Karakter Bangsa. Yokyakarta: Ar- Ruzz Media, 2012.
Nasution. Hambali Alman,dkk. Fisafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: K-Media, 2020.
Nurdin, Abidin, dkk. Gerakan Sosial Keagamaan di Indonesia. Cet.I; Aceh: Unimal Press, 2018.
147
Nurhadi, M.“Pembentukan Karakter Religius Melalui Tahfidzul Qur‟an. (Studi Kasus di MI Yusuf Abdussatuar Kediri Lombok Barat)”. Tesis. Malang:
Pascasarjana UIN Maulanamalik Ibrahim Malang, 2015.
Pratomo, Putra dan M. Darojat Aiyanto, “Metode Penanaman Karakter Religius pada Peserta Siswa Kelas VIII MTsN Temon Tahun Pelajaran 2017/2018”. Jurnal
Suhuf. Vol. 30, No. 1 (Mei 2018). h.
76.http://journals.ums.ac.id/index.php/suhuf/article/download/6724/4068.
(Diakses 20 Juli 2020).
Presiden Republik Indonesia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, pasal 3.
Putri, Ikhwanul Bekti Trian. “Penanaman Nilai-nilai Karakter Melalui Ekstrakurikuler Pramuka di MAN 1 Yogyakarta.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Vol. 02, No. 1 (2017). h.
432.http://eprints.walisongo.ac.id/6198/1/123911057.pdf. (Diakses 17 Juli 2020).
Raharjo. Pengantar Jiwa Ilmu Agama. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2012.
Rahmat. Pendidikan Agama Islam Multidisipliner. Cet.I; Yogyakarta: LKiS, 2017.
Republik Indonesia, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Republik Indonesia, “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional” dalamHaidar Putra Daulay, Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Cet. I; Jakarta:
Kencana, 2012.
Riandini, Nursanti. Buku Panduan Pramuka edisi Senior. Jakarta: Bee Media Pustaka, 2015.
Ridwan. “Pembentukan Karakter Religius Siswa Berbasis Pendidikan Agama Di SMK Negeri 2 Malang”. Tesis. Malang: Program Pascasarjana Universitas Muhamaadiyah Malang, 2018.
Rosidatun. Model Implementasi Pendidikan Karakter. Cet. I; Gresik: Caramedia Communication, 2018.
Rosyadi, Faiq Ilham, dkk. Pola Pendidikan di Era Disrupsi. Yogyakarta: Penerbit Timur Barat, 2020.
Sahlan, Asmaun dan Angga Teguh Prasetyo. Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Arruz Media, 2012.
Sahriansyah. Ibadah dan Akhlak...Cet.I; Banjarmasin: IAIN Antasari..Press, 2014.
Samad, Duski. “Agama Pelindung Diri (APD). Cet.1; Padang: Penerbit Pap Publishing, 2020.
Satori, Djam‟an. Metodologi Penelitian Kualitatif. Cet. 1; Bandung: Al Fabeta, 2016.
Siyoto, Sandu dan M. Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian. Cet.I; Yogyakarta:
Literasi Media Publishing, 2015.
148
Sofiatun, Popi. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia, 2010.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi: Mixed Methods.
Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2011.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Cet. XXIV; Bandung:
Alfabeta, 2016.
Sukandarrumidi. Metodologi Penelitian, Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula.
Cet. IV; Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012.
Sukiyat. Pendidikan Kepramukaan Berbasis Pendidikan Karakter. Surabaya: CV.
Jakad Media Publishing, 2020.
Suparlan. Praktik-Praktik Terbaik Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Yokyakarta:
Hikayat, 2012.
Tim Bentang Pustaka. Kamus Saku Bahasa Indonesia. Cet. I; Yogykarta: Bentang, 2010.
Tim Penulis Badan Musyawarah Pengurusan Swasta (BMPS) Kota Malang. Sketsa Pelangi Pendidikan Karakter. Malang: BMPS, 2018.
Wahyono, Hartotok Dwi. “Penanaman Karakter Disiplin dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMK IT Ma‟i Al-Ma‟ruf”. Tesis. Surakarta:
Program Pascasarjana Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2017.
Widiasworo, Erwin. Mahir Penelitian Pendidikan Modern: Metode Praktis Penelitian Guru, Dosen dan Mahasiswa Keguruan. Yogyakarta: Araska, 2018.
Widodo, Hendro. Pendidikan Holistik Berbasis Budaya Sekolah. Cet. I; Yogyakarta:
UAD Press, 2019.
Wiyani, Novan Ardy. Membumikan Pendidikan Karakter di SD: Konsep, Praktik dan Strategi. Jogjakarta, Ar-Ruzz Media, 2013.
Yusuf, A. Muri. Metode Penelitian Kuantitaf, Kualitatif dan Penelitian Gabungan.
Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017.
Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter, Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Cet. I; Jakarta: Kencana, 2011.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
149
PEDOMAN OBSERVASI 1. Identitas Observasi
a. Lembaga yang diamati : MAN 1 Bone (Ekstrakurikuler Pramuka) b. Waktu : 12 Mei- 12 Juli
2. Aspek-aspek yang diamati
a. Realitas pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
b. Kegiatan pembinaan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
c. Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
3. Lembar Observasi
a. Realitas pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
No. Aspek yang diamati Ya Tidak
1 Penelusuran dokumen terkait program kegiatan ekstrakurikuler
Pramuka
2 Penelusuran dokumen terkait materi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
3 Bentuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka dilakukan di gugus
depan, kegiatan dikwartir berupa pendelegasian dan kegiatan insedental.
4 Tersedianya sarana dan prasarana kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
5 Adanya pembinaan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler
Pramuka.
b. Bentuk kegiatan pembinaan karakter religius peserta didik melalui kegiatan
ekstrakurikuler Pramuka
No. Aspek yang diamati Ya Tidak
1 Pembinaan karakter religius dari aspek iman: menyangkut tentang keyakinan dan hubungan manusia dengan Tuhan, malaikat dan para nabi.
2 Pembinaan karakter religius dari aspek Islam: menyangkut tentang pelaksanaan ibadah yang telah ditetapkan dalam ajaran
LAMPIRAN 1 LEMBAR OBSERVASI
150
151
agama.
3 Pembinaan karakter religius dari aspek ihsan: menyangkut tentang pengalaman dan perasaan tentang kehadiran Tuhan, menghayati ajaran yang dilaksanakannya dan takut melanggar larangan dalam ajaran agama yang dianutnya
4 Pembinaan karakter religius dari aspek ilmu: menyangkut tentang pengetahuan seseorang tentang ajaran-ajaran agama.
5 Pembinaan karakter religius dari aspek amal: menyangkut tentang pengaplikasian tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam membentuk karakter religius peserta didik:
No. Aspek yang diamati Ya Tidak
1 Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan latihan mingguan
2 Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan perkemahan
3 Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan
pengujian SKU Bantara
4 Pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan Pramuka peduli.
Instrumen Dokumentasi
No. Dokumen yang dibutuhkan Ada Tidak Ket
1 Profil sekolah
2 Ketenagaan pendidik dan kependidikan
3 Kurikulum
4 Struktur Organisasi Pramuka MAN 1 Bone 5 Foto/ dokument daftar program kerja ekstrakurikuler
Pramuka.
6 Foto kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
152
PEDOMAN WAWANCARA
(Instrumen Wawancara Peserta Didik (Aggota Pramuka)
1. Bagaimana pandangan saudara terhadap perencanaan program kerja yang disusun dalam ekstrakurikuler pramuka di sekolah?
2. Bagaimana pandangan saudara terhadap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah?
3. Apakah dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka menekankan pada pembinaan karakter ? Bagaimana metode pembinaanya?
4. Bagaimana pembentukan karakter religius yang diberikan melalui kegiatan latihan mingguan?
5. Bagaimana pembentukan karakter religius yang diberikan melalui kegiatan perkemahan?
6. Bagaimana pembentukan karakter religius yang diberikan melalui kegiatan pengujian SKU Bantara?
7. Bagaimana pembentukan karakter religius yang diberikan melalui kegiatan Pramuka peduli?
8. Apakah menurut pandangan saudara kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dapat membentuk karakter relegius? Sejauh mana dampak yang diberikan?
9. Sejauh yang anda rasakan, apa yang menjadi faktor pendukung pembentukan karakter relegius kepada anda melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka?
10. Sejauh yang anda rasakan, apa yang menjadi faktor penghambat pembentukan karakter relegius kepada anda melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka?
LAMPIRAN 2 PEDOMAN WAWANCARA