• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sektor Jasa Keuangan Syariah

III BAB

3.4 Pengembangan Sektor Jasa Keuangan Syariah

3.4.1 Pengembangan Perbankan Syariah

Dalam rangka mendukung perumusan ke- bijakan pengembangan perbankan syariah,

selama periode laporan, OJK telah melakukan beberapa kegiatan yang detailnya dapat dijabarkan sebagai berikut :

a) Kajian Interkoneksi Sistem Keuangan Syariah

Penelitian pertama menghasilkan initial map mengenai interkoneksi antara bank dengan lembaga dan instrumen keuangan syariah. Melalui pendekatan analisa balance sheet, secara agregat interkoneksi antar bank syariah dengan IKNB syariah serta pasar modal syariah masih terbatas, sehingga potensi shock dalam sistem keuangan syariah banyak bersumber dari sektor riil dibandingkan dari pasar keuangan. Rekomendasi dari kajian ini adalah perlunya pengembangan produk berbasis ekuitas yang dapat melibatkan IKNB maupun Pasar Modal syariah, serta melakukan penelitian lebih lanjut mengenai model asesmen risiko sistemik dari aktivitas interkoneksi dalam sistem keuangan syariah

b) Kajian Microbanking Model

Penelitian kedua menghasilkan model pembiayaan usaha mikro perbankan syariah dengan dua pola, direct expansion pattern (DEP) dan linkage yang melibatkan pemerintah, lembaga pendukung LKM syariah, dan komunitas sosial masyarakat yang memiliki community development program. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi requirements yang perlu dipenuhi untuk mendukung eks- pansi pembiayaan mikro bank syariah antara lain komitmen tinggi manajemen bank, value proposition produk yang tepat, keterlibatan aktif pemerintah melalui program pengembangan usaha mikro, dan kolaborasi bank syariah dengan umbrella body/penjamin pembiayaan, institusi pen dukung LKM syariah, dan komunitas/

institusi sosial pemberdayaan usaha.

c) Pengembangan Produk Perbankan Syariah

Selama periode laporan, OJK melakukan Review Standar Produk Musyarakah (termasuk Musyarakah Mutanaqisah). Pe- nyusunan hasil reviu berasal dari berbagai sumber diantaranya data bank-bank syariah terkait SOP Produk Musyarakah dan Musyarakah Mutanaqishah, ketentuan dan standar syariah yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga seperti DSN-MUI, KHES oleh MA, AAOIFI dan BNM serta analisis yang diperlukan secara kuantitatif dan kualitatif. Guna pembahasan hasil reviu telah, OJK telah melakukan focus group discussion (FGD) penyusunan hasil review standar pro duk musyarakah (termasuk musyarakah mutana qisah) dengan pihak- pihak terkait.

d) Forum Riset Keuangan Syariah

OJK bekerjasama dengan bekerjasama dengan IPB, DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPP-IAEI) dan Forum Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) menyelenggarakan Forum Riset Keuangan Syariah (FRKS) dengan  Kegiatan utama adalah Call for Papers FRKS 2014 yang diikuti oleh 105 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri, melakukan

e) Kampanye dan Edukasi Perbankan Syariah

OJK telah melakukan expo iB Vaganza (termasuk edukasi perbankan syariah) secara bersama dengan bank syariah sebanyak 10 kali di Bandung, Yogyakarta, Bandar Lampung, Tangerang, Batam, Depok, Bekasi, Pekanbaru, Jambi dan Malang. Dalam rangka peningkatan kinerja Working Group (WG) Markom Perbankan Syariah, OJK telah melaksanakan FGD

“Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Perbankan Syariah melalui Expo iB Vaganza 2014” serta “Rencana Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Perbankan Syariah Tahun 2015”.

Selain itu, OJK juga melaksanakan training of trainers perbankan syariah kepada akademisi di Kendari dan Semarang, serta

pelatihan keuangan syariah dalam rangka implementasi UU Peradilan Agama kepada hakim-hakim pengadilan agama di Jawa Timur. Dalam kegiatan kampanye dan edukasi perbankan/keuangan syariah. OJK juga memanfaatkan kegiatan “Indonesia International Conference on Islamic Finance 2014” melalui kerjasama dengan berbagai media televisi dan cetak nasional.

f) Arah Kebijakan Perbankan Syariah OJK telah menyusun rekomendasi stance bank syariah BUMN serta pembahasan dan penyusunan outlook dan arah kebijakan per bankan syariah 2015 yang melibatkan stakeholders terkait. Arah kebijakan per- bankan syariah tahun 2015 difokuskan kepada hal-hal sebagai berikut: (i) Pe- ngembangan produk, aktivitas usaha dan kelembagaan yang lebih terintegrasi dan sinergis, (ii) Pengembangan pembiayaan dan layanan yang mendukung sektor ekonomi prioritas, financial inclusion dan pembiayaan produktif, (iii) Penguatan ko- laborasi antar otoritas dalam mendukung pengembangan perbankan syariah, (iv) Penguatan harmonisasi pengaturan dan kebijakan sesama perbankan maupun antar jasa keuangan yang tetap memperhatikan karakteristik syariah dan (v) Promosi dan edukasi perbankan syariah yang lebih terstruktur, terintegrasi dan sinergis.

g) Kerjasama Domestik dan Internasional Selama periode laporan, OJK telah me- laksanakan rapat ke-2 Komite Pe ngem- bangan Jasa Keuangan Syariah (KPJKS) yang beranggotakan perwakilan pemerintah, BI, OJK dan unsur masyarakat/lembaga seperti MUI/NU/Muhammadiyah, dan menghasil- kan beberapa rekomendasi stra tegis pe- ngem bangan keuangan syariah.

Terkait kerjasama internasional, OJK telah melaksanakan konferensi internasional ke- uangan syariah dengan tema “An Integrated Development of Islamic Finance Towards Financial Stability and Sustainable Economic

Development” back to back dengan Organization of Islamic Cooperation (OIC) Central Bank Governor’s Meeting, yang melibatkan pembicara dan peserta berjumlah sekitar 300 orang dan berasal dari

±15 negara, termasuk pembicara utama Presiden Islamic Development Bank (IDB) Group dan VP Global partnership, IFC The World Bank Group. Kegiatan lainnya adalah mewakili Indonesia dalam pertemuan COMCEC-OIC Meeting di Turki membahas kebijakan pengembangan perbankan/

keuangan syariah dan risk management in Islamic finance.

3.4.2 Pengembangan Pasar Modal Syariah

Sampai dengan periode laporan, OJK telah melakukan tiga kajian dalam rangka pengem- bangan Pasar Modal Syariah dengan detail sebagai berikut:

a. Kajian Pengembangan Produk Investasi Syariah (EBA Syariah).

Kajian ini dilatarbelakangi terdapatnya regulasi terkait EBA Syariah yang belum diikuti dengan penerbitan EBA Syariah oleh MI. Kajian bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab tidak terdapatnya penerbitan EBA Syariah dan untuk mengetahui akad serta underlying asset yang cocok dalam proses penerbitannya. Dalam periode lapor an, OJK telah melakukan diskusi dengan pelaku pasar berkaitan dengan peluang dan tantangan penerbitan EBA Syariah serta diskusi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN- MUI) berkaitan dengan aset-aset yang dapat digunakan sebagai underlying dalam penerbitan EBA Syariah.

b. Kajian Road Map Pasar Modal Syariah.

Penyusunan kajian Road Map Pengem- bangan Pasar Modal Syariah bertujuan mengidentifikasi hal yang perlu dikem- bangkan terkait dengan Pasar Modal

Syariah. Sampai periode laporan, OJK telah melakukan pembahasan Road Map Pengembangan Pasar Modal Syariah dengan pemangku kepentingan untuk mendengarkan masukan pengembangan Pasar Modal Syariah.

c. Kajian Pengembangan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi di Pasar Modal Syariah.

Kajian bertujuan memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai kondisi lembaga penunjang di Pasar Modal Syariah, terutama dalam kaitannya dengan penerapan prinsip syariah di Perusahaan Efek Syariah. Kajian ini diharapkan mem- berikan rekomendasi yang menjadi solusi pengembangan Lembaga Penunjang Pasar Modal Syariah di Indonesia.

3.4.3 Pengembangan IKNB Syariah

Selama periode laporan, terdapat beberapa kegiatan pengembangan yang sedang dilaku- kan IKNB Syariah antara lain yaitu:

a) Sosialisasi Asuransi Mikro Syariah

Dalam rangka pengembangan Asuransi Mikro, OJK bekerjasama dengan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dan World Bank melaksanakan sosialisasi asuransi mikro di Surabaya dan Bogor.

b) Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah

OJK telah menyelesaikan naskah akademik mengenai penyelenggaraan program pensiun berdasarkan prinsip syariah serta meminta pendapat dari pelaku industri Dana Pensiun melalui FGD. Penyusunan naskah akademik ini dimaksudkan sebagai dasar penyusunan konsep regulasi me- nge nai penyelenggaraan program pensiun berdasarkan prinsip syariah yang bertujuan mendukung penyelenggaraan program

pensiun berdasarkan prinsip syariah. OJK telah melakukan beberapa kali kegiatan dengan narasumber untuk mendiskusikan praktik anuitas secara umum dan konsep anuitas syariah.

c) Edukasi IKNB syariah ke masyarakat umum

Dalam rangka mengembangkan industri keuangan non bank syariah ke masyarakat, OJK ikut berpartisipasi dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. Kegiatan dilakukan di be- berapa kota, antara lain yaitu: Yogyakarta, Palembang, Bukit tinggi, Aceh, Ternate, Malang, Semarang, Pekalongan, Mataram, dan Bali.

d) Kajian Reasuransi Syariah

Dalam rangka pengembangan reasuransi syariah, OJK menyiapkan konsep SEOJK tentang Penyisihan Teknis pada Usaha Asuransi atau Usaha Reasuransi Berdasarkan Prinsip Syariah. Tujuan dari Surat Edaran tersebut adalah sebagai pedoman dalam perhitungan penyisihan teknis pada usaha asuransi dan reasuransi syariah.

e) Penelitian Pembiayaan Syariah

Pada periode laporan ini, progres penelitian telah sampai pada pengambilan data dan analisis dimana untuk proses analisis, peneliti menggunakan analisa legal, fatwa dan PSAK serta analisa ANP. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa terdapat lima permasalahan yang menghambat pe ngembangan produk perusahaan pem - biayaan, yaitu keterbatasan regulasi, sum- ber dana yang terbatas, minimnya pe- ngetahuan syariah, sektor pembiayaan yang terbatas dan ketatnya persaingan di antara lembaga keuangan.

f) Penelitian LKM Syariah

Selama periode laporan, OJK telah melaku- kan penelitian mengenai LKM syariah ber- sama dengan peneliti Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa secara objektif Lembaga Keuangan Mikro Syariah memiliki potensi yang luar biasa dalam memberdayakan kelompok usaha kecil mikro.. Berdasarkan hasil reviu, sebagian besar BMT telah memenuhi aspek- aspek yang merupakan nilai dari GCG.

Bab IV

MANAJEMEN STRATEGIS