• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN

Dalam dokumen Administrasi Rumah Sakit (Halaman 117-129)

MANAJEMEN

biaya pengobatan (Gartner, 2021) sehingga membantu Chief Supply Chain Officer (CSCO) sistem Kesehatan (Uribe, et. al., 2019., (Gartner, 2021., Tecsys, 2022)

Manajemen rantai pasok rumah sakit yang berkelanjutan dimulai daria strategic managemen danleadershim, kemudiann dijabarkan menjadi system manajemenm yang terdiri dari input – proses – output.

Input terdiri dari: (1) permintaan pasien, (2) pemasok, obat-obatan dan perlengkapan dan peralatan non obat, (3) stat, (4) rumah sakit lain dan provider, (5) asuransi kesehatan, (6) agen pemerintah, dan (7) regulator. Untuk mengelolah input dengan baik diperlukan ilmu suppier relationships management. Proses layanan rumah sakit meliputi: (1) manajemen aliran pasien (patient flow) dan manajemen rawat inap (meliputi: gawat darurat, rawat jalan, diagnostik dan terapi, ruang operasi, dan rawat inap), (2) manajemen peralatan kesehatan, (3) manajemen makanan, manajemen pencucian dan pakaian, (4) manajemen air dan energi, (5) manajemen layanan umum, dan (6) manajemen sampah termasuk limbah berbahaya. Untuk mengolah proses dengan baik diperlukan ilmu manajemen pembelian, manajemen persediaan dan gudang, dan manajemen distribusi dan transportasi. Terakhir adalah output meliputi: (1) status pasien, (2) persepsi pasien, dan (3) penggunaan sumberdaya. Untuk menghasilkan output yang diharapkan diperlukan ilmu manajemen hubungan pelanggan baik dari perspektif karyawan ataupun dari perspektif komunitas dan masyarakat. Aliran input – proses – output

selain aliran barang dan uang, juga merupakan aliran informasi sehingga dibutuhkan manajemen teknologi dan informasi.

Kinerja manajemen rantai pasok rumah sakit yang berkelanjutan , dari 3 pendekatn yaitu: 1. pendekatan ekonomi, 2. pendekatan lingkungan, dan 3. pendekatan sosial. Indikator pendekatan ekonomi adalah keuangan dan non keuangan. Indikator pendekatan lingkungan adalah pembelian, energi, air, perjalanan, makanan, desain rumah sakit, limbah dan aspek-aspek umum.

Indikator pendekatan sosial terdiri dari dua yaitu 1.

indikator internal yaitu karyawan, dan 2. indikator eksternal yaitu masyarakat dan komunitas.

Rantai pasok layanan kesehatan berada di bawah tekanan untuk menurunkan biaya karena perkembangan bisnis digital, perubahan kebutuhan pasien, dan persaingan baru. Namun, disrupsi baru seperti konsolidasi antar produsen obat dan peralatan kesehatan, perubahan iklim, fluktuasi ekonomi dan kondisi politik menyebabkan efisiensi biaya dalam rantai pasok perawatan kesehatan menjadi sulit. Disrupsi ini mendorong jaringan pengiriman terintegrasi (Integrated Delivery Network/IDNs) menjadi lebih reaktif untuk mendukung pesanan dan penarikan kembali produk medis yang penting. Hal ini meningkatkan total biaya rantai pasok layanan kesehatan yang secara rata-rata sudah mencapai 37,3 persen dari total biaya perawatan pasien (Gartner, 2021)

Gambar 5.1. Manajemen Rantai Pasok (Persediaan) di Rumah Sakit yang Berkelanjutan (Uribe, et. al., 2019)

Manajemen rumah sakit perlu menerapkan pendekatan yang berpusat pada pasien untuk memberikan layanan kesehatan sehingga semua karyawan (termasuk mereka yang berada di luar perawatan pasien langsung) membuat keputusan berdasarkan dampaknya terhadap pasien. Dari sisi klinis dan operasional organisasi dibutuhkan kolaboratif untuk memberikan kualitas tertinggi dari perawatan yang terjangkau. Organisasi perawatan kesehatan membutuhkan alat dan teknologi rantai pasok modern untuk mengotomatiskan proses ini sehingga memungkinkan dokter untuk mempertahankan fokus mereka pada pasien. Manajemen rumah sakit perlu melakukan investasi pada rantai pasok layanan kesehatan dalam jangka panjang yang memberikan keberlangsungan bisnis dengan tetap mempertahankan profitabilitas.

Sebagai contoh, Pfizer dan BioNTech mengembangkan vaksin mRNA COVID 19. Mereka mendapat tantangan bagaimana menyimpan vaksin pascaproduksi pada suhu minus 75 derajat Celcius dan menyuntikan dosis tertentu ke pasien. Mengatasi tantangan ini Pfizer dan BioNtech melakukan perbaikan rantai pasok farmasi. Perusahaan membuat penskalaan manufaktur, membangun freezer dan memobilisasi sumber daya; merancang solusi pengiriman barang baru; dan mengaktifkan visibilitas pengiriman secara real time (Gartner, 2022).

Manajemen rantai pasok layanan kesehatan sangat unik karena setiap pemangku kepentingan memiliki kepentingann sendiri untuk dilindungi. Tahapannya pun berbeda dalam aliran rantai pasokan yang difokuskan

pada tujuan mereka sendiri. Penyedia mungkin ingin menggunakan produk tertentu karena mereka dilatih dengan produk tersebut. Manajemen rumah sakit bertujuan membeli barang yang berkualitas dengan harga paling terjangkau.

Tujuan rantai pasok tidak selalu selaras dalam suatu organisasi sehingga proses manajemen rantai pasok layanan kesehatan dapat menjadi tidak efisien dan terfragmentasi. Organisasi perawatan kesehatan harus mempertimbangkan banyak permintaan dari berbagai sudut pandang untuk menetapkan anggaran produk tertentu.

Pasien juga memiliki suara dalam proses manajemen rantai pasokan layanan kesehatan. Organisasi perawatan kesehatan dapat memesan sarung tangan dengan ukuran yang tepat dan menyimpannya secara teratur, tetapi beberapa pasien mungkin memerlukan produk medis yang lebih disesuaikan, seperti pilihan bebas lateks dan sangat tergantung pada status kesehatan mereka.

Demikian juga, penyedia mungkin lebih memilih merek atau jenis produk medis tertentu, yang dapat menyebabkan masalah biaya. Misalnya, penyedia dapat memprioritaskan preferensi mereka sendiri untuk produk tertentu, sementara manajer keuangan berusaha untuk memotong biaya perawatan kesehatan dan mengurangi produk yang ketinggalan zaman. Seringkali, rumah sakit menghadapi penimbunan atau penimbunan produk tertentu oleh penyedia.

Dalam kebanyakan kasus, dokter hanya menginginkan produk saat mereka membutuhkannya, Tetapi untuk memastikan hal itu terjadi, mereka seringkali menimbun atau memilih mengelola persediaan mereka sendiri. Ini dapat berkontribusi pada perbedaan biaya dan pengeluaran kontrak yang sulit untuk diungkapkan.

Satu lagi biaya tak terlihat yang sering diabaikan adalah waktu yang dihabiskan untuk mencari persediaan atau menunggu seseorang mengirimkan apa yang mereka butuhkan. Insentif yang tidak selaras dan tujuan independen dapat mengganggu aliran rantai pasokan untuk banyak organisasi layanan kesehatan.

Dalam perawatan kesehatan, konsumen adalah pasien dan produk yang mereka inginkan adalah peningkatan kesehatan mereka sendiri dengan harga terbaik atau paling terjangkau. Seorang pasien yang terluka di ruang gawat darurat tidak memikirkan bagaimana preferensi dokter pada peralatan di sekelilingnya mulai dari lampu depan (headlamps) hingga sarung tangan bedah, jahitan hingga pisau bedah untuk membut perbedaan dalam hasil kesehatan atau biaya perawatannya.

Manajemen Rantai pasok (Supply Chain Management) .

Rantai Pasok (Supply Chain)

Informasi tentang pemasok dan pasien meliputi:

apa yang dikonsumsi, berapa banyak dan ,harga.

1. One patient → One product, service 2. One patieint → Many product, service 3. Many patients → many products, Services MUTU RANTAI PASOK

Kualitas: Kualitas produk, Kualitas produk penanganan (produk cacat), Kualitas produk transportasi, Kualitas produk penyimpanan (suhu). Biaya: Biaya produk, Biaya pengangkutan produk (dari pemasok ke pelanggan), Biaya gudang (ruang), Biaya tenaga kerja untuk menangani produk, Biaya penyimpanan produk (listrik),Biaya asuransi.

Cost of Inventory: Availability (waktu), Yang menentukan produk cepat sampai ke pelanggan, waktu proses layanan, Waktu tranpostasi

● Pemberian layanan: intervensi kesehatan pribadi dan non-pribadi yang efektif, aman, dan berkualitas

Tenaga kesehatan: cukup tersedia, responsif, adil dan efisien dengan sumber daya dan keadaan yang tersedia

Informasi kesehatan: produksi, analisis, dan penggunaan informasi yang andal dan tepat waktu tentang kinerja kesehatan;

Teknologi medis: produk, vaksin, dan teknologi dengan kualitas, keamanan, kemanjuran, dan efektivitas biaya yang terjamin;

Pembiayaan kesehatan: dana yang cukup untuk kesehatan, sehingga masyarakat dapat menggunakan layanan, dan pembayaran yang adil

Kepemimpinan dan tata kelola: kerangka

kebijakan strategis yang dikombinasikan dengan pengawasan, akuntabilitas, peraturan, dan insentif yang efektif

Healthcare Suplly hain

Aksesibilitas dari pandangan penyedia yang

menentukan produk perawatan kesehatan menjangkau pasien dengan cepat:

Waktu pemberian pelayanan kesehatan

Saatnya memproduksi produk kesehatan

Waktu untuk menangani produk di dalam gudang

Waktu untuk mengangkut produk kesehatan

Keamanan dan kemanjuran

● Kualitas pelayanan kesehatan

● Kualitas produk kesehatan

● Kualitas produk penanganan (produk rapuh)

● Kualitas produk pengangkutan

● Kualitas produk penyimpanan (vaksin rantai dingin)

Biaya

● Biaya pelayanan kesehatan

● Biaya produk kesehatan

● Biaya pengangkutan produk

● Biaya gudang (ruang)

● Biaya dokter untuk menangani produk

● Biaya penyimpanan produk (listrik)

● Biaya asuransi

● Biaya persediaan (inventory) Penguatan vs Pendukung Kesehatan

Penguatan kesehatahan: Tindakan yang membangun perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan, pemanfaatan, kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan termasuk ketahanan sistem secara keseluruhan

Pendukung Kesehatan

● Pendukung = mendukung komponen tertentu dari sistem; penguatan menyiratkan keseluruhan sistem. (Mounier-Jack et al., 2014)

● Pergeseran dari pendanaan untuk obat tertentu, vaksin, dll ke pendanaan intervensi yang lebih luas (holistik)

● Kelola anggaran yang lebih besar

● Implementasi berbasis hasil

● Beralih dari pelatihan ke pengembangan kapasitas

RANTAI PASOK

Supply Chain: Seperangkat tiga atau lebih perusahaan yang secara langsung dihubungkan oleh satu atau lebih aliran produk, jasa, keuangan, dan informasi hulu dan hilir dari pemasok ke pelanggan, dengan tujuan akhir untuk mencocokkan penawaran dan permintaan dengan biaya total serendah mungkin

Gambar 5.2 Supply Chain (Tjahyono B., 2019)

TANTANGAN MANAJEMEN RANTAI

Dalam dokumen Administrasi Rumah Sakit (Halaman 117-129)

Dokumen terkait