• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA NEGARA

3.1 Pendahuluan

BAB 3

kasus harian covid-19 akibat munculnya varian virus Delta di pertengahan tahun 2021, dilakukan kembali kebijakan refocusing belanja negara, refocusing tahap III dilakukan pada belanja K/L sebesar Rp26.207,0 miliar dan TKDD sebesar Rp6.000,0 miliar, sementara pada tahap IV dilakukan refocusing belanja K/L sebesar Rp26.255,5 miliar.

Kebijakan refocusing tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan tambahan anggaran untuk penguatan penanganan kesehatan, serta perlindungan kepada masyarakat dan usaha kecil yang terdampak kebijakan kelanjutan pembatasan kegiatan masyarakat.

Dengan adanya perpanjangan/perluasan/

tambahan program perlindungan sosial kepada masyarakat sebagai dampak dari pengetatan aktivitas masyarakat selama periode PPKM yang diperketat, serta tambahan dukungan penanganan kesehatan, membuat outlook belanja negara pada akhir tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp2.697.237,0 miliar atau sebesar 98,1 persen dari pagunya.

Tahun 2022 merupakan tahun terakhir dari masa relaksasi pelebaran defisit, sehingga harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan ekonomi. Pemerintah akan menjadikan momentum pandemi

sebagai titik awal untuk melakukan reformasi.

Reformasi struktural melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi serta reformasi penganggaran akan menjadi fondasi utama dalam pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut, belanja negara masih dirancang untuk dapat responsif sekaligus konsolidatif, mengingat ketentuan batas defisit APBN akan mulai dikonsolidasikan ulang mulai tahun ini.

Belanja negara pada tahun 2022 direncanakan sebesar Rp2.708.679,5 miliar, yang terdiri atas Belanja K/L sebesar Rp940.571,3 miliar (34,7 persen terhadap belanja negara) dan Belanja Non-K/L sebesar Rp997.694,8 miliar (36,8 persen terhadap belanja negara) serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp770.413,5 miliar. Perkembangan belanja negara tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 ditampilkan dalam Grafik 3.1.

Selain itu, untuk mewujudkan pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas desentralisasi fiskal, TKDD mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebesar Rp741.992,4 miliar menjadi Rp762.530,2 miliar pada tahun 2020. Sejalan dengan belanja pemerintah pusat, pada tahun 2022, TKDD juga diarahkan untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi dari level daerah. Alokasi TKDD pada RAPBN tahun anggaran 2022

1.265,4 1.455,3 1.496,3 1.833,0 1.927,0 1.938,3

742,0 757,8 813,0 762,5 770,3 770,4

7,7 10,3 4,3 12,4 3,9 0,4

2017 2018 2019 2020 Outlook 2021 RAPBN 2022

GRAFIK 3.1

PERKEMBANGAN BELANJA NEGARA, 2017–2022 (triliun rupiah)

Belanja Pemerintah Pusat Transfer ke Daerah dan Dana Desa Pertumbuhan (%) Sumber: Kementerian Keuangan

mencapai Rp770.413,5 miliar (28,4 persen terhadap belanja negara). Dengan dibarengi oleh penguatan sinergi penganggaran antara pusat dan daerah, pelaksanaan TKDD juga akan diikuti dengan kebijakan quality control terhadap pelaksanaannya guna mengontrol capaian target output dan outcome di daerah.

Sejalan dengan tema RKP dan Kebijakan Fiskal tahun 2022 yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, kebijakan belanja negara dalam RAPBN tahun anggaran 2022 diarahkan sebagai berikut:

1. Penguatan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural, yang diarahkan pada reformasi SDM unggul (kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan) dan transformasi ekonomi (infrastruktur dan birokrasi).

2. Penguatan spending better, antara lain melalui:

a. Fokus pada belanja prioritas dan berorientasi hasil (result based);

b. Efisiensi belanja non-prioritas di pusat dan daerah:

• Penajaman belanja barang melalui efisiensi antara lain pada belanja operasional, perjalanan dinas, paket meeting, dan honor, serta penajaman dan sinergi belanja barang yang diserahkan ke masyarakat/Pemda;

• Penguatan belanja modal untuk mendukung transformasi ekonomi antara lain difokuskan pada TIK, konektivitas, energi, dan pangan, serta pembatasan pembangunan gedung dan pengadaan kendaraan dinas;

c. Antisipasi terhadap ketidakpastian (automatic stabilizer), antara lain dengan mendorong penerapan program perlindungan sosial yang adaptif;

d. Efektivitas bantuan sosial dan subsidi (penyempurnaan data, integrasi program, serta transformasi subsidi secara bertahap).

3. TKDD diarahkan untuk pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas guna mendukung peningkatan kinerja daerah.

BOKS 3.1

POKOK-POKOK RKP 2022

Sejalan dengan “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural” sebagai tema yang ditetapkan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022, serta tahun kunci untuk lepas dari tekanan pandemi Covid-19, arah kebijakan dan strategi pembangunan nasional tahun 2022 dituangkan ke dalam tujuh Prioritas Nasional (PN) dalam RKP Tahun 2022. Tujuh PN tersebut merupakan Agenda Pembangunan yang termuat dalam RPJMN Tahun 2020–2024 dan tetap dipertahankan pada RKP Tahun 2022 sebagai koridor pencapaian tema, arah kebijakan, dan strategi pembangunan. Hal ini juga ditujukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan serta mengoptimalkan efektivitas pengendalian pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah. Lebih lanjut tujuh PN RKP Tahun 2022 adalah sebagai berikut.

Prioritas Nasional 1, Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, diarahkan untuk mendukung pemulihan aktivitas produksi, serta peningkatan nilai tambah dan produktivitas dengan mengoptimalkan keterkaitan antara sektor primer, sekunder, dan tersier. Pelaksanaannya difokuskan pada sektor pertanian; industri pengolahan; pariwisata; Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); serta didukung penguatan reformasi fiskal; penguatan sistem keuangan;

peningkatan kualitas investasi; perbaikan sistem logistik; percepatan transisi menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Prioritas Nasional 2, Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan. Pembangunan wilayah pada tahun 2022 akan diarahkan untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah, dengan berfokus pada mempercepat pemulihan dampak pandemi Covid-19, melanjutkan transformasi sosial ekonomi untuk meningkatkan rantai produksi dan rantai nilai daerah, mengoptimalkan keunggulan kompetitif wilayah, dan sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas hidup antarwilayah.

Prioritas Nasional 3, Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing. Pembangunan SDM Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM, yang merupakan salah satu prasyarat dalam upaya pemulihan pembangunan akibat pandemi Covid-19.

Pembangunan SDM pada tahun 2022 akan ditekankan pada: mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui penurunan angka kelahiran total dan memperkuat penyelenggaraan tata kelola kependudukan; menyempurnakan penyelenggaraan program bantuan dan jaminan sosial bagi seluruh penduduk yang lebih akurat, terintegrasi, dan adaptif; meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama keberlanjutan reformasi sistem kesehatan, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, KB dan kesehatan reproduksi, pelayanan gizi, pelayanan kesehatan usia lanjut, serta pengendalian penyakit didukung dengan upaya promotif dan preventif serta digitalisasi pelayanan kesehatan; meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas; meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda; mengentaskan kemiskinan; serta meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Prioritas Nasional 4, Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan. Revolusi mental dan pembangunan kebudayaan diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental;

memperkuat pemajuan kebudayaan untuk mengembangkan nilai luhur budaya bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat; mengembangkan moderasi beragama untuk memperkuat kerukunan dan harmoni sosial; serta mengembangkan budaya literasi, kreativitas, dan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Prioritas Nasional 5, Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar. Pembangunan infrastruktur tahun 2022 akan mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural melalui program prioritas pada pengembangan infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, infrastruktur perkotaan, infrastruktur energi dan ketenagalistrikan, serta transformasi digital.

Prioritas Nasional 6, Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Pembangunan lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim dalam RKP tahun 2022 difokuskan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif untuk mendukung pemulihan dan transformasi dampak Covid-19 menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Secara umum kebijakan terkait PN 6 diarahkan untuk pengurangan dan penanggulangan beban pencemaran untuk meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan

Sumber: Kementerian PPN/Bappenas

PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2022

Dalam dokumen buku ii nota keuangan beserta rapbn ta 2022 (Halaman 134-138)