TINJAUAN INDUSTRI
1.3 PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR
1.3.4 Perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik
Selama periode laporan, jumlah penawaran umum mengalami kenaikan 433 % dibanding triwulan sebelumnya dimana terdapat 32 penawaran umum, yaitu 7 perusahaan yang me lakukan penawaran umum perdana saham, 8 perusahaan yang melakukan penawar an
Tabel I-14 Perkembangan Pelaku di Industri Pengelolaan Investasi yang Memperoleh Izin
umum terbatas, 2 perusahaan yang melaku kan penawaran umum obligasi dan 15 perusaha- an yang melakukan penawaran umum ber- kelanjutan obligasi (PUB Obligasi), dengan nilai emisi mencapai Rp 40.451 triliun atau naik sebesar 896 % dibanding triwulan sebelumnya.
Jenis Penawaran Efek
Triwulan III
2014 Triwulan IV
2014 Δ (%)
Jumlah Emisi
Nilai Δ % Emisi Jumlah
Emisi Nilai Emisi (Rp miliar)
Jumlah Emisi
Nilai Emisi (Rp miliar) Penawaran
Umum Saham
(IPO) 0 0 7 4.156 - -
Penawaran Umum Terbatas (PUT/Rights Issue)
0 0 8 17.149 - -
Penawaran Umum Efek
Bersifat Hutang 6 4.060 17 19.146 183% 372%
a. Obligasi/
Sukuk
+Subordinasi 1 750 2 700 100% -6%
b. PUB Obligasi/
Sukuk Tahap I 0 0 4 4.000 - -
c. PUB Obligasi/
Sukuk Tahap II
dst 5 3.310 11 14.446 120% 336%
Total Emisi 6 4.060 32 40.451 433% 896%
Tabel I-15 Perkembangan Penawaran Umum (Emisi)
Penawaran Umum Perdana Saham
Selama periode laporan, terdapat delapan per- usahaan yang mengajukan pernyataan pen daf- tar an dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai emisi sebesar Rp 4.156 miliar.Nilai Penawaran Umum (Rp miliar) Tanggal
Efektif Emiten/Perusahaan Publik
No.
2,447 29-Oct-2014
PT Blue Bird Tbk.
1
583 21-Nov-2014
PT Soechi Lines Tbk.
2
192 12-Dec-2014
PT Intan Baruprana Finance Tbk.
3
99 12-Dec-2014
PT Bank Agris Tbk.
4
35 31-Dec-2014
PT Bank Yudha Bhakti Tbk.
5
570 8-Dec-2014
PT Impack Pratama Industri Tbk.
6
230 11-Dec-2014
PT Golden Plantation Tbk.
7
Rp 4,156 Total
Tabel I-16 Perusahaan yang telah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham
Penawaran Umum Terbatas (Right issue)
Selama periode laporan terdapat 8 perusahaan yang menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas dan telah mendapatkan Efektif dari OJK dengan nilai emisi dari 8 perusahaan tersebut sebesar Rp 17.149 miliar.
Nilai Penawaran
Umum (Rp miliar) Tanggal
Efektif Emiten/Perusahaan Publik
No.
371 13-Nov-2014
PT Pelayaran Bina Buana Raya Tbk.
1
350 27-Nov-2014
PT Batavia Properindo Finance Tbk.
2
1,497 27-Nov-2014 PT Bank Internasional Indonesia Tbk.
3
486 3-Dec-2014
PT Bank of India Indonesia Tbk.
4
2,402 19-Dec-2014 PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
5
500 24-Dec-2014
PT Bank Mayapada Internasional Tbk.
6
10,809 27-Nov-2014
PT BW Plantation Tbk.
7
734 12-Dec-2014
PT Ratu Prabu Energi Tbk.
8
Rp 17,149 Total
Tabel I-17 Perusahaan yang melakukan Penawaran
Umum Terbatas
Penawaran Umum Efek Bersifat Hutang
Selama periode laporan, terdapat 2 perusahaan yang melakukan penawaran umum obligasi dan 15 perusahaan yang melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi (PUB obligasi).
Sehingga jumlah Penawaran Umum Obligasi/
Sukuk mengalami peningkatan nilai emisi menjadi sebesar Rp 19.146 miliar atau naik 183%
dibandingkan periode sebelumnya.
Penawaran Umum Obligasi/Sukuk
Nilai Penawaran Umum (Rp miliar) Tanggal Efektif
Jenis Penawaran Umum Emiten/Perusahaan Publik
No.
500 12-Dec-2014
Obligasi Subordinasi IV PT Bank Mayapada Internasional Tbk.
1
200 31-Dec-2014
Obligasi Subordinasi I PT Bank Capital Indonesia Tbk.
2
Rp 700 Total
Penawaran Umum Obligasi/Sukuk
Nilai Penawaran Umum (Rp miliar) Tanggal Efektif
Jenis Penawaran Umum Emiten/Perusahaan Publik
No.
500 10-Nov-2014
PUB Obligasi I Tahap I PT Waskita karya (Persero) Tbk.
1
2,500 4-Dec-2014
PUB Obligasi I Tahap I dan PUB Sukuk Ijarah I Tahap I PT Indosat Tbk.
2
500 12-Dec-2014
PUB Obligasi I Tahap I PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Tbk.
3
500 31-Dec-2014
PUB Obligasi I Tahap I PT Greenwood Sejahtera Tbk.
4
Rp 4,000 Total
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi/Sukuk Tahap II dan seterusnya
Nilai Penawaran Umum (Rp miliar) Masa Penawaran
Tanggal Efektif Jenis Penawaran Umum
Emiten/Perusahaan Publik No.
1,000 6-7 Oktober 2014
3-Dec-2013 PUB Obligasi I Tahap II
PT Summarecon Agung Tbk.
1
2,706 10-13 Oktober 2014
23-May-2014 PUB Obligasi II Tahap III
Lembaga Pembayran Ekspor Indonesia (Persero) 2
700 20-21 Oktober 2014
18-Dec-2013 PUB Obligasi Subordinasi I Tahap II
PT Bank Permata Tbk.
3
2,500 23-24 Oktober 2014
19-Jun-2013 PUB Obligasi II Tahap IV
PT Astra Sedaya Finance Tbk.
4
1,636 7-Nov-2014
21-Feb-2014 PUB Obligasi II Tahap IV dan PUB
Sukuk Mudharabah I Tahap II PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
5
800 1-2 Desember 2014
17-Jun-2014 PUB Obligasi I Tahap II
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.
6
1,000 9-11 Desember 2014
20-Sep-2013 PUB Obligasi I Tahap II
PT Surya Artha Nusantara Finance Tbk.
7
500 10-11 Desember 2014
27-Dec-2012 PUB Obligasi I Tahap II
PT Danareksa (Persero) 8
1,454 10-11 Desember 2014
18-Dec-2012 PUB Obligasi II Tahap V
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 9
550 12-16 Desember 2014
12-Dec-2014 PUB I Tahap III
PT Agung Podomoro Land Tbk.
10
1,500 24 Desember 2014 - 2
Januari 2015 23-May-2013
PUB II Tahap IV Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
11
Rp 14,446 Total
Tabel I-18 Perusahaan yang telah melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Hutang
1.3.5 Perkembangan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal
Lembaga Penunjang Pasar Modal
Lembaga Penunjang Pasar Modal merupakan Lembaga yang memberikan jasa pada satu pihak atau lebih sesuai izin kegiatan usahanya di pasar modal. Sampai dengan triwulan IV-2014, jumlah Lembaga Penunjang Pasar Modal tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yaitu terdapat 12 Biro Administrasi Efek, 22 Bank Kustodian, 11 Wali Amanat, dan 3 Pemeringkat Efek.Biro Administrasi Efek (BAE)
Selama periode laporan, tidak ada penerbitan izin usaha baru sebagai BAE. Berdasarkan jumlah klien yang dimiliki oleh BAE, PT. Datindo
Entrycom menguasai pangsa pasar dengan 18.01% pangsa pasar, kemudian PT.Sinartama Gunita sebanyak 17.05%, kemudian PT.Adimitra Transferindo sebanyak 16.76% dari keseluruhan klien yang menggunakan jasa BAE.
PT BSR Indonesia 3.83%
PT. Datindo Entrycom 18.01%
PT. Edi Indonesia 6.90%
PT. Ficomindo Buana Registrar 8.62%
PT. Raya Saham Registra 10.92%
PT. Sharestar Indonesia 4.79%
PT. Sinartama Gunita 17.05%
PT. Sirca Datapro Perdana 7.47%
PT. Bima Registra 0.00%
PT. Adimitra Transferindo 16.67%
PT. Blue Chip Mulia 5.75%
Market Share BAE Berdasarkan Emiten yang Diadministrasikan
Grafik I-18 Pangsa Pasar BAE Berdasarkan Jumlah Klien Sampai Triwulan IV-2014
Pemeringkat Efek
Sampai dengan Triwulan IV-2014, total per- usahaan yang diperingkat oleh tiga perusahaan Pemeringkat Efek sebanyak 233 Perusahaan.
Pangsa pasar berdasarkan jumlah perusahaan yang diperingkat didominasi oleh PT PEFINDO sebesar 65,24%, PT Fitch Ratings Indonesia sebesar 31,33% dan PT ICRA Indonesia 3,43%.
Berikut pangsa pasar perusahaan rating ber- dasarkan jumlah perusahaan yang di peringkat oleh Perusahaan Pemeringkat Efek triwulan IV- 2014:
PEFINDO
65.24% Fitch
Ratings 31.33%
IndonesiaICRA 3.43%
Market Share Company Rating Triwulan IV 2014 Grafik I-19 Pangsa Pasar Perusahaan Rating Triwulan IV 2014
Berdasarkan 233 Perusahaan yang diperingkat oleh Perusahaan Pemeringkat Efek, sebanyak 231 Perusahaan (97,95%) masuk kategori Investment Grade dan sebanyak 2 Perusahaan (2,05%) masuk dalam kategori Non Investment Grade. Berikut data lengkap komposisi peringkat perusahaan yang masuk kategori Investment Grade dan Non Investment Grade :
Pemeringkat Efek Investment Grade (Perusahaan)
Non Investment Grade (Perusahaan)
PEFINDO 151 1
Fitch Ratings Indonesia 72 1
ICRA Indonesia 8 0
Total 231 2
Tabel I-19 Data Lengkap Komposisi Peringkat Perusahaan yang Masuk Kategori Investment Grade dan Non Investment Grade Per Triwulan IV 2014
Selama triwulan IV-2014, OJK melakukan 1 Fit and Proper Test untuk Direksi PT ICRA Indonesia dalam rangka pemenuhan peraturan Nomor
V.C.2 tentang Perizinan Perusahaan Pemeringkat Efek yang menyatakan bahwa minimum jumlah direksi Perusahaan Pemeringkat berjumlah minimal 3 orang.