BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Penelitian Terdahulu
Lepaskan semua perhiasan sebelum menyiapkan makanan, area di bawah jam tangan dan cincin adalah tempat berkembang biaknya kuman. Tutup semua luka, lecet dan luka dengan pembalut tahan air.
a) Standard yang di terapkan di hotel pendidikan poliwangi jinggo yaitu untuk perempuan yang berambut panjang dan tidak berhijab harus di cepol jika yang berambut pendek panjangnya harus diatas bahu tidak boleh lebih.
b) Untuk laki-laki rambut depan batasnya di atas alis, rambut samping tidak boleh melebihi telinga dan bagian belakang tidak boelh lebih dary kerah baju, tidka boleh berkumis dan memiliki jambang.
2. Personal hygiene uniform chef
Uniform chef di lengkap memakai apron, chef hat. Pastikan uniform anda bersih dan terawat dengan baik, jika memiliki gejala penyakit menular seperti flu/pilek di per- timbangkan untuk menggunakan masker wajah untuk mencegah penyebaran kuman atau virus, hindari menggunakan perhiasan atau aksesoris yang berlebihan dan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kekurangan yang dapat mempengaruhi kebersihan atau keselamatan makanan. Gantilah seragam yang rusak atau sobek dengan segera. Menurut Cramer dalam Ardiansyah (2018) chef hat yang baik harus memiliki warna yang cerah atau mendekati putih hal ini karena untuk memudahkan mengontrol rambut yang keluar dari penutup kepala dapat terlihat. Selalu kenakan penutup kepala yang sesuai saat menangani makanan jangan pernah menyisir rambut.
2. Fita (2023) Pembuatan Standart Op- erational Procedure (SOP) Room Service Berdasarkan GAP Anal- ysis Method Di El Hotel Banyuwangi.
Metode Analisis Kesenjangan GAP
Pada penelitian ini menghasilkan (SOP) Room Service yang su- dah terverifikasi dan teruji validasi oleh manajemen El Hotel Banyuwangi.
3. Padel Mohamma d Agam, et all (2023)
Analisis Standard Operating Procedure (SOP) Manajemen Insiden Menggunakan Framework ITIL V3 dengan Metode Analisis Gap Layanan Pada PT Lingkaran Sistem Intelektual
Metode Analisis Kesenjangan GAP
Penelitian ini menghasilkan SOP yang lebih jelas dan terstruktur dengan penerapan SOP penanganan insiden, eskalasi insiden, dan penutupan insiden.
4. Christian, et all (2022)
Standar Operasional Prosedur Di Kitchen Departemen Hotel Holiday Inn Cikarang Jababeka
Metode Analisis kualitatif dan deskriptif
Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat keluhan terhadap produk yang disediakan pihak hotel, kurang akuratnya standar operasional prosedur yang diterapkan oleh staf Food and Beverage hotel, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (SOP) makanan dan minuman produk Holiday Inn Cikarang Jababeka dan aplikasinya.
5. Annisa Shobaro (2022)
Perancangan Standar Operational Procedure (SOP) Pelaksanaan Event Di PT Lokal Kreasindo Primata Jem- ber
Metode Penelitian Kualitatif dengan teknis analisis Miles & Huber- man, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesim- pulan.
Pada penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan SOP yang telah di sesuaikan den- gan keadaan perusa- haan bersama CEO dan karyawan melalui tahap verifikasi dan validasi.
6. I Komang Didik Setiawan T.E, et all (2020)
Evaluasi Penerapan Standar Operasional Prosedur Dan Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Di Envy Restaurant Hotel Holiday Inn Resort Baruna Bali
Metode deskriptif kualitatif
Hasil penelitian ini yaitu untuk mengetahui standar operasional prosedur,
penerapaannya dan strategi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.
7. Mary Jane G (2018)
Kitchen Working Environment in Relation to the Health Condition of Kitchen Personnel
The study made use of descriptive, survey method
The results of this re- search are to improve the kitchen work envi- ronment, especially in Health
Condition of Kitchen Personnel
8. Chesley Tanujaya (2017)
Perancangan Standart Operational Procedure Produksi Pada
Metode analisis data menggunakan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (SOP) dapat dijadikan Perusahaan Coffeein template yang
diisi dengan flowchart dan menjadi draf Metode Kualitatif
dasar instruksi kerja karyawan maupun pemilik perusahaan dan membantu penilaian kinerja karyawan gunakan.
(2015) (SOP) Pada PT Sketsa Cipta Graha di Surabaya
GAP. Graha, Surabaya.
10. Dinda Nira Aprilia (2016)
Pengaruh Hygine Pengolahan
Makanan Terhadap Kualitas Makanan di Hotel Aston Rasuna Jakarta.
Metode yang di gu- nakan yaitu deskriptif kuantitatif, dalam per- hitungan data meng- gunakan teknik anali- sis data regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini untuk menghasilkan kualitas makanan yang berkualita baik dan se- hat di Hotel Aston Ra- suna Jakarta.
11. Edwin Ruser (2012)
Analysis of the Im- plementation of Food Processing Standard Operating Procedures (SOP).
Qualitative researtch as research methodol- ogy
The results of this re- search are that not ev- eryone is aware of the importance of imple- menting food safety and hygiene standards in personal hygiene, especially in imple- menting the HACCP system.
12. Atun Yu- lianto (2015)
Penerapan Standard Hygine dan Sanitasi Dalam
Meningkatkan Kualitas Makanan di Food & Beverage Department Platinum Hotel Yogyakarta
Penelitian ini
menggunakan metode diskriptif kualitatif..
Metode pengumpulan data adalah
wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi.
Hasil penelitian untuk melihat Pekerjaan cheef (kitchen) sudah
memiliki standar hygienes dan sanitasi yang baik seperti, standar hygienes sanitasi personel yang mencakup semua kebersihan pribadi.
Sumber: Data diolah Peneliti, 2023
Tabel 2.1 Merupakan daftar tabel penelitian terdahulu di yang di digunakan sebagai bahan rujukan peneliti dalam menyusun penelitian ini. Berdasarkan penelitian terdahulu, penulis merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh (Atun Yulianto, 2015) dengan judul
“Penerapan Standard Hygiene Dan Sanitasi Dalam Meningkatkan Kualitas Makanan Di Food & Beverage Departement Hom Platinum Hotel Yogyakarta”. Penelitian tersebut relevan dan memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu pada
metode penelitian yang di gunakan yakni terletak pada pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitiaan ini dengan penelitian terdahulu terletak pada subjek dan objek yang diteliti, dimana peneliti tersebut melakukan peranan Hygiene dan sanitasi kualitas makanan di hotel Inna Garuda Yogyakarta, sedangkan penelitian peneliti dengan judul
“Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Personal Hygiene Department Kitcehen di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo Banyuwangi”.
BAB 3
METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dan waktu penelitian ini menerangkan mengenai tempat peneliti mealkukan penelitian serta perkiraan waktu dalam menyelesaikan penelitiannya.
3.1.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo yang terletak di kompleks Politeknik Negeri Banyuwangi yang beralamat di Jalan Raya Jember No. KM13, Kawang, Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Peneliti memilih lokasi penelitian di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo di karenakan belum terbentuknya SOP yang baku yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam menjalankan tugasnya
3.1.2 Waktu Perkiraan Penelitian Tabel 3.1 Waktu Penelitian
Jenis Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6
Studi Literatur dan Pengajuan Judul TA Penyusunan Proposal Tugas Akhir Seminar Proposal
Tahap pengumpulan data dan Analisis Data Penyusunan Laporan Tugas Akhir
Sidang Tugas Akhir Sumber: Peneliti, 2024
Penelitian ini dilaksanakan terhitung mulai pada Desember 2023 sampai Mei 2023, yang lebih tepatnya waktu penelitian ini dimulai dari pengajuan judul, pembahasan bab penelitian hingga pada tahap akhir penyelesaian laporan tugas akhir (TA).
3.2 Pendekatan Penelitian
Menurut (Sugiono, 2016) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumen- tasi), data yang diperolah cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis.
Berdasarkan teori di atas, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yakni dengan memahami proses dan interaksi sosial, mendeskripsikan atau memaparkan fenomena yang ada dengan uraian kata-kata dan kalimat naratif serta upaya mencari solusi yang tepat, hingga menganalisis data-data yang diperoleh selama penelitian untuk merumuskan sebuah Perancan- gan Standard Operating Procedure (SOP) di Department Kitchen Hotel Pendidikan Poli- wangi Jinggo Banyuwangi. Pada metode kualititatif peneliti tertarik untuk memahami bagaimana orang-orang/partisipan dalam menginterpretasikan pengalamannya dan mengkonstruksi apa yang telah dialami dalam hidupnya. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna, digunakan apabila masalah belum jelas, untuk mengetahui makna keunikan yang tersembunyi, memahami proses atau interaksi sosial, mengkonstruksi fenomena, memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan (Sugiyuno, 2018)
Penelitian ini mementingkan segi proses daripada hasil namun pada penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan harapan pada saat proses pembuatan SOP karena penelitian ini menekankan kepada data-data yang di kumpulkan dari hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi dan yang terikat lainnya, dari fenomena tersebut peneliti dapat mencari solusi yang tepat dan sesuai sehingga terbentuklah sebuah SOP (Standard Operating Procedure) Department Kitchen di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data dengan memperoleh data dan keterangan-keterangan yang di perlukan dalam penelitian. Bila dilihat dari sumber data, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder (Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, 2018). Berdasarkan Sumber, data dibagi menjadi:
1. Data Primer
Menurut Sangadji & Sopiah di dalam (Laili, 2023) Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperolah secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara).
Sumber penelitian primer diperoleh para peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individu maupun kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Terda- pat beberapa teknik pengumpulan data primer, yaitu:
a. Observasi
vidu-individu yang diteliti Sangadji & Sopiah di dalam (Laili, 2023). Sedangkan menurut (Derianto & Kristiutami, 2015) observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan peneliti turun langsung ke lapangan, kemudian mengamati gejala yang sedang diteliti setelah itu peneliti bisa menggambarkan masalah yang terjadi yang bisa dihubungkan dengan teknik pengumpulan data yang lain seperti kuisioner atau wawancara dan hasil yang diperoleh dihubungkan dengan teori dan penelitian ter- dahulu.
Dalam observasi diperlukan ingatan terhadap observasi yang telah dilakukan se- belumnya. Namun manusia mempunyai sifat pelupa. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan:
1. Catatan-catatan (checklist);
2. Alat-alat elektronik seperti tustel, video, tape recorder, dan sebagainya;
3. Lebih banyak melibatkan pengamat;
4. Memusatkan perhatian pada data-data yang relevan;
5. Mengklasifikasikan gejalan dalam kelompok yang tepat dan
6. Menambah bahan persepsi tentang objek yang diamati. Menurut (Hardani, et al., di dalam (Sabilillah, 2017)
Macam-macam observasi menurut (Sugiono, 2016) dalam buku Metode Penelitian Kualitatif, yakni:
1. Observasi partisipatif, adalah peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
2. Observasi Terus Terang atau Tersamar, yakni peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
3. Observasi tidak terstruktur, adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sis- tematis tentang apa yang akan di observasi, karena fokus penelitian belum jelas.
Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung.
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulandata dengan menanyakan langsung kepada responden yang kompeten dalam suatu permasalahan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian ini, yaitu menanyakan kepada subyek penelitian (Baharta, 2015) Sedangkan menurut Sugiono di dalam (Rahima, 2018) wawancara adalah proses menggali permasalahan-permasalahn yang di hadapi serta memberikan informasi yang mendukung penelitian, seperti kondisi atau keadaan perusahaan serta karyawan, kendala yang terjadi ketika handel acara dll. Macam-macam wawancara,
seperti wawancara terstruktur, wawancara semiterstruktur, dan wawancara tak berstruktur.
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara semi terstruktur, dimana jenis wawancara ini sudah termasuk in-depth interview, di mana dalam pelak- sanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam Melakukan wawancara peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan (Sugiono, 2016)
Tujuan wawancara dalam penelitian ini adalah untuk menggali informasi dan data yang akan dijadikan peneliti untuk menganalisis dimensi dari kualitas pelayanan yang dibutuhkan untuk menyusun Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Hygiene Personal di Department Kitcehn di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo.
sesuai dengan keadaan di departement. Penentuan narasumber pada penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling tepatnya teknik puposive sampling, dimana teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.
Pertimbangan tertentu misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/situasi sosial yang diteliti. Mereka yang berkaitan dan mengetahui lebih banyak tentang kondisi saat ini serta permasalahan/kendala yang terjadi pada saat pengoprasian kitchen hotel Poliwangi Jinggo yang dapat di jadikan data dalam perancangan Standard Operating Procedure Personal Hygiene (SOP) di Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo.
Jenis wawancara ini tidak menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan secara sistematis dan lengkap. dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Narasumber dari wawancara ini yakni Pengelola Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo.
Berikut daftar narasumber yang akan diwawancarai dalam penelitian ini:
1. General Manager (Hotel Poliwangi) : Ayu Wanda Febrian, S.Par., M.B.A.
2. Executive Chef (Hotel Poliwangi) : Evrielia Enggar Cahyani
6.
2. Data Sekunder
Menurut (Sugiyono, 2017) Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Contohnya seperti dari orang lain, dokumen, studi literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya. Data sekunder bersifat data yang mendukung keperluan data primer. Data sekunder akan mempermudah peneliti un- tuk mengumpulkan data-data dan menganalisis hasil dari penelitian yang nantinya dapat memperkuat temuan dan menghasilkan penelitian yang mempunyai tingkat validi- tas yang tinggi.
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti lam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan penelitian menjadi sistematis sehingga mudah diolah, Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus ”divalidasi” seberapa jauh penelitian kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. (Sugiono, 2016) Peneliti sebagai instrumen utama arus dibantu dengan alat penunjang penelitian, seperti angket, check list, atau daftar centang, doman wawancara, dan pedoman pengamatan. Berikut merupakan alat bantu yang digunakan alam penelitian ini sebagai berikut:
a. Pedoman wawancara yang digunakan untuk membantu peneliti dalam proses wawancara yang sistematis berupa beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan atau sumber data.
b. Pedoman observasi yang digunakan untuk membantu peneliti untuk melakukan proses pengamatan terhadap gejala-gejala subyek yang di selidiki.
c. Buku catatan yang digunakan untuk mencatat informasi penting yang telah didapatkan selama proses wawancara dengan informan atau sumber data.
d. Handphone yang digunakan sebagai alat perekam selama proses wawancara berlangsung agar nantinya mendapatkan informasi yang lengkap. Selain sebagai alat perekam, handphone disini juga digunakan sebagai alat dokumentasi saat proses observasi dan wawancara, agar data yang didapatkan bisa didukung oleh bukti dokumentasi yang didapatkan.
e. Dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian, seperti jurnal dan studi liter- atur yang dapat digunakan sebagai referensi penelitian.
3.5 Definisi Operasional Variabel
Operasional variabel digunakan untuk menggunakan variabel dan jenis indikator yang terkait dalam penelitian sehingga penyusunan instrumen penelitian dapat dilakukan secara benar dan sesuai dengan topik penelitian. Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 2 Definisi Operasional Variabel
Variabel Teori/Konsep Dimensi Indikator Instrumen Perancangan
Standard Operating Procedure (SOP) Hygiene Personal Kitchen
1.) Format Standard Operating Procedure (SOP) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor PER.01
MEN/1/11
Format Rancangan
SOP
1. Langkah sederhana (simple steps)
2. Tahapan berurutan (hierarchical steps)
3 Grafik (graphic) 4. Diagram alir (flowcart)
1. Pedoman Wawancara 2. Pedoman Ob- servasi
2.) GAP Analisis (Chintia et al, 2020)
GAP (Kesenjangan)
1. Current State (kondisi kekinian) 2. Expectation (tujuan yang diinginkan) 3. GAP (kesenjangan) 4. Problem (permasalahan yang terjadi) 5. Recomendation (solution) yang dapat diterapkan mengurangi GAP 3. Hygiene
Sanitasi Yuni Yuliastri (2013)
- Hygiene personal
1. Personal Hygine
kebersihan diri:
Pekerja di kitchen harus
memperhatikan beberapa hal yaitu menjaga
kebersihan diri seperti kuku harus pendek, rambut di potong rapi dan tidak
menggunakan perhiasan berlebihan.
2. Personal Hygine Unifrom Memperhatikan aspek-asepek personal hygine uniform terkait dengan
kebersihannya dan di pastikan digunakan lengkap dari chefty hat, apron, chefty shoes.
Sumber: Peneliti, 2024 3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data kualitatif adalah proses memilih, memilah, dan mengorganisasikan data yang terkumpul dari catatan lapangan, hasil observasi, wawancara mendalam dan doku- mentasi, sehingga diperoleh pemahaman yang mendalam, bermakna, unik, dan temuan baru yang bersifat deskriptif, kategorisasi dan atau pola-pola hubungan antar kategori dari obyek yang diteliti (Sugiyono, 2018). Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yakni analisis kesenjangan (GAP Analysis).
3.7 Teknik Analisis Kesenjangan (GAP)
Secara harfiah kata "GAP berarti memiliki pengertian suatu perbedaan (jenjang) antara suatu hal dengan hal lainnya. Perbedaan antara kondisi eksisting /saat ini dengan kondisi ideal. Kondisi eksisting diperoleh dari proses penggalian data melalui wawancara, kuisioner, dan studi pustaka yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Selain itu untuk analisis kondisi ideal yang diperoleh dari studi literatur. Menurut (Chintia et al., 2020), analisis kesenjangan GAP merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan untuk mengetahui tingkat kinerja dari sistem yang sedang berjalan dengan sistem standar yang dijadikan acuan. Tahapan untuk melakukan analisis GAP
1. Current State, yakni mendefinisikan mengenai proses atau aktivitas yang saat ini dijalankan (kondisi kekinian atau eksisting) pada perusahaan terkait, sehingga menggambarkan mengenai status terkini dari aktivitas yang dilakukan
Current state Expectation GAP
Problem Recomendation
2. Expectation, yaitu yang mendefiniskan mengenai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan terhadap proses saat ini di masa yang akan datang. Tahap kedua ini mendefinisikan kondisi ideal yang dapat terjadi apabila sudah terbentuknya sebuah pedoman kerja (SOP). Kondisi ideal menurut Linggapan di dalam (Arinda, 2023) sebagai berikut:
a. Alur tugas dalam suatu pekerjaan yang konsisten dan jelas.
b. Suatu pekerjaan dapat di pertanggung jawabkan.
c. Peran dan Fungsi sesuai pada tiap-tiap posisi jabatan.
d. Persamaan persepsi dan pandangan terhadap suatu pekerjaan.
e. Minim terhadap kesalahan, kegagalan, keraguan, duplikasi, dan inifisiensi.
3. GAP (Kesenjangan), yakni mendefinisikan mengenai adanya kesenjangan yang terjadi antara kondisi eksisting atau kekinian dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan di masa yang akan datang.
4. Problem, yakni mendefinisikan mengenai permasalah yang terjadi akibat adanya kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan (kondisi ideal).
Apabila terdapat kondisi yang tidak sesuai tidak menutup kemungkinan akan timbul masalah yang bisa terjadi, tahap keempat ini peneliti dapat menentukan masalh yang timbul dari adanya GAP atau kesenjangan yang terjadi.
5. Recommendation (solution), yakni mendefinisikan mengenai kemungkinan solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi atau menghilangkan adanya kesenjangan yang terjadi antara kondisi eksisting dengan kondisi yang diharapkan.
Gambar 3.1 Visualisasi alur proses analisis kesenjangan (GAP)
3.8 Luaran Penelitian
Pada penelitian ini dapat memberikan luaran (output) berupa data valid Standard Operating Procedure (SOP) Personal Hygiene dengan 3 (tiga) bentuk model SOP sebagai berikut :
1. Langkah sederhana (Simple Steps), format ini dibuat bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami alur kerja dimana mencantumkan tujuan ruang lingkup, departement terkait, dokumen terkait, prosedur, serta pengendalian.
2. Tahapan berurutan (Hierarchi Steps), format yang digunakan untuk prosedur yang di susun panjang, lebih dari sepuluh langkah, dan membutuhkan informasi yang detail, dan biasanya pada format ini langkah yang diidentifikasi dijabarkan kedalam sub langkah secara terperinci. Tentunya format SOP ini menyesuaikan dengan format SOP yang berlaku pada manajemen Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo Banyuwangi.
3. Diagram alir (Flowcart), format ini digunakan apabila SOP membutuhkan pengambilan keputusan yang kompleks. Format ini melibatkan beberapa simbol umum untuk menggambarkan proses yang akan dilalui termasuk simbol juga menentukan dokumen yang sekiranya berkaitan dengan langkah yang dilalui.
3.9 Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menganalisis kesenjangan yang terjadi antara kondisi saat ini dan output yang di harapkan, kondisi saat ini di kitchen Hotel Pendidikan Poliwangi jinggo belum memiliki SOP di setiap departmennya salah satunya yaitu depart- ment kitchen, Penyebab utama dari kesenjangan yang diidentifikasi karena kurangnya pengetahuan, kebijakan yang tidak sesuai dan faktor lainnya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan dan saran yang akan menjadi dasar dalam perancangan Standard Operating Prosedure (SOP) Department Kitchen Hotel Pendidikan Poliwangi Jinggo dalam penelitian ini jenis data yang akan dikumpulkan untuk mengukur variabel atau dimensi dengan menggunakan metode kualitatif. Berikut kerangka pemikiran yang di gu- nakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: