is a function, a discipline, a task to be done; Managers are the professionals who practice this discipline, carry out the function and discharge this task. It is no relevant whether the manager is also an owner; ownership is incidental to the main job which is to manage. (Drucker P.F.,2007
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU
A. ALIRAN KLASIK
Aliran ini dipelopori oleh Robert Owen (1771- 1858) dan Charles Babbage (1792-1871). Robert Owen berpendapat bahwa peningkatan kondisi karyawan dapat meningkatakan hasil produksi dan laba. Robert Owen juga menekankan bahwa unsur pekerja merupakan unsur terpenting dalam proses produksi (pekerja disebutnya vital machines = mesin utama).
Charles Babbage berpendapat bahwa penerapan prinsip-prinsip ilmiah dalam proses kerja dapat menekan biaya menjadi lebih rendah. Tokoh-tokoh lain dalam aliran ini adalah :
1. Frederich W. Taylor (1856-1915). Taylor adalah tokoh peletak prinsip dasar manajemen ilmiah. Melalui berbagai percobaan gerak dan waktu, ditunjukkan bahwa efisiensi gerak dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat ditentukan standar minimal produksi atas dasar keahlian rata-rata pekerja. Taylor mengemukakan empat prinsip dasar teorinya, yaitu :
a. Perkembangan manajemen ilmiah yang benar, sehingga misalnya dapat ditentukan metode terbaik untuk menghasilkan setiap tugas.
b. Seleksi karyawan dengan cara ilmiah, sehingga setiap karyawan dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang sesuai denga ketrampilannya.
c. Pengembangan dan pendidikan karyawan dengan cara ilmiah.
d. Hubungan atau kerjasama yang erat antara
manajemen dan karyawan.
2. Henry L. Gantt (1861-1919). Ia meneruskan ide Taylor dan memperkenalkan sistem bagan (chart system) yang memuat jadual kegiatan produksi karyawan. Sistem ini disebut Gantt Chart.
3. Frank B. dan Lilian M. Gilberth (1868-1924 dan 1879-1972). Pasanga ini bekerja sama mempelajari aspek kelelahan dan gerak. Kesimpulan yang ditarik dari studi mereka adalah bahwa pengurangan gerak juga menyebabkan pengurangan kelelahan.
4. Henry fayol (1841-1925). Fayol merinci operasi perusahan ke dalam enam kegiatan, yaitu :
1. Teknis (technical). Perusahaan menghasilkan suatu produk.
2. Komersial (commercial). Perusahan membeli bahan mentah dan menjual hasil produksi.
3. Keuangan (financial). Perusahaan mencari dan menggunakan modal.
4. Keamanan (security). Perusahaan menjaga keselamatan karyawan dan kekayaan perusahaan.
5. Akuntansi (accounting). Perusahaan mencatat dan melaporkan biaya, laba, liabilitas dan pembuatan neraca.
6. Manajerial.
Dari enam kegiatan ini, Fayol memberi perhatian utama pada kegiatan manajerial sebab ia berpendapat bahwa kemampuan manajeraial merupakan aspek penting yang paling dibutuhkan dalam operasi
perusahaan Selanjutnya Fayol membagi manajemen dalam hubungannya dengan lima fungsi :
1. Perencanaan (planning) 2. Pengorganisasian (organizing) 3. Pemberian perintah (commanding) 4. Pengkoordinasian (coordinating) 5. Pengawasan (controlling)
Fayol mengemukakan pula bahwa kebutuhan akan kemampuan manajerial tergantung pada kedudukan manajer dalam hierarki dan besarnya organisasi. Semakin tinggi posisi manajer dalam hierarki dan semakin besar organisasi yang dipimpinnya, maka semakin tinggi pula kemampuan manajerial yang dibutuhkan.
B. ALIRAN PERILAKU
Aliran perilaku berkembang sebab aliran klasik dipandang tidak benar-benar membantu pencapaian efisiensi produksi dan keserasian tempat kerja. Oleh karena itu dicari upaya untuk membantu manajer mengatasi masalah organisasi melalui sisi perilaku karyawan.
Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah :
1. Hugo Munsterberg (1863-1916). Sumbangan utamanya adalah penerapan psikologi dalam membantu peningkatan produksi melalui tiga cara, yaitu (a) mendapatkan orang yang cocok, (b) menciptakan kondisi kerja yang baik, (c) memotivasi
karyawan.
2. Elton Mayo (1880-1949). Ia terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam situasi kerja. Eksperimen ini disebut eksperimen Hawthorne.
dari eksperimen ini disimpulkan bahwa perhatian khusus dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya. Gejala ini disebut Hawthorne effect.
Dari eksperimen ini konsep manusia rasional (manusia hanya dapat di motivasi dengan pemenuhan kebutuhan ekonomis) diganti dengan konsep manusia sosial (manusia dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan sosial melalui hubungan kerja).
C. ALIRAN ILMU MANAJEMEN
Aliran ini mengembangkan prosedur penelitian opersional (opersional research = OR) dalam menghadapi masalah organisasi. Prosedur yang digunakan dimulai dari analisis masalah sampai dengan usulan kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut. Walaupun aliran- aliran ini berkembang menyusuri jalannya sejarah, gagasan yang menyusul bukannya menggantikan aliran sebelumnya. Pada saat yang sama, masing-masing aliran terus berkembang.
D. ALIRAN SISTEM
Dalam pendekatan sistem, organisasi dipandang sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Jadi dalam pendekatan ini
manajer diajak untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Dengan demikian dalam teori sistem dijelaskan bahwa kegiatan setiap bagian dalam organisasi akan mempengaruhi kegiatan bagian lain.
Pendekatan sistem menaruh perhatian pada dinamika dan sifat keterkaitan unsur organisasi dan tugas manajemen.
Beberapa istilah penting yang digunakan dalam pendekatan ini adalah :
1. Subsistem, yaitu bagian-bagian yang membentuk keseluruhan sistem. setiap sistem menjadi subsistem dari kesatuan yang lebih besar.
2. Sinergi, yaitu apabila keseluruhan lebih besar daripada penjumlahan bagian-bagian. dari sudut istilah organisasi, sinergi berarti bagian-bagian terpisah dalam sebuah organisasi yang saling bekerja sama dan berhubungan, serta menghasilkan kerja yang lebih besar dibandingkan bila bagia-bagian tersebut bekerja sendiri.
3. Sistem terbuka dan tertutup. Suatu sistem dikatakan terbuka apabila sistem itu berhubungan dengan lingkungan luar organisasi. Suatu sistem dikatakan tertutup apabila ia tidak berhubungan dengan lingkungan luar organisasi. Pada dasarnya setiap organisasi berhubungan dengan lingkungannya , tetapi tingkat hubungan masing-masing organisasi berbeda satu dan lainnya.
4. Batas sistem. Setiap sistem mempunyai batas yang memisahkan sistem tersebut dengan lingkungannya.
Pada sistem tertutup, batas ini kaku, sedangkan pada sistem terbuka, batas ini lebih luwes.
5. Arus. Perubahan seluruh masukan (informasi, bahan mentah dan energi) yang berasl dari lingkungan melalui suatu proses untuk menghasilkan keluaran (berupa barang dan jasa).
5. Umpan balik. Umpan balik merupakan kunci pengawasan terhadap sistem. Dengan adanya umpan balik terhadap sistem maka dapat dilakukan perbaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tersebut.