BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
3. Pembelajaran Al-Qur‟an
langkah yang tercermin dalam istilah TANDUR yang merupakan singkatan dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Arti dengan Tumbuhkan adalah tumbuhkan dengan memuaskan, yakni apakah manfaat pelajaran tersebut bagi guru dan peserta didik.Alami yakni menciptakan dan datangkan pengalaman belajar kepada peserta didik yang nantinya dapat dimengerti semua peserta didik.Namai yaitu penyediaan kata kunci, konsep, model, rumus, dan strategi yang kemudian menjadi sebuah masukan bagi anak. Demonstrasikan adalah suatu cara yang disediakan bagi pelajar secara aktif dalam memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengaitkan pengalaman terdahulu dengan pengalaman pribadi.
Ulangi adalah tahap untuk merekatkan atau mengulangi kembali gambaran materi secara keseluruhan.Selanjutnya yang dimaksud rayakan adalah pemberian pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan perolehan keterampilan maupun ilmu pengetahuan.39
belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian-rangkaian kejadian internal yang berlangsung di dalam diri peserta didik.41
Dari proses belajar ini, peserta didik dapat mengimplementasikan program perubahan perilaku dasar yang nantinnya akan membantu mereka untuk menentukan tujuan, mengobservasi pekerjaannya sendiri, mencatat perkembangan perilaku, dan mengevaluasi kinerjanya sendiri. Akhirnya, mereka dapat memberikan penguatan pada dirinya sendiri dan mampu mengatur langkah kerjanya di masa datang sehingga siswa mampu lebih mandiri.42
Al-Qur‟an secara teminologi diartiakan sebagai Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.melalui perantara malaikat Jibril dengan lafaz dan maknanya, yang mana awal surahnya dimulai dengan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Nas, dan bernilai ibadah (berpahala) bagi siapapun yang membacanya.43
Maka jika ditarik kesimpulan dari uraian diatas, pembelajaran Al-Qur‟an adalah proses perubahan tingkah laku peserta didik melalui proses belajar, membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik untuk membaca Al-Qur‟an dengan fasih, sesuai dengan makharijul huruf yang benar dan menggunakan kaidah ilmu tajwid.
41Sobry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran, (Lombok: Holistica, 2015), h. 31.
42Hamzah B. Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar yang Kreatif dan Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 44.
43Kadar M. Yusuf, Studi Al-Qur’an…, h.166.
Adapun dasar dari pembelajaran Al-Qur‟an yaitu dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.
َقَلَخ يِذَّلا َكِبَر ِنْساِب ْأَرْقا *
قَلَع ْنِه َناسّْنِإْلا َقَلَخ
* مَرْكَأْلا َكُبَر َو ْأَرْقا
* َنَلَع يِذَّلا
نَلَقْلاِب
* نَلْعَي ْنَل اه َناسّْنِإْلا َنَلَع
Artinya:”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia.Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.44
Surat Al-Ankabut ayat 45:
ةلاَصّلا ِنِقَأ َو ِباتِكْلا َنِه َكْيَلِإ َيِحوُأ اه ُلْتا
Artinya:“Bacalah Kitab (Al-Qur‟an) yang telah diwayukan kepadaMU (Muhammad) dan laksanakanlah salat.”45
Dari ayat-ayat diatas, dapat diketahui bahwa Allah swt telah menyerukan kepada umat Islam untuk mempelajari Al-Qur‟an yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang karena mempelajarinya adalah wajib disamping juga mendirikan shalat.46
Ayat diatas dimaksudkan yakni dengan membaca Al-Qur‟an, diutamakan membaca, kemudian di dalamnya di anjurkan untuk memahaminya dan bukan hanya sekedar membaca dengan tanpa pemahaman terhadap arti maupun maknanya. Maka dari itu, kata iqra pada ayat tersebut di ulang yang mengisyaratkan bahwa kecakapan
44Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Surabaya: HALIM, 2013), h. 597.
45Ibid., h. 395.
46 https://www.google.com/search?safe=strict&client=ms-android,diakses tanggal 14 Desember 2019, pukul 14.06.
dalam membaca akan di peroleh dengan mengulang-ulang.
b. Tujuan Pembelajaran Al-Qur‟an
Dari sejarah diturunkannya Al-Qur‟an, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur‟an mempunyai tiga tujuan pokok:
1) Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan atas kepastian adanya hari pembalasan.
2) Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.
3) Petunjuk mengenal syari‟at dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Dengan kata lain yang lebih singkat, “Al-Qur‟an adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.47
Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Al-Qur‟an begitu penting bagi umat manusia karena di dalamnya terkandung berbagai mukjizat dan menjadi pedoman hidup manusia ke jalan yang benar. Dalam mengajarkan mengajarkan Al-Qur‟an harus member perhatian yang seimbang terhadap ayat-ayat bacaan, karena bertujuan untuk:
1) Murid-murid dapat membaca kitab Allah dengan benar, baik dari segi ketepatan harokat, waqof (tempat-tempat berhenti) dan membunyikan huruf-huruf dengan makharjnya.
2) Siswa siswi mengerti makna Al-Qur‟an dan berkesan dalam jiwanya.
47M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 2003), h. 33.
3) Menimbulkan rasa haru khusyuk dan tenang serta takut kepada Allah Swt.
4) Mengajarkan dan membiarkan istilah-istilah yang tertulis baik waqaf, mad, idgham dan lainnya.
Adapun urgensi tilawah Al-Qur‟an sebagai berikut:
1) Tilawah Al-Qur‟an adalah salah satu ibadah istimewa dengan pahala yang berlipat-lipat.
2) Sebagai sarana pembentengan, penjagaan,perlindungan dan pembimbing diri dan kekhusyukan.
3) Sarana tadabbur untuk memahami kandungan Al-Qur‟an dan hukum syari‟ah.
4) Sarana untukmemperoleh syafa‟at Al-Qur‟an pada hari kiamat.
5) Dan salah satu faktor penentu derajat seseorang si sisi Allah (pada harikimat).48
c. Model Pembelajaran Al-Qur‟an
Saat ini model maupun metode dalam pembelajaran Al-Qur‟an sangat beragam. Di dalamnya terdapat berbagai model yang dapat dikaji, yang nantinya disusun berdasarkan berbagai prinsip yaitu sebagai berikut:
1) Model Problem Base Learning (PBL)
Problem Base Learning adalah salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam hal
48 Muhammad Abdul Qadir Ahmad, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2008), h. 78.
menghadapkan para peserta didik tersebut dengan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Dengan model tersebut, peserta didik dari sejak awal sudah dihadapkan dengan berbagai masalah kehidupannya yang nantinya akan ditemuinya kelak pada saat mereka sudah lulus dari bangku sekolah.
2) Model Guru Asuh
Guru asuh diartikan dalam model pembelajaran Al-Qur‟an adalah suatu usaha dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal atau bimbingan yang senantiasa diberikan oleh Bapak dan Ibu guru kepada peserta didik dalam mengenal huruf Al-Qur‟an (Hijaiyah), makhorijul huruf, dan kaidah dalam membaca Al-Qur‟an (tajwid).49
d. Pokok Bahasan Jilid Wafa a) Pokok bahasan jilid I
1) Huruf tunggal berharokat fathah contoh (ma, ta, sa, ya, ka, ya, ro, da).
2) Huruf sambung berharokat fathah.50 b) Pokok bahasan jilid II
1) Bunyi “i”.
2) Bunyi “u”.
3) Bunyi “an”(tanwin).
49Tri Oktiana Endah Pratiwi, “Model Pembelajaran Al-Qur‟an Untuk Meningkatkan Kualitas Bacaan Siswa, (Skripsi, FAI Universitas Muhammadyah Surakarta, 2013), h. 8-9.
50 Tim Wafa, Wafa Belajar Al-Qur’an Metode Otak Kanan Buku I , (Surabaya: Yaqin:
2012), iii.
4) Bunyi “in” (tanwin).
5) Bunyi „un‟ (tanwin).
6) Panjang I alif pada fathah diikuti alif.
7) Panjang I alif pada kasroh diikuti ya‟ sukun.
8) Panjang I alif pada dhomah diikuti wawu sukun.
9) Bentuk ta‟ marbutoh.
10) Panjang I alif pada fathah berdiri, kasroh berdiri dhomah terbalik.51
c) Pokok bahasan jilid III
1) Gambar kisah Nabi Adam A.S.
2) Mim sukun (am-im-um).
3) Lam sukun (al-il-ul).
4) Gambar kisah Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S.
5) Kelompok huruf jahr di sukun (ar, az, agh, adh, A‟, ya‟.
6) Gambar kisah Nabi Ibrahim A.S dan Raja Namrud.
7) Sin sukun (as-is-us).
8) Kelompok huruf hams yang disukun, at, ats, af, asy, ash, ak, akh, ah.
9) Gambar kisah Qarun.
10) Fathah diikuti wawu sukun di baca Au (pendek).
11) Fathah diikuti wawu sukun di baca Ai (pendek).
12) Huruf yang bertasydid dibacanya ditekan.
51Tim Wafa, Wafa Belajar Al-Qur’an Metode Otak Kanan Buku 2, (Surabaya: Yaqin:
2012), iii.
13) Alif lam yang tidak di baca.52 d) Pokok bahasan jilid IV
1) Gambar kisah kesabaran Nabi Muhammad Saw.
2) Bacaan dengung pada nun dan mim bertasydid.
3) Bacaan dengung pada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf 15 yaitu: ta‟, tsa, jim, dal, dzal, za‟, sin, syin, shod, tho, dzo‟, fa, qof, kaf.
4) Gambar kisah perahu Nabi Nuh A.S.
5) Bacaan pada nun sukun atau tanwin bertemu dengan ya‟,nun, mim, wawu.
6) Bacaan dengung pada nun sukun atau tanwin bertemu ba‟.
7) Bacaan dengung pada mim sukun atau tanwin bertemu ba‟.
8) Gambar kisah sedekah yang indah.
9) Tanda layar di baca panjang 5 harokat.
10) Huruf wawu yang tidak di baca.
11) Gambar kisah sedekah yang indah.
12) Bacaan fathu suar.
13) Latihan.53
e) Pokok bahasan jilid V
1) Kisah kholifah Umar r.a dan penjual susu.
2) Cara mewaqafkan bacaan.
52 Tim Wafa, Wafa Belajar Al-Qur’an Metode Otak Kanan Buku 3, (Surabaya: Yaqin:
2012), iii.
53 Tim Wafa, Wafa Belajar Al-Qur’an Metode Otak Kanan Buku 4, (Surabaya: Yaqin:
2012), iii.
3) Lafadz Allah di baca tebal dan tipis.
4) Med bertemu tasydid dalam kalimat di baca panjang 6 harokat.
5) Nun bertasydid yang diwaqof di baca dengung 3 harokat.
6) Kisah kholifah Umar r.a dan ibu memasak.
7) Nun sukun atau tanwin bertemu lam/ro‟.
8) Nun sukun atau tanwin bertemu hamzah, ha, kho, ain, ghoin, ha.
9) Kisah Ali bin Abi Tholib r.a terlambat sholat.
10) Mim sukun bertemu selain mim dan ba‟.
11) Pengenalan bacaan mantul pada ba-ju-di-tho-qo) bila disukun.
12) Kisah Nabi Yunus A.S.
13) Tanda baca.54