Dalam proses pembelajaran menulis karya tulis sederhana di Kelas IX MTS Sultan Hasanuddin dengan pembelajaran TIK (Web Based Learning) menjadi
refleksi untuk terus perkembangan pembelajaran menulis karya tulis sederhana.
Pembelajaran menulis karya tulis sederhana di Kelas IX MTS Sultan Hasanuddin dengan pembelajaran TIK (Web Based Learning) berperan sangat besar dan meningkatkan aktivitas siswa dan guru melalui tanya jawab belajar di kelas.
Kegiatan pembelajaran menekankan pada proses pembelajaran dengan berbasis TIK (Web Based Learning). Dalam hal ini, siswa benar-benar dituntut untuk dapat menyelesaikan karya tulis sederhananya secara sempurna dengan menggunakan teknologi informasi sebagai sarana mengetahui kendala-kendala, harapan-harapan yang berkaitan dengan pembelajaran menulis karya tulis sederhana sehingga guru dapat memberikan tindak lanjut.
Penggunaan pembelajaran TIK (Web Based Learning) ini digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa sehingga berdampak pada peningkatan minat dan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis. Penekanannya lebih pada keinginan siswa dalam memperbaiki dan menyelesaikan tugas karya tulis sederhananya. Oleh karena itu, guru memediasi kegiatan menulis ini secara kreatif dan reflektif.
Pembelajaran menulis karya tulis sederhana selalu menjadi tugas utama yang harus diberikan kepada siswa untuk dijadikan tugas akhir. Namun, guru hanya memberikan tugasnya, tanpa mengutamakan proses pembelajaran dalam menyelesaikan karya tulis sederhana. Oleh karena itu, peneliti memberikan solusi yang tepat guna meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran menulis,
khususnya menulis karya tulis sederhana. Pembelajaran menulis karya tulis sederhana dengan pembelajaran TIK (Web Based Learning) tersebut digunakan secara kontinu, setelah akhir pembelajaran berlangsung. Setiap siswa mengungkapkan kesulitan-kesulitannya atau keinginannya dalam pembelajaran menulis karya tulis sederhana selanjutnya, sehingga guru perlu mengidentifikasi setiap indikator dan mengklasifikasikan berdasarkan hal yang diungkapkan siswa.
Setelah itu, guru memberikan tindak lanjut.
Gambaran pembelajaran pada kelas kontrol berdasarkan uraian nilai siswa setiap aspek tampak bahwa hasil pembelajaran belum menunjukkan hasil yang baik. Hal ini terlihat pada hasil kerja siswa dalam menulis karya tulis sederhana mulai bagian latar belakang, kajian pustaka, dan sebagainya yang kurang maksimal.
Ketidakberhasilan siswa disebabkan oleh kurangnya motivasi dan semangat siswa dalam menulis karya tulis. Selain itu, kurang ditunjang dari hasil tindak lanjut guru dalam memberikan penjelasan mengenai latar belakang dan kajian pustaka secara jelas yang mudah dipahami berdasarkan hal-hal yang diungkapkan dalam menulis.
Fenomena lain menunjukkan bahwa rata-rata siswa belum mengetahui tentang cara menulis karya tulis, hal ini dibuat karya tulis sederhana dengan hasil tulisan siswa kurang lengkap .
Sementara itu, kesulitan siswa adalah tidak berani mengungkapkan ide- idenya dalam tulisan sehingga berdampak pada tugas karya tulis yang tidak bisa dikerjakan, meskipun telah diberikan tugas sejak dua minggu sebelumnya. Untuk
mengatasi masalah tersebut, guru terlebih dahulu memberikan penjelasan yang lebih konkret untuk memudahkan siswa memahami cara menulis latar belakang dan merumuskan masalah; dan (2) siswa mampu menyusun kajian pustaka dengan baik. Kemampuan siswa dalam menyusun kajian pustaka ini diperoleh siswa karena guru memberikan pemahamn yang jelas mengenai cara menyesuaikan sumber pustaka yang ada dengan tema yang dikaji. Untuk kajian pustaka ini, siswa tidak terlalu banyak mengalami kesulitan untuk memulai mengerjakannya. Hal ini disebabkan tersedianya sumber pustaka sesuai dengan tema masing-masing kelompok. .
Setelah guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa dan menyampaikan secara langsung kesalahan yang terdapat pada tulisan siswa. Hal ini memicu semangat siswa untuk dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Kesalahan yang paling dominan adalah cara siswa menulis kalimat dalam karya tulis sederhana dan pemilihan diksi yang kurang tepat.
Berbeda dengan kelas eksperimen, guru lebih banyak memberikan penilaian terhadap karya tulis sederhana yang dibuat siswa sebagai bagian metode penelitian dan hasil penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis karya tulis pada bagian metode penelitian dan hasil penelitian. Selain itu, juga untuk mengetahui keberhasilan setiap indikator, dan dilakukan refleksi sesuai dengan keinginan siswa. Hasilnya diperoleh perubahan yang signifikan yang dapat berupa peningkatan aspek karya tulis sederhana pada
diri siswa yaitu siswa termotivasi dalam pembelajaran menulis karya tulis sederhana.
Hasil pembelajaran dapat diperlihatkan dengan menunjukkan hal-hal yang telah diperoleh pada saat dan atau setelah pembelajaran berlangsung. Tindakan ini berupa kegiatan menulis karya tulis sederhana bagian metode penelitian dan mengolah data dan mengisi catatan harian yang menjadi fokus utama penelitian ini.
Keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan.
Peneliti mengamati guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar pengamatan. Aspek yang dinilai ialah siswa dan guru pada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
Pada proses pembelajaran, siswa diminta untuk membuat kerangka metode penelitian karya tulis sederhana bagi setiap kelompok. Lalu, siswa diminta untuk menyusun metode penelitian dan menyusun kerangka pengolahan data dengan merumuskan hal-hal yang akan diamati atau data yang akan diambil di lapangan sesuai dengan tema masing-masing kelompok. Hasilnya cukup mengejutkan guru dan peneliti.
Dalam kegiatan akhir, guru memberi kesempatan kepada masing-masing anggota kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini cukup. Dengan demikian, banyak siswa dapat mengemukakan pendapatnya masing-masing. Bagian metode penelitian dan
pengolahan data yang dibuat oleh masing-masing kelompok telah dikerjakannya terlihat optimal.
Pembelajaran menulis karya tulis sederhana dapat diakui bahwa memang berlangsung lancar hingga mencapai hasil yang baik. Agar dapat mencapai hasil yang lebih baik tersebut, pelaksanaan perlu dilaksanakan dengan baik. Guru lebih cermat mengatasi kendala-kendala sehingga tercapai indikator atau aspek menulis karya tulis sederhana seperti: (1) siswa mampu membuat metode penelitian. Pada bagian tersebut, siswa mampu menyusun metode penelitian secara tepat dan tersistematika. Kemampuan ini dicapai guru dengan cara melakukan tanya jawab belajar tentang materi karya tulis sederhana melalui catatan harian. Kemudian guru menambahkan pehamaman dengan baik mengenai materi karya tulis sederhana bagian metode penelitian.; dan (2) siswa mampu mengolah data yang diperoleh di lapangan sesuai dengan petunjuk guru dalam pembelajaran menulis karya tulis yang telah diajarkan.
Kemampuan siswa dalam mengolah data tersebut diperoleh siswa karena guru memberikan pemahaman yang jelas mengenai cara mengolah data yang diperoleh dengan tema yang dikaji. Untuk bagian mengolah data, siswa tidak terlalu banyak mengalami kesulitan untuk memulai mengerjakannya. Hal ini disebabkan oleh adanya pemberian pemahaman awal dari guru pada masing- masing kelompok. .
Pada pembelajaran ini, cara siswa mengungkapkan gagasannya dalam bentuk tulisan pada bagian metode penelitian dan mengolah data sangat baik.
Setelah guru mengoreksi hasil pekerjaan setiap kelompok dan menyampaikan secara langsung kesalahan yang terdapat pada tulisan siswa telah memicu semangat siswa untuk dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Kesalahan yang paling dominan adalah cara siswa menulis kalimat karya tulis sederhana dan pemilihan diksi yang kurang tepat, serta penggunaan ejaan yang kurang tepat.
Model Web Based Learning dalam pembelajaran menulis karya tulis sederhana mendidik siswa untuk terampil menemukan sendiri, terampil berkomunikasi, serta dapat mengeksplor berbagai informasi dengan cepat. Hal ini memperkuat teori yang dikemukakan oleh Campbell (2002) dan Kamarga (2002) (dalam Rusman, 2010: 343) bahwa penerapan model pembelajaran berbasis web e- learning mendukung terciptanya, yaitu (1) Discovery (penemuan), ini meliputi browsing dan pencarian informasi-informasi tertentu; (2) Communication (komunikasi), internet menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah mulai dari pesan-pesan yang berupa buletin sampai dengan pertukaran komunikasi yang bersifat kompleks antar atau interorganisasi. (3) Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi dan kolaborasi antarmedia elektronik, baik itu antarindividu maupun antarkelompok, maka beberapa fasilitas canggih dan modern dapat digunakan mulai dan screen sharing sampai dengan teleconferencing.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN