BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
4.2.1 Inventory Turnover PT. Barito Pacific Tbk Periode 2009 - 2018 Dari hasil perhitungan di atas, maka dapat diketahui bahwa inventory turnover PT. Barito Pacific Tbk memiliki nilai minimum adalah 5,49 kali pada tahun 2011. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada tahun tersebut terjadi penurunan kuantitas penjualan atau lambatnya perusahaan dalam hal penjualan terhadap persediaan tersebut. Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh pernyataan
Darsono dan Ashari (2009:60) yang menyatakan bahwa “Rasio perputaran persediaan yang terlalu rendah menunjukkan lambatnya penjualan”.
Nilai maksimum dari rasio inventory turnover pada PT. Barito Pacific Tbk yaitu sebesar 10,35 kali pada tahun 2014. Hal tersebut menunjukkan pada tahun 2014 terjadi peningkatan kuantitas penjualan terhadap persediaan tersebut atau semakin cepat persediaan diubah diubah menjadi penjualan. Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh pernyataan Darsono dan Ashari (2009:60) yang
menyatakan bahwa “Semakin tinggi rasio inventory turnover maka semakin cepat persediaan diubah menjadi penjualan”.
Selama periode 2009 sampai 2018 rata-rata inventory turnover adalah sebesar 7,59 kali. Artinya perusahaan dalam setiap tahunnya mampu menjual persediaan rata-rata sebanyak 7,59 kali. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat yang Harmono (2009 : 234) yang menyatakan bahwa “Perputaran persediaan merupakan sejauhmana persediaan dalam satu tahun dapat diperoleh dari harga pokok penjualan dibagi saldo rata-rata persediaan”.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi inventory turnover PT. Barito Pacific Tbk terjadi peningkatan dan penurunan dalam setiap tahunnya. Hal tersebut menunjukkna bahwa kemampuan perusahaan tersebut dalam menjual persediaannya terjadi fluktuasi dalam setiap periodenya.
Sedangkan kemampuan rata-rata PT. Barito Pacific Tbk dalam menjual
persediannya adalah sebesar 7,59 kali dalam setiap tahunnya, artinya perusahaan mampu menjual persediaannya rata-rata sebanyak 7,59 kali selama periode 2009 sampai 2018.
4.2.2 Rentabilitas Ekonomi PT. Barito Pacific Tbk Periode 2009 – 2018 Dari perhitungan di atas, maka dapat diketahui bahwa perkembangan rasio rentabilitas ekonomi PT. Barito Pacific Tbk selama periode 2009 – 2018
mengalami fluktuasi. Rentabilitas ekonomi pada PT. Barito Pacific Tbk menurun pada tahun 2010 sampai 2012 kemudian diikuti pula pada tahun 2017 dan 2018.
Penurunan rentabilitas ekonomi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba usaha semakin menurun. Untuk nilai minimum rentabilitas ekonomi terjadi pada tahun 2012. Hal tersebut dikarenakan perusahaan pada tahun 2012 mencatat rugi bersih sebesar Rp (66.329) milyar serta disebabkan pula nilai total aktivanya yang menurun dan nilai penjualannya yang menurun pula sehingga menyebabkan nilai rentabilitas ekonominya rendah. Menurunnya rentabilitas ekonomi ini menunjukkan kurangnya kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan seluruh aktivanya secara produktif.
Rentabilitas ekonomi PT. Barito Pacific Tbk mengalami peningkatan dari tahun 2013 sampai 2016. Untuk nilai maksimum rentabilitas ekonomi terjadi pada tahun 2016 sebesar 14,01%. Peningkatan nilai rentabilitas ekonomi ini
menunjukkan bahwa perusahaan mampu melakukan efisiensi pada bidang
produksi serta penjualan dan perusahaan mampu memanfaatkan aktivanya secara produktif.
4.2.3 Pengaruh Inventory Turnover (X) terhadap Rentabilitas Ekonomi (Y) PT. Barito Pacific Tbk
Dari hasil perhitungan di atas, pada korelasi Pearson Product Moment (PPM) dihasilkan nilai r = -0,248 maka dapat disimpulkan bahwa korelasi variabel
Inventory Turnover (X) dengan variabel Rentabilitas Ekonomi (Y) memiliki hubungan yang negatif (-) artinya korelasi antara kedua variabel tersebut bersifat berlawanan. Sehingga apabila variabel inventory turnover (X) meningkat, maka variabel rentabilitas ekonomi (Y) akan menurun, begitupun sebaliknya.
Sementara itu hasil perhitungan nilai R² sebesar 0,062 hal tersebut menunjukkan bahwa 6,2% variabel Rentabilitas Ekonomi (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Inventory Turnover (X). Sedangkan sisanya sebesar 93,8% (100% - 6,2%) dipengaruhi oleh sebab-sebab atau faktor-faktor lain.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung adalah - 0,724 lebih kecil dibandingkan dengan pada tingkat signifikasi = 0,05 dan dk = n – 2 atau 10 – 2 = 8 didapat nilai sebesar ( thitung < ttabel ) yaitu (-0,724 < 2,306 maka hipotesis ditolak. Artinya bahwa variabel Inventory Turnover (X) tidak berpengaruh terhadap variabel Rentabilitas Ekonomi (Y). Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ghaida Nurul & Diah Lestari bahwa secara parsial perputaran kas dan perputaran persediaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rentabilitas ekonomi.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa inventory turnover memiliki hubungan yang negatif (-) terhadap rentabilitas ekonomi.
Sehingga apabila variabel inventory turnover (X) meningkat, maka variabel rentabilitas ekonomi (Y) akan menurun, begitupun sebaliknya. Hal ini disebabkan karena inventory turnover bergerak secara sangat fluktuatif memiliki pola yang berbeda dengan pergerakan rentabilitas ekonomi. Sehingga inventory turnover tidak berpengaruh terhadap rentabilitas ekonominya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Rata-rata perkembangan inventory turnover pada PT. Barito Pacific Tbk periode 2009 – 2018 mengalami fluktuasi. Dari hasil penelitian rata-rata persediaan yang dimiliki perusahaan dan perputaran persediaan mengalami kenaikan dan penurunan pada setiap tahunnya. Hal ini akan berdampak pada persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Inventory turnover yang tinggi dapat mengurangi resiko kerugian jika nilai persediaan itu turun, disamping itu juga akan mengurangi biaya dan dapat memperbesar keuntungan bagi perusahaan, dan jika perputaran persediaan rendah maka akan menambah biaya yang berhubungan dengan persediaan juga menambah resiko kerugian.
2. Rata-rata perkembangan rentabilitas ekonomi pada PT. Barito Pacific Tbk selama periode 2009 sampai 2018 mengalami fluktuasi setiap tahunnya yaitu kenaikan dan penurunan, terlihat penurunan yang sangat tajam yang terjadi pada tahun 2012 karena PT. Barito Pacific Tbk mengalami penurunan laba yang sangat drastis, maka pada tahun 2012 PT. Barito Pacific Tbk memiliki rentabilitas ekonomi yang paling rendah.
3. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa inventory turnover memiliki hubungan yang negatif (-) terhadap rentabilitas ekonomi. Jika bernilai negatif (-) artinya korelasi kedua variabel bersifat berlawanan, maka apabila variabel
111
inventory turnover (X) menurun, variabel rentabilitas ekonomi (Y) akan meningkat begitupun sebaliknya. Sehingga inventory turnover tidak
berpengaruh terhadap rentabilitas ekonominya. Hasil nilai R² sebesar 0,062 menunjukkan bahwa 6,2% variabel Rentabilitas Ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel Inventory Turnover. Sedangkan sisanya sebesar 93,8% (100% - 6,2%) dipengaruhi oleh sebab-sebab atau faktor-faktor lain. Untuk uji
hipotesis variabel Inventory Turnover (X) dengan Rentabilitas Ekonomi (Y) diperoleh thitung < ttabel atau -0,724 < 2,306 maka Hα diterima dan Hο ditolak yang berarti tidak ada pengaruh antara variabel Inventory Turnover (X) terhadap variabel Rentabilitas Ekonomi (Y).
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan permasalahan penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Perusahaan sebaiknya lebih memperhatikan manajemen persediaannya agar tidak terjadi penumpukan persediaan dan agar persediaan yang tersedia cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.
2. Bagi Investor
Investor sebaiknya memperhatikan inventory turnoverpada perusahaan serta menganalisis rasio keuangan yang berhubungan dengan rentabilitas
ekonomis, karena besarnya rentabilitas ekonomis yang diperoleh perusahaan menentukan tingkat pengembalian atas aset yang dilakukan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan objek yang luas dengan memperpanjang periode penelitian dan menambah perusahaan yang ada dalam sector lainnya agar sampel yang diperoleh akan lebih akurat dan menambah wawasan peneliti selanjutnya untuk mengetahui bagaimana pengaruh inventory turnover terhadap rentabilitas ekonomis pada perusahaan di sektor yang lainnya.
Alie, Maria Septijantini dan Kurniati, Nisa Septia. 2018. Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Perusahaan Otomotif Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016. Jurnal Ekonomi. Vol 20 (3), Oktober.
Bambang Riyanto. 2011. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, EdisiKeempat.
Yogyakarta : BPFE.
Chuong SC dan Stevenson WJ. 2014. Manajemen Operasi; Perspektif Asia, Buku 2 Edisi 9. Jakarta: Salemba Empat.
Destika, Dwi Misgi. 2016. Analisis Pengaruh Rasio Aktivitas Terhadap
Rentabilitas Ekonomi (Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014). Skripsi pada Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Tidak diterbitkan.
Efendi, Usman. 2014. Asas Manajemen. (Cetakan Kesatu). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini, 2009, ”Akuntansi Keuangan”, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Fadilah, Nurul. 2017. Pengaruh Quick Ratio, Inventory Turnover Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Rentabilitas Pada Perusahaan Kabel Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Universitas Trunojoyo Madura. Vol 11 (1), April.
Fahmi, Irham. 2013. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fayol, Henry. (2010). Manajemen Public Relations. Jakarta: PT. Elex Media.
Hanafi, Mamduh M., dan Halim, Abdul. 2009. Analisis Laporan Keuangan.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hantono, 2018. Konsep Analisa Laporan Keuangan Dengan Pendekatan Rasio dan SPSS. Sleman:DEEFUBLISH (Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA).
Harahap, Sofyan Syafri. 2009. Teori Kritis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara.
114
Harmono, 2009, Manajemen Keuangan Berbasis Balanced
Scorecard(Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis), Bumi Aksara, Jakarta.
Heizer dan Render. 2014. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.
Hendra S. Raharja Putra. (2009). Manajemen Keuangan dan Akutansi Untuk Eksekutif Perusahaan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Hendra S. Raharjaputra. (2011). Manajemen Keuangan Dan Praktis. Salemba Empat. Jakarta.
Hery. 2013. Teori Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Horne, James C. Van dan John M Wachowicz, Jr. 2012. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan (Edisi 13). Jakarta : Salemba Empat.
Imam Santoso, 2010, “Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate Accounting)”, PT. Refika Aditama, Bandung.
Jumingan. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Bumi Aksara, Surakarta.
Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kasmir, 2014. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Lamuda, Ilyas. 2018. Inventory Turnover To Economic Rentability. Gorontalo Accounting Journal (GAJ). Vol 1 (2), Oktober.
Mulatsih. 2014. Analisis Tingkat Perputaran Persediaan, Tingkat Perputaran Piutang, Tingkat Perputaran Modal Kerja Dan Tingkat Perputaran Kas Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Kimia Di Bursa Efek Indonesia 2010-2012. Jurnal Ekonomi Bisnis. Vol 19 (3), Desember.
Munawir, S. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Murhadi, Werner R. 2013. Analisis Laporan Keuangan, Proyeksi dan Valuasi.
115
Nurul, Ghaida dan Lestari Diah. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Perusahaan Sub Sektor Semen Yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2015. Jurnal Manajemen Dewantara 1 (1): 1 – 8.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian dan Bisnis. Bandung:Alfabeta. Saham.
Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Sutrisno. 2012. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta:
EKONISIA.
Syamsuddin, Lukman. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam: Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan.
Jakarta: Rajawali Pers.
Syamsudin, Lukman, 2011, Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi Baru, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Wahyudiono, Bambang. 2014. Mudah Membaca Laporan Keuangan. Cetakan Kesatu. Jakarta:Raih Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup).
116